Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
chapter 9


__ADS_3

Vannesa melanjutkan perjalanan


Tiba di depan sekolah SMU Tunas Karya, Vannesa tampak diantar seorang security menuju kantor sekolah.. kemudian Vannesa disambut oleh seseorang guru dan mempersilakan Vannesa untuk duduk..


"Ada yang bisa kami bantu ibu.." tanya seorang guru


Tidak ada basa basi.. Vannesa langsung ke intinya


"saya ingin memberikan beasiswa untuk salah satu siswi bernama vivi.." ucap Vannesa


"vivi.." kata guru itu memastikan


"Apakah maksud ibu Vivi Pradikta.." tanya seorang guru memastikan, Vannesa selintas terlihat bingung karena tidak tahu nama panjang vivi.. Namun Vannesa bisa mengatasinya


"hhmm.. ayah dari siswi ini telah meninggal dunia, dan dia memiliki seorang ibu yang bernama ibu Nurul serta seorang kakak yang bernama Calvin Pradikta.." kata Vannesa menjelaskan karena tidak tau kepanjangan nama dari siswi bernama vivi tersebut..


"Baiklah ibu, itu betul sekali.. jadi, Beasiswa apa yg ingin ibu diberikan ke vivi pradikta..?" tanya guru itu kemudian


"Beasiswa penuh ibu.. sampai vivi lulus dari sekolah ini.." jawab Vannesa yang membuat bu guru sedikit heran.. prestasi apa sebenarnya yang sudah vivi kerjakan hingga dia mendapat beasiswa dari wanita cantik ini


"Begini saja ibu.." sambung Vannesa menjelaskan


"Tolong di kalkulasikan saja sisa pembayaran dan juga tunggakannya, semua kelengkapan siswi tersebut selama dan sampai dia lulus dari sekolah ini.."


guru itu mengangguk kecil


"Baiklah..!!" kemudian terlihat sibuk menggunakan komputernya dan mulai mengkalkulasi biaya yg di maksud.. tak menunggu waktu lama, karena memang telah terkalkulasi secara automatis, secara rinci termasuk semua biaya keterlambatan pembayaran dan yang lainnya, guru itu menyebutkan nominal penuh sampai siswi itu lulus dari sekolah ini..


guru itu menjelaskan


Vannesa menyetujui kemudian pembayaran dalam bentuk Beasiswa bagi salah satu siswi bernama Vivi Pradikta telah selesai dan terlunasi semuanya..


"Baiklah ibu.." hormat guru itu


"Kami ucapkan banyak terimakasih atas Beasiswa yang telah ibu berikan ke salah satu Siswi di sekolah ini.."


"terimakasih.."


Vannesa berlalu dari kantor sekolah itu dengan perasaan lega


Menjelang malam, Vannesa berdiri di depan halaman rumahnya, wanita itu merasakan sesuatu kepuasan di dalam dirinya.. ruang kosong yang kelam itu mulai terisi dan berwarna, ada segumpal harapan yang membuat hidupnya kembali bermakna.. sebenarnya Vannesa sendiri tak begitu yakin perasaan apa yang sedang melandanya,


Sementara yang Vannesa lakukan terhadap Calvin adalah murni hanya ingin membantu, bagi Vannesa uang yang dia keluarkan untuk membantu Calvin sangatlah kecil dan tak berarti apa-apa.. namun bukan karena nominalnya itu karena sosok Calvin yang menurutnya memang harus di bantu, seorang Vannesa meyakini bahwa Calvin ini memang pemuda yang baik walaupun Vannesa tidak mengenalnya namun Vannesa bisa merasakan..


Selain itu Vannesa juga merupakan sosok wanita yang baik hati dan juga ikhlas..

__ADS_1


ponsel berdering


Vannesa melirik ke arah layar ponsel, tertera nama panggilan atas nama Pak Rafael..


"Halo.."


"Maaf nona Vannesa, mengganggu malam anda.." lajut Rafael menjelaskan


"Besok Jam 10 pihak investor inginkan penanda tanganan MoU virtual live via video Teleconferens, apakah bisa nona Vannesa..?"


Vannesa senang akhirnya pak Rafael berhasil membujuk mereka, sangat bisa di andalkan.. pantas saja Rafael menjadi kepercayaan mas Daniel.. kenang Vannesa..!!


"Baiklah kalau begitu pak Rafael.." lanjut Vannesa membuat strategi


"besok pukul 09 pagi pak Rafael ke studio Bintang Lima.. nanti alamatnya saya kirimkan via WhatsApp, kemudian pak Rafael disana bertemu dengan pak Kinan.. selanjutnya nanti pak Kinan yang atur semuanya.."


"Baiklah nona Vannesa.."


"semoga sukses.."


mengakhiri panggilan


Tak menunggu lama, Vannesa langsung menelfon pak kinan dan mengatur strategi penanda tanganan MoU virtual live via video Teleconferens..


"Jangan khawatir Miss Vannesa.." kata-kata Kinan terdengar sangat optimis dan meyakinkan


"Baiklah pak kinan, harapan saya dipundak anda.." ucap Vannesa sebelum mengakhiri panggilan


"kabarkan saya setelah semua selesai.."


"siap miss Vannesa.." tegas pak kinan sambil tersenyum


Vannesa mengakhiri panggilan


Tepat pukul 12 siang ke esokkan harinya, Vannesa hanya dirumah bermain dan bersenda gurau dengan Vannia.. sambil menunggu kabar baik yang datang dari pak Rafael ataupun pak Kinan.. ponsel tak kunjung berdering.


Vannesa sedikit cemas, apakah semua yang sudah dia rencanakan berjalan sesuai rencana..? ataukah..??


Vannesa dilanda kecemasan..


"Ada apa Vannesa..?" bunda memperhatikan gerak gerik Vannesa yang sedikit galau selalu melihat kearah ponselnya


"Tidak ibu.. Vannesa hanya menunggu kabar dari kantor.."


"Apakah ada masalah..?" tanya sang bunda lagi

__ADS_1


ponselnya berdering, Vannesa melirik.. "pak Rafael.." dilayar panggilan itu.. Vannesa menjawab panggilan


"sebentar ibu, Vannesa jawab telp.." Vannesa terburu-buru sambil berjalan keluar halaman rumah..


"semua berjalan sesuai rencana nona Vannesa.." suara dari seberang sangat jelas terdengar ditelinga Vannesa


"penanda tanganan MoU virtual live via video Teleconferens.. sudah terlaksana, tanpa ada kendala sedikit pun.. sungguh luar biasa studio yang di miliki pak Kinan.."


"alhamdulillah.." ujar Vannesa terasa lega.. tentu saja, biaya yang di keluarkan tidaklah sedikit untuk membangun sebuah studio secanggih itu..


"tapi nona Vannesa.." kata Rafael mendesak


"ada apa pak Rafael..?"


"mohon maaf sebelumnya nona Vannesa, saya tidak bisa bertindak sebagai pengambil keputusan di perusahaan atas nama nona Vannesa.." khawatir pak Rafael


"kuasa yang saya miliki hanya berada di naungan perusahaan atas nama Mr. Daniel.." Vannesa mulai mengerti arah pak Rafael.. mas Daniel memang memberikan sepenuhnya satu perusahaan atas nama dirinya, dan vannesa sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan itu


Arah strategis perusahaan dapat mencakup nilai-nilai, misi, visi, arah, dan strategi keseluruhannya. Vannesa adalah seorang Direktur dan bertanggung jawab untuk mencari tahu bagaimana semua bagiannya bersatu, melaksanakan rencana, pelaksanaannya, dan mengawasi operasi organisasi, sesuai dengan strategi secara menyeluruh..


tentu saja seorang Rafael khawatir jika perusahaan atas nama dirinya terbengkalai mengalami kemerosotan..


"Baiklah pak Rafael, Terimakasih sudah mengingatkan saya.."


"Kembali kasih nona Vannesa.."


Vannesa mengakhiri panggilan itu


Vannesa mendekati sang bunda menceritakan keadaan perusahaan atas nama dirinya, mas Daniel telah mempercayakan Vannesa bertindak sebagai CEO.. jadi Vannesa harus kembali ke kota..


"Kembalilah anak ibu tersayang.." kata bunda halus sambil memandang lembut putrinya


"Ibu tidak apa-apa, jangan biarkan perusahaan itu jatuh.. berkembanglah, demi diri kamu sendiri dan keluarga tercinta.." tutur seorang ibu menasehati


"Namun ingatlah satu hal.. jangan lupakan perintah agama.."


"Baik ibu.." Vannesa mencium tangan bunda


"Terimakasih.. sudah mengingatkan.."


Vannesa kembali ke kota bersama putri cantiknya Vannia.. gadis kecil itu menangis karena baru beberapa hari disini dan harus kembali..


Vannia merasa betah disini, bersama oma.. main bersama Tante Nilam juga sama Om Panji.. Vannia merasakan kehangatan, kebahagiaan dan juga kasih sayang di rumah itu..


Vannesa berusaha membujuk Vannia

__ADS_1


"Vannia sayang,, jika pekerjaan mama sudah selesai, mama janji kita akan liburan kesini lagi..


Vannia merupakan anak pintar, untuk ukuran anak seusia Vannia sangat lah langkah, bisa memahami ke adaan orang tuanya..


__ADS_2