Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 17


__ADS_3

Rafael berjalan ke arah ruang tunggu lobby, pria itu melihat dua orang tamu yang ingin bertemu dengan Mr. Daniel.. Adalah pak yosep Seorang Direktur Construksi dan yang satu lagi adalah pak Robert merupakan kepala team audit..


"Selamat pagi Tuan Rafael.." sapa kedua tamu


"Selamat pagi pak Yosep, selamat pagi pak robert.." ucap Rafael sedikit heran dengan kedatangan mereka pagi-pagi seperti ini


"Silakan duduk..!" Rafael mempersilahkan


"Apa yg membuat pak yosep dan pak robert datang ingin bertemu Mr. Daniel di pagi hari ini..?"


"Maaf Tuan Rafael.." ucap pak Robert


"Apakah kami bisa bertemu dengan Mr. Daniel..?" Rafael tampak mengernyitkan keningnya


"Bertemu Mr. Daniel..?" ulang Rafael


"Betul Tuan Rafael, kami akan menyampaikan hasil audit.." kata Robert dengan wajah seriusnya


"Pak Robert bisa sampaikan ke saya, karena saya merupakan pemegang kuasa penuh dari seorang Mr. Daniel.."


"Maaf Tuan Rafael.." kini giliran yosep berbicara


"Kami harus ke Mr. Daniel..!"


Rafael tampak tidak percaya dengan penolakan yang disampaikan dua orang penting itu atas dirinya, sementara ke dua org penting itu terus memaksa untuk bertemu langsung dengan Mr. Daniel


"Seberapa penting hal yang ingin bapak-bapak sampaikan..?" Rafael tampak agak kesal, pria itu tak bisa menyimpulkan sesuatu.. Tidak mungkin untuk orang sekelas dirinya mendapatkan perlakuan penolakan seperti itu jika hanya sekedar informasi..


"Sebutkan satu alasan mengapa bapak-bapak tidak bisa menyampaikan kepada saya..?" Rafael tampak tidak mengerti, sebagai pemegang kuasa penuh atas Mr. Daniel seharusnya mereka menyampaikan kepada dirinya.. Namun kedua orang itu hanya tetap pada pendiriannya dan menatap seorang Rafael dengan tatapan menyelidik..


Perbincangan mereka terhenti disaat pak Robert melihat seorang Vannesa..


Vannesa tampak berjalan melewati ruang tunggu VIP mengarah ke lobby utama, langkahnya terlihat seperti orang yang sedang dilanda banyak masalah.. pak robert langsung berdiri, tampak berlari kecil mendekati Vannesa yang di ikuti pak yosep dari belakangnya.. pak Robert seperti tak menghiraukan kondisi Vannesa


"Selamat pagi nona Vannesa.." katanya dengan suara sedikit tersengal


"Selamat pagi pak Robert..!" jawab Vannesa datar


"Maaf mengganggu..!" lanjutnya dengan mimik wajah serius,


Vannesa merasakan ada sesuatu yang penting dari raut wajah seperti itu..


"Ada apa pak Robert..?" tanya Vannesa penasaran


"Bisakah kami bertemu dengan Mr. Daniel secara pribadi..?" Vannesa tampak heran, sangat jarang sekali atau bisa di bilang tidak pernah seorang Robert ingin menemui Mr. Daniel secara pribadi jika bukan karena sesuatu yang sangat penting dan bersifat rahasia..

__ADS_1


"Tidak bisakah anda diskusikan dengan pak Rafael..?"


"Maaf nona, ini mengenai hasil Investigasi team audit.. sesuai instruksi dan juga protokol perusahaan, maka hasil investigasi harus disampaikan secara tertutup dengan Mr. Daniel.."


Vannesa tampak terkejut


"Apakah ada permasalahan terkait investigasi audit..?"


"Betul nona Vannesa.."


"Baiklah, persiapkan laporan anda secara lengkap untuk satu minggu ke depan.. kita bertemu di ruangan Mr. Daniel pada hari yang sama.."


"Baik.. Terima kasih nona Vannesa..!" tampak dua orang itu hormat membungkukkan setengah badannya


Sementara Rafael hanya melihat perbincangan itu dengan di penuhi rasa penasaran, Rafael masih tak bisa mempercayakan penolakan itu dan ini belum pernah terjadi sebelumnya..


Ada apa ini..? kenang seorang Rafael..


Rafael merasakan kecurigaan atas perlakuan penolakan seperri itu..


"Maaf nona Vannesa..!" ucap Rafael setelah menghampiri Vannesa


"Apakah yang membuat pak robert dan pak yosep ingin menemui Mr. Daniel..?"


"Mereka menjalankan instruksi dan juga protokol perusahaan pak Rafael.. maka hasil investigasi harus disampaikan secara tertutup dengan Mr. Daniel.."


"Baik nona Vannesa, itu betul sekali.." jawab Rafael


Team audit yang di pimpin oleh Robert merupakan bentukan oleh Mr. Daniel, berdasarkan hasil pertemuan pembentukan team dikala itu menghasilkan poin-poin penting salah satunya adalah hasil temuan audit setiap perusahaan atas nama Mr. Daniel mencakup investigasi dan audit tahunan maka protokol yang di jalankan harus melaporkan langsung ke CEO tunggal yaitu Mr. Daniel, Karena sifatnya sangat Rahasia..


Seorang Rafael baru menyadari kenapa mereka hanya akan menyampaikan ke Mr. Daniel..


kemudian..


Terlintas di pikiran Vannesa untuk meminta Calvin berperan sebagai Mr. Daniel, hanya dengan cara itu maka hasil temuan team audit bisa dilaporkan.. sebenarnya Vannesa pun ingin mengetahui, apa sebenarnya temuan investigasi team di lapangan..


Tanpa pikir panjang seorang Vannesa segera menemui Calvin di Batani selatan, Vannesa mengambil langkah, wanita itu tidak ingin melihat kehancuran di perusahaan yang dia kelola mengingat bahwa sekarang sudah tidak ada lagi seorang Mr. Daniel.. Seorang Vannesa menyakini bahwa temuan team audit sangat urgent dan berbahaya.. Vannesa harus tahu..!


"Permisi..!" ucap Vannesa ketika berada di meja informasi Gedung Nusantara tempat Calvin bekerja.. seorang pekerja melayani Vannesa dengan ramah


"Ada yang bisa kami bantu ibu..?" tanya seorang petugas di meja informasi


"Betul bu, apakah saya bisa bertemu dengan Calvin..?" tanya Vannesa


"Maaf.. apa maksud ibu Calvin pradikta..?

__ADS_1


"Betul ibu..!" jawab Vannesa cepat


"Mohon maaf ibu karyawan atas nama Calvin pradikta sudah tidak bekerja disini lagi, terhitung sudah tiga hari yang lalu.." Vannesa sangat terkejut mendengar penjelasan itu, ada apa sebenarnya dengan Calvin, apakah dia di pecat..? Vannesa tampak bengong beberapa saat..


"tterimmah kasih.." ucap Vannesa sedikit terbata-bata


Vannesa tampak berjalan keluar lobby sambil memikirkan nasib Calvin selanjutnya, 'Kenapa Calvin tidak menghubungi seorang Vannesa dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi..? sedangkan ponselnya sendiri sudah tidak aktif dari beberapa hari kemarin..' kenang Vannesa


Apakah itu terkait dengan kedatangan Calvin di candile County Business Distrik, Vannesa merasa seperti orang yang bersalah karena telah membiarkan Calvin tinggal dirumahnya selama satu minggu lebih..


"Maaf..!" seseorang wanita agak gemuk menghampiri Vannesa


"Tika..!" kata Vannesa terhentak


"Vannesa..!, iya betul.. ini aku tika..!"


"Ada keperluan apa Vannesa..? apakah masih belum juga ketemu sama Calvin..?" tanya tika


"Iya tika.. td saya mendapat informasi bahwa Calvin sudah tidak bekerja disini lagi.."


Seorang tika tersenyum canggung, seolah-olah dia senang kalau Calvin sudah tidak bekerja disini lagi, teringat sang adik Allisa yang telah dia campakkan


"Betul Vannesa, Calvin mengundurkan diri.."


"Apakah tika tahu dimana Calvin tinggal..?" tanya Vannesa serius


"Tentu aq tahu Vannesa.." jawab Tika


"Calvin tinggal di jl. pemuda no 07 Batani selatan.. tidak jauh dari sini.."


"Terima kasih tika, terimakasih..! senyum sumringah wanita cantik itu


Vannesa langsung meninggalkan tika yang heran dengan mulut sedikit menganga.. Vannesa tak menghiraukan itu, Vannesa hanya ingin bertemu Calvin betapa seorang Calvin sangat dibutuhkan Vannesa, selain itu karena Vannesa juga memiliki rasa rindu terhadap pemuda tampan itu..


Setelah Vannesa tiba sesuai alamat yang diberikan tika, Vannesa tidak menemukan Calvin bahkan rumahnya pun terlihat kosong..


"Orang yang tinggal dirumah itu sudah pindah mbak dua hari yang lalu.." seorang tetangga memberi tahu


"Maaf mbak.." kata Vannesa kecewa


"Apakah mbak mengetahui kemana orang yang tinggal di rumah ini pindah.."


"Saya tidak tahu mbak ." jawabnya singkat


"Terima kasih.." raut wajah Vannesa terlihat sangat kecewa

__ADS_1


Vannesa tampak bingung, pikirannya kalut.. langkahnya gontai, kemana lagi dia harus mencari Calvin, tak banyak yang Vannesa tahu tentang pemuda itu..


__ADS_2