
Calvin berpikir keras bagaimana sampai kesana tanpa bisa terlihat oleh orang sebayak itu, kemudian Calvin ingat bahwa untuk mencapai ruang VIP bisa melalui bestment, akses keluar masuk yang biasa digunakan karyawan Gedung Nusantara, namun yang menjadi masalah adalah pintu yang menuju lantai VIP melalui tangga darurat itu selalu terjaga oleh beberapa petugas keamanan, seorang Calvin tidak mungkin mendapat izin masuk karena bukan merupakan karyawan Gedung Nusantara..
Calvin tidak bisa menemukan cara lain, pemuda itu sangat mengetahui betul bahwa pintu akses keluar masuk bestment selalu di jaga oleh beberapa petugas keamanan.. tidak ada cara lain, selain menelepon seorang Robert kemudian memintanya untuk memerintahkan seorang Direktur Antonio, kemudian mengosongkan penjagaan di pintu akses tangga darurat bestment itu..
"Mengosongkan penjagaan akses pintu darurat bestment..?" sang Direktur mengernyitkan kening heran dengan permintaan seorang Robert..
"Apa yang terjadi Tuan Robert..? mengingat pintu itu merupakan akses keluar masuk bestment maka area itu tidak boleh luput dari penjagaan.." ucap Antonio cassa menjelaskan
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan tuan antonio, Lakukan saja saja selama satu menit, percayalah..!" balas Robert meyakinkan
Sang Direktur tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti perintah yang diminta oleh orang sekelas Robert, namun Direktur Antonio seperti mengerti dengan situasi ini, dimana seorang Mr. Calvin tak ingin terlihat dalam keramaian.. sementara Robert langsung memberitahukan Calvin bahwa perintah pengosongan penjagaan akses pintu darurat bestment selama satu menit telah dilaksanakan, Calvin mengamati dengan seksama kemudian melihat para penjaga sudah mulai meninggalkan area, Calvin berjalan perlahan menaiki tangga itu, kemudian melihat ke kanan dan ke kiri, semua tampak kosong dan tak ada siapa pun disana, Calvin segera menyelinap masuk kemudian jalan seperti biasa menuju ruang VIP.. tidak membutuhkan waktu satu menit Calvin sudah bisa melewati pintu itu dengan aman.. rasa lega karena sudah terlihat ruang VIP yang menjadi tujuannya..
Calvin menghentikan langkahnya persis berada didepan pintu ruang VIP dan dengan keyakinan penuh meraih handle pintu, namun disaat tangan itu hendak membuka pintu ruang VIP Calvin sangat terkejut mendengar suara seseorang wanita meneriakinya..
"Hei.. Siapa kamu..?" Calvin menoleh dengan wajah seketika tampak pucat kemudian seseorang itu mendekati Calvin
"Calvin..!! ini kamu..?"
"Aaku.. aakku, maaff.. aku mau.." Calvin tampak terbata-bata, jantungnya berdebar tidak beraturan, Calvin seolah lupa kalau ruangan VIP ini selalu standbye seorang resepsionis disaat pertemuan ataupun acara penting lainnya.. namun Calvin sangat mengenali wajah itu, seorang Andine.. karyawan resepsionis Gedung Nusantara, sepertinya Andien ditugaskan untuk menjaga pintu masuk Ruang VIP..
"Apa yang kamu lakukan di sini Calvin, kamu tidak boleh masuk kesana, karena saat ini akan datang tamu istimewa untuk penanda tanganan akuisisi Gedung Nusantara.."
"Maaf Andine.. aku.."
"Bagaimana kamu bisa berada di sini..? bukankah kamu sudah bukan karyawan Gedung Nusantara..?!?" Andine tampak kesal, wanita itu merasakan jika hal ini diketahui oleh atasannya maka andine akan mendapatkan sangsi..
"Benar Andine, saya bukan lagi karyawan Gedung Nusantara.."
"Lalu untuk keperluan apa kamu mencoba memasuki ruangan ini..?"
"Aaku.. aaku.." Calvin tak bisa memberikan alasan
__ADS_1
Namun disaat yang bersamaan Robert membuka pintu VIP, pria itu mendengar keributan di luar pintu, kemudian langsung menyadari bahwa itu adalah seorang Mr. Calvin yang terhalang oleh seorang resepsionis..
"Tidak apa-apa, kami yang mengundang saudara Calvin untuk perbaikan sistem komputer.." ucap Robert mencoba menetralisir keadaan
"Baik tuan Robert, maafkan saya..!" jawab Andine dengan menundukkan setengah badannya, kemudian wanita itu tampak kebingungan karena Calvin merupakan seorang Maintenance bukan seorang ahli software komputer, dan lagi Calvin bukan merupakan karyawan Gedung Nusantara.. namun wanita itu tak begitu memikirkan, andine hanya merasa lega karena kehadiran Calvin bukan suatu kesalahan..
Kemudian Calvin melangkah memasuki ruangan itu dengan perasaan lega karena merasa terbebas dari seorang andine yang telah memergokinya..
"Terima kasih Robert.." ucap Calvin setelah berada di dalam ruangan VIP
"Tidak masalah Mr. Calvin.."
"Setelah selesai penanda tanganan, saya akan langsung meninggalkan tempat.." ucap Calvin yang tak ingin berlama-lama di dalam ruangan itu
"Baiklah Mr. Calvin, saya mengerti.."
Mereka melangkah lebih kedalam, kehadiran seorang Mr. Calvin sudah sangat ditunggu oleh petinggi dari County Group dan juga petinggi dari Gedung Nusantara..
"Selamat siang Mr. Calvin.." ucap seorang Direktur yang merasakan sangat familiar dengan wajah itu, wajah yang sejatinya sering dia jumpai di Gedung Nusantara, namun Direktur Antonio tak berani membahas mengingat kedudukan Mr. Calvin jauh melampaui kedudukannya..
"Selamat siang..!" balas Calvin penuh dengan kharismatik
"Apakah sudah disiapkan semua dokumen akuisisi yang akan saya tanda tangani..?"
"Sudah Mr. Calvin.. silakan.." ucap Direktur Antonio penuh hormat kemudian memberikan akses untuk seorang Calvin segera menanda tangani
"Baiklah kalau begitu, kita langsung saja karena saya masih ada beberapa urusan.."
"Baiklah Mr. Calvin.."
Sang Direktur dengan sigap membuka beberapa dokumen yang akan di tanda tangani oleh Mr. Calvin disaksikan langsung oleh beberapa petinggi dari County Group dan juga seorang Direktur Antonio cassa..
__ADS_1
Penuh dengan percaya diri seorang Calvin meraih ballpoint yang telah disiapkan khusus kemudian..
Penanda tanganan berhasil, di ikuti dengan suara tepuk tangan yang sangat meriah dari para petinggi itu, Calvin kemudian menyalami mereka satu per satu
"Selamat Mr. Calvin.. selamat Mr. Calvin.."
Seorang Calvin seperti tak ingin membuang waktu, segera bergegas ditemani seorang Robert kemudian keluar dari ruangan itu..
"Terima kasih Robert.. anda cukup menemani saya sampai disini, biarkan saya keluar sendiri dari ruangan ini.."
"Baiklah Mr. Calvin.."
"Sampai jumpa.."
Calvin terlihat melangkah keluar dari ruang VIP, pemuda itu merasakan untuk keluar mencapai lobby aksesnya lebih mudah karena bisa langsung menyelinap masuk di area belakang panggung..
"Calvin, tunggu..!" Calvin mengenali suara itu, suara yang sempat melarang pemuda itu masuk ke ruang VIP, langkah Calvin terhenti, seorang Andine mendekat dan menatap penuh heran pemuda itu..
"Calvin..! Tidak, ini tidak mungkin.." ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya..
"Tidak mungkin apa, Andine..?"
"Tidak mungkin kamu Mr. Calvin..!" ucap sinis seorang Andine..
Calvin sedikit tersentak mendengar kecurigaan Andine..
"Apa maksud kamu, Andine..?" jantung Calvin kembali berdetak tidak beraturan
"Tentu kamu bukan Mr. Calvin, karena tidak mungkin seorang Mr. Calvin berpenampilan seperti ini dan aku tau persis siapa sebenarnya kamu.." ucap Andine dengan nada sangat sinis, sementara Calvin merasa lega dengan keyakinan wanita itu dan tak mempedulikan sikap sinisnya..
Calvin tampak acuh, kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan seorang Andine yang tampak melongo, kemudian Calvin langsung melewati arah belakang panggung dan keluar melalui pintu lobby utama melewati beberapa petugas keamanan..
__ADS_1
Tak lama berselang, sirine alarm tanda penanda tanganan selesai dilakukan mengaum keras di dalam lobby di iringi beberapa penari dalam pagelaran musik tradisional dan suara tepuk tangan dari semua orang sebagai tanda bahwa Gedung Nusantara telah resmi menjadi bagian dari County Group..
Kemudian tampak berjalan rombongan Robert dan Direktur Antonio menaiki panggung, dan saat itu juga ribuan bom kertas warna warni berhamburan di udara melayang memenuhi panggung..