Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 33


__ADS_3

"Siapa yang memerintahkan anda berdua..?" Calvin keras melemparkan ucapan kearah dua tamu misterius


"Ma ma maaf Mr. Daniel.. kami dari Global Ansuransi, kami diperintahkan untuk menginvestigasi pelaku hacker dari basecamp building.."


"Siapa yang memberikan perintah..?" tanya Calvin lagi


Namun sebelum tamu misterius itu menjawab, seorang Richard dan Cobra masuk dengan beberapa dokumen penting serta nama-nama semua pelaku dalam persekongkolan tindak korupsi secara bersama-sama yang mulai menemui titik terang dan semua terungkap..


"Maaf Mr. Daniel, kami telah berhasil mendapatkan semua bukti, bahkan ada beberapa bukti video serta semua nama-nama dan juga motif dari persekongkolan ini.. satu diantara orang-orang ini merupakan komisaris Global Asuransi.."


kedua tamu tak di undang itu tersentak ketika di sebutkan nama orang yang juga telah memerintahkan mereka..


"Itu dia Mr. daniel..?" rengek kedua tamu misterius itu


"Pak komisaris lah yang telah memberikan perintah pada kami berdua Mr. Daniel, kami hanya dimanfaatkan.. kami tidak mengerti apa yang telah terjadi Mr. Daniel.. Ampuni kami Mr. Daniel.." Calvin mengacuhkan rengekan kedua tamu misterius itu


"Apa motif mereka Richard..?" Calvin penasaran


"Maaf Mr Daniel, namun sepertinya ada yang menginformasikan bahwa anda telah meninggal dunia, sehingga mereka berani dan leluasa dalam mengeruk kekayaan dari setiap perusahaan dan anak cabang perusahaan Mr. Daniel.."


Seorang Rafael mendengar dengan jelas ucapan itu dan merasakan keanehan karena merasa tidak pernah mengungkapkan kepada siapapun tentang kematian Mr. Daniel.. Rafael hanya bergerak sendiri dan mencoba mengambil beberapa bagian dalam proyek pengembangan, itupun Rafael merasakan sangat menyesal karena walau pun Mr. Daniel sudah tidak ada seharusnya Rafael sadar betapa besar jasa yang telah dia dapatkan dari seorang Mr. Daniel sehingga menjadikannya orang besar seperti saat ini..


Calvin sadar dan memahami persekongkolan ini, semua karena hilangnya sosok Mr. Daniel sehingga membuat mereka berani melakukan aksi bejat seperti ini


"Baiklah..! Kerja yang bagus Richard, Cobra.." Calvin merasa puas atas kerja mereka


"Terima kasih.."


"Maaf Mr. Daniel.. maaf nona Vannesa..!" Rafael berdiri dan meminta kepada kedua orang itu untuk menyampaikan sesuatu..


"Saya akan menyampaikan beberapa informasi penting..!!" Calvin memandang serius ke arah rafael, berpikir sejenak kemudian terlihat menganggukkan kepala lalu membawa Rafael keruang meeting yang terdapat di ujung ruangan itu bersama dengan Vannesa, ruang meeting ini merupakan ruang kedap suara, Mr. Daniel sengaja merancang ruangan ini untuk membahas hal-hal yang sangat penting dan rahasia..


"Informasi apa yang akan anda sampaikan..?" tanya Vannesa sinis kepada Rafael ketika mereka telah berada didalam ruangan..

__ADS_1


"Pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf atas khilaf saya.." Rafael terlihat benar-benar sangat menyesal


"Saya siap mengembalikan semua uang yang telah saya pindah bukukan dan kemudian saya ihklas menerima semua bentuk konsekuensi hukum atas semua yang telah saya perbuat.." Rafael menitihkan air mata, kemudian melanjutkan kata-katanya


"Nona Vannesa..! Calvin.. saya tidak pernah sekalipun memberitahukan kepada siapapun tentang kematian Mr. Daniel.. jujur, saya berani sumpah..! apalagi saya ikut bersekongkol dengan mereka, itu tidak mungkin nona Vannesa.."


Vannesa mengernyitkan dahi, wanita itu bisa mempercayai ucapan Rafael, karena sejujurnya Vannesa mengerti watak seorang Rafael.. hanya saja laki-laki itu tergelincir dalam kesesatan..


"Jika bukan anda, lalu siap..?"


"Saya tidak tahu nona Vannesa, mungkin ada orang lain yang juga mengetahui hal ini di saat pemakaman berlangsung.. Mr. Daniel merupakan orang besar, tentu sangat sulit untuk tidak bisa dikenali orang.."


Vannesa terlihat mengingat sesuatu.. rasanya tidak ada orang yang bisa mengenali Mr. Daniel di sana karena lokasi itu terpencil dan jauh dari pusat kota..


"Baiklah Rafael.." Calvin membuka suara


"Kami percaya anda, namun konsekuensi hukum atas apa yang telah anda lakukan tetap berjalan.."


"Saya siap menerima semua bentuk konsekuensi hukum atau dipenjara sekalipun.. saya ingin bertaubat karena khilaf saya.."


Calvin mendekati Vannesa sedikit berbisik kemudian keluar dari ruang rapat dan memanggil Robert serta Viktor.. kemudian mereka terlihat berjalan keluar ruangan..


"Yang lain tetap disini.." ucap Calvin kemudian


"Roland.. anda pastikan semua tetap di ruangan ini dan pastikan juga semua terkendali..!


"Siap Mr. Daniel..!"


Calvin meminta Vannesa untuk menelepon semua bodyguard khusus Mr. Daniel, seorang Vannesa pernah menceritakan tetang keahlian beladiri dan kesetiaan para bodyguard itu pada Calvin...


"kerahkan semua sumber daya kemudian ringkus semua orang-orang yang tertera dalam daftar nama-nama yang terlibat.."


"Robert, anda bersama dengan Viktor segera temui beberapa bodyguard saya kemudian lakukan eksekusi penangkapan.."

__ADS_1


Calvin memberikan daftar nama-nama tersebut kepada Robert..


"hahh..!!" Robert tercengang melihat daftar nama-nama yang terlibat


"Mr. Daniel, semua orang-orang ini merupakan petinggi di perusahaan Global Ansuransi dan beberapa anak cabang perusahaan.." seorang Robert sangat sulit mempercayai semua ini, mereka merupakan orang-orang yang loyal terhadap Mr. Daniel


"Moral mereka telah ternoda, tidak bisa bersyukur dengan apa yang telah mereka dapat kemudian mereka bersekongkol mengira tindakan bejat mereka tidak bisa di buktikan.."


Calvin merasa sangat lega karena dapat mengungkap semua ini hanya dalam satu hari, tidak disangka..!


"Mas Daniel, para bodyguard telah siap dan mereka menunggu instruksi selanjutnya.." ucap Vannesa setelah selesai menelepon para bodyguard khusus Mr. Daniel


"Baiklah.." ucap Calvin di hadapan Robert dan Viktor


"Inilah tugas anda berdua.. lakukan secara terorganisir kemudian bawa mereka ke sini.. Basecamp Building.."


"Baik Mr. Daniel..!"


"Calvin.." ucap Vannesa perlahan setelah kepergian Robert dan Viktor


"Terima kasih sudah mengungkap semua ini"


"Vannesa.. ini belum tuntas..!"


"Sudah tinggal menunggu waktu Calvin, aku merasa sangat bahagian sekarang.. terima kasih sayang..!" ucap Vannesa sambil merangkul manja tangan Calvin


"Baiklah Vannesa, namun jika kamu mengizinkan, setelah semua ini berlalu aku akan buat satu pengumuman di perusahaan ini tentang siapa sebenarnya aku, karena aku tidak mungkin larut dalam bayang-bayang orang lain, lagipula aku tidak mungkin berada dilingkungan perusahaan ini selamanya.."


"Sayang.." suara Vannesa terdengar lembut dan memahami perasaan Calvin


"Aku tau apa yang kamu pikirkan, aku juga memikirkan hal yang sama.. aku juga tidak ingin kamu berada dalam bayang-bayang orang lain, aku ingin kamu menjadi sosok seutuhnya seorang Calvin, karena sejujurnya aku jatuh cinta pada kamu bukan karena kamu mirip Mr. Daniel.. jauh dari itu, aku jatuh cinta pada sosok seorang Calvin, seorang Calvin yang telah menyentuh dan membuat aku jatuh cinta.."


Calvin sangat tersentuh mendengar kata-kata itu, pemuda itu kemudian merangkul pundak Vannesa

__ADS_1


"Terima Kasih Vannesa.."


"Sama sama, sayang.."


__ADS_2