Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 36


__ADS_3

Secara tiba-tiba, semua orang di ruangan itu mengelu-elukan nama Calvin sambil bersautan dengan irama tepukan tangan..


Vannesa dan Calvin tersanjung, senyum merekah diantara mereka berdua, sejujurnya Vannesa baru pertama ini merasakan sangat disanjung oleh staf dan karyawannya, ini adalah kali pertama Vannesa merasakan hal ini, belum pernah terjadi pada saat Mr. Daniel masih ada.. seorang Vannesa kini terlihat sudah jauh lebih baik dari sebelumnya..


"Nona Vannesa, berita bahagianya apa..?" teriak salah satu karyawan


Vannesa terhentak, wanita itu seperti terhipnotis, suasana seperti ini tampak seolah-olah telah mengetahui berita bahagianya, sesaat Vannesa menyadari karena belum menginformasikan berita bahagianya..


Vannesa bangkit dari duduknya kemudian berdiri berdampingan di podium itu bersama seorang Calvin..


"Baiklah..! maafkan saya jadi terbawa suasana.." Vannesa tersenyum manis, sambil melirik kearah Calvin wanita itu berkata..


"Berita bahagianya adalah..!


Mulai hari ini, Posisi kedudukan dan jabatan almarhum Mr. Daniel, baik berupa aset, kepemilikan dan sebagainya saya percayakan untuk dikendalikan secara penuh oleh Mr. Calvin.."


tepuk tangan menggema, Vannesa tersenyum sangat cantik sekali kearah Calvin sebelum melanjutkan berita paling bahagianya..


Vannesa meraih tangan Calvin, menggenggam kuat sambil melemparkan senyum ke semua staf dan karyawannya..


belum juga suara tepuk tangan mereda, Vannesa setengah berteriak..


"Dalam waktu dekat kami akan Menikah.."


Kini.. Suara gemuruh tepuk tangan menggema, penuh senyum diantara staf dan karyawan itu, mereka sangat mendukung keputusan nona Vannesa, seorang Robert berdiri sambil terus memberikan bertepuk tangan yang di ikuti oleh seorang Cobra dan team kemudian semua staf dan karyawan pun ikut berdiri sambil terus memberikan tepuk tangan, hari terbahagia yang dirasakan Vannesa dan Calvin


Sejak saat itu, Calvin mengambil alih secara resmi tampuk kepemimpinan basecamp building yang menaungi seluruh aset dan anak perusahaan yang tergabung dalam County Group.. Robert di tunjuk menggantikan posisi Rafael, viktor menggantikan posisi sang komisaris di Global Asuransi, Cobra menggantikan posisi Robert sebagai direktur audit.. sedangkan yang lainnya masing-masing menjadi direktur di anak cabang perusahaan..


Vannesa merasa jauh lebih bahagia bersama orang-orang yang bisa dipercaya.. kini perusahaan itu dapat berjalan sebagaimana mestinya..


Vannesa terlihat lebih bersemangat untuk setiap harinya, wanita cantik itu seolah merasakan kembali sisi tenang dalam hidupnya.. semua karena seorang Calvin, pemuda yang di kirim Tuhan untuk menggantikan kembali posisi suaminya..


"Calvin.." ucap Vannesa ketika mereka berdua berada di balkon lantai dua rumah megah itu, berdiri sambil menatap tebaran bintang di langit..

__ADS_1


"Aku ingin memperkenalkan kamu dengan ibuku.." Calvin memandang lembut seorang Vannesa kemudian menganggukkan perlahan kepalanya


"Kita bahas pernikahan kita..!" sambung Vannesa lembut kemudian Calvin memegang kedua tangan wanita yang dicintainya itu..


"Apakah tidak terlalu terburu-buru, Vannesa..?"


"Apakah ada yang menghalangi kamu, Calvin..?" balik Vannesa bertanya


Calvin melepaskan pegangan tangannya kemudian membelai lembut wajah Vannesa, betapa Calvin sebenarnya ingin menikahi Vannesa, namun pemuda itu tiba-tiba ingat Nur aini, gadis yang sedang terbaring lemah dirumah sakit dan bahkan hampir kehilangan nyawanya karena mencoba mengakhiri hidupnya setelah dia sadar pernikahannya dengan Calvin batal..


"Apa yang kamu pikirkan Calvin..?" ucap Vannesa yang melihat murung wajah pemuda itu, Calvin menggelengkan kepalanya, Calvin tak ingin menyebut nama Aini di depan Vannesa..


"Apakah karena Aini..?" Calvin terhenyak ketika nama itu dikatakan Vannesa.. pemuda itu terlihat memikirkan sesuatu, kemudian mengalihkan pembicaraannya


"Vannesa, kapan kamu ingin kita ke rumah orang tuamu..?" Calvin tiba-tiba memutar obrolan, Vannesa menangkap maksud Calvin yang tak ingin membahas wanita lain disaat mereka berdua..


Vannesa tersenyum kemudian meraih tangan pemuda itu lalu memeluknya dengan erat..


"Terima kasih Calvin..!" kemudian merebahkan kepalanya di sandaran bahu Calvin


Disaat mereka siap-siap akan berangkat ke kampung halaman untuk menemui orang tua Vannesa, tiba-tiba ponsel Calvin berdering,


"Kak Calvin..!" suara vivi terdengar setengah khawatir


"Ada apa vivi..?"


"Apakah kak Calvin bisa pulang..?"


"Vivi.. kak Calvin masih ada urusan, setelah urusan kakak selesai kakak langsung pulang.."


"Tapi Kak Aini..?"


"Ada apa dengan Aini..?" spontan suara Calvin terdengar peduli, sementara Vannesa menatap serius ke arah Calvin dan merasakan sesuatu yang akan menghalangi tujuannya..

__ADS_1


"Kak Aini sudah tersadar dari koma, namun kak aini terus memanggil nama kak Calvin, ibu dan ustadz Jafar khawatir kondisi kak aini kembali drop, vivi kasian terhadap kak Aini..!" Calvin tak mampu menjawab kata-kata adiknya itu, namun pemuda itupun tak mampu untuk mengabaikan Aini begitu saja..


"Kakak akan bicarakan dengan kak Vannesa yaa vivi..!"


"Baik kak Calvin.."


Ada segumpal rasa kegetiran yang dirasakan Calvin saat ingin membahas tentang Nur aini kepada seorang Vannesa, Calvin sangat memahami sekali perasaan Vannesa, sedikitpun tak ada maksud Calvin untuk membuat wanita itu bersedih..


"Pergilah Calvin..!" ucap Vannesa lembut sambil memandang dengan pancaran kekecewaan, wanita cantik itu memahami keinginan Calvin yang sedang dilanda dilema


"Kamu tidak keberatan, Vannesa..?"


"Aku memahami kamu, Calvin.. sejujurnya aku pun tak ingin pernikahan kita di bayang bayangi oleh penderitaan seseorang.." Calvin melihat ada rasa sedih yang dialami wanita yang dicintainya itu..


"Baiklah Vannesa, namun aku hanya ingin pergi jika kamu bersedia ikut..!" muncul ide Calvin untuk membawa Vannesa dan juga Vannia


"Aku..!!" Vannesa terhenyak,


"kamu dan Vannia..!" ucap Calvin penuh harap, pemuda itu yakin dengan cara itu bisa menetralisir perasaan sedih seorang Vannesa..


Dalam perjalanan menuju kampung halaman seorang Calvin, Vannesa merasakan sangat grogi karena akan bertemu dan berada ditengah-tengah kehidupan Calvin, wanita itu terus memikirkan cara untuk bersosialisasi baik dalam keluarga Calvin maupun keluarga Nur aini sendiri..


"Calvin.." ucap Vannesa perlahan dengan raut wajah yang sedikit tegang..


"Apakah kehadiran aku bisa diterima ditengah-tengah kehidupan kamu..? Calvin merasakan kata-kata itu tidak percaya diri dari seorang Vannesa


"Apa yang kamu khawatirkan Vannesa..?"


"Aku takut..! takut dikatakan perempuan yang telah merusak hubungan pertunangan kamu dan Nur aini.." Calvin meraih tangan Vannesa.. betapa sesungguhnya yang dirasakan Calvin, tangan itu terasa sangat dingin, Calvin baru sadar apa yang berkecamuk dalam pikirkan wanita cantik itu, dengan keadaan seperti itu Vannesa tetap mengikuti kemauan seorang Calvin, Vannesa tetap mengambil resiko itu, betapa Calvin menyadari besarnya cinta yang diberikan seorang Vannesa terhadap dirinya..


"Sayang.." ucap Calvin halus kemudian memberi kehangatan di sentuhan tangan itu


"Percayalah.. tidak seperti yang kamu bayangkan.."

__ADS_1


"Aku takut..!!" ucap Vannesa perlahan..


Calvin merangkul tubuh itu, pemuda itu sangat merasakan kecemasan yang dialami seorang Vannesa.. wanita cantik itu merebahkan kepalanya di sandaran bahu Calvin, ada secercah keberanian yang timbul setelah wanita itu rasakan hangat tubuh seorang Calvin..


__ADS_2