Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 18


__ADS_3

Vannesa merasakan lelah setelah hampir seharian mencari keberadaan calvin sangat penuh dengan perjuangan.. sangat menguras tenaga dan pikirannya, kemudian Vannesa berencana akan menginap di Hotel Gedung Nusantara untuk beberapa hari ke depan, beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh..


Vannesa tampak merasakan kehilangan sosok itu, pikirannya kusut dan tak mengerti harus kemana mencari pemuda itu hingga keesokan harinya Vannesa masih merasakan kebingungan..


pagi yang cerah itu Vannesa merasakan lapar karena menjelang tidur malam hari Vannesa tidak ***** untuk makan.. Vannesa ingat rumah makan Cipta Rasa Nusantara, kedai klasik namun modern, yang memiliki cipta sejuta rasa kenikmatan makanannya..


"Saya pesan Nasi goreng spesial.." kata Vannesa setelah seorang pelayan menghampiri meja Vannesa


"Baik mbak.." kata seorang pelayan dengan senyum ramah..


Kedai klasik namun modern ini sudah dipenuhi pengunjung mulai dari pagi untuk sarapan.. Vannesa tampak melihat para pengunjung dengan pakaian rapi karena bersiap memulai hari untuk bekerja..tapi tiba-tiba, pandangan Vannesa terhenti pada satu sosok, Vannesa tertegun, melihat sosok wanita yang dikenalnya, Vannesa langsung menghampiri karena wanita itu tampak seorang diri..


"Hai Allisa.." sapa Vannesa tersenyum manis, Allisa tampak sangat kaget melihat sosok wanita yang menyapanya


"ya ampun..!! Vannesa..? kamu..!?" Allisa langsung berdiri dan memeluk wanita itu seperti mereka telah lama saling mengenal


"Iya Allisa.. aku menginap di hotel disini.." kata Vannesa sambil menunjuk Gedung Nusantara


"Vannesa.. orang sekelas Vannesa..!! untuk keperluan apa..?" Allisa terdengar seperti tidak percaya, untuk orang sekelas Vannesa mau menginap di Gedung Nusantara.. harusnya untuk orang sekelas Vannesa menginap di hotel bintang tujuh dan sarapan di restoran mewah..


"Aku sebenernya sedang men.. hhmm.." Vannesa tak melanjutkan ucapannya, Vannesa tidak ingin ada salah paham karna Calvin adalah mantan tunangannya..


"Maksud aku, bagaimana kamu dengan tunangan kamu.."


"Maksud Vannesa.. Calvin..?" kata Allisa datar


Vannesa menganggukkan kepalanya


"Calvin sekarang sudah bertunangan dengan seseorang wanita, hasil dari perjodohan ibunya.." penjelasan itu membuat Vannesa syok, hatinya seperti tersayat.. namun Vannesa sangat pintar menyembunyikan perasaannya dan berusaha tegar seperti tidak terjadi apa-apa

__ADS_1


"Maksud kamu..?"


"Iya Vannesa, setelah ibunya keluar dari rumah sakit dan mendengar kabar bahwa Calvin telah bercerai dan ibunya sangat kecewa, sementara aku dan Calvin hanyalah perjodohan sepihak antara aku, keluargaku dan Calvin.. karena perjodohan kami terjadi disaat Calvin dalam proses perceraian sementara ibunya masih dirawat di rumah sakit..


kemudian singkat cerita ibu Calvin menjodohkan Calvin dengan seorang wanita anak seorang ustadz dari pondok pesantren, mungkin karena ibu Calvin seorang ustadzah... kemudian setelah perjodohan itu Calvin dan ibunya pindah rumah.."


"Di jodohkan dengan seorang Anak ustadz dari pesantren..? lalu ibunya Calvin adalah seorang ustadzah.." Vannesa kaget


"Betul Vannesa, makanya itu Calvin terdidik sangat baik.. walaupun miskin tp Calvin pintar dan jujur, dia juga sangat pandai baca al Qur'an.."


"Oohhh.. lalu pindah kemana Calvin..?" tanya Vannesa


"Yang aku dengar Calvin pindah di sekitar pesantren Tahfiz Qur'an.."


Vannesa merasakan semakin jauh dengan Calvin dan wanita itu juga sudah merasakan kehilangan sosok Calvin..


Sejak pertemuan dengan Allisa itu Vannesa memutuskan untuk berhenti mencari Calvin, hati seorang Vannesa hancur..


"Saya tidak mungkin hilang begitu saja dari semua ini, saya sadar tentang Vannia.. saya juga tak ingin melihat Vannia menderita karena saya.. mungkin setelah kedatangan saya kita bisa diskusikan kembali, karna saya tidak mungkin berada di rumah ini untuk selamanya.. mohon Vannesa mengerti akan keadaan saya.."


'Kenapa kamu ingkar janji Calvin..?' kenapa..??


Hati seorang Vannesa sangat pilu kini mata itu menitihkan air mata, hanya ada segudang tanya di hati Vannesa.. kini tak ada lagi yang bisa Vannesa harapkan dari seorang Calvin..


Vannesa hanyut dalam lamunan..!!!


Pesantren Tahfiz Qur'an..


Ustadz jafar merupakan ayah dari anak perempuan bernama Nur aini, tinggal di sekitar pesantren, nur aini merupakan guru agama salah satu SMP di sana.. Nur aini merupakan wanita tercantik di daerah itu.. kemudian ibu Calvin dan ustadz jafar merupakan pengajar di pesantren Tahfiz Qur'an, mereka sama-sama sepakat untuk menjodohkan anak-anaknya..

__ADS_1


Calvin dan Nur aini telah saling kenal sejak kecil, karena mereka sama-sama alumni pesantren Tahfiz Qur'an hanya saja Calvin santri senior terpaut tiga tahun..


Calvin sangat terpukul dengan perjodohan itu, di satu sisi Calvin telah jatuh cinta dengan seseorang yang bernama Vannesa.. namun jika Calvin tak menuruti ibu, Calvin sangat khawatir penyakit yang di derita ibunya kambuh lagi..


"Aini..!" sapa Calvin setengah berbisik dari balik dinding sekolah ketika jam sekolah selesai.. aini melihat Calvin terkejut..


"Calvin..!! Apa yang kamu lakukan disini, kita tidak boleh bertemu sampai pada hari pernikahan kita, itu adalah amanah ayah.. Calvin..!!"


"Aku perlu bicara..!" bisik Calvin keras sambil menoleh ke kanan dan ke kiri


"Baiklah.. baiklah Calvin.. tapi tidak disini.. dan tidak seperti ini.." jawab aini penuh dengan wajah ketakutan, wanita cantik itu takut jika ada yang melihat kemudian melaporkan ke ayahnya..


"Besok sore setelah Aini pulang mengajar.."


"ok..pukul 16.00 di alun-alun jambani..!" ucap Calvin memotong kalimat Aini kemudian pergi meninggalkan wanita cantik itu


Nur aini dan vannesa memiliki wajah yang sama cantiknya.. bedanya Nur aini masih lajang sedangkan Vannesa janda beranak satu.. Nur aini merupakan wanita berhijab namun juga feminim dan sederhana, sedangkan Vannesa sangat kaya dan selalu mengenakan pakaian hijab trendy..


Dua wanita yang memiliki kepribadian yang baik, memiliki wajah cantik namun mereka beda kasta..


Nur aini mengajar seperti biasa di keesokan harinya tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan, wanita dengan penuh kesederhanaan itu ingin menutupi keinginannya untuk bertemu dengan Calvin pada sang ayah.. dia tak ingin sedikit pun melihat ayahnya curiga..


Di samping perjodohan itu baik Calvin ataupun Nur aini tidak di perbolehkan memiliki ponsel, aturan itu di tetapkan oleh ayahnya Nur aini dan disetujui oleh ibunya Calvin.. baik Calvin maupun aini sebenarnya sangat tidak setuju akan hal itu mengingat ponsel pada jaman modern seperti ini bukan saja merupakan alat komunikasi namun juga bisa membantu rutinitas penting seperti penyimpanan data, sebagai media informasi, sarana hiburan, sebagai Sarana Fasilitas Untuk Usaha Dan Bisnis, Sarana dalam Membantu Urusan Pekerjaan dan juga sebagai Sarana Alat Untuk Mengatur Jadwal Kegiatan..


'Bagaimana mungkin aku tidak diperkenankan untuk semua hal penting itu.. lalu Vannesa, wanita itu pasti berusaha untuk menghubungi Calvin, sementara pemuda itu tak di perkenankan memegang ponsel..' kenang Calvin sangat kesal.. kemudian, menganggap dunia secanggih dan semodern seperti sekarang ini tidak penting..


"Aini..!" kata Calvin setelah pertemuan di alun-alun jambani


"Aku tidak setuju dengan perjodohan ini, tp bukan berarti aku tidak menyukai kamu.. aini.." Calvin terlihat sangat terpukul,

__ADS_1


sementara Nur aini terlihat kaget.. wanita itu ingin tau apa yang sebenarnya telah terjadi.. karena seorang aini mengira perjodohan ini sudah dapat persetujuan dari seorang Calvin..


__ADS_2