
"Aku butuh bantuan anda Cobra..?" ucap Calvin menelepon seorang Cobra.. seseorang dengan kemampuan komputer dan hacker tingkat tinggi, bahkan Cobra mampu mempecundangi Cyber Crime kepolisian sekalipun
"Apa yang bisa aku bantu Calvin..?" tanya Cobra penasaran
"Aku akan memakai jasa anda untuk melakukan misi penyelamatan terkait mega scandal korupsi sebuah perusahaan dengan melakukan aksi hacker.. Apakah anda bersedia Cobra..?" hening sejenak pada panggilan telepon itu, selintas seorang Cobra sedikit bingung tentang perusahaan yang dimaksud Calvin, karena cobra mengetahui bahwa Calvin hanyalah seorang Engeenering, namun Cobra mencoba mengikuti alur seorang Calvin
"Baiklah.. katakan saja, Calvin..!" ucap Cobra menyetujui..
Calvin menjelaskan bahwa sebuah perusahaan telah mengalami mega scandal korupsi hingga mengalami kerugian sampai miliaran rupiah, tugas utama seorang Cobra adalah membobol data perusahaan sampai data pribadi seperti Emile, WhatsApp dan data penting lainnya dari orang-orang penting yang berada di Candile County Business Distrik..
"Hhaahhhh..!!" Cobra sangat terkejut saat mendengar Candile County Business Distrik, satu kawasan elite, kawasan yang menjadi impian semua orang dan juga menjadi impian seorang cobra untuk bisa bekerja dan meniti karier disana..
"Apakah maksud kamu Calvin, apa aku tidak salah dengar..?"
"Anda tidak salah dengar Cobra.. Jangan khawatir, tidak serumit yang anda bayangkan, ini merupakan misi penyelamatan dan aku akan jelaskan.." ucap Calvin..
Kemudian Calvin terdengar menjelaskan kepada seorang Cobra tentang kondisi dirinya yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan Mr. Daniel dan juga status seorang Calvin di rumah orang nomor satu di ibukota itu..
"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi Calvin..?" tanya Cobra yang sulit bisa memahami hal itu
"Begitulah kenyataannya cobra..!" ucap Calvin menyakinkan
"Baiklah.. baiklah kalau begitu, dimana kita mengadakan pertemuan..?" Calvin memberitahukan alamat pertemuan itu dan juga menjelaskan percakapan ini merupakan percakapan sangat rahasia..
tak lama Calvin mengakhiri panggilan telepon
Di ruang kerja Mr. Daniel terdapat ruang pertemuan yang bisa di isi maksimal sepuluh orang.. Calvin memimpin jalannya pertemuan di rumah besar nan megah itu bersama seorang Vannesa..
"Terima kasih atas kedatangan bapak-bapak sekalian..?" ucap Calvin secara resmi membuka pertemuan..
__ADS_1
Robert dan team sebenarnya merasakan keanehan dalam diri pemuda yang mereka anggap Mr. Daniel itu, sesuatu yang belum pernah sekalipun dilakukan seorang Mr Daniel justru sekarang dilakukan seorang Calvin, orang yang mereka anggap sebagai Mr. Daniel.. Namun Robert dan team inti justru merasakan kedekatan, sangat bersahaja.. begitulah seharusnya seorang pimpinan.. satu hal yang sangat diinginkan orang-orang, dapat berinteraksi langsung dengan atasan, sehingga bisa melenturkan ketegangan.. mereka sangat menyambut baik perubahan sikap orang besar seperti Mr. Daniel.. satu hal yang mereka tidak pahami yaitu bahwa orang-orang terdekatnya lah yang justru sangat berani melawan seorang Mr. Daniel dan meraup keuntungan pribadi secara bersama-sama, tentu saja ini bisa terjadi karena seorang Mr. Daniel pada kenyataannya telah meninggal dunia, sedangkan seorang Calvin hanyalah pria biasa yang secara kebetulan memiliki kemiripan wajah yang sangat sempurna dengan Mr. Daniel
"Baiklah..! sebelum saya menjelaskan sesuatu hal yang sangat penting dan bersifat rahasia, saya akan memperkenalkan seseorang.." lanjut seorang Calvin memperkenalkan seorang Cobra agar bisa menjadi bagian dari team..
kemudian menunjuk pemuda itu yang persis duduk di sebelah Calvin dan berhadapan dengan seorang Vannesa..
"Pemuda ini bernama Cobra.." seorang Cobra terlihat berdiri dan membungkukkan setengah badan tanda hormat pada semua kemudian terlihat duduk kembali
"Beliau adalah seorang ahli komputer dan juga merupakan specialis Hacker, saya berharap saudara cobra bisa menjadi bagian dari team.. saya sengaja mengundang beliau kesini karena situasi ini sudah sangat berbahaya dan harus mendapatkan penanganan untuk mengambil tindakan tegas.." Calvin menarik nafas panjang sebelum masuk ke poin penting pada pertemuan kali ini
Tujuh orang di ruangan itu terlihat sangat fokus dan cermat mendengarkan ucapan seorang Calvin..
"Korupsi adalah sebuah tindak pidana.." suara Calvin terdengar tegas..
"Di Negara ini korupsi hanya dimaknai sebagai persoalan hukum. padahal lebih dari itu, korupsi sebenarnya bermakna lebih dari semua tindak kejahatan.." kini suara Calvin sangat lantang, hingga membuat suasana terasa ngeri..
"korupsi menyangkut semua sikap dan perilaku yang busuk, bejat, buruk, tidak jujur, menyimpang dan sangat tidak bermoral, maka dari itu saya akan membentuk team ini agar bisa membongkar semua kebusukan, moral bejat dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.." ucap Calvin dengan nada yang tidak bersahabat pada para koruptor
"Kami siap Mr. Daniel..!!" Pak Robert menyatakan siap mewakili semua yang hadir
"Bagus..!" ucap Calvin bersemangat
Teknologi digital kini berkembang dengan pesat. Teknologi juga dapat digunakan untuk mempermudah sistem birokrasi baik di pemerintahan, perusahaan, bisnis maupun lembaga pendidikan.
Dengan memanfaatkan teknologi maka setiap aktivitas dapat dipantau sehingga meminimalisir kesempatan untuk melakukan korupsi.
"Cobra, anda akan bekerja sama dengan saudara Richard untuk bisa masuk ke sistem perusahaan.."
"Baik calv.. maksud saya Mr. Daniel.." cobra sedikit gelagapan saat salah menyebut nama seorang Calvin didepan team, hampir mengacaukan situasi, terlebih seorang Vannesa dan Calvin sendiri, namun situasi canggung itu bisa terkendali dan terlihat acuh pada seorang Robert dan semua yang hadir..
__ADS_1
"Baik Mr. Daniel, saya akan maksimalkan bersama saudara cobra.." tambah Richard yang bisa memahami sikap gelagapan seorang cobra, karena merasa baru mengenal orang-orang di ruangan itu selain Calvin yang mereka anggap sebagai Mr. Daniel
"Kami akan membuat sejumlah back door atau pintu alternatif yang membuat kita bisa menginfiltrasi jaringan komputer milik perusahaan.." ucap cobra memulai langkah dan menetralisir sikap canggungnya
"Itu betul sekali saudara cobra, dengan begitu kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi rahasia perusahaan dan data seseorang yang akan kita retas ." tambah Richard
"Bagus.." ucap Calvin
"Untuk mempersingkat waktu dan mempermudah aksi, kami butuh jaringan yang terkoneksi dengan perusahaan.." ucap cobra kemudian
"Saya memiliki ruang dengan perangkat komputer yang terkoneksi dengan perusahaan, Pak Richard dan pak cobra bisa memakai ruang itu.." ucap Vannesa berapi-api dan mencoba memberikan fasilitas
"Sempurna..!" Calvin bersemangat
"Richard dan cobra akan mendapatkan akses dari nona Vannesa, kemudian anda saudara roland.." ucap Calvin dengan tatapan tertuju pada Roland
"Anda saya tugaskan untuk mengawal pergerakan nona Vannesa, Richard dan cobra dari orang-orang yang mencoba menghambat jalannya investigasi.."
"Baik.. Mr. Daniel, tugas saya terima.." ucap seorang Roland yang merupakan divisi humas team audit
"Setelah kalian dapatkan bukti-bukti itu, saya bersama Saudara viktor, saudara Robert akan membungkam para koruptor itu.."
Calvin terlihat sangat optimis bisa mengungkap Mega Scandal korupsi yang melibatkan banyak orang-orang penting disana..
"Ingatlah satu hal, misi ini merupakan misi rahasia, tidak ada satupun orang yang mengetahui pergerakan kita.." kemudian Calvin berdiri dan mengucapkan kalimat lantang
"Apakah kalian siap..!"
Robert dan team pun segera bangkit dari duduk dan menjawab tegas ucapan lantang seorang Calvin
__ADS_1
"Kami siap Mr. Daniel..!"