
Seorang pemuda tampak berlari kecil di lorong Rumah Sakit, wajahnya tampak penuh dengan kecemasan..
"Vivi, bagaimana keadaan ibu..?" ucap Calvin setelah memasuki ruang VVIP dan mendapati ibunya terbaring disana sementara vivi dengan setia menemani sang bunda di sisi tempat tidur
"Kak Calvin, ibu sangat shock begitu mengetahui kak Calvin memutuskan pertunangan dengan kak aini.. namun kata Dokter ibu hanya butuh istirahat dan jangan terlalu banyak pikiran.."
Calvin merasa sangat berdosa kepada sang bunda..
"Maafkan anak mu ini ibu..!" lirih Calvin sambil menciumi tangan ibunya
Sang bunda terlihat menggerakkan kepalanya lalu perlahan membuka mata..
"ibu.." suara Calvin terdengar bahagia melihat kondisi sang bunda yang berangsur membaik
"Maafkan Calvin ibu.. Calvin sudah sangat berdosa"
"Calvin.." suara sang bunda terdengar serak
"Menikahlah dengan Nur aini"
Calvin tak menjawab, pemuda itu hanya menciumi tangan sang bunda dan menempelkannya di pipi Calvin..
"Nur aini gadis yang baik.." suara itu makin serak dan berat
"Ibu.. ibu harus banyak istirahat.." ujar vivi sangat peduli
"Jangan terlalu banyak berpikir ibu.." ujar Calvin lagi
Calvin merasakan kepedihan didalam hatinya, rasanya sangat tidak mungkin bisa membantah sang bunda.. Calvin sangat pasrah, menyerahkan seluruhnya pada waktu.
__ADS_1
'apakah aku menikah dengan aini menuruti kemauan ibu, lalu bagaimana dengan rasa cintaku terhadap Vannesa.. lalu bagaimana dengan Vannia..' Calvin seperti memiliki beban tersendiri
sebuah Elegi yang sangat menyayat hati, sebuah dilema yang menikam jiwa, asmara ini terbentuk dari wujud reinkarnasi.. Seorang Calvin, duduk termenung memikirkan nasib asmaranya, mencoba menggapai namun tak kuasa tuk meraih.. mencoba memahami namun tak jua dimengerti, seorang Calvin hanya bisa pasrah karena keadaan
"Calvin tak mampu menentang ibu.." ucap Calvin getir dihadapan ustadz jafar, ibu Nurul, Nur aini dan juga vivi disaat sang bunda sudah kembali dari rumah sakit dan dinyatakan sehat oleh team Dokter..
"Calvin akan turuti kemauan ibu, Calvin tak ingin durhaka terhadap ibu.. Calvin akan menikahi aini.."
"Alhamdulillah.." sang bunda terdengar bahagia
"Baiklah.." sambung ustadz jafar, namun tiba-tiba aini bangkit dari duduknya, memotong kalimat ayahnya
"Aini tidak setuju..!!" semua tampak terkejut tak terkecuali vivi
"Aini.. apa maksud kamu" sang ayah heran
"Maafkan aini ayah, maafkan aini Bu Nurul, aini tidak setuju dengan pernikahan seperti ini, kebahagiaan ini bukan untuk aini, kebahagiaan ini bukan pula untuk Calvin.. apa artinya pernikahan ini jika tidak ada kebahagiaan dari pasangan yang menikah.. mohon maaf ayah, mohon maaf ibu Nurul.. kebahagiaan Calvin bukan menikah dengan aini.. namun kebahagiaan Calvin adalah menikah dengan seseorang..
seseorang yang telah membantu kesusahan orang lain tanpa pamrih, meski dia tidak mengenal siapa orang yang di bantu.. wanita itu hanya ihklas, aini mohon maaf ayah, aini mohon maaf ibu Nurul, wanita itu bukan aini.. wanita itu adalah Vannesa..!" bu Nurul tersentak dengan pernyataan aini, kaget..! namun Bu Nurul juga sangat tersentak mendengar nama Vannesa, bu Nurul teringat ucapan salah satu team dokter yang mengatakan kalau biaya perawatan ibu Nurul sudah di tanggung penuh oleh perempuan yang bernama Vannesa, saat itu bu Nurul tidak berani bertanya karena bu Nurul takut salah dengar..
Sementara Calvin tampak kaget, dari mana aini tahu tentang Vannesa.. Calvin menatap vivi, gadis itu terlihat seperti ketakutan.. dari sana Calvin menyadari bahwa vivi lah yang telah menceritakan semua tentang Vannesa ke aini..
mata aini mulai berkaca-kaca,
"Aini memang sangat mencintai Calvin..ayah..! bu Nurul..! aini senang bisa bertunangan dengan Calvin kemudian diakhiri dengan pernikahan.. namun adakah seseorang yang lebih pantas hidup berdampingan dan menikah dengan Calvin.. Aini mohon hentikan pertunangan ini.. aini tidak ingin setelah menikah aini seolah menjadi benalu dalam diri orang yang aini sayangi, hentikan pernikahan seperti itu ayah..! hentikan pertunangan ini bu nurul..! aini mohon..!!" aini meneteskan air mata
"Apakah cinta harus di paksakan ayah, tidak kah ayah kasihan kepada aini.. Apakah ayah akan membiarkan anak ayah ini menikah dengan seseorang namun hatinya hanya untuk orang lain, apakah ayah ingin melihat anak ayah menderita.. itu sangat kejam..! sangat kejam ayah..! mohon maaf ibu Nurul, betapa Calvin sangat sayang sama ibu, hingga mengorbankan perasaannya untuk ibu.. namun, Apakah ibu pernah bertanya, kenapa Calvin memutuskan pertunangan ini..?" aini tak tahan dengan kesedihannya hingga terlihat aini sangat terpukul.. tak kuat seorang aini menanggung beban hati seperti ini.
Aini meninggalkan pertemuan keluarga itu dengan derai air mata, gadis itu sangat terguncang.. sementara sang ayah seperti baru saja mendapatkan pencerahan..
__ADS_1
"Ustadzah Nurul.." ucap ayah aini
"Apakah kita sudah berlaku kejam terhadap anak-anak kita, semoga kita mendapatkan hidayah dari kejadian ini.."
Assalamualaikum.. ucapnya kemudian terlihat mengejar aini..
Betapa cinta seorang aini sangat tulus, namun ucapannya seakan telah membuka mata kedua orang tua itu..
Bu Nurul tampak termenung, tak pernah terlintas sedikitpun untuk kejadian seperti ini.. begitu pun dengan Calvin, pemuda itu seakan merasakan getaran hebat, betapa seorang aini telah mengajarkan arti cinta yang sesungguhnya
setelah pertemuan keluarga itu, aini selalu mengurung diri dikamar.. gadis itu sangat terpukul, perjodohan ini seakan-akan telah menjadi boomerang bagi kedua orang tua..
"Aini..!" panggil sang ayah dari luar kamar nya, tak ada jawaban dari aini
"Aini, makan dulu.. ayah sudah membelikan makan siang buat aini.."
tak ada suara dari aini, sang ayah tampak panik karena aini sudah beberapa hari tidak makan, mencoba menempelkan telinganya di daun pintu kamar aini.. tak ada suara sedikitpun yang bisa sang ayah dengar.. seorang ustadz itu mendadak ketakutan, takut terjadi sesuatu dengan putri kesayangannya..
Ustadz jafar kemudian mendobrak pintu kamar aini..
"bbrrraaakkk.." pintu kamar terbuka, terlihat sosok perempuan cantik tergeletak dilantai dengan mulut sedikit mengeluarkan busa.. ustadz jafar berteriak histeris, hingga terdengar dari beberapa tetangga.. wajahnya seketika pucat pasi, pancaran matanya terlihat panik luar biasa.. seketika menggendong tubuh itu dan membawanya kerumah sakit..
"Tollooong Dokter.. ttooollongg anak saya..!" teriak sang ayah di koridor lobby rumah sakit
Para medis bergerak cepat membawa tubuh itu ke ruang IGD kemudian pemeriksaan berjalan..
Calvin terkejut ketika mendengar berita aini masuk Rumah Sakit.. pemuda itu langsung menuju Rumah Sakit, namun pemuda itu tidak bisa masuk ke ruang IGD.. karena aini masih dalam perawatan intensif.. Calvin melihat ustadz jafar sedang duduk dilantai seolah telah menyesali dengan perjodohan itu..
Calvin menghampiri namun tak ada kata yang bisa terucap, pemuda itu seperti telah melakukan kesalahan besar, karena telah mencampakkan aini..
__ADS_1