Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
chapter 8


__ADS_3

seorang perempuan tampak menghampiri mereka, tatapannya lusuh namun perempuan itu terlihat cantik memiliki kulit putih mulus dengan gaya pakaian masa kini, tingginya hampir sama dengan Vannesa..


"ini dia, yang di tunggu akhirnya datang.." kata-kata freddy membuat Vannesa dan Dina melihat ke arah seorang perempuan yang berjalan kearah mereka..


"perkenalkan.. ini Allisa sepupu saya.." lanjut freddy ketika alissa tepat dihadapan mereka


"Hai.. aku Dina..!" dina menyodorkan tangan


"Aku Vannesa..!!" Vannesa menyodorkan tangan juga setelah berjabat tangan, kemudian Allisa duduk di samping Freddy, jadilah kini mereka duduk saling berhadapan


Allisa terlihat kurang mood, perempuan itu baru mengalami perpisahan yang menyakitkan dengan tunangannya..


"Ada apa, Allisa..?" tanya Freddy yang melihat kusut di wajah sepupunya.. Vannesa dan Dina jadi serba salah, melihat kondisi Allisa seperti itu, mereka merasa seperti salah tempat saat ini..


"Tidak apa-apa, Dina..! Vannesa..! Alissa hanya lelah saja.. betul begitu Allisa..?" ucap freddy ketika melihat gelagat yang kurang menyenangkan di wajah Vannesa dan Dina.. Alissa hanya mengangguk perlahan..


ponsel Allisa berdering..


perempuan itu melirik kearah ponselnya kemudian meletakkannya di atas meja..


"kenapa tidak di jawab Allisa..?" tanya freddy


Allisa hanya menggeleng, raut wajahnya terlihat sedih


Vannesa melirik nama yg tertera di layar ponsel itu, "Calvin.." terhenyak..!! Vannesa teringat cerita Tika,


"Calvin adalah tunangan dengan adik saya Allisa.."


Vannesa membatin, apakah Allisa ini orang yang sama seperti yang diceritakan Tika, inikah tunangan Calvin..


lalu kenapa telfonnya tidak di jawab..? Vannesa terus mengamati, apa yg sebetulnya terjadi di antara mereka..


berdering kembali


"Jangan biarkan sebuah masalah menggantung Allisa, itu malah akan menambah rumit dan tak terselesaikan.." bujuk Vannesa dengan suara lembutnya


"Kita harus optimis bahwa kita mampu seberat apapun masalah yang sedang kita hadapi.. maka hadapilah..!!"


ada benarnya ucapan Vannesa, kemudian Allisa mengalah.. perempuan itu meraih ponsel dan mendekatkannya ditelinga..

__ADS_1


"Pergilah Calvin.. aku tidak apa-apa, sumpah..! aku mengerti keadaan kamu.. dan aku percaya sama kamu, pergilah..!!" Allisa mengeluarkan air mata..


"aku bisa menerima semuanya.. kamu benar, jika memang kita berjodoh maka kita akan bersatu lagi.. pergilah Calvin..!!" suara itu terdengar sangat sedih


Allisa menutup telpnya kemudian berusaha terlihat tegar..


Vannesa diserang rasa penasaran yang sangat tinggi, maklum karena itu terkait Calvin orang yang memiliki wajah yang serupa dengan almarhum suaminya..


"Allisa.. hhmm, maaf..!!" kata Vannesa dengan suara yg lembut, Allisa melirik ke arah Vannesa


"Apakah kamu memiliki kakak yang bernama Tika dan bekerja di Gedung Nusantara ini..?"


Allisa mengernyitkan dahi


"Iya.. betul, kamu kenal kakak ku Tika..?"


"ya Allisa, aku mengenal kakak kamu.." Dina melirik Vannesa sedikit heran


"kalau tidak salah kamu sudah bertunangan dengan seseorang yang bernama Calvin..!!" kata Vannesa menyelidiki


"lalu kenapa kamu mengakhiri hubungan kalian..?"


Allisa menarik nafas panjang dan menghembuskan nya keatas.. kemudian melihat ke arah Vannesa, melirik Dina.. dan mulai bercerita..


"bukan aku yang mengakhiri hubungan ini, Calvin yang meminta ku untuk mengakhiri hubungan pertunangan ini.." Allisa terlihat tegar walau nyatanya sangat sedih..


"Calvin tidak ingin melanjutkan hubungan ini, Calvin hanya ingin merawat ibu.. aku sudah bilang berkali-kali ke Calvin bahwa aku tidak merasa keberatan sama sekali jika itu masalahnya.. namun Calvin tetap tidak ingin melanjutkan, aku tidak mau berprasangka buruk padanya karena aku tahu Calvin adalah pria yang baik, pria yang memiliki tanggung jawab tinggi.."


Allisa sangat terpukul dengan kenyataan ini


"Ada apa sama ibunya..?" tanya Vannesa


"ibunya sedang di rawat dirumah sakit Carolus.. bu Nurul namanya, beliau penderita kanker dan membutuhkan pengobatan yang harus dijalankan seperti radio terapi, kemoterapi, serta operasi. Biaya untuk kemoterapi termurah saja berkisar lima hingga sepuluh juta, sedangkan untuk pengobatan radio terapi menghabiskan biaya sebesar puluhan juta rupiah.. selain itu ada operasi yang menelan biaya sampai ratusan juta rupiah.." Allisa meneteskan air mata


"Calvin bersusah payah cari biaya pengobatan, terakhir dia pinjam 25 juta dari kantor.. aku kasihan terhadap dia, aku sudah tawarkan untuk pakai uangku walaupun tabunganku tidak mencukupi tp minimal bisa mengurangi beban masalahnya.. Calvin malah marah dan tak ingin dikasihani.." Allisa kembali menarik nafas panjang dan menghembuskan nya ke atas.. kini terlihat jelas air mata itu berlinang membasahi wajahnya


"Calvin memiliki adik perempuan yg saat ini terancam putus sekolah menengah, sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia.. Calvin adalah tulang punggung keluarga, aku baru sadar jika Calvin menikah denganku Calvin merasa telah meninggalkan keluarganya.." sedih Allisa sangat getir


"SMU mana adiknya bersekolah.." tanya Vannesa kemudian

__ADS_1


"Tunas karya" jawabnya singkat


Tak lama kemudian pelayan menghampiri dengan menu makanan yang telah siap untuk disajikan.. singkat cerita curhat terselesaikan, Allisa tak ingin makan.. wanita itu hanya ingin mencurahkan isi hatinya, dengan begitu beban yang dia pikul bisa terasa lebih ringan..


Vannesa terlihat sangat bisa menenangkan Allisa, seorang Allisa sangat menyukai cara Vannesa memberikan motivasi, tutur sapa nya pun terdengar sangat bersahabat ditambah kata-kata Dina yang juga terdengar sangat memahami keadaan Allisa.. Freddy hanya manggut manggut pria itu kurang begitu bisa mengatasi masalah seperti ini.. maklum ini urusan perempuan, jadi perempuanlah yang lebih bisa memahami keadaan seperti ini


Ke esokkan harinya..


Disebuah kasir rumah sakit swasta Carolus


"Saya ingin melunasi pembayaran pasien atas nama Nyonya Nurul.." ujar Vannesa kepada petugas kasir menyakinkan


"sebentar ibu, kami akan cek terlebih dahulu.. silakan menunggu.."


"baiklah.." Vannesa duduk menunggu kemudian melihat sekitar ruangan yang terdapat di sekitar sana..


"ibu harus segera di operasi kakak..!!" Vannesa melirik seorang gadis remaja dengan suara yang penuh ketakutan di ujung telpnya


"cepatlah pulang kakak.. cepatlah kesini, vivi takut.. vivi harus tanda tangan, vivi tidak tahu harus berbuat apa..!!"


gadis remaja itu menangis kemudian berlalu dari pandangan Vannesa menuju ke salah satu kamar kelas tiga..


"Nyonya Nurul.." Vannesa segera menghampiri begitu mendengar nama Nyonya Nurul dipanggil petugas kasir


"kami belum bisa merinci biaya untuk nyonya Nurul.. karena pasien masih dalam status akan di operasi..!" petugas menjelaskan


"baiklah..!! begini saja, saya akan deposit keseluruhan biaya bagi pasien.. berikan nyonya Nurul perawatan terbaik di rumah sakit ini, tempatkan juga pasien di ruang VVIP.." kata Vannesa yang membuat petugas itu tampak mengernyitkan dahinya..


"Bisakah anda mengkalkulasi biayanya..?" tanya Vannesa


"mungkin sekitar 500 juta rupiah ibu, saya tidak bisa memastikan biayanya.." kata petugas itu kemudian


"baiklah kalau begitu.." Vannesa tampak mengeluarkan kartu platinum unlimited dari salah satu Bank terbesar


"Saya deposit kan uang sebesar Satu miliyar rupiah.. Berikan layanan yang terbaik dari rumah sakit, saya juga inginkan Dokter Specialis khusus untuk penanganan nyonya Nurul.. langkah dan tindakan yang tepat.. pastikan semua yang terbaik bagi pasien atas nama nyonya Nurul.." lanjut Vannesa sambil memberikan kartu platinum unlimitednya..


petugas segera memasukan kartu tersebut ke mesin pembayaran, dan memasukan nominal yang diberikan Vannesa.. tangannya tampak gemetar saat memasukan jumlah nol yang panjang, belum pernah dia memasukan angka sepanjang itu..


tak lama kemudian bunyi BIP tanda transaksi berhasil..

__ADS_1


Petugas itu tampak setengah tak percaya, namun dia berusaha untuk tetap profesional..


"Baiklah ibu, terima kasih sudah mempercayakan Rumah Sakit ini, silakan tanda tangan disini.."


__ADS_2