Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 28


__ADS_3

'tok tok tok..'


Suara ketukan pintu ruangan itu terdengar ditelinga Calvin, pemuda itu seketika terlihat merasakan grogi, jantungnya berdetak tidak beraturan, Calvin berusaha bersikap tenang dan mengatasi grogi dalam dirinya..


"Masuk.." ucap Calvin setengah berteriak


Tampak ke lima orang yang dipimpin langsung oleh Direktur audit Robert memasuki ruangan, kelima orang tersebut pun terlihat sangat grogi melihat satu sosok seorang Mr. Daniel yang mereka anggap sangat besar dan sangat berpengaruh.. Calvin memanfaatkan gelagat dan situasi itu untuk menetralisir sikap canggungnya dan bersikap selayaknya seorang pemimpin sejati, secara mengejutkan percaya diri seorang Calvin tiba-tiba mampu menguasai sikap tegangnya


Calvin bangkit dari duduknya kemudian melangkah dan mengarahkan mereka untuk duduk di ruang meeting..


"Silakan duduk Pak Robert beserta team..!" ujar Calvin sangat meyakinkan.. seorang Robert tampak sedikit tak percaya dengan perlakuan pemuda yang mereka anggap Mr. Daniel itu, karena terakhir memberi laporan dirinya dan team hanya berdiri kemudian memaparkan hasil temuan kepada Mr. Daniel yang tetap duduk di meja kerjanya..


"Terima kasih Mr. Daniel.. terimakasih..!" ucap Robert memberi hormat dengan menundukkan kepalanya yang di ikuti oleh teamnya, kemudian mereka semua tampak duduk di sana..


"Baiklah.." ucap Calvin dengan suara dan intonasi yang sangat meyakinkan..


"Silakan Pak Robert, temuan seperti apa yang ingin anda sampaikan dan laporkan kepada saya.."


Robert terlihat sangat serius membuka lembar perlembar dokumen laporan yang mereka bawa..


"Maaf Mr. Daniel, ada tiga poin penting terkait perusahaan dan proyek pengembangan dan perluasan area yang harus mendapat tindak lanjut.." Calvin mengernyitkan keningnya, terkait perusahaan Calvin telah banyak mengetahui bahkan hampir semua informasi telah di dapatkan termasuk data staf dan karyawan namun terkait proyek pengembangan dan perluasan area Calvin tidak mengetahui sama sekali..


"poin pertama adalah, telah terjadi manipulasi data kepemimpinan yang di ubah secara individu oleh seorang Rafael.. kemudian yang ke dua.."


"Stop..!" suara Calvin mengejutkan pak Robert

__ADS_1


"Definisikan poin pertama sebelum masuk poin ke dua.." Pak Robert merasakan hal yang aneh, belum pernah Mr. Daniel meminta dirinya untuk menjelaskan dan memaparkan laporan.. Mr. Daniel biasanya hanya meminta dokumen laporan kemudian pemaparan secara garis besar selanjutnya mengintruksikan semua laporan untuk diletakan di atas meja, tidak pernah diminta untuk mengutarakan pendapat apalagi untuk mendefinisikan.. seorang Mr. Daniel terbiasa mengambil keputusan sendiri tidak pernah meminta pertimbangan seseorang apalagi pertimbangan dari seorang Robert.


Kemudian Robert mencoba untuk mendefinisikan..


"Mohon maaf Mr. Daniel, Pak Rafael telah melakukan perubahan akta AD/ART perusahaan atas nama Pak Rafael.. Penggabungan, peleburan, atau pengambilalihan perseroan yang tidak disertai perubahan anggaran dasar, dalam hal ini hanya kepemilikan dari nama Mr. Daniel ke nama pak Rafael.. Namun poin ini bisa di mengerti jika perubahan ad/art kepemilikan mendapat persetujuan dari Mr. Daniel.."


Tentu saja Calvin sangat mengerti tindakan Rafael mengingat Mr. Daniel telah meninggal dunia..


"Bagaimana dengan rekening perusahaan kemudian data keuangan perusahaan, apakah ada tindak kecurangan.." tanya Mr. Daniel


"Baik Mr. Daniel, untuk informasi technologi elektronik mungkin bisa dijelaskan langsung oleh pak Richard.." ucap pak Robert menunjuk pak Richard yang berada di sebelahnya.. Richard merupakan ahli software program yang bertugas mengontrol transaksi elektronik perusahaan atas nama Mr. Daniel..


"Silakan.." jawab Calvin


"Saya telah menelusuri data keuangan perusahaan sampai ke rekening perusahaan.. ada beberapa transaksi pemindahan rekening ke atas nama Rafael, untuk detilnya saya sudah membuatkan ke dalam bentuk laporan.." kata pak Richard sambil memberikan laporan yang dimaksud..


Calvin kaget melihat nominal yang tertera di sana, namun pemuda itu harus bisa menguasai diri dan bersikap lebih tenang..namun itu belum bisa dikatakan sebagai bentuk kecurangan atau pun korupsi


"Apakah ada bentuk kecurangan dalam dalam skala besar yang terekam secara elektronik dalam data keuangan perusahaan..?" lanjut Calvin bertanya


"Baik Mr. Daniel, jika kecurangan yang dimaksud adalah korupsi pak Rafael maka jawabnya adalah Nihil Mr. Daniel.. namun ada jejak elektronik yang dikatagorikan sebagai penggelapan dana dan di ketahui oleh pak Rafael.. mohon izin, ini bentuk laporannya.." Richard kembali memberikan berkas laporan ke Mr. Daniel


"Baiklah kalau begitu.. next.." ucap Calvin mulai percaya diri


Robert kembali menjelaskan

__ADS_1


"Mohon maaf Mr. Daniel, poin ke dua adalah team audit telah menemukan satu Kasus korupsi yang memiliki nilai fantastis yaitu kasus Global Asuransi Perusahaan, kami belum mengerucut pada satu nama karena wewenang penyelidik tidak termasuk diranah kami.. oleh karena itu kami memberikan data kepada Mr. Daniel Pasalnya, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 3 triliun.." Mata Calvin terbelalak, Calvin mengetahui dari Vannesa bahwa perusahaan Global Asuransi tsb merupakan perusahaan sentral yang menaungi asuransi karyawan di seluruh perusahaan atas nama group Candile County yang memiliki peserta asuransi sampai jutaan orang.. Calvin selintas berpikir bahwa ini bisa berdampak buruk bagi semua perusahaan atas nama Mr. Daniel dan bisa memicu gelombang protes dari seluruh karyawan..


"Nilai tersebut berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan (LHP) kerugian perusahaan atas kasus tersebut.. Pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) ke Bank peserta telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan.. Kemudian untuk penetapan sebagai bank peserta secara sistematik telah merugikan perusahaan sebesar 3,7 triliun rupiah.." Robert sangat antusias memaparkan laporan, sementara Calvin panas dingin mendengar laporan itu.. Calvin menjadi mengerti, itulah sebabnya seorang Robert sangat mendesak Vannesa agar mereka segera bertemu dengan Mr. Daniel


"Kasus ini bisa menyeret beberapa nama besar jika Mr. Daniel mengeluarkan Kebijakan Darurat penyelidikan dan penyidikan secara global di seluruh cabang dan anak cabang perusahaan.."


Calvin tampak sedikit pucat, ngeri dengan yang telah terjadi.. pemuda itu sebenarnya sudah memperingatkan Vannesa pasca meninggalnya Mr. Daniel.. walaupun Vannesa menganggap hanya seorang Rafael yang mengetahui dan tidak mungkin Rafael mengkhianati Vannesa..


"Kemudian poin ketiga adalah pengambil alihan empat proyek Candile County Business Distrik jangka panjang yang di tanda tangani.." Robert berhenti menjelaskan.. wajahnya terlihat pucat


"Siapa yang telah menanda tangani..?" tanya Calvin dengan tatapan yang tajam


"Maaf Mr. Daniel.. penandatanganan di lakukan secara live virtual oleh anda sendiri.."


"Tidak mungkin.." teriak Calvin


"Betul Mr. Daniel, saya juga berpikir demikian.. tidak mungkin seorang Mr. Daniel mengambil alih dan menyerahkan empat proyek alat berat atas nama Mr. Daniel sendiri.." Calvin merasa bahwa Vannesa telah di pecundangi oleh orang-orang kepercayaan Mr. Daniel sendiri, ini adalah kasus besar dan tidak mungkin terjadi jika Mr. Daniel masih hidup..


"Seseorang telah berbuat kecurangan yang sangat fatal.." gerutu Calvin


"Semua ini terjadi disaat Mr. Daniel tidak ada di sini.." lanjut Robert


"Oke Robert, lanjutkan.." ucap Calvin


"Empat proyek tersebut di luar proyek pengadaan mobile crane dan quay crane container yang dugaan korupsinya mencapai Rp 2 triliun.. Dalam kasus ini, diduga penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan dalam penunjukan langsung HDHM dari perusahaan lain dalam pengadaan tiga unit QCC.." ucap pak Robert sambil merapikan semua berkas dan dokumen yang menjadi bahan penjelasannya.. Otak Calvin mulai merasakan panas, betapa berani orang-orang yang melakukan semua ini, Calvin berpikir keras.. 'tentu saja mereka sangat berani karena Mr. Daniel sudah meninggal dunia..'

__ADS_1


__ADS_2