
"Vannia.. vannia.. jangan seperti itu sayang.." panggil Vannesa lembut pada putri cantiknya Vania.
Namun Vannia tetap berlari, melompat dan memutar.. keceriaan gadis kecil berusia empat tahun itu sangat riang, terus berlari sambil melompat lompat diiringi dengan keceriaan tawanya..
Sesekali memutar seperti menirukan gerakan penari balet profesional, namun..!!
Tanpa sadar badannya membentur meja yang di atasnya terdapat beberapa foto2 keluarga
"nbrruukk..!!" Vannia terjatuh
menangis.. Di ikuti suara kaca pecah
"ppprreeennnnggg..!!" sebuah foto dengan ukuran bingkai besar terjatuh, kaca pelapis foto pecah.. tangisan vannia semakin menjadi..
Panik..
Takut..!! berkecamuk
tampak pandangan gadis kecil itu penuh dengan kecemasan
"mamaaaa..!!!" teriak Vannia spontan dgn raut wajah penuh kecemasan diiringi isak tangis..
Sang ibu terlihat sangat panik, dengan cepat meraih tubuh putri kecilnya..
Menggendongnya dan memeluk tubuh mungil itu dengan erat, penuh dengan kasih sayang, tangan Vannesa terlihat mengusap usap bagian punggung Vannia..
"vannia..!!! sayang mama.."
"Tidak apa apa sayang.. tidak apa apa, vannia sayang..!!" kecupan kehangatan di kening Vannia..
Vannia merasakan pelukan hangat dari sang mama
Di satu sisi
Jantung vannesa berdegub tak beraturan, tatapannya tajam mengarah ke bingkai foto yg pecah di lantai..
"Mas Daniel....!!" lirihnya
"vannia sayang.." Vannesa memeluk erat tubuh Vannia, kemudian merebahkannya di atas sofa panjang yg empuk setelah melihat tidak ada yg terluka sedikitpun di tubuh Vannia..
Gadis kecil yang sangat lucu dan cantik itu mulai berhenti menangis, namun sesugukan kecil masih terlihat.. seolah menyesali karena telah menghiraukan peringatan sang bunda..
"Mas Daniel.."
Ucap Vannesa tipis sambil meraih bingkai foto Mr. Daniel yg pecah dilantai.. jantungnya makin berdegub kencang dan tak beraturan.. ibu cantik itu berfirasat, ketegangan tampak jelas terlihat diwajahnya..
'Akankah sesuatu yang buruk telah terjadi..!?!?' berusaha menghilangkan pikiran aneh dan segera menepis jauh firasat horor yang menakutkan itu
Bergedik..
"maaf non.." seorang pembantu setengah baya menghampiri sambil memberikan ponsel Vannesa yang terus berdering..
tampak panggilan dengan display picture Mas Daniel dengan tulisan nama "PAPA SAYANG.."
pembantunya memang memanggil Vannesa dgn sebutan nona.. karena memang Vannesa masih sangat muda dan cantik.. kulitnya putih bersih, postur tubuhnya sangat ideal dgn berat badan.. tak heran Vannesa terlihat anggun dgn hijab yg selalu dia kenakan, mencerminkan seorang muslimah sejati..
__ADS_1
bi ina, pembantunya menatap sambil menyodorkan ponsel milik Vannesa
Vannesa tertegun, masih tampak panggilan itu atas nama "PAPA SAYANG"
"hallo, papa.." ucap Vannesa datar namun sedikit cemas
"Mohon maaf ibu, apakah ibu mengenal no panggilan ini.." suara itu jelas bukan suara Mr. Daniel
"Siapa ini.. " tanya Vannesa dgn suara sedikit bergetar
"jelas saya kenal, ini no telp suami saya pak.. Mas Daniel, bapak siapa ?"
Polisi menemukan ponsel itu disekitar tempat kejadian, karena sebagian besar ponsel itu telah hancur, polisi akhirnya hanya bisa mengambil simcard dari ponsel itu kemudian disematkan ke ponsel yang lain, tertera nomor telp panggilan terakhir merupakan nomor telp Vannesa, yg ternyata adalah istri korban..
"maaf ibu.. kami dari kepolisian sektor puncak.." suara dari sebrang sangat jelas membuat Vannesa merinding
"Dengan sangat menyesal dan berat hati kami menyampaikan bahwa telah terjadi kecelakaan tunggal yg melibatkan mobil sport berwarna ungu dengan no. polisi *****.." tubuh Vannesa terasa menggigil gemetar, wanita itu sangat yakin bahwa itu adalah mobil suaminya
"ya allah.." lirih Vannesa..
Hatinya seperti teriris sembilu, sangat perih mendengar berita itu
"insiden itu.." suara dari seberang menjelaskan
"menyebabkan mobil tergelincir, terperosok dan akhirnya masuk ke dalam jurang.." suara itu terhenti sejenak
"kemudian..!!"
Vannesa merasakan sekujur tubuhnya kaku, merinding yang sangat luar biasa melanda,
mematung..
"Kemudian apa pak polisi..??" sambung Vannesa sesugukan karena menahan getaran yg kian merajai tubuhnya, bibirnya terasa bergetar hebat, air mata itu mulai menguasai wajahnya, Vannesa seperti telah mengetahui arah dari pembicaraan sang polisi
"ibu.. mohon maaf yg sebesar besarnya.." lanjutnya seorang polisi itu dengan suara agak terbata-bata
"suami ibu.. telah meninggal dunia.."
"Gelleeedduuaarrrr.....!!!"
"Tidaakkkk...!!"
"Tiddakkkk mmunggkkiin pak..??!!!" teriak Vannesa menggelegar
Laksana mendengar petir yg maha dahsyat di siang bolong, darah berdesir mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut dan menjalar ke seluruh tubuh..
Vannesa tidak dapat merasakan anggota tubuhnya, pandangannya terhampar ruang kelam hitam yang sangat pekat.. bibirnya bergetar hebat seakan mengalami dingin yg teramat sangat, tak mampu mengeluarkan kata kata lagi..
kaku..!!
seorang muslimah sejati, batinnya seolah berontak dan tak menerima keadaan jiwa dan raganya seperti ini..terbesit kata yg keluar namun berasal dari lubuk hati yang paling dalam..
Tanpa terucap, seolah batinnya memberikan kata-kata terakhir
"inna lilahi wa'inna ilahi roji'un.."
__ADS_1
ponsel terlepas dari genggaman
terjatuh..
"bbrraakkk..!!"
tubuh Vanessa terhempas kelantai.. Pingsan
Terkulai tanpa daya
Teriakan Vannesa memecahkan kesunyian, rumah yang besar dan terlihat sangat megah itu seakan tak mampu menahan teriakan Vannesa..
"menggema..!!"
bi ina panik.. mencoba meraih tubuh Vannesa yg terkulai lemas di lantai..
bingung..! apa yg terjadi dengan majikannya,
"pak satpamm.. pak satpaaamm.." teriak bi ina memanggil satpam yg sedang bertugas jaga di rumah itu.. suara bi ina menembus hingga ke pos keamanan..
Vannia kecil kembali menangis, bi ina segera meraih tubuh kecil Vannia,, bingung bi ina semakin menjadi jadi, usaha yg maksimal dari bi in mencoba untuk menenangkan Vannia kecil, tak lama berselang, seorang satpam menghampiri dengan kebingungan dan kecemasan tingkat tinggi..
"ada apa ini bi ina..?" teriak satpam panik, setelah melihat kondisi majikannya terbaring dilantai..
"bi ina nggak ngerti pak.." bi ina coba menjelaskan
"setelah menerima telp nona Vannesa langsung jatuh pingsan..!!"
Satpam joko memanggil driver sholeh yg lagi mencuci mobil di samping garasi rumahnya, pak sholeh merupakan driver Vannesa keberadaannya cukup jauh sehingga driver itu tak mendengar kegaduhan di dalam rumah..
Rumah yg megah dan besar ini hanya di isi Mr. Daniel, istrinya Vannesa dan gadis kecilnya Vannia.. ditambah tiga pembantu, bi ina, maria dan serly
tiga satpam.. joko, sunyoto dan karyadi dan dua supir, pak sholeh dan pak agung..
mereka memiliki tugas dan tanggung jawab masing masing
Serly dan maria di temani driver pak agung sedang berbelanja keluar untuk keperluan rumah.. sementara satpam karyadi posisi libur
Tampak driver sholeh berlari menghampiri dengan tergesa gesa.. tak mengerti kejadian apa yg telah terjadi di rumah ini
"Ada apa ini pak joko.. ?" tanya driver sholeh cemas
"Bantu saya mengangkat nona Vannesa pak sholeh..!!" kata joko tanpa menghiraukan tanya dari driver sholeh..
"kita bawa segera kerumah sakit..!!!"
"Ayo cepat..!!!"
"Baik pak joko.."
segera..
bergegas..
mobil tancap gas.. di iringi dengan kebingungan mereka yg ada di dalam mobil.. saling menatap penuh dengan pertanyaan.. mereka tidak mengerti,
__ADS_1
tidak tau..
mereka hanya bisa menerka, kejadian yang besar telah terjadi, hingga membuat nona Vannesa pingsan tak sadarkan diri..