Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 54


__ADS_3

Pada saat yang bersamaan, seorang Dokter tampak keluar dari ruang operasi.. wajahnya terlihat seperti terlepas dari sebuah masalah besar, tampak jelas dari ruang VVIP karena ruangan itu berdinding kaca dan saling berhadapan dengan ruang Operasi..


Calvin dan Vannesa tampak segera keluar dari ruangan VVIP yang di ikuti Panji dan juga Nilam dengan perasaan yang tidak menentu kemudian mereka terlihat menghampiri sang Dokter..


"Bagaimana keadaan Ibu kami, Dokter..?" ucap Vannesa yang di selimuti perasaan khawatir..


Untuk beberapa saat Dokter itu terlihat tenang dengan raut wajah datar memandang hampir ke semua orang yang berada dihadapannya, tatapan datar itu menambah ke khawatiran dalam hati mereka, mereka seolah akan mendengarkan kabar yang kurang menggembirakan..


Semua tampak panik..!


kemudian secara tiba-tiba sang Dokter tersenyum sambil menatap lembut seorang Vannesa..


"Nona Vannesa..!" ucap sang Dokter dengan kata-kata yang terdengar sangat tenang, sambil sesekali memandang mereka satu per satu..


"Terima kasih karena telah membantu Team Dokter dengan support dan do'a, setelah sekian jam tindakan pencangkokan pembuluh darah yang sehat dari bagian tubuh lain ke pembuluh darah jantung yang tersumbat atau di sebut dengan Operasi Bypass Jantung.." kemudian ucapan Dokter itu berhenti sejenak sambil melirik ke semua orang yang berada dihadapannya..


"Kami..! Team Dokter menyatakan bahwa tindakan operasi tersebut telah berhasil mengatasi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah pasien.. Selamat Nona Vannesa, selamat buat semua.." ucap Dokter sambil tersenyum bahagia kemudian menyodorkan tangannya dihadapan Vannesa..


"Alhamdulillah.." spontan ucapan Vannesa sambil meraih tangan itu untuk bersalaman..


"Alhamdulillah.." ucap Nilam dan Panji sambil mengusap kedua telapak tangan ke wajahnya..


"Untuk selanjutnya kami team Dokter akan terus mengupayakan perawatan dan penyembuhan pasien.." lanjut kata-kata sang dokter penuh keyakinan atas upaya kesembuhan pasien..


"Terima kasih Dokter..! terima kasih..!"


Tampak dari mereka saling berjabat tangan dan berpelukan sebagai ungkapan syukur atas berhasilnya tindakan operasi yang di lakukan oleh team Dokter..


Sementara suka cita itu berlangsung Calvin meraih ponselnya yang tampak berdering dari dalam saku celananya, terlihat sedikit khawatir karena telp itu berasal dari seorang Robert..

__ADS_1


"Maaf Mr. Calvin, mengganggu waktu anda..!" ucap Robert setelah Calvin menjawab panggilannya itu


"Ada apa Robert..?" tanya seorang Calvin sambil melangkah sedikit menjauh dari suka cita Vannesa dan kedua adiknya..


"ini terkait Gedung Nusantara Mr. Calvin..!"


"Apa yang tejadi dengan Gedung Nusantara, Robert..?" Calvin tampak sedikit khawatir


"Tidak ada masalah Mr. Calvin, namum ada permintaan dari Gedung Nusantara untuk menghadirkan kembali Mr. Calvin dalam momentum kehormatan tamu Spesial CEO Candile County Business Distrik di Auditorium Gedung Nusantara.."


"Apaa..!" teriak Calvin yang membuat Vannesa dan kedua adiknya terkejut penasaran melihat ke arah Calvin


Vannesa meminta Nilam untuk menjaga Vannia kemudian menghampiri seorang Calvin mencoba mengetahui apa sebenarnya yang telah terjadi, karena Vannesa mengetahui jika panggilan telepon itu berasal dari seorang Robert, sedikit khawatir terhadap Basecamp Building..


"Maaf Mr. Calvin, saya sudah memberikan banyak alasan untuk itu.. Namun ini adalah keinginan semua staf dan juga karyawan, mereka menganggap bahwa sosok Mr. Calvin telah menjadi panutan bagi mereka dan mereka berharap dapat mengenal sosok itu lebih dekat, mereka sangat mengagumi anda Mr. Calvin.. kepercayaan penuh dari semua staf dan juga karyawan bahwa anda dapat menjadi seorang motivator bagi semua.."


Calvin untuk beberapa saat tidak merespon, namun jelas seorang Calvin tampak berfikir keras, apa yang harus seorang Calvin lakukan.. 'Apakah orang-orang di Gedung Nusantara sudah mulai curiga terhadap siapa sosok Calvin sebenarnya..'


"Sebentar Robert..! jangan diputus panggilan ini.." ucap Calvin sambil mensilent panggilan itu kemudian menatap seorang Vannesa yang tampak berdiri dihadapannya..


"Ada apa Calvin..?" tanya seorang Vannesa menatap tajam kearah Calvin


"Gedung Nusantara ingin mengadakan kembali acara akbar penyambutan kembali CEO Candile County Business Distrik dan mereka berharap aku hadir ditengah-tengah mereka.. bagaimana menurut kamu Vannesa..?"


Vannesa tampak sedikit lega karena bukan sesuatu yang terjadi di Basecamp Building, wanita cantik itu mencoba meyakinkan Calvin untuk mengambil sikap gentle, Vannesa hanya tak ingin jika Calvin menunda-nunda menyampaikan informasi yang sebenarnya, mengingat karena itu juga Vannesa tampak menyesal karena telah menunda memberitahukan seorang Ibu hingga akhirnya menjadi sebuah penyesalan..


"Beranilah membuat keputusan Calvin, jangan sampai semua itu menjadi penyesalan seperti apa yang aku alami sekarang terhadap seorang Ibu.."


Calvin tampak mengernyitkan kening, sebenarnya sudah ada dalam pikiran seorang Calvin untuk tak lagi menyembunyikan identitasnya.. namun untuk menyampaikannya langsung disekitar orang-orang yang sangat mengenal dirinya dan tahu latar belakang dirinya dan keluarganya tentu itu merupakan tekanan yang harus memiliki mental kuat..

__ADS_1


"Apakah aku mampu Vannesa..!" ucap Calvin penuh keraguan


Vannesa meraih kedua tangan Calvin, memandang lembut wajah tegang itu, Vannesa sangat memahami apa yang ada dalam pikiran seorang Calvin


"Aku sangat yakin terhadap kamu Calvin, sudah banyak yang telah kamu buktikan ke aku tentang kapasitas kamu sebagai seorang Calvin atau pun seorang Mr. Calvin.."


Calvin membalas menatap lembut seorang Vannesa dengan pancaran mata yang terlihat tampak berbicara mencoba memahami ucapan itu sebagai ungkapan kebenaran..


"Seberapa besar keyakinan kamu Vannesa..?"


"Sebesar rasa cinta aku ke kamu Calvin, kepercayaan yang tak bisa di ukur dengan kata-kata.. percayalah, kamu hanya belum terbiasa terhadap sosok Mr. Calvin yang sebenarnya.. Namun aku sangat yakin dan percaya kamu bisa menghadapi situasi itu.."


Calvin mengangkat kedua tangan Vannesa yang masih tampak memegang kedua tangan Calvin, betapa keraguan yang ada didalam hati Calvin berangsur-angsur pudar, dengan perasaan penuh cinta Calvin mencium kedua tangan itu sebagai jawaban keyakinan bahwa seorang Calvin pun sangat mencintai Vannesa..


Seorang Calvin melepaskan perlahan pegangan tangan itu kemudian melanjutkan penggilan terhadap Robert yang sempat tersilent..


"Robert..!" ucap Calvin tampak meyakinkan


"Bagaimana Mr. Calvin..?"


"Baiklah, saya akan penuhi keinginan Gedung Nusantara untuk menghadirkan kembali CEO Candile County Business Distrik.."


"Baik Mr. Calvin..! Terima kasih.."


Robert tampak bahagia mendengar keputusan seorang Mr. Calvin yang terdengar sangat meyakinkan itu, seorang Robert tak menunggu waktu lama untuk segera menghubungi seorang Antonio Cassa dan mengabarkan berita bahagia bahwa seorang Mr. Calvin telah memenuhi keinginan seorang Antonio Cassa dan juga keinginan para staf dan karyawan di Gedung Nusantara..


"Terima kasih Tuan Robert, terimakasih..!" ucap seorang Antonio Cassa penuh kebahagiaan


Kemudian sang Direktur segera menerapkan beberapa konsep rangkaian acara dalam pertemuan Internal para petinggi Gedung Nusantara, seorang Antonio tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat lebih mengenal siapa sebenarnya sosok seorang Mr. Calvin yang tampak misterius di lingkungan Gedung Nusantara ini..

__ADS_1


Sementara itu kepastian kedatangan kembali orang yang sangat berpengaruh itu telah tersebar dengan cepat ke semua staf dan juga karyawan, mereka tampak antusias dan seolah tak sabar menantikan kedatangan orang nomor satu dari ibu kota itu, tak terkecuali sorang Aldo..


pemuda itu tampak sedikit ragu apakah sosok orang yang sangat berpengaruh itu adalah benar seorang Calvin, pemuda dengan latar belakang sederhana dan juga berasal dari keluarga yang kurang mampu..


__ADS_2