
"Apa yang terjadi Vannesa..?" Calvin mengernyitkan dahi melihat gelagat dari seorang Vannesa kemudian meraih beberapa dokumen dari tangan wanita itu.. Laporan pengambil alihan proyek jangka panjang pengembangan dan perluasan Candile County Business Distrik dengan Direktur utama Rafael Wicaksono, serah terima jabatan dilakukan secara live Virtual oleh Mr. Daniel, Rafael dan pemenang Tender Proyek tsb, mata Calvin terbelalak lebar melihat nominal yang tertera disana 5,2 triliun Rupiah..
"Haaaahhhh...!!!" spontan teriak Calvin yang membuat bergedik seorang Robert, Gerry dan Viktor..
Tidak percaya dengan apa yang di saksikan oleh matanya, seorang Rafael.. orang yang sangat dipercaya, seseorang yang telah dibantu dan diberikan kepercayaan hingga menjadikannya orang besar dan Mr. Daniel telah membuatnya kaya seperti saat ini, Rafael malah tega melakukan tindakan bejat dengan melakukan trik balik nama licik
Vannesa bergerak meraih gagang telp, memerintahkan secretaris Cindy untuk memanggil Rafael segera menghadap ke ruangan Mr. Daniel..
"Cindy.. kamu panggilkan manusia bejat Rafael segera menghadap ke ruangan Mr. Daniel, Sekarang..!!" suara Vannesa terdengar sangat marah dan tegas..
"Baik nona Vannesa, segera.." Cindy terdengar sangat ketakutan, gadis itu merasakan pertama kalinya nona Vannesa mengeluarkan kata-kata keras seperti itu,
Sementara di ruang lobby utama dua orang terlihat datang dan mencoba langsung menggeruduk ruangan tempat Richard dan Cobra beraksi.. namun langkah ke dua orang tersebut dihentikan oleh empat security gedung yang saat itu bertugas didalam lobby utama..
"Minggir..!!" teriak salah satu tamu tak diundang tersebut
"Maaf.. tuan !" ucap seorang security mencoba bersikap ramah
"Silakan ikuti prosedur gedung jika ingin bertamu ke sini.."
"Kamu tidak tau siapa Saya, hah..!" suara laki-laki yang tak diharapkan itu semakin keras, hingga mengundang semua karyawan dan staf disana untuk mengetahui kejadian apa yang sedang terjadi..
"Siapa pun anda dan dari divisi mana anda berasal, silakan hormati dan ikuti prosedur standar gedung.."
"Kami tidak membutuhkan prosedur itu.."
"hhahh"
Terjadi sedikit ketegangan dan saling dorong diantara ke empat Security dan kedua tamu tak diundang itu..
Seorang Roland yang sedari tadi mengamati gerak gerik kedua tamu tersebut akhirnya terbaca bahwa kedua laki-laki tersebut merupakan suruhan dari perusahaan asuransi karyawan, dan mereka mendapat perintah untuk mengecek siapa yang telah meretas dan mengunci sistem komputer perusahaan tersebut..
__ADS_1
"Minggir..!!" bentak kedua tamu tak diundang tersebut sambil mengibaskan tangannya ke arah security
"Berhenti..!" seorang roland dengan perawakan tubuh tegap berteriak dan menambah gaduh area lobby yang telah di penuhi para staf dan karyawan yang ingin menyaksikan peristiwa itu
"Silakan anda berdua keluar dari gedung ini..!"
"Hahh.. siapa kamu ? berani menyuruh kami pergi dari sini..!" ucap tamu tak diundang
Sementara itu lima orang security yg bertugas di area luar bergegas masuk ke dalam lobby setelah mendapat laporan soal keributan didalam lobby..
"Ada apa ini..?" salah satu security yang dituakan berkomentar
"Itu pak, dua orang tamu tak diundang mencoba membuat keributan..!" teriak salah satu karyawan yang melihat kejadian
Kedua tamu tak diundang itu tak terima dan mencoba mendaratkan pukulan ke wajah salah satu security.. namun reflek dan insting petugas keamanan sehingga pukulan itu luput dari sasaran
"Plakk..!"
keributan itu mengundang Calvin dan Vannesa menghampiri tempat kejadian setelah mendapatkan laporan dari Cindy bahwa ada dua orang mencoba membuat kegaduhan didalam gedung..
"Siapa yang berani membuat keributan disini..?" suara Calvin membuat senyap seketika
"Tu.. tuan Daniel mr. Mr. Daniel..!" ucap salah satu tamu tak diundang itu gelagapan dan seketika wajahnya pucat bias..
"Bukankah anda sudah mening..!"
"Bawa mereka ke ruangan saya..!" potong Calvin cepat yang mengetahui arah pembicaraannya.. Calvin langsung menyadari ada sesuatu yang tidak beres karena dua orang tamu tak di undang itu seolah telah mengetahui bahwa Mr. Daniel telah meninggal dunia, bukankah hanya seorang Rafael yang mengetahui akan hal itu..
Empat orang security segera meringkus dan membawa mereka masuk keruangan Mr. Daniel.. Calvin berbalik arah menuju ruangannya diikuti Vannesa dan robert team, namun pandangannya terhenti melihat sosok Rafael yang mencoba menyelinap keluar gedung..
"Tangkap orang itu..!" teriak seorang Vannesa yang membuat semua orang merinding dan tak berani menerima perintah karena mereka mengetahui bahwa sosok itu adalah Rafael bos ke dua setelah Mr. Daniel
__ADS_1
"Roland..!" lanjut teriak Calvin menyadari situasi dan segera memerintahkan seorang Roland karena tidak ada yang berani menerima perintah seorang Vannesa..
"Tangkap Rafael segera..!!
"Siap.. Mr. Daniel..!" mendapat perintah dari seorang Mr. Daniel, Roland langsung bertindak yang di ikuti oleh beberapa security..
Tak membutuhkan waktu lama Rafael berhasil di bekuk dan segera di bawa ke ruangan Mr. Daniel
semua staf dan karyawan tanpa terkecuali termasuk semua security menjadi merinding dan bingung kenapa seorang Rafael diperlakukan seperti itu, apa yang telah dilakukannya..? pasti sesuatu yang besar telah terjadi atau mungkin Rafael melakukan tindak korupsi, banyak tanya diantara semua staf dan karyawan atas kejadian dua tamu misterius dan sosok Rafael sendiri..
Vannesa memandang tajam ke arah Rafael setelah mereka berada didalam ruangan Mr. Daniel..
"Pak Rafael..! anda telah menipu saya.." suara lantang seorang Vannesa menerjang Rafael
"Memang saya yang telah memerintahkan anda untuk melakukan penanda tanganan secara virtual sesuai dengan permintaan anda karena investor ingin perbaharui MoU, saya telah mencarikan anda solusi dengan meminta bantuan seorang tenaga ahli yang bisa merubah wajah seseorang menjadi orang lain secara live Teleconferens.."
Vannesa berapi-api..
"tapi ternyata anda memanfaatkan semua itu dan membalik namakan perusahaan atas nama diri anda sendiri yang seolah-olah telah mendapat persetujuan dari Mr. Daniel.."
Vannesa meraih bukti dokumen dan melemparkannya tepat di wajah Rafael.. Rafael hanya bisa menunduk, dia telah memahami jika kelakuan bejatnya terbongkar.. semua karena keberadaan Calvin.. namun dia tidak berani membuka suara bahwa Calvin bukanlah Mr. Daniel karena dia tau semua orang pasti menganggap dia sudah mulai gila..
"No.. nn. nona Vannesa.. ma.. maafkan saya, sa.. saya tidak bermaksud korupsi uang perusahaan.." gelagapan seorang Rafael..
"Katakan apa yang semua saya katakan benar..?" bentak seorang Vannesa yang sudah merasakan jengkel, Rafael tidak menjawab namun pria itu hanya menganggukkan kepalanya..
"Bangsat.." ucap Robert emosi
"Berani-berani nya anda mengkhianati kepercayaan Mr. Daniel dan juga nona Vannesa..!"
Calvin memandang sinis ke arah Rafael dan juga ke dua tamu misterius yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya, mereka merasa di manfaatkan oleh seorang yang mengatakan kalau Mr. Daniel sudah meninggal dunia dan mereka bisa bebas menginvestigasi orang yang telah melakukan hacker dari gedung ini karena akan mendapatkan backup seorang Rafael..
__ADS_1
namun ternyata !!