Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 47


__ADS_3

Sementara di Basecamp Building, secretaris Cindy menerima kedatangan beberapa orang tamu dari perusahaan jasa Claudy Energy tbk,


"Silakan duduk.." ucap Cindy kepada ke empat orang tamu dari Claudy Energy itu diruang tamu VVIP


"Terima kasih.." ucap salah seorang tamu itu ramah


Cindy segera memberitahukan keberadaan mereka kepada Tuan Robert..


"Ibu Claudya dan rombongan dari Claudy Energy sudah menunggu anda Tuan Robert, mereka menunggu di ruang tamu VVIP.." ucap Cindy melalui sambungan telepon kantor


"Terima kasih Cindy, saya akan menemui mereka.." ucap Robert datar


Sementara itu sebuah mobil mewah terlihat berhenti tepat di pelataran lobby utama, kemudian tampak seorang wanita turun dari kendaraan itu yang terlihat sangat berkharisma dengan pakaian hijab trendy dan terlihat sangat cantik sekali, Wanita itu melangkah memasuki lobby utama


"Selamat siang, Nona Vannesa..!" ucap beberapa petugas Security dan beberapa petugas yang berada di meja informasi itu dengan menundukkan setengah badannya tanda hormat..


"Selamat siang.." balas wanita itu terlihat sangat berwibawa dan juga ramah


Tentu saja adegan itu terlihat jelas dari beberapa tamu yang berada di ruang tamu VVIP lobby utama, mereka tampak takjub melihat kecantikan dan penampilan wanita itu, namun salah satu tamu tersentak karena sangat mengenal sosok itu..


"Vannesa.. benarkah itu Vannesa..?!" seorang tamu dari Claudy Energy itu terperanjat kaget melihat sosok Vannesa memasuki Basecamp Building


"Benar, itu Vannesa..!" salah seorang tamu lainnya itu terlihat berdiri dan ingin menghampiri Seorang Vannesa, namun langkahnya segera di hentikan oleh seorang Claudya..


"Apa yang kamu lakukan, benarkah itu adalah Vannesa..? istri dari CEO Candile County Business Distrik..! kalau begitu jangan gegabah, ingat posisi kita sebagai perusahaan yang ingin bergabung..!" ucap seorang Claudya khawatir


"Tenang saja Bu Claudya.." ucap seorang tamu itu penuh dengan keyakinan kemudian melangkah keluar dan berteriak memanggil nama Vannesa..


Vannesa menoleh kemudian melihat ke arah sosok yang berteriak memanggil namanya, wanita itu sangat kaget dengan sosok yang memanggil namanya itu..


"Dina..! itu kamu, Dina..?!" ucap Vannesa sambil menghampiri sosok gadis yang sangat dikenalnya itu..


"Iya Vannesa, ini aku.. Dina.." ucapnya sumringah


Dina merupakan teman SMA Vannesa, terakhir mereka bertemu di Gedung Nusantara kemudian akhirnya mempertemukan mereka dengan Allisa dan juga freddy, di kedai klasik tapi modern Cipta Rasa Nusantara, saat itulah pertama kali Vannesa mendengar kisah tentang Calvin melalui curhat seorang Allisa..

__ADS_1


Mereka terlihat berpelukan sambil cium pipi kiri dan kanan, sangat akrab.. kemudian


"Vannesa..! Coba lihat, siap disana..!?" ucap Dina menunjuk ke arah ruang tamu VVIP


"Allisa.. Freddy, benarkah itu kalian..?" Vannesa tampak tersenyum lebar


"Hai Vannesa.. hhmm, maksud saya Nona Vannesa..!" ucap Alissa sedikit canggung


"Hai Allisa.. hai Freddy..! Apa kabar..?" ucap Vannesa dengan senyum menawannya..


"Kabar baik Vannesa, maksud saya nona Vannesa..!" ucap Freddy pun dengan sedikit canggung, karena mereka tersadar untuk orang sekelas Vannesa tidak bisa asal menyebutkan nama, walaupun Freddy juga termasuk salah satu teman dikala SMA dengan Vannesa..


"Lalu siapa wanita yang satu lagi, Dina..?" ucap Vannesa setengah berbisik dan sedikit bingung dengan kehadiran mereka di Basecamp Building..


Dina tersenyum ke arah Vannesa kemudian mengenalkan Seorang Bu Claudya dan menjelaskan tentang kehadiran mereka di Basecamp Building ini..


"Vannesa, ini adalah Bu Claudya.." ucap Dina dengan senyum manisnya


"Vannesa.." ucap Vannesa sambil menyodorkan tangan


"Bu Claudya adalah CEO dari Claudy Energy, perusahaan jasa yang telah mendapatkan persetujuan dari Tuan Robert untuk bergabung di County Group, sedangkan saya, Allisa dan juga Freddy merupakan partner kerja Bu Claudya di Claudy Energy.." ucap Dina tanpa ragu-ragu..


sosok Dina memang sangat dekat dengan Vannesa, sehingga gadis itu terlihat sangat luwes, karena memang antara Dina dan Vannesa adalah sahabat yang terbina dari masa orientasi SMA.. kedekatan itu sesekali membuat iri Claudya, wanita itu merasakan kedekatan seperti itu akan membawa keuntungan sendiri terhadap perkembangan perusahaannya..


Vannesa terlihat cukup memahami kehadiran mereka karena sebenarnya Calvin telah menjelaskan keinginannya untuk menjadikan Claudy Energy tergabung didalam Group County..


"Apakah sudah bertemu dengan Tuan Robert..?" tanya seorang Vannesa


"Saya, nona Vannesa..!" ucap Robert tiba-tiba terdengar suaranya dari arah belakang Vannesa..


Vannesa menoleh ke arah Robert kemudian pria itu menundukkan setengah badannya tanda hormat, sesungguhnya seorang Robert merasa sangat cemas sekali dengan kehadiran Claudy Energy, mengingat bahwa seorang Claudya adalah anak kandung seorang Robert, jika bukan karena perintah Mr. Calvin tentu Robert tidak akan mengizinkan perusahaan itu untuk bergabung..


Vannesa melihat cemas wajah seorang Robert kemudian wanita itu memberikan satu isyarat agar Robert tidak perlu begitu memikirkannya, karena apa yang telah dijelaskan seorang Calvin kepada Vannesa terhadap perusahaan jasa ini sangat berguna mengingat County Group belum memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa..


"Tidak perlu khawatir pak Robert, karena Mr. Calvin telah menyetujui hal tersebut.."

__ADS_1


kemudian reaksi wajah itu seketika berubah, tentu Calvin telah memberitahu seorang Vannesa tentang siapa dan apa jenis perusahaan itu..


"Baiklah Nona Vannesa.. Terimakasih.."


Allisa menatap serius ke arah Vannesa ketika wanita itu menyebutkan nama seorang Mr. Calvin dihadapan Tuan Robert, namun Allisa tidak berani menanyakan, siapakah Mr. Calvin yang dimaksud oleh Vannesa..


"Baiklah kalau begitu, silakan pak Robert untuk melanjutkan kerja sama ini.." ucap Vannesa kemudian melirik ke arah Dina


"Apakah keberatan jika saya meminjam seorang Dina sebentar..?"


"Tidak masalah nona Vannesa, silakan..!" jawab ramah seorang Claudya yang memahami persahabatan mereka


"Terima kasih.."


Robert terlihat mempersilakan Claudya untuk menuju ke ruangannya kemudian membahas detil pelaksanaan kerja sama perusahaan yang akan bergabung di dalam County Group, Claudya sangat bahagia sekali dengan pencapaian itu, wanita itu terlihat sangat bersemangat sekali..


Sementara Vannesa mengajak seorang Dina memasuki ruangan kerjanya, ruangan kerja yang tampak besar dan terlihat sangat mewah, namun wajahnya seketika tersentak melihat beberapa foto yang terpajang disana..


"Vannesa, bukankah ini..?"


"Betul Dina, itu adalah foto Calvin.. mantan tunangannya Allisa..!" ucap Vannesa sengaja membiarkan Dina mengetahui hal ini..


"Apakah yang telah terjadi Vannesa..?"


Vannesa meraih sebuah foto tanpa bingkai dari dalam laci kerjanya kemudian meraih foto lainnya dari atas meja kerjanya, kedua foto dengan pose yang sama..


"Coba kamu perhatikan Dina..!" ucap Vannesa kemudian memberikan kedua foto itu kepada Dina


"Apa maksudnya ini Vannesa..?" Dina menatap heran dengan kedua foto yang diberikan Vannesa


"Kamu perhatikan Dina..! Apakah kedua foto itu adalah orang yang sama..?"


"Tentu Vannesa, kedua foto ini adalah Calvin..!" Dina tampak tak mengerti


"Tidak Dina, foto tanpa bingkai itu adalah Mas Daniel, almarhum suami saya.."

__ADS_1


"Hhaaahhh..!! tidak mungkin Vannesa..?" Dina merasakan merinding di seluruh rubuhnya, tangannya sedikit bergetar karena sulit mempercayai kebenaran kedua foto itu..


__ADS_2