
Pasca dari kejadian itu Vannesa tak mampu menahan beban yg begitu berat, sangat menyayat hati.. seperti teriris sebilah sembilu, sangat perih, tak pernah terbayangkan musibah seperti ini menimpa dirinya,
satu keadaan..
Satu titik dimana merasakan sakit batin yang sangat luar biasa..
Orang yang sangat dicintai pergi untuk selama lamanya.. tak akan pernah kembali, meninggalkan dunia fana, meninggalkan kenangan yang tak akan bisa dilupakan oleh seorang Vannesa..
Wanita cantik itu akan segera menanggung beban sosial seorang diri, kemudian menyandang gelar seorang janda muda beranak satu yang sangat kaya raya..
Tak mampu menjalaninya
Tak mampu..!!
bermimpi pun tak berani..
bahkan dengan hanya memikirkannya sekalipun..
namun ini semua merupakan sesuatu yang nyata, sangat nyata dan semua ini harus bisa di lalui..
Satu sisi
wanita itu tak kuasa mengumumkan berita kematian sang suami tercinta, hanya memendam kata dan menyimpannya dalam hati dengan sangat rapat, "biarlah sang waktu yang akan menjawab semua kesulitan ini.."
kenang Vannesa
Di saat semua orang terdekat bertanya.. "Apa yang telah terjadi..?" Vannesa hanya diam.. wanita itu seolah mengisyaratkan bahwa tidak ada kejadian yg perlu di khawatirkan, berusaha terlihat tegar walaupun kenyataan hatinya menangis..
Vannesa hanya belum siap menyampaikan tragedi yg sangat memilukan ini..
Vannesa bangkit..
Wanita itu memacu mobil mini coopernya seorang diri tanpa menggunakan driver
Vannesa langsung menuju ke tempat kejadian, kemudian bertemu dengan polisi yg mengabarkan berita kematian suaminya.. mencoba menjelaskan sesuatu untuk di mengerti, Vannesa memberitahukan satu keinginan pribadi ke polisi itu..
nampak mendengarkan dengan seksama ucapan Vannesa, sesekali polisi itu menganggukkan kepalanya tanda memahami ucapan Vannesa.
"Saya membutuhkan pertolongan anda pak polisi.?!!" ucap Vannesa dgn pakaian dan hijab serba hitam, polisi itu terlihat serius namun sangat merasakan kesedihan wanita yg menjadi lawan bicaranya itu
"Apa yg bisa saya bantu nyon.. ehmm.. non..!" sekilas polisi itu bingung harus memanggilnya apa.. karena memang seorang Vannesa ini masih tampak terlihat sangat muda dan juga sangat cantik, membuat sang polisi grogi..
Vannesa tak menghiraukan
"Bantu saya pak polisi..!! makamkan segera jenazah suami saya di desa terdekat di wilayah sini, bantu saya pak.." sambil menyimpuhkan kedua telapak tangannya
__ADS_1
"Saya berharap banyak tehadap anda pak polisi, urus segala sesuatu dan keperluannya.." tambah Vannesa kemudian mengeluarkan amplop coklat yg berisi uang tunai 100 juta rupiah dan memberikannya ke pak polisi..
Dengan wajah tampak heran dan amplop coklat di tangan..
Sejenak pak polisi itu termenung..
memikirkan
tampak serius hingga menghilangkan grogi yang sempat menguasainya..
mulai memikirkan sesuatu, terus berfikir, kemudian mendapatkan satu solusi
"Baiklah nona..!" lanjutnya
"Saya usahakan semampu saya.."
"Satu lagi pak..!!" potong Vannesa berucap, suaranya terdengar bergetar mencerminkan kesedihan
"Tolong di adakan tahlil dan yassin selama empat puluh hari ke depan.." ucap wanita itu dengan suara yang terdengar sedih dan mata yg mulai berkaca-kaca
"Kemudian..!!" sambungnya
"Tolong do'akan almarhum suami saya, undang beberapa ustadz dan juga beberapa anak anak pesantren.. lakukan yang terbaik untuk yang terakhir kalinya terhadap almarhum suami saya pak polisi.."
Kemudian..
"Baik nona.. " balas pria itu sambil menerima amplop coklat tersebut untuk yg kedua kalinya..
"Sementara waktu ini.." Vannesa menghela nafas
"Anda tolong jaga rahasia dibalik kejadian ini.." pinta Vannesa kemudian di pahami oleh pria itu
"Baiklah nona.. baiklah.. saya paham maksud nona..!!"
Mendapat amanah yg begitu besar hingga empat puluh hari ke depan, bukanlah sesuatu yg bisa di anggap enteng walaupun terlihat sederhana..
Sang polisi segera melaksanakan tugasnya, merinci langkah demi langkah hingga tersusun rapi semua yang menjadi tanggung jawabnya..
Satu area Tempat Pemakaman Umun, polisi itu benar benar melaksanakan tugasnya dengan baik, segala urusan dikerjakan dengan sangat detil.. bahkan terlihat mendatangkan beberapa orang ustadz dan juga kerumunan seperti pemakaman pemakaman pada umumnya, maklum sang polisi merupakan bagian dari warga setempat..
Prosesi pemakaman dilaksanakan sesuai dengan rencana,
Vannesa ikut menghadiri..
berdiri beberapa meter dibelakang kerumunan mengenakan kaca mata hitam, wanita dengan pakaian serba hitam itu merasa puas dengan hasil yg telah di kerjakan oleh sang polisi, tentu saja..
__ADS_1
Dengan uang tunai 200 juta sang polisi sangatlah bisa mengkondisikan segala sesuatunya dengan baik dan benar..
Vannesa tak mampu menutup kesedihan yang mendalam berkecamuk dalam hatinya.. berbaur antara duka, derita dan air mata
terlintas dipikirannya seorang anak yang lucu nan cantik,
Vannia..!
Gadis kecil itu sangatlah dekat dengan papanya.. selalu dimanja oleh papanya, segala keinginan Vannia selalu dituruti oleh papanya..
kini air mata itu tampak dengan jelas berlinang di wajahnya keluar melalui kaca mata hitam yg kenakan..
Vannia selalu bercengkrama dengan papanya disaat waktu sang papa senggang.. bahkan tidurpun selalu minta ditemani sang papa..
'Mas Daniel..' lirihnya
kenang Vannesa dengan linangan air mata..
Vannia
gadis periang itu belum mengerti untuk memahami situasi seperti ini.. tak akan bisa Vannia menerima kenyataan kalau papa tercintanya telah tiada..
Itu merupakan salah satu keinginan Vannesa juga untuk menyembunyikan berita kematian sang papa dari Vannia..
Selintas Vannesa bingung dan panik, apa yg harus dia katakan jika Vannia bertanya, papa dimana ?.. di satu sisi Vannesa tak ingin membohongi anaknya, namun demi kebaikan dan beban mentalnya Vannesa terpaksa harus berbohong..
Vannesa membuat alibi, kalau papanya sedang berada diluar negeri karena ada urusan pekerjaan, Vannesa sangat yakin hingga waktunya tiba Vannia akan bisa menerima kenyataan kalau papanya ternyata sudah tiada..
Vannesa sadar diwaktu ke depan akan banyak pertanyaan pertanyaan seputar keberadaan Mas Daniel.. wanita cantik ini harus memutar otak menghadapi berbagai problem seputar keluarga dan juga tentunya seputar urusan pekerjaan..
Pak Rafael..
Kenang Vannesa, seseorang dengan jabatan Direktur pengembang ”Candile County Business Distrik.. "mas daniel sangat mempercayakan banyak hal terhadap Rafael, termasuk urusan pribadi perwakilan bisnis bahkan pertemuan pertemuan penting lainnya..
Rafael merupakan orang yang memiliki mobilitas tinggi di perusahaan, banyak orang bilang kalau Rafael adalah bos kedua setelah Mr. Daniel, bersahaja dan juga berkarakter lebih komunikatif, Rafael adalah aset penting di sekitar candile county business distrik..
Seorang Rafael pasti akan sangat kehilangan sosok Mr. Daniel, dimana kejayaan yg dimiliki Rafael saat ini berkat Mr. Daniel, tampa peran Mr. Daniel maka Rafael bukan siapa siapa..
Vannesa.. harus segera memanggil Rafael, membahas segala sesuatu yg sifatnya sangat krusial..
candile county business distrik.. harus diselamatkan, Vannesa yakin banyak orang yang akan memanfaatkan situasi bahkan mengeruk keuntungan pribadi sepeninggalan Mr. Daniel..
Langkah awal Vannesa dengan menyembunyikan status kematian Mr. Daniel adalah sesuatu langkah yang tepat.. agar tidak timbul gejolak di perusahaan..
Dan inilah alasan utama Vannesa melakukan semua ini, demi keluarga dan juga hal yang terpenting yang menjadi perhatiannya adalah menjaga masa depan candile county business distrik..
__ADS_1
Iya..
'Candile county business distrik.. ' harus segera mendapatkan perhatian khusus dan juga penanganan yg tepat..