Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
chapter 5


__ADS_3

Setelah tiga bulan pasca kematian suami tercinta..


"Maaf nona Vannesa.." ujar Rafael disalah satu ruang VIP restoran mewah yg terdapat di candile county business distrik.. Rafael sengaja reservasi diruang VIP karena terbebas dari pengunjung yang lain..


"Bagaimana caranya kita mendapatkan tanda tangan almarhum Mr. Daniel.." Rafael menunjukan pembaruan dokumen kerja sama (MoU) yg sudah terjalin sebelum Mr. Daniel meninggal


Di sampang itu


Rafael menjalankan tugas dan kewajibannya dengan sangat sempurna, tidak ada persoalan sama sekali.. memang pada dasarnya dari dulu Rafael merupakan motor penggerak perusahaan di candile county business distrik, itulah kenapa dia mendapat julukan sebagai bos ke dua setelah Mr. Daniel..


seorang Rafael memberikan laporan lengkap setiap saat ke Mr. Daniel.. hanya saja bedanya sekarang Rafael memberikan laporannya ke Vannesa..


Semenjak Vannesa menceritakan tentang kematian Mr. Daniel dan meminta untuk menjaga kerahasiaannya, Rafael menuruti semua yang menjadi keinginan Vannesa, termasuk menjaga rahasia dan menutupnya rapat rapat.. Rafael sempat merasa syok.. seakan tidak percaya dgn kejadian tragis yg merenggut nyawa Mr. Daniel.. bahkan sampai sekarang Rafael merasa sangat sulit sekali bisa menerima kenyataan itu dan merasakan selalu kehadiran Mr. Daniel..


"Terkait MoU ini pihak Investor inginkan pertemuan dan penanda tanganan secara langsung bersama Mr. Daniel.." Rafael kembali menjelaskan ke Vannesa


"Tidak bisakah di wakilkan ke anda pak rafael..?" ujar Vannesa


"Tidak bisa nona Vannesa..!!" jawab Rafael cepat


"Mereka menginginkan secara live.."


Vannesa terlihat memikirkan solusinya


"Secara live.." ulang Vannesa kemudian ingat akan sesuatu


"Iyaa betul.."


"Pak Rafael.." Vannesa timbul ide cemerlang


"Kita lakukan secara virtual.." katanya meledak ledak


"Saya memiliki temen tenaga ahli, sangat profesional mengedit penampilan seseorang menjadi orang lain secara live via video Teleconferens.."


Tampak sekali Rafael terkejut..


"Bagaimana mungkin itu bisa nona Vannesa..??"


"Percayalah pak Rafael.." lanjut Vannesa


"Kita live video Teleconferens dengan pihak mereka.. berikan alasan bahwa Mr. Daniel masih di luar negeri.. kita lakukan secara live di studio kenalan saya.. kita siapkan skemanya, kemudian andalah orang yg akan berperan menjadi Mr. Daniel.."


tanpa menunggu jawaban Rafael yang masih tampak setengah bingung, Vannesa langsung mengambil ponselnya kemudian menelfon seseorang..


"halo pak kinan.."


Kinan adalah orang yg dulu pernah di bantu Vannesa secara finansial.. terkait studionya, bisa dibilang studio canggih yg dimiliki kinan ini juga merupakan andil besar seorang Vannesa.. dialah yang mensuport kinan dan menjadikan kinan sukses seperti sekarang, karena kinan merupakan teman sekampung Vannesa

__ADS_1


"Halo miss Vannesa.." jawab kinan ramah


"Pak kinan.." kata Vannesa


"Saya butuh bantuan anda.."


"Tentu miss Vannesa.." potongnya cepat, sejujurnya pak kinan sudah menantikan ini sejak lama, sangat senang bisa membantu Vannesa


"Tentu.. senang sekali bagi saya pribadi bisa membantu miss Vannesa, apa yang bisa saya lakukan miss Vannesa..?" lembut suara itu dengan tulus terdengar di telinga Vannesa


Vannesa menjelaskan secara detil persoalannya.. sementara rafael masih tampak bingung mendengarkan nona Vannesa menelfon seseorang dan menjelaskan keinginannya.. bagaimana mungkin bisa mengubah tampilan orang menjadi org lain secara live melalui Teleconferens.. serius Rafael mendengarkan percakapan itu tak lama kemudian Vannesa menyudahi panggilan telp.nya


"baiklah kl begitu pak Rafael.." sambung Vannesa


Rafael serius mendengarkan


"buatlah janji dengan pihak mereka, katakan bahwa Mr. Daniel hanya bisa melakukan penandatanganan secara virtual, live Teleconferens, optimis ini akan berhasil..!! hanya ini solusinya pak Rafael.."


"baiklah kl begitu.. baiklah nona Vannesa.. kita lakukan sesuai keinginan nona Vannesa.." ujar Rafael mengikuti arahan Vannesa..


"O.. iya pak Rafael.."sambung Vannesa mengganti topik pembicaraan


"Besok saya akan pulang kampung bersama Vannia selama dua atau tiga minggu ke depan.." ujar Vannesa memberitahu


"Baik nona Vannesa.. dengan segala hormat, sampaikan salam saya ke ibu nona Vannesa.."


"Saya percayakan semua ke anda pak Rafael.." sambung Vannesa berjabat tangan mengakhiri semuanya, kemudian berlalu dari hadapan Rafael


Rafael terlihat membenahi semua dokumen yang menjadi topik bahasan, kemudian memanggil salah satu pelayan untuk menyelesaikan pembayaran.. tak lama Rafael juga meninggalkan ruang VIP restoran tersebut.


Ke esokan harinya..


"Apa kita akan menemui papa disana..?? mama.." tanya Vannia disaat mereka bersiap berangkat


"Kita ke rumah oma sayang.."


"Asyiiiiikkk.. ketemu oma, horee...!!" teriak Vannia kegirangan sambil masuk ke dalam mobil di ikuti pembantunya maria, selama di kampung maria ditugaskan menjadi beby sitter dan menjaga putri cantiknya Vannia


Driver sholeh sudah siap di kokpit kemudi.. sebelum berangkat Vannesa berpesan ke semua pekerjanya yg sedari tadi sibuk mengemasi barang barang bawaan dan menatanya ke dalam bagasi mobil.. bi ina dan serly tampak berdiri di samping Vannesa.. sementara pak joko dan Sunyoto merapikan semua barang bawaan yang sudah masuk semua ke bagasi..


"bi ina..!! serly..!!" ucap Vannesa


"titip rumah yah.."


"baik nona..!" jawab mereka serempak


Vannesa terlihat memasuki kendaraan yg didalamnya sudah ada Vannia dan maria yg sedang berbicara melantur dan bersenda gurau sama driver sholeh..

__ADS_1


"Pak joko.." sambung Vannesa dengan jendela mobil terbuka ke satpam joko


"Titip semua ya pak..!"


"Siap non..!" hormat joko setengah menunduk kompak di ikuti satpam sunyoto


"Ayo kita berangkat pak sholeh.." lanjut Vannesa ke driver sholeh disambut teriakan horee dari Vannia..


Vannesa tersenyum melihat kegirangan putri kecilnya itu


kendaraan perlahan mulai berjalan keluar dari gerbang rumah yg telah terbuka..


"bismillahirrahmanirrahim.."


perjalanan yg lumayan jauh sekitar enam sampai tujuh jam sampai ke kampung halaman, rumah dimana Vannesa dibesarkan.. rumah dengan segala kenangan masa kecil hingga remajanya.. setiap tahun Vannesa selalu pulang kampung namun selalu bersama dengan mas Daniel..


Mas Daniel..! kenang Vannesa


"Segera kita renovasi total rumah ini.."


kata Mas Daniel di depan Vannesa dan ibunya saat masih pengantin baru.. mas Daniel merupakan menantu kesayangan ibu Vannesa, maklum Mr. Daniel yatim piatu.. ibunya meninggal disaat Mr. Daniel masih sekolah TK sedangkan sang ayah meninggal disaat Mr. Daniel kuliah S2 dgn segudang harta dan juga perusahaan tersebar dimana mana yang menjadi warisannya, karena Mr. Daniel merupakan anak satu satunya dari keluarga Mr. Cardift..


Karena itulah Mr. Daniel kehilangan sosok orang tua, apalagi sosok seorang ibu yg tidak didapat Mr. Daniel menjelang dewasa.. semenjak mengenal Vannesa dan berpacaran kemudian berkunjung ke rumah itu, Mr. Daniel justru lebih banyak menghabiskan waktu berbicara dan bersenda gurau dengan ibunya dari pada dengan Vannesa sendiri..


"Kl datang ke sini hanya ingin berbicara sama ibu, ya sudah.. Vannesa tidur.." teriak Vannesa ngambek sambil berlalu masuk ke kamarnya..


sang ibu dan Mr. Daniel kompak tertawa melihat tingkah Vannesa yg kolokan..


Mr. Daniel sangat dekat sekali dengan ibunya, maka dari itu Mr. Daniel menganggap ibunya Vannesa selayaknya ibunya sendiri.


lamun Vannesa di sepanjang perjalanan..


sementara Vannia sudah mulai tertidur.. tidur yang sangat pulas, lirik Vannesa ke arah putri kecilnya dan membelai lembut rambutnya, kemudian melirik suster maria yg juga sudah mulai terserang ngantuk..


kembali Vannesa terhanyut dalam lamunan sepanjang perjalanan menuju kampung halaman..


sedih Vannesa mengenang saat saat indah bersama Mr. Daniel.. pulang ke kampung halaman Vannesa akan berusaha tegar dan kuat saat akan menceritakan hal yang sebenar benarnya tentang tragedi yang dialami Mr. Daniel hingga meninggal dunia pada sang ibu tercinta..


"Mas Daniel sedang berada di luar Negeri ibu.." kata kata itulah yg selalu di ucapkan Vannesa saat sang ibu menelepon dan bertanya tentang keberadaan mas Daniel..


Vanessa tak ingin membohongi ibu kesayangannya, sosok seorang ibu yg telah membesarkan dirinya sedari kecil apalagi sosok itu berjuang sendiri mendidik dan membesarkan Vannesa setelah meninggalnya sang ayah tercinta..


"ayaaaahhhh..!!!!"


teriak Vannesa disaat sang ayah terbujur kaku tak bernyawa, tangis dan teriakan Vannesa disaat itu membuat suasana duka dipenuhi air mata bagi ibu dan ke dua adiknya, serta para pelayat dan tetangga yang datang saat itu..


Vannesa merupakan anak pertama, kedua adiknya yg perempuan bernama Nilam dan yg bungsu laki laki bernama Panji..

__ADS_1


__ADS_2