Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 23


__ADS_3

Seorang Dokter tampak keluar dari ruang IGD dan menemui orang tua pasien, Ustadz jafar langsung menghampiri namun wajahnya terlihat pucat..


"Apakah anda orang tua pasien atas nama nona Nur aini..?"


"Betul Dokter.. saya ayah aini.." matanya penuh dengan pancaran penasaran


"Pasien mengalami koma.. maka dari itu kami akan melakukan beberapa tindakan medis.." ucap Dokter terdengar sangat bijak


ustadz jafar terlihat sangat shock, tidak percaya dengan apa yang dialami aini..


"Apakah yang menyebabkan anak saya koma, Dokter..?.." tanya ustadz jafar seakan tak percaya dengan kondisi aini


"Kemungkinan besar pasien keracunan, Frekuensi terpapar zat beracun seperti karbon monoksida dapat menyebabkan kerusakan pada otak kemudian terjadi koma. Artinya, semakin sering pasien terpapar zat tersebut, semakin tinggi pula risiko mengalami kondisi ini."


Dokter terlihat kembali menjelaskan..


"Mengingat pasien koma sedang dalam kondisi tidak sadarkan diri, obat-obatan diberikan melalui selang yang dimasukkan melalui pembuluh vena. Tujuannya agar obat, cairan, dan nutrisi yang diberikan bisa masuk langsung ke dalam perut.." lanjut sang dokter


"Ada beberapa hal yang perlu diingat sebelum tindakan medis dilakukan, selain persetujuan pihak keluarga.. silakan bapak menemui bagian administrasi.." Dokter memberikan catatan pasien ke ustadz jafar untuk diberikan ke bagian administrasi


Ustadz jafar sadar bahwa ada pembayaran dimuka untuk tindakan medis seperti ini, namun ustadz jafar sangat terkejut dengan nominal yang tertera disana..


kemudian dokter menjelaskan beberapa hal untuk di ketahui..


"Beberapa pasien koma mungkin mengalami kesulitan dalam bernapas, sehingga membutuhkan bantuan alat kesehatan seperti ventilator, yaitu mesin yang memompa udara ke dalam paru-paru melalui tabung yang diletakkan pada batang tenggorokan.


Kami sadar tentu terasa berat bagi anda sebagai orang tua, Mungkin ada masa di mana Anda merasa tidak mampu menyaksikan secara langsung kondisi pasien yang sedang koma.


Namun, percayalah bahwa kehadiran Anda sangat berarti untuk proses pemulihan. Luangkan waktu untuk selalu menjenguknya di rumah sakit serta bacakan ayat-ayat al Qur'an, buku atau berbicara..


Pasalnya, bisa saja pasien mendengarkan apa yang Anda ucapkan, perdengarkan, atau bacakan meski tidak bisa memberikan respons secara langsung. Hal ini, meski tidak bisa dibuktikan secara medis, mungkin dapat membantu proses pemulihan.."


Ustadz jafar tak bisa berfikir secara jernih.. untuk keselamatan anaknya ustadz jafar akan mengupayakan segalanya.. walaupun merasakan sangat getirnya hati dan juga sulit mendapatkan biaya untuk pembayaran Rumah Sakit..


"Baik Dokter.. saya menyetujui untuk dilakukan tindakan medis.."


Tak berapa lama, bu Nurul dan vivi tampak tiba dirumah sakit dengan wajah penuh dengan kecemasan..

__ADS_1


"Bagaimana keadaan aini, ustadz jafar..?" tanya Bu Nurul, kemudian ustadz jafar menjelaskan kondisi anaknya seperti yang dijelaskan Dokter..


"Begitulah kondisi aini.. ustadzah Nurul.." tampak sedih diraut wajah seorang ustadzah Nurul


"Ya Allah.." bu Nurul mengelus dada..


"Berikanlah kesembuhan bagi anak-anak kami, ya robb.."


"Aamiin, aamiin, aamiin ya robbal alaamiin.."


Terlihat seorang perempuan memakai baju seragam Rumah Sakit menghampiri dengan membawa secarik kertas..


"Selamat siang..!" ucapnya ramah


"Apakah saya bisa berbicara dengan Tuan jafar..?"


"Dengan saya sendiri suster.." jawab ustadz jafar penasaran


"Maaf Tuan jafar.. saya dari bagian administrasi, kami ingin mengkonfirmasikan bahwa pihak Rumah Sakit telah menerima uang deposit via transfer untuk pembiayaan pasien atas nama nona Nur aini.." petugas admin menyerahkan Kwitansi untuk di tanda tangani..


"Silahkan Tuan jafar tanda tangani Kwitansi pembayaran biaya atas nama Nona Nur aini yang yang telah terkonfirmasi sebagai deposit.."


"Allahu Akbar.." ucapnya spontan


"Apakah yang terjadi ustadz jafar..?" tanya Bu Nurul penasaran, kemudian ustadz jafar memberi lihat nominal Kwitansi itu


Bu Nurul tampak terkejut namun bu Nurul tampak lebih stabil karena wanita itu pernah merasakan hal yang sama sewaktu di rawat di Rumah Sakit Carolus ini, sementara Vivi tampak lega karena menurutnya ini semua dilakukan oleh seorang Vannesa..


"Mana kak Calvin..?" ucap Vivi mencari sosok kakaknya, lalu


semua mata mencari sosok Calvin namun tak lama berselang Calvin terlihat tampak sedang mengantongi ponsel daruratnya berjalan mendekati mereka..


Semua mata tertuju pada pemuda itu dengan tatapan penuh dengan pertanyaan..


"Calvin..!" ucap sang ibu lembut ketika Calvin berada persis di hadapan mereka.. Kemudian ustadz jafar memberikan Kwitansi itu, seorang ustadz jafar ingin melihat respon Calvin.. karena menurutnya tidak ada lagi orang selain Calvin yang telah mengetahui kondisi anaknya..


Calvin terlihat bingung cara menjelaskannya..

__ADS_1


"Apakah boleh vivi yang menjelaskan ini semua..?" ucap vivi sambil mengedipkan mata ke arah kakaknya.. pemuda itu terlihat hanya mengangguk kecil..


"Pak ustadz.. kami pun merasakan hal yang sama ketika ibu tercinta kami di rawat di Rumah Sakit ini, saat itu vivi sangat bahagia.. karena ibu di perlakukan selayaknya pasien khusus dengan Dokter khusus dan ruangan yang khusus juga..


bukan hanya itu pak ustadz.. vivi pun mendapatkan Beasiswa penuh sampai vivi lulus sekolah, lalu kak Calvin juga mendapati bahwa hutangnya di perusahaan telah terbayarkan..


singkat cerita kak Calvin akhirnya mengetahui siapa Dewa pelindung bagi keluarga kami Dia adalah kak Vannesa.. orang yang sangat dermawan dan baik hati.."


Sang ibu tampak kaget, karena yang dia tahu hanya sebatas biaya Rumah Sakit, sekolah vivi dan hutang Calvin sama sekali tidak diketahui bu Nurul


ustadz jafar mengernyitkan keningnya..


"Siapakah wanita yang bernama Vannesa ini.." suaranya terdengar bertanya..


"Calvin.." Bu Nurul dengan suara lembutnya


"Apakah hubungan kamu dengan Vannesa ini..?


"Ibu..! ustadz jafar..!" kata vivi menyela dengan bahasa cuek


"Kak Vannesa adalah pacar kak Calvin.."


Bu Nurul kaget, jadi inikah maksud dari ucapan aini kemarin, wanita lain itu adalah Vannesa yang telah membantu biaya perawatan dirinya dan juga keluarganya, bahkan sekarang Vannesa telah membantu ustadz jafar.. tentunya dia merupakan wanita yang baik, ada setitik penyesalan dari lubuk hati bu Nurul..


puluhan petugas yang di ikuti beberapa Dokter dan suster terlihat sibuk memindahkan pasien dengan peralatan medis lengkap terlihat mendorong tempat tidur itu ke arah ruangan VIP.. ustadz jafar langsung tertegun karena pasien itu adalah Nur Aini..


Maaf Dokter..!" ucap sang ustadz menghampiri seorang Dokter


"Di bawa kemana anak saya aini..?"


"Pasien atas nama Nur aini mulai sekarang adalah pasien prioritas Rumah sakit ini, dan sekarang akan di pindahkan ke ruangan VVIP.."


ustadz jafar seperti kehilangan kata-kata.. tampak bingung


"Jangan khawatir Tuan.." ujar dokter yang melihat gelagat canggung ustadz jafar..


"Semua biaya sudah ditanggung, seorang perempuan telah mengkomfirm via telp dan meminta penanganan dilakukan secara khusus dengan dokter khusus.." ustadz jafar berusaha untuk terlihat normal..

__ADS_1


"Baik.. terima kasih Dokter.. terima kasih..!" ucap ustadz jafar


__ADS_2