Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
chapter 13


__ADS_3

"Iya Calvin.." Allisa mulai bercerita


"Waktu itu disaat kita sepakat mengakhiri hubungan, aku sangat tertekan, lalu aku kesini bertemu sepupuku freddy.. disaat itulah aku bertemu dengan Vannesa dan Dina.." Allisa menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan


"Saat itu aku curahkan semua isi hatiku dengan harapan aku bisa sedikit lega, lalu aku juga cerita tentang kamu, tentang ibu dirumah sakit dan juga keadaan vivi disekolah.."


"Maafkan aku Calvin..!!" terlihat Dina mengelus pundak Allisa


"Tidak apa-apa Allisa.." jawab Calvin mencoba mengerti keadaan


Setelah obrolan itu


Calvin memikirkan sesuatu, rasanya tidak mungkin..!!


hanya dengan mendengar kisah pemuda itu dari seorang Allisa, tentang ibu dan juga vivi.. rasanya tidak mungkin seorang Vannesa secara tiba-tiba membantuku dan membantu keluargaku jika bukan karena sesuatu..


Lalu karena apa..? apa yang membuat Vannesa membantu Calvin dan keluarganya..?


Calvin berpikir keras namun tetap juga tak mendapatkan jawaban..


Calvin membuat satu rencana, pemuda itu akan pergi ke kota menemui Vannesa dan meminta penjelasan tentang semua ini.. Calvin tidak peduli seberapa pun sulit untuk bertemu dengan Vannesa.. karena Calvin sadar bahwa dia bukanlah siapa-siapa dan akan sangat sulit tentunya untuk bertemu dengan orang sekelas Vannesa..


"Ibu.. Calvin harus ke kota.." ucap Calvin pada sang bunda yg sudah terlihat lebih sehat dari hari ke hari


"Pergilah nak.. ibu akan baik baik saja.." tutur sang ibu sambil memegang wajah Calvin


"Jangan khawatir.." sang bunda tersenyum


"banyak suster disini yang selalu memperhatikan kesehatan ibu.."


vivi terlihat sedih melihat kakaknya akan pergi jauh..


"Vivi.." ucap Calvin perlahan


"kakak titip ibu yah, segera telp jika ada sesuatu yang penting.." gadis remaja itu hanya menganggukkan kepalanya perlahan


Calvin tidak tahu, apakah langkahnya ke kota bisa bertemu dan berbicara dengan orang sekelas Vannesa, Calvin hanya mengikuti nalurinya.. dan juga bisa mengetahui, apa yang membuat Vannesa membantu dirinya dan keluarganya.. setelah semuanya jelas dan mengetahui alasan seorang Vannesa, pemuda itu akan merasa lebih tenang..


Candile County Business Distrik..


Basecamp building merupakan sentral ekonomi dan juga penggerak seluruh area di kawasan itu, official basecamp yang di motori oleh seorang Mr. Daniel, CEO tunggal kawasan tersebut dan juga merupakan orang terkaya di ibukota..


Orang yang sangat berkuasa dan juga sangat berpengaruh yang kini menjadi buah bibir, baik dari kalangan bawah hingga kalangan atas.. mereka tidak mengetahui keberadaan Mr. Daniel sesungguhnya..

__ADS_1


Rafael dan vannesa betul-betul menutup rapat berita kematian seorang Mr. Daniel


seberapapun pelik permasalahan di kawasan itu Mr. Daniel akan selalu terlihat disana, kalaupun ada urusan bisnis diluar negeri, paling lama dua minggu kemudian seorang Mr. Daniel akan kembali.. namun kenyataannya sekarang, Mr. Daniel sudah empat bulan lebih menghilang, tanpa kabar sama sekali..


itulah yang membuat Mr. Daniel menjadi buah bibir


"Pak Rafael..!!" seru seorang Vannesa dengan nada datar


"Ada apa nona Vannesa..?"


"Kumpulkan semua Jajaran Direksi Basecamp Building besok setelah makan siang di ruang Aula Utama.. dan itu juga termasuk seluruh staf dan karyawan.."


Rafael seperti menangkap arah dan langkah seorang Vannesa yang akan mengumumkan berita Kematian Mr. Daniel


"Baiklah nona Vannesa.. kuatkan diri anda..!!"


Vannesa terlihat tidak bersemangat, ada kegetiran dalam dirinya setiap kali akan mengumumkan berita kematian Mr. Daniel, sangat berat beban yang diemban seorang Vannesa..


Namun harus sampai kapan, tidak mungkin dia memendam berita itu selamanya..


"Pak Rafael..!" sambung Vannesa


"Saya akan mengumumkan berita itu..!! tolong anda buatkan konsep dan juga strateginya sebelum pukul 13.00 besok.."


"konsep dan strategi..?" ulang Rafael


ke esokkan harinya


Situasi menjelang siang di gedung itu mulai ramai dari para staf dan karyawan membahas terkait pertemuan internal akbar itu, banyak dari mereka yang berspekulasi tentang keberadaan seorang Mr. Daniel..


sementara Vannesa sudah terlihat dari pagi sibuk mempersiapkan konsep dan strategi bersama dengan Rafael..


"Pertemuan seperti ini jarang terjadi.." kata seorang manager accounting, pak agung yang terlibat pembicaraan serius dengan pak andra, manager operasional


"Betul sekali pak agung, saya sependapat.. apakah mungkin ini terkait dengan Mr. Daniel.." ucap pak andra serius


"Kemungkinan pak andra, mengingat sudah empat bulan lebih Mr. Daniel tidak terlihat dan tampuk pimpinan dikendalikan secara penuh oleh Tuan Rafael.."


"Apakah yang terjadi dengan Mr. Daniel..?" tanya pak agung


"Semoga bukan sesuatu yang buruk pak agung..!"


perbincangan mereka terhenti tak kala di luar lobby terjadi keributan para sekuriti, pak andra keluar lobby.. di ikuti pak agung dan beberapa karyawan lainnya melihat situasi di luar gedung.. team sekuriti seperti kebingungan, tampak dua orang lagi berada di pinggir jalan raya, melihat dengan serius dengan semua taksi yang lewat, yang lain tampak berlari kesana dan kemari.. pak andra memanggil dua sekuriti yang berada di pelataran lobby

__ADS_1


"Ada kejadian apa pak pranoto..?"


"Tuan Daniel pak andra.." kata-kata petugas itu terbata bata


"Mr. Daniel..?" pak andra kebingungan


"Apa maksud pak pranoto..?"


"Tuan daniel berada di dalam taksi pak andra.. kami tidak berani menstop taksi itu.." sambung pak pranoto


"Sebuah taksi masuk pelataran dengan kaca jendela belakang terbuka lebar, kami melihat Tuan Daniel seperti mencari-cari sesuatu.." sekuriti lain mencoba menjelaskan


"Kalian pasti salah lihat.." ujar pak agung yang berdiri persis di sebelah pak andra


"Kami tidak salah lihat pak agung, itu adalah Tuan Daniel.."


"Mr. Daniel tidak mungkin naik taksi.." teriak pak andra


Vannesa tampak berjalan keluar lobby di ikuti pak Rafael disampingnya, Vannesa dan Rafael tidak mengetahui kejadian di luar lobby, melihat sosok itu semua jadi bubar.. menertibkan diri masing-masing


"Maaf nona Vannesa..!" Cindy memberanikan diri memberitahukan kejadian yang baru saja di lihat para sekuriti..


"Ada apa Cindy..?" Rafael lah yang menjawab, sementara Vannesa hanya melihat reaksi muka Cindy yang sedikit bias..


"Tadi para sekuriti mengatakan bahwa mereka melihat Mr. Daniel berada dalam taksi masuk ke pelataran gedung lalu keluar lagi.."


seketika dokumen yang ada di tangan Vannesa terjatuh.. Vannesa terdiam, kemudian Rafael memungut dokumen itu dan memberikan kembali ke Vannesa..


"nona Vannesa.. nona..!" suara Rafael menyadarkan Vannesa


"Maafkan kelancangan Cindy nona Vannesa.." suara Cindy terdengar ketakutan melihat keadaan Vannesa yang tiba-tiba syok..


"Kembali kerja.. Cindy..!" perintah Rafael


Vannesa masuk kembali ke ruangan kerjanya mimik wajahnya terlihat tegang, tidak seperti biasanya, Rafael meminta maaf atas ucapan sekretaris Mr. Daniel, cindy.. Rafael mengerti tidak mungkin mereka melihat orang yang sudah meninggal dunia dan apalagi itu terjadi ditengah hari bolong seperti ini..


"Tidak apa-apa pak Rafael..!" jawab Vannesa mencoba bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.


"Tolong tinggalkan saja saya sendiri.."


"Baik nona Vannesa.."


Vannesa berpikir keras, apakah mungkin sosok yang mereka lihat itu adalah Calvin, Vannesa tidak mengerti..

__ADS_1


"oohh tidak mungkin rasanya..!"


Tidak mungkin Calvin bisa sampai kesini dan tau tentang dirinya di kawasan ini..


__ADS_2