
Memasuki kota Batani Selatan artinya perjalanan hanya tersisa kurang dari satu jam dengan status jalan padat, jika jalan lengang maka sisa waktu hanya sekitar setengah jam..
Vannesa menatap keluar jendela mobil, memandangi gedung gedung perkantoran yang terlihat lumayan untuk ukuran propinsi kota kampung halamannya, banyak orang orang yang tampak berlalu lalang disana, kesibukannya menyamai kesibukan orang orang yang tinggal di ibu kota.. Rasa jenuh mulai membayangi setelah lebih dari lima jam perjalanan..
Namun tiba tiba..
pandangannya terhenti pada satu sosok pemuda yang terlibat perbincangan serius pada seorang perempuan setengah baya, di sana.. disalah satu pelataran perkantoran.. Vannesa terperanjat, matanya melotot tajam.. jantungnya berdebar sangat dahsyat hampir tak bisa menguasai diri..
"Tidak mungkin..!!" terucap dalam hati
"Stop, atop.. stopp..!!!" perintah Vannesa dgn suara penuh getaran dan intonasi suara yang terdengar kalang kabut..
"Menneppi pak..! menepi sebentar"
Driver sholeh tak kala terperanjatnya mendengar perintah Vannesa yang sangat tiba tiba.. namun tetap bisa menguasai diri dan mengemudi dengan baik..
"Ada apa nona..?" tanya sang driver setengah panik setelah menepikan kendaraan..
Vannesa tak bergeming, pandangannya terus melihat ke arah pemuda itu.. sangat jelas terlihat
"Ini sesuatu yang sangat mustahil..!! tapi wajah itu..!!" batin Vannesa meronta, tangannya terasa gemetar, wajahnya seperti orang yang baru saja melihat hantu.. seketika merinding terasa seluruh badan..
Ketika mobil tepat terhenti persis di samping pemuda itu, Vannesa makin tercengang..!!
Merinding seluruh tubuhnya semakin menjadi, pemuda itu memiliki wajah yang sama persis seperti Mr. Daniel tidak ada beda sama sekali..
"Itu adalah suami saya.." batin Vannesa terhipnotis
Vannesa menurunkan kaca mobil.. kini tampak sangat jelas terlihat wajah pemuda itu..
"Mas Daniel.." bibirnya tampak bergetar hebat, pancaran matanya terlihat berkaca kaca,
"Tidak mungkin..???!!!!" ya allah ucapnya tipis nyaris tak terdengar sama sekali.. Vannesa membuang pandangan, mencoba menepis semua yang jelas terlihat.. teringat jenazah yang telah dimakamkan hari itu adalah betul jenazah suami tercintanya..
"Apakah ini halusinasi..??!!?" Vannesa membatin.. situasi ini seperti dalam mimpi, tangannya menepuk nepuk bagian wajah kemudian mencubit sebelah tangannya..
"Terasa sakit..!!" ini bukan halusinasi.. ini bukan mimpi
berkecamuk dalam dada..
makin tak menentu..
Ada rasa yang kuat ingin segera keluar dari kendaraan dan menghampiri pemuda itu..
__ADS_1
Namun Vannesa seperti tersadar dari mimpi, harus bisa menahan diri, harus bisa mengontrol situasi, selintas melihat ke arah Vannia yg sedang tertidur sangat pulas, kemudian suster maria juga dengan mata terpejam.. Vannesa kembali mengarahkan pandangannya ke arah pemuda itu dengan pikiran yang masih tak menentu..
Tak lama kemudian..
Vannesa menarik satu kesimpulan lalu meminta driver sholeh untuk melanjutkan perjalanan..
Tak percaya..!!!
Terbesit banyak tanya di dalam pikirannya, mustahil dengan apa yg baru saja dilihatnya..
"GEDUNG NUSANTARA.." batin Vannesa mengingat tempat pemuda tadi dan sempat melihat nama gedung tersebut..
Sementara driver sholeh masih dalam keadaan bingung melihat tingkah aneh majikannya, sekilas mencari tahu apa yang dilihatnya, tak membuahkan hasil.. tak mengerti apa yang baru saja terjadi dengan Vannesa, secara tiba tiba memintanya untuk menghentikan kendaraan.. namun driver sholeh terlihat acuh dan tak menghiraukan situasi yang dirasakannya aneh, kemudian berkonsentrasi kembali melanjutkan sisa perjalanan..
Sementara Vannesa masih dalam keadaan syok..merinding tubuhnya masih terasa, sosok itu terus membenak dalam pikirannya, Vannesa termenung..
semakin mencoba untuk menghilangkan pikiran itu semakin Vannesa bertambah penasaran,
"siapakah pemuda itu sebenarnya..?" rasa ingin tahunya mulai menguasai diri
Semakin lama
Vanessa kembali terlihat termenung..
Semakin larut dalam lamunan
"Kita hampir sampai nona Vannesa..!!" suara driver itu menghancurkan lamunannya.. Vannesa tersadar, rumah yang tidak terlalu besar dan tampak indah itu sudah terlihat jelas, halaman tampak menawan dihiasi pepohonan nan rindang.. rumput hijau dan bunga bunga di sekitar halaman menjadi penghias rumah itu, sambil membunyikan klakson, mobil memasuki pekarangan garasi yang telah tersedia..
mas Daniel lah yang mendekor halaman dan garasi rumah ini..
Perempuan setengah baya keluar dengan senyum yang merekah..
Mobil berhenti
"Oommaaaa...!!" teriak Vannia ketika keluar dari kendaraan dan berlari memeluk wanita setengah baya itu..
"Vannia.. cucu oma tersayang.." balas oma mencium Vannia, tingkah kolokan Vannia terlihat dgn serentetan kata kata melantur nya..
Vannesa menghampiri sang bunda menjabat dan mencium tangannya, memeluk wanita setengah baya itu sangat erat, bunda seperti merasakan ada sesuatu..
"Apa semua baik baik saja Vannesa..?" tanya sang bunda sedikit khawatir
"Semua baik baik saja ibu.." jawab Vannesa dgn senyum mengambang di wajahnya
__ADS_1
"Kapan Daniel kembali dari Luar Negeri..? tanya sang bunda
"eehh.. mm.. ssegera ibu.." lirih, kata kata Vannesa terdengar tidak pasti, sang ibu melihat.. mungkin karena keletihan Vannesa
"Hai kakak.." giliran nilam adik perempuan Vannesa berjalan menghampiri kemudian menjabat dan mencium tangan kakaknya
"Nilam.." Vannesa melihat kearah adiknya itu
"Kamu tidak kuliah..? Mana panji..?" tanya Vannesa lembut pada sang adik dan panji adik terkecilnya..
Vannesa merupakan anak tertua dari tiga bersaudara
"Kita sedang libur semester kakak.." nilam menjelaskan
"Panji sedang pergi dengan beberapa temen temennya.."
"Ya sudah kl begitu.." suara sang bunda terdengar lagi
"Ayoo..! kita masuk ke dalam.. biarkan kakakmu istirahat setelah menempuh perjalanan panjang.." sambung bunda melihat ke arah nilam dan juga Vannesa..
Terlihat keluarga bahagia itu memasuki rumah di ikuti driver sholeh dan suster maria dengan tentengan barang barang bawaan mereka..
Saat malam tiba dan Vannesa terlihat tengah berdiri di sekitar halaman rumahnya.. keindahan suasana malam di sini sangat berbeda dengan di kota, tingkat kebisingan, tingkat polusi, keindahan suasana dan juga sejuk cuacanya..
tiba tiba Vannesa terbayang akan sosok seorang pemuda yang mempunyai wajah mirip sekali dengan mas Daniel.. tinggi bandan nya, tipikal rambut, semua seakan sangat proporsional..
"Apakah dia saudara kembar mas Daniel..? kenapa saya tidak mengetahuinya.. dan kl dia bukan saudara kembar dari mas Daniel, apakah itu mungkin..? lalu siapa sosok pemuda itu.."
kenapa dia memiliki wajah sangat mirip sekali dengan mas Daniel, bukan hanya wajah tetapi secara keseluruhan sosok itu..
"Ya allah.. apakah ini sebuah Reinkarnasi.."
batin Vannesa membuat bulu kuduknya merinding
muncul keinginan yang besar dari dalam hati seorang Vannesa untuk mencari tahu yang sebenarnya tentang sosok pemuda itu,
"Gedung Nusantara.." kenangnya Vannesa dimana sosok pemuda itu pertama kali dilihatnya
"Saya harus kesana..!!"
Vannesa membatalkan keinginannya untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya tentang meninggalnya mas Daniel kepada sang bunda.. itu karena Vannesa ingin terlebih dahulu menyelidiki sosok pemuda yang mirip suaminya itu..
Vannesa pun sebenarnya tidak mengerti, kalaupun wanita itu sudah mengetahui sosok itu lalu apakah dia akan tetap merahasiakan status kematian Mr. Daniel dan menyimpannya rapat di dalam hati..
__ADS_1
Vannesa hanya merasa tidak sanggup untuk menceritakan karena rasa cintanya yang begitu besar terhadap Mr. Daniel.. dan entah sampai kapan kisah itu harus terpendam di dalam hati seorang Vannesa