Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 55


__ADS_3

"Tidak lama lagi kita akan kedatangan tamu istimewa.." ucap salah satu karyawan penuh semangat


"Iya betul..! Mr. Calvin akan segera mengejutkan kita semua, karena sahabat saya itu adalah Calvin, orang yang pernah bekerja di Gedung Nusantara ini.!" ucap aldo merasa bahagia dan sengaja memancing obrolan karena disana terdapat seorang tika yang tampak pucat karena meyakini kalau orang hebat itu adalah benar seorang Calvin, mantan engineering Gedung Nusantara..


Walaupun sebenarnya aldo sendiri sangat tidak begitu mempercayai hal itu, pemuda itu tidak habis pikir bagaimana cara Calvin mencapai level tertinggi itu secara singkat jika memang Calvin Pradikta adalah seorang Mr. Calvin


"Hei aldo..!" ucap seorang Andine dengan nada tinggi dan sinis


"Kamu jangan bermimpi, kamu sendiri aja tidak begitu yakin bukan..?! sadarlah Aldo, bangun.. bangun..!" sambung seorang andine sambil menjentikkan jemarinya di hadapan muka aldo


"Hah..! kata siapa..?" balas aldo berkelit dengan pancaran dan mimik wajah tak menentu


"Masih saja mau berkelit, saya akan buat kamu menyesal jika terbukti bahwa Mr. Calvin bukanlah Calvin Pradikta yang miskin itu.."


Aldo terlihat serba salah, pemuda itu merasakan keresahan, sesuatu yang tak bisa di bayangkan bisa saja terjadi mengingat seorang aldo sesungguhnya tidak begitu mempercayai jika Calvin pradikta merupakan orang nomor satu di ibukota.. Bagaimana mungkin..!!?


Pemuda itu seperti terkena tamparan keras dan tak bisa berkata apa-apa, sementara gelagat seperti itu menambah kepercayaan tinggi bagi Andine bahwa pemuda miskin itu tidak mungkin seorang yang besar seperti Mr. Calvin..


"Dasarr orang kampung..!!" timpal Andine penuh dengan emosi..


Sementara aldo seperti kehabisan kata-kata, pemuda itu kalut mencoba mencari jalan keluar agar dirinya tidak terlihat memalukan di hadapan semua karyawan..


"Kamu tidak ada bedanya dengan Calvin, pemuda tidak tau malu, berani-beraninya mengaku sebagai sosok Mr. Calvin.."


"Sudahlah Andine..!" ucap seorang tika yang mencoba menetralisir keadaan, wanita itu merasa kasihan terhadap aldo disamping memiliki pandangan berbeda dengan Andine karena seorang Tika sangat meyakini bahwa sosok Calvin Pradikta merupakan sosok seorang Mr. Calvin..


"Aku tidak akan diam terhadap orang-orang yang tidak tahu malu ini..!" ucap sinis seorang andine mengabaikan ucapan tika sambil melihat tajam kearah Aldo..


"Dengar baik-baik kata-kata saya, saya akan mempermalukan kamu dihadapan semua orang setelah kita mengetahui bahwa sosok Mr. Calvin yang sangat kaya raya itu bukanlah merupakan sosok pemuda kampung yang tidak tau malu itu, Dasar..! orang miskin tak berguna..!"


Aldo terdiam, dengan wajah bias

__ADS_1


"Sudahlah Andine..! jangan bertengkar seperti ini, apa yang akan tejadi jika pertengkaran ini sampai terdengar ke Tuan Antonio.." ujar seorang tika yang berusaha menarik tangan andine agar menjauh dari pusat perhatian


Sementara memerah muka aldo mendengar kata-kata kasar seorang Andine.. rasa berkecamuk di penuhi ketakutan terhadap sesuatu yang tidak diyakini kebenarannya terhadap sosok seorang teman yang memiliki mimpi sebagai orang nomor satu di ibu kota..


Jelas pertengkaran seperti itu menjadi perhatian karyawan yang lain, karena suara Andine sangat lantang dan keras terhadap Aldo..


"Ada apa ini..!" seorang manager umum Darmian mendekat ke arah pertengkaran antara karyawannya..


"Maaf pak Darmian..!" ucap tika mencoba menetralisir keadaan sambil menarik tangan andine agar menjauh dari Aldo


"Hanya terjadi salah faham antara Andine dan Aldo.."


"Tadi saya mendengar nama Mr. Calvin kalian bahas, kalau sampai kalian merusak saat acara akbar tersebut berlangsung, saya akan mengeluarkan kalian semua dari Gedung Nusantara ini.. faham..!!"


"Baik pak Darmian, maksud saya tidak pak Darmian..! kami tidak akan membuat acara akbar itu menjadi berantakan.." tambah tika sedikit gelagapan


Andine tampak pucat mendengar ancaman dari seorang manager umum itu, sementara aldo merasa sedikit lega karena merasa situasi sulitnya terbantukan walaupun dirinya merasakan sedikit ketegangan..


"Bubar kalian semua, kembali bekerja..!" tambah Darmian dengan bentakan lantang


"Baik pak..!" ucap seorang tika kemudian mengisyaratkan ke semuanya untuk kembali ke ruang kerja masing-masing..


Kejadian itu meninggalkan cerita diantara para karyawan, mereka pun sangat tidak mempercayai jika salah satu mantan karyawan Gedung Nusantara merupakan sosok orang yang sangat berpengaruh dan sangat kaya raya di ibu kota..


mereka tidak habis pikir, bagaimana mungkin seorang Calvin menjelma menjadi sosok seseorang yang sangat berpengaruh..


Bukan hanya itu, sorang Mr. Calvin di kenal sebagai icon pengusaha-pengusaha berkaliber international, sedangkan sosok Calvin pradikta tak lain hanyalah sosok seorang karyawan engineering yang bergelut dengan mesin-mesin produksi perusahaan dan tak jarang berada dan bergelut di tempat yang kotor dan bau..


Semakin hari nama seorang Calvin Pradikta semakin terpojok dan menjadi bahan olok-olok bagi semua staf dan juga karyawan, hal itu juga membuat seorang aldo semakin tersudut, aldo seperti termakan omongannya sendiri yang selalu membanggakan sosok Calvin pradikta sebagai sosok Mr. Calvin..


"Hai aldo.." ucap beberapa orang temen kerjanya yang melihat aldo menyantap makanan favoritnya di kedai klasik tp modern..

__ADS_1


"Bukan kah kamu sahabat Mr. Calvin yah, harusnya kamu jangan makan disini.. Kamu harusnya makan di restoran mewah bintang tujuh.."


"Ha ha ha ha....!"


"Pusing dong, kalau bintang tujuh..!"


"ha ha ha ha ha..!"


Sambutan tertawa dari teman kerjanya yang lain membuat suasana hati aldo semakin tertekan, pemuda itu merasakan malu karena mimpinya terlalu tinggi berharap seorang sahabatnya menjelma sebagai sosok orang yang besar seperti Mr. Calvin..


Aldo terdiam dengan muka tertunduk malu, kemudian pemuda itu bangkit dari duduknya dan meninggalkan makanan favoritnya yang belum selesai dimakan..


Langkah pemuda itu di sambut dengan cemoohan dan ledekan, kemudian gema tawa cibiran dari hampir semua pengunjung kedai klasik tp modern mengiringi kepergian langkah seorang Aldo yang terlihat berjalan tertunduk malu..


"Mau kemana Mr. Aldo.." ledek mereka lagi


"Hai Aldo, kamu belum menyelesaikan makanannya.." teriak mereka lagi


"Ha ha ha ha ha ha..!"


Pemuda itu merasakan seperti bermain api, berharap yang tak pasti tentang kebenaran status seorang sahabat sebagai orang yang paling berkuasa di ibu kota.. 'ohh rasanya sangat tidak mungkin..!' kenang Aldo sedikitpun tak mempercayai hal itu


Seorang Aldo tidak pernah sedikitpun mempercayai tentang kebenaran itu, pemuda itu hanyalah terbawa arus oleh desas desus yang mengatakan jika seorang Calvin Pradikta adalah seorang Mr. Calvin yang memiliki banyak perusahaan, dan yang paling dahsyatnya lagi merupakan owner tunggal kepemilikan Candile County Business Distrik yang sangat terkenal bahkan sampai dunia internasional..


Elegi Reinkarnasi (asmara dan dilema)


karya Henry Doanx


to be countinous part 2


Tamat

__ADS_1


__ADS_2