Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 51


__ADS_3

Sementara dirumah sakit tempat seorang ibu Vannesa di rawat, Nilam dan Panji dengan setia menemani seorang Bunda yang masih belum sadarkan diri di ruang ICU..


Nilam yang merupakan adik perempuan Vannesa tak henti-hentinya menangis, karena belum pernah mendapati Ibu masuk dan dirawat dirumah sakit, kemudian Panji merupakan adik laki-laki bungsu Vannesa terlihat lebih tegar dan seolah mampu mengatasi situasi..


"Mohon maaf kami harus menyampaikan bahwa Ibu anda terkena tekanan darah tinggi.." ucap seorang Dokter setelah memeriksa dengan teliti keadaan pasien kepada Nilam dan juga Panji


"Apaa Dokter..!!" teriak seorang Nilam kemudian terlihat menangis sambil memeluk Panji yang berada disampingnya..


"Tapi Dokter, ibu kami tidak ada riwayat penyakit darah tinggi.." ucap Panji dengan suara yang lebih tenang..


kemudian Dokter mencoba menjelaskan dengan suara yang terdengar sangat tenang..


"Stres yang menyebabkan meningkatnya risiko seseorang terkena tekanan darah tinggi dan kondisi seperti ini tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan penyakit jantung.." ucap Dokter kemudian


"Sebab, stres secara langsung dapat meningkatkan denyut jantung dan aliran darah, sehingga menyebabkan pelepasan kolesterol dan trigliserida ke dalam aliran darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.."


Ada desiran aliran darah yang dirasakan seorang Panji mendengar penjelasan dari seorang Dokter itu, wajahnya sedikit bias dengan detak jantung yang mulai tak menentu..


Sementara Nilam sangat terpukul, gadis itu seakan tak bisa merasakan anggota tubuhnya, bibirnya seakan menahan rasa dingin karena bergetar hebat..


"Tolong selamatkan ibu kami, Dokter..!!" suara gadis itu terdengar bergetar namun masih bisa terdengar jelas


"Tentu, kami akan lakukan itu, mengingat Ibu anda merupakan pasien VVIP kami, dan Kami.. Team Dokter akan mengupayakan pelayanan dan perawatan yang terbaik bagi pasien.."


"Terima kasih dokter.." ucap Panji sedikit lega mendengar perhatian seorang Dokter itu


Kemudian sang Dokter meninggalkan Panji dan juga Nilam lalu bergabung diantara team Dokter yang lainnya, dan tampak mendiskusikan tentang pelayanan dan juga perawatan pasien dengan status pasien VVIP..


Sementara seorang Panji menuntun sang kakak duduk di tempat duduk koridor Rumah Sakit, sang adik itu terlihat sangat sabar sekali membahu sang kakak menghadapi situasi sulit seperti ini..

__ADS_1


"Kak Nilam yang sabar, kita do'a kan keselamatan dan kesembuhan buat Ibu.." ucap Panji yang mencoba membuat Nilam agar tidak larut dalam kesedihan


"Bagaimana keadaan Ibu, panji..?" tanya sang kakak dengan suara serak parau akibat terlalu larut dalam kesedihan


"Kak Nilam..!" panji merasakan kegalauan hati seorang kakak itu, sehingga seorang Nilam seolah tak mampu menyerap apa yang telah di jelaskan oleh seorang Dokter tentang kondisi Ibu..


"Dokter tadi sudah menjelaskan, kalau Ibu akan mendapatkan perawatan dan pelayanan terbaik karena Ibu merupakan pasien VVIP Rumah Sakit ini.." Panji tak ingin mengulang ucapan Dokter tentang kondisi sebenarnya sang Ibu, karena itu jelas akan membuat seorang Nilam makin tak sanggup dengan situasi itu, panji hanya mencoba membuat sang kakak untuk kuat menghadapi keadaan seperti ini..


Sementara Vannesa sudah tampak di pelataran Rumah Sakit dengan langkah sangat tergesa-gesa, seorang Vannesa langsung menuju ruang ICU sesuai petunjuk yang telah di informasikan oleh sang adik, panji..


Vannesa tampak sangat cemas sekali begitu sampai persis di depan ruang ICU, Vannesa terlihat mencari sosok seorang ibu yang terbaring disana melalui sela kaca yang terdapat pada pintu masuk Ruang ICU itu, Vannesa sadar bahwa dia tak di perbolehkan masuk keruang ICU mengingat sterilisasi ruang ICU harus tetap terjaga..


Namun disaat yang bersamaan sang Dokter terlihat keluar dari ruangan itu, Vannesa tak menyia-nyiakan kesempatan..


"Dokter..!" ucap Vannesa jelas terlihat panik


"Ada yang bisa saya bantu Nona..?" balas ramah seorang Dokter


"Siapa nama Ibu anda Nona..?" tanya sang Dokter tampak memahami keadaan wanita muda itu


Seorang Panji mendengar suara yang sangat di kenalnya itu, tampak lega begitu mengetahui bahwa sang kakak tertua telah sampai dirumah sakit ini, Panji menoleh kemudian langsung menghampiri sang kakak..


"Kak Vannesa..!" ucap Panji menyela pembicaraan mereka dengan raut wajah kesedihan..


Vannesa menoleh dan melihat sosok itu, sosok seorang adik yang seolah sedang berjuang sendiri mengatasi situasi pelik ini, mata itu sedikit berkaca-kaca dihadapan seorang kakak..


Vannesa langsung menghampiri dan memeluk tubuh adiknya dengan begitu erat sambil mengucapkan kata-kata penuh sesal..


"Maafkan kakak, Panji..! Maafkan kak Vannesa..!" ucap Vannesa menangis dalam pelukan sang adik

__ADS_1


"Kak Vannesa..!" ucap Panji perlahan


"Jangan berkata seperti itu, kak Vannesa..!" Panji pun tampak mengeluarkan air mata, betapa seorang panji sangat menghormati seorang Vannesa.. karena semua kebutuhan rumah baik secara finansial tidak ada masalah sama sekali, bahkan kebutuhan biaya kuliah Panji maupun Nilam, semua terpenuhi bahkan melebihi dari kata cukup..


Dokter melihat keakraban itu kemudian langsung mengetahui bahwa sosok wanita muda itu adalah Vannesa, wanita yang telah memenuhi segala syarat kebutuhan finansial untuk pasien dengan fasilitas VVIP kemudian Team Dokter telah mendiskusikan permintaan Nona Vannesa atas layanan VVIP via telepon itu, karena sesungguhnya sangat jarang sekali permintaan layanan VVIP karena memang tidak sembarang orang bisa dirawat Disana mengingat layanan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit..


Kemudian sang Dokter menghampiri, karena sebelumnya sang Dokter telah menjelaskan derita yang dialami pasien kepada seorang Panji dan juga Nilam..


"Nona Vannesa..!" ucap sang Dokter tampak sangat ramah dan memahami situasi pelik yang sedang mereka alami, Vannesa menoleh dengan tatapan penuh cemas


"Bagaimana keadaan Ibu saya Dokter..?"


"Kami sudah menyampaikan kondisi Ibu anda kepada adik-adik anda, untuk selanjutnya kami Team Dokter telah mendiskusikan bentuk perawatan dan juga pelayanan VVIP, serta tindakan-tindakan medis yang diperlukan agar pasien tertangani dengan profesional.." ucap Dokter dengan senyum ramahnya..


"Baiklah Dokter, lakukan yang tebaik demi kesembuhan Ibu kami.." ucap Vannesa penuh harap


"Tentu Nona Vannesa.."


"Terimakasih Dokter.."


Vannesa sekilas melihat satu sosok disana, sosok gadis muda yang terduduk di tempat duduk koridor Rumah Sakit, wajah itu terlihat dengan pandangan kosong satu arah, Vannesa sangat mengenali sosok gadis muda itu kemudian langsung dapat memahami situasi yang sedang di alaminya..


"Nilam..!" lirih Vannesa sangat sedih melihat kondisi adiknya itu


"Apa yang terjadi dengan Nilam, panji..?"


Vannesa tampak segera menghampiri Nilam, betapa hati seorang Vannesa seolah teriris sebilah sembilu melihat keadaan seperti itu, sangat perih..!


"Nilam..!" lirih Vannesa setelah tepat berada dihadapan Nilam, Vannesa duduk persis di sebelahnya, melihat dengan jelas raut wajah itu, raut wajah tampa ekspresi sama sekali, kemudian Vannesa segera memeluk tubuh itu penuh dengan perasaan..

__ADS_1


"Maafkan kak Vannesa, Nilam.. kak Vannesa lah orang yang paling bersalah atas apa yang dialami ibu.. kak Vannesa mohon Nilam, maafkan kakak..!!" lirih seorang kakak dalam pelukan tubuh adiknya itu..


__ADS_2