
Pagi itu..
Di depan sekolah sekolah SMU Tunas Karya, Calvin dan Vivi berjalan bersama menuju kantor pembayaran iuran sekolah.. Calvin sangat bersemangat karena bisa melihat adiknya Vivi fokus belajar lagi tanpa harus memikirkan biaya sekolah.. Sementara berita tentang Beasiswa yang diterima Vivi telah menjadi perbincangan hangat oleh para guru dan siswa/siswi dalam tiga hari terakhir ini di sekolah SMU Tunas Karya.. maklum di SMU ini belum pernah ada siswa/siswi yang mendapatkan Beasiswa seperti Vivi Pradikta..
Terlihat para siswa dan siswi menghampiri dan memberikan ucapan selamat kepada Vivi yang kemudian diikuti wajah bingung gadis cantik itu..
"Hai vivi, selamat yahh.." sambil menyodorkan berjabat tangan dengan vivi..
"Selamat vivi..!!"
"Selamat yahh vivi cantik"
"Selamat..!!" Vivi seperti terhipnotis menyalami mereka yang memberikan ucapan selamat satu persatu dengan wajah penuh dengan kebingungan..
Calvin pun tak luput dari kebingungan.. ada apa dengan semua siswa ini, kenapa mereka memberikan ucapan selamat kepada Vivi.. Calvin pun menatap para siswa dengan raut wajah penuh kebingungan..
"Selamat yah, vivi..!" Vivi tampak diam mematung, bengong dengan mulut sedikit menganga..
"Vivi.. selamat yahh.."
"Selamat..!!"
"Selamat Vivi Pradikta.."
Ramai-ramai mereka satu persatu memberikan ucapan selamat.. sementara para guru sudah menunggu di depan kantor dengan wajah penuh senyum menyambut kedatangan Vivi..
Calvin membutuhkan informasi, segera mengajak Vivi menuju kantor sekolah, namun belum sempat Calvin bertanya, para guru pun memberikan ucapan selamat juga tehadap vivi..
kemudian..
"Silakan masuk tuan Calvin Pradikta.." kata seorang guru mempersilakan Calvin dan vivi memasuki kantor sekolah..
"Silahkan duduk.." ujar guru kemudian di ikuti Calvin dan vivi..
"Maaf bu guru..!" Calvin bersuara
"Ucapan Selamat apa ini bu guru..? terus terang kami berdua bingung..!! ujar Calvin menahan bingung diraut wajahnya..
"Apakah tuan Calvin dan Vivi tidak mengetahui..?" sekarang giliran guru itu yang kebingungan
"Kami tidak tahu bu guru, ada apa dengan semua ini..? saya datang kesini justru ingin membayar iuran keterlambatan adik saya vivi Pradikta.." kata Calvin dengan wajah sedikit tegang..
"Itu tidak perlu tuan Calvin.." ujar guru itu
"Apakah yang sudah terjadi dengan Vivi, kenapa tidak bisa saya membayar..!" Calvin bingung, namun seorang guru dengan senyum tipisnya menjelaskan
"Karena Vivi Pradikta telah mendapatkan Beasiswa penuh termasuk biaya keterlambatan dan biaya yang akan datang sampai vivi dinyatakan lulus dari sekolah ini.."
"Hhhaaaahhh..!"
"Hhaaahh..!"
__ADS_1
nyaris Calvin dan vivi teriak secara bersamaan..
"Maksud ibu guru..??"
"Pihak sekolah telah menerima pembayaran atas nama Vivi Pradikta dalam bentuk Beasiswa oleh seorang perempuan yang bernama VANNESA.." ujar guru itu memberi tahu
Tubuh Calvin terasa bergetar, wajahnya kembali terlihat pucat.. bahkan Calvin seolah kehabisan kata-kata,
Vanessa..!!
Calvin berdiri, membungkukkan setengah badannya di hadapan guru itu sebagai tanda ucapan terimakasih kemudian keluar dari kantor sekolah yang di ikuti oleh vivi..
"Apakah kakak baik baik saja .?" tanya vivi sambil mengejar langkah kakaknya, Calvin berbalik dan menatap wajah adiknya..
"kakak baik baik saja vivi.." ujar sang kakak
"kamu lanjutkan sekolah, belajar yang rajin.. jangan berpikiran yang macam-macam.."
"Tapi Beasiswa ini.." kata Vivi tak mengeri
"Kakak belum memiliki jawaban Vivi.." wajah Calvin terlihat tegang
"Semua pembayaran untuk ibu pun dilakukan oleh seseorang yang bernama Vannesa, sama seperti Beasiswa kamu.." vivi terperanjat, betapa baiknya orang itu
"Mungkinkah kakak Vannesa ini adalah teman kakak sendiri.."
vivi mencoba menyimpulkan
"Kakak pergi dulu, siang ini ibu akan di operasi.. kamu do'a kan saja, semoga semua berjalan lancar dan ibu bisa sembuh seperti sedia kala.."
"aamiin.." ucap vivi sambil mengusap kedua telapak tangan ke wajahnya..
Calvin terus memikirkan seseorang yang bernama Vannesa, Siapakah wanita ini? kenapa dia melakukan semua kebaikan ini demi keluargaku.?
Ada hubungan apa keluargaku dan wanita ini? Misterius..!!
banyak pertanyaan yang telah membenak dalam pikiran Calvin..
Calvin memasuki Gedung Nusantara, mulai bekerja seperti biasa setelah masa cuti selesai, seharusnya Calvin sudah mulai berkerja dua hari yang lalu.. karena urusan persidangan perceraian itu, yang telah menyita banyak waktu walaupun akhirnya selesai juga..
Kini Calvin resmi menyandang status duda.. Calvin tak mempermasalahkan statusnya, Calvin malah merasa setelah menyandang status duda, banyak hal yang telah berubah..
"Calvin..!!" seseorang memanggil namanya, suara itu jelas sekali dari seseorang wanita, terakhir Calvin bertengkar dengannya di pelataran gedung.. ya itu adalah Tika kakak perempuan dari Allisa, mantan tunangannya..
"Apa yang sudah kamu lakukan dengan adik saya.." suaranya terdengar menghakimi
"Mbak Tika..!!" Calvin mencoba menjelaskan
"Kami berpisah dengan cara baik baik.."
"Kalau kalian berpisah secara baik-baik, tentu adik saya Allisa tidak akan menangis setiap hari.." suara wanita itu terdengar sangat lantang
__ADS_1
"Maaf Mbak.." kata Calvin bersikap dewasa
"Saya dan Allisa sudah sama-sama dewasa, dan kami bisa saling menghargai dan memahami satu sama lain.." Calvin mulai merasakan kesal
"Mbak tidak perlu mendikte saya ataupun Allisa seperti ini.. mbak adalah seorang kakak, jadi kl mbak memang merasa peduli dengan adik mbak.. Allisa, maka mbak seharusnya bisa bersikap lebih dewasa.. bukan dengan cara seperti ini, seperti anak kecil dan terlalu kekanak kanakan..!!"
wanita itu seperti terkena tamparan di mukanya, terdiam.. malu dan tidak bisa berkata apa-apa..
Calvin pergi begitu saja meninggalkan wanita itu..
"Calvin.." seorang rekan kerjanya bernama aldo menghampiri
"Gila kamu bro, hebat..!! baru kali ini aku melihat dia mati kutu.." aldo tertawa, merasa puas.. maklum tika adalah wakil manager umum, namun gayanya terlalu berlebihan terhadap semua staf dan karyawan, sehingga dia kurang di sukai oleh banyak orang di gedung ini, terutama bagi staf dan karyawan yang levelnya dibawah wanita itu..
Calvin hanya tersenyum tipis menanggapi aldo.. kemudian aldo teringat sesuatu..
"O iya bro.." sambung aldo
"Kamu harus menghadap bagian keuangan.."
"Ada apa..?" tanya aldo heran
aldo hanya mengangkat kedua bahunya sebagai tanda tidak mengerti
Calvin langsung menuju ruangan bagian keuangan, kenapa tiba-tiba di minta menghadap, penasaran dalam hatinya.. apakah ini terkait pinjaman 25 juta rupiah itu..? Calvin merasa sudah menanda tangani perjanjian pembayaran secara angsuran lewat pemotongan salary secara automatis.. Apakah ada yang salah..?
"Selamat pagi pak Ramdhan.." sapa Calvin di depan pintu ruangan bagian keuangan yang terbuka.. laki-laki itu menoleh
"Calvin.. masuklah..!" Calvin melangkah masuk
"Pak Ramdhan memanggil saya.." lanjut Calvin datar
"Betul Calvin.. Saya hanya mau memberikan ini.." pak Ramdhan memberikan kwitansi pelunasan pinjaman..
"Terima kasih Calvin karena sudah melunaskan sisa pembayaran pinjaman kamu.."
Calvin meraih kwitansi itu, tertulis dengan jelas disana.. pinjaman 25 juta rupiah dengan cap LUNAS
Calvin merasa ada yang aneh, karena dia tidak merasa telah melunasi pinjamannya..
"Maaf pak Ramdhan.." lanjut Calvin
"Mungkin ada yang salah disini pak.. karena saya tidak merasa telah melunasi pinjaman saya.."
"Betul sekali Calvin.. bukan anda yang telah melunasi hutang itu.. tetapi seseorang yang bernama Vannesa telah mentransfer membayarkan sisa pinjaman anda.."
Untuk kesekian kalinya, Calvin merasakan gemetar.. kwitansi yang ada ditangannya terlepas jatuh ke lantai, wajahnya kembali bias.. Calvin meraih kembali kwitansi yang terjatuh kemudian Calvin melangkah keluar dari ruangan itu dengan pikiran yang semakin menjadi-jadi.. VANNESA..! ucapnya didalam benak terdalam, kini nama itu tertanam dalam hatinya..
Apakah maksud dari ini semua..?
Kenapa orang yang bernama Vannesa ini selalu membantu ku
__ADS_1
Siapakah sebenarnya sosok misterius yang bernama Vannesa ini..???!!!