Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 41


__ADS_3

Setelah dua hari berlalu Calvin merasa sangat merindukan sosok Vannesa dan juga Vannia, pemuda itu tampak terus merenung memikirkan keadaan orang yang dicintainya itu kemudian seorang Vannia kecil.. Calvin sangat berharap tidak terjadi apa-apa terhadap gadis kecil yang pintar dan juga cantik itu..


Dalam kesendirian itu tiba-tiba ponsel Calvin berdering, dengan cepat Calvin meraih ponsel itu dan berharap seorang Vannesa menghubungi dirinya, sangat jelas di layar ponsel itu panggilan atas nama Robert, Calvin tidak begitu semangat untuk menjawab namun untuk kepentingan perusahaan yang telah dipercayakan oleh seorang Vannesa, Calvin tak ingin sesuatu terjadi..


"Ada apa Robert..?" ucap Calvin setelah mendekatkan ponsel itu ke telinganya..


"Mr. Calvin.. besok siang telah di jadwalkan penandatanganan akuisisi di Gedung Nusantara..!"


"Haahhh..!" Calvin tersentak kaget


"Apa yang terjadi Mr. Calvin..?" Robert sedikit kaget mendengar keterkejutan seorang Calvin


"Kenapa harus di Gedung Nusantara Robert..? Apakah tidak bisa dilakukan ditempat lain..?" Calvin hanya tak ingin identitasnya diketahui orang-orang, mengingat Gedung Nusantara sudah sangat familiar dengan seorang Calvin..


"akan ada RUPS terlebih dahulu Mr. Calvin, telah disepakati untuk diadakan di Gedung Nusantara itu sendiri, setelah membuat Surat Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham sebagai pengganti RUPS, setelah semua selesai para staf dan karyawan inginkan pidato singkat dari CEO sebagai bentuk perkenalan dari seorang CEO baru.."


Calvin panas dingin mendengar penjelasan itu, tidak mungkin Calvin melakukan semua itu, mengingat Calvin sudah sangat dikenal di lingkungan itu..


"Tidak bisakah anda wakilkan kehadiran saya, Robert..?"


"Tidak bisa Mr. Calvin.. ini merupakan penanda tanganan peralihan kepemilikan saham atas perusahaan.." Calvin terdengar sedikit kecewa


"Robert..! kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya..?


"Sudah Mr. Calvin, saya telah menginformasikan tiga hari yang lalu.. Mr. Calvin menyerahkan semua ke saya untuk mengatur semuanya..!"


Calvin mencoba mengingat, kemudian pemuda itu sadar bahwa hari itu disaat Robert menelepon, Calvin sedang menghadapi situasi sulit akan bertemu seorang Aini sehingga fokusnya terpecah, Calvin diam sejenak tak menjawab kata-kata itu..


"Mr. Calvin..?" ucap Robert mencoba memastikan


"Baiklah Robert.. Baiklah..!" lanjut Calvin setengah kecewa..


Calvin sangat terpaksa mengatakan itu, sebagai seorang pemimpin, Calvin sadar bahwa ucapan adalah bentuk dari tanggung jawab.. sehingga Calvin harus menerima apa yang telah menjadi perintahnya..


"Baiklah.. Terima kasih mr. Calvin.."

__ADS_1


Calvin mengalami situasi sulit, pemuda itu mencari strategi agar identitasnya tidak diketahui.. pemuda itu kembali ingat seorang Vannesa, walau bagaimana pun Vannesa mengetahui keinginan seorang Calvin untuk menyembunyikan identitasnya dilingkungan Gedung Nusantara.. namun pemuda itu tiba-tiba ragu untuk menghubungi seorang Vannesa, Calvin hanya tak ingin mengganggu pemulihan diri wanita yang sangat dicintainya itu..


Di hari itu, jadwal penanda tanganan di gedung Nusantara, Calvin tampak datang lebih awal, pemuda itu ingin memastikan waktu dan lokasi penanda tanganan dilaksanakan, sehingga pemuda itu bisa mengatur strategi.. namun..!


Betapa terkejutnya seorang Calvin, menyaksikan dekorasi penyambutan ini, tampak sangat spesial dan istimewa..


Di pelataran gedung itu terpasang spanduk-spanduk bertuliskan County Group bersanding dengan tulisan Gedung Nusantara berikut gambar lambang ke dua perusahaan yang tersusun dan berbaris sangat rapi hingga mencapai pintu masuk lobby utama..


Di atas pintu masuk itu sangat jelas bertuliskan SELAMAT DATANG news CEO from County Group.. Calvin berdecak kagum begitu memasuki lobby utama dekorasi itu menyerupai pesta akbar sebuah gedung.. Calvin tampak melongo, betapa suasana penyambutan ini laksana peresmian dan pemotongan pita sebuah perusahaan..


"Calvin.." pemuda itu tersentak saat mendengar namanya di panggil seseorang, Calvin menoleh ke arah sumber suara itu kemudian langsung mengenali bahwa itu adalah Tika, seorang asisten manager yang terakhir berkonflik karena merasa Calvin telah semena-mena memutuskan pertunangan dengan adik kandungnya, Alissa..


"Kamu tidak boleh masuk kesini jika tidak memiliki undangan resmi atau bukan bagian dari staf dan juga karyawan.." ucapnya angkuh


"Maaf.. saya hanya melihat-lihat.."


"Hari ini kami akan kedatangan tamu penting dari Candile County Business Distrik.. kamu pasti tidak mengenal CEO County Group.. orang yang paling berpengaruh dan juga merupakan orang terkaya di ibukota dan kini CEO itu adalah bagian dari pemilik Gedung Nusantara" ucap sombong seorang tika kemudian Calvin hanya terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya..


"Ya sudah kalau begitu, silakan kamu berada diluar dan bergabung dengan orang-orang yang bukan staf dan juga orang-orang yang tidak memiliki undangan.." sambung wanita itu lagi sambil menggibas-gibaskan kedua telapak tangannya untuk mengusir seorang Calvin..


"Baiklah, maaf.." lirih seorang Calvin menerima perlakuan tidak senonoh itu.. sebenarnya Calvin sangat ingin sekali membentak wanita itu, namun percuma.. situasi itu malah akan membuat Calvin menjadi pusat perhatian mengingat semua orang disana mengenal sosok Calvin sebagai mantan karyawan disini, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui siapa sebenarnya seorang Calvin..


"Calvin.." pemuda itu kembali mendengar namanya di panggil seseorang, namun kini suara itu sangat dikenalnya.. dia adalah seorang aldo, seorang sahabat disaat Calvin masih bekerja di Gedung Nusantara ini sebagai karyawan Engeenering..


"Aldo..!" ucap Calvin senang dengan kehadiran seorang aldo


"Kamu disini juga..?" tanya aldo dengan senyum lebar karena merasa bahwa aksinya kemarin telah membuahkan hasil..


"Aku hanya melihat-lihat saja aldo.. aku sangat tertarik dengan semua dekorasi ini, sangat mengesankan..!"


"Betul sekali Calvin, namun jika kamu mau, aku bisa memberikan undangan masuk, kamu bisa langsung menyaksikan beberapa kesenian, budaya dan beberapa aksi panggung lainnya.."


"Tp aku bukan karyawan lagi disini.aldo..?"


"Tidak masalah Calvin, banyak orang luar juga yang diundang ,karena animonya memang sangat tinggi.. mereka juga ingin sekali menyaksikan itu, kemudian mereka juga ingin sekali melihat secara langsung sosok orang yang paling berpengaruh itu.."

__ADS_1


inilah sebenarnya salah satu yang membuat Calvin kurang percaya diri dan tak ingin identitasnya diketahui orang, karena sosok itu, sosok seorang CEO yang sebenarnya walaupun secara fisik dan wajah Calvin sangat memungkinkan namun setelah mereka tahu bahwa Calvin merupakan sosok yang lain dan bukan sesungguhnya seorang Mr. Daniel.. apa yang akan mereka katakan..?


"Baiklah aldo.. terima kasih.." lirih Calvin datar


aldo menyerahkan undangan itu kemudian berlalu dari hadapan Calvin..


Tak lama berselang, Ponsel Calvin berdering, pemuda itu dengan segera meraih ponsel itu dari dalam saku celananya, Calvin mengharapkan telepon dari seorang Robert kemudian dapat menemukan solusi buat dirinya, namun Calvin tersentak, tampak jelas di layar panggilan itu nama seorang Vannesa.. pemuda itu terlihat setengah panik, takut sesuatu yang buruk terjadi.. Calvin langsung mendekatkan ponsel itu ke telinganya


"Vannesa.." Calvin terdengar panik


"Maaf Calvin, aku tidak bisa datang menghadiri acara penanda tanganan itu..!"


pemuda itu sangat bersyukur karena Vannesa terdengar sehat wal afiat..


"Aku mengerti Vannesa.. jangan terlalu dipikirkan, yang penting kamu baik-baik saja..!"


"Aku baik-baik saja Calvin, bagaimana dengan kamu sendiri..?" sungguh bahagianya Calvin mendengar kabar baik itu, seperti ada beban yang terlepas


"Aku juga baik-baik saja Vannesa, bagaimana dengan Vannia..?"


"Vannia sehat Calvin walau sesekali menanyakan kenapa papanya tidak pulang bersamanya, namun jangan khawatir Calvin.. aku bisa mengatasinya.." ucap Vannesa menyakinkan seorang Calvin


"Terima kasih, sayang.."


"Calvin.. Aku sudah berbicara dengan Robert untuk menjaga identitas kamu disana.." Vannesa berhenti sejenak kemudian melanjutkan kata-katanya


"Jadi kamu tidak perlu hadir secara langsung didepan banyak orang, sesuai seperti yang kamu inginkan.."


"Terima kasih Vannesa.. Baiklah ..!"


"sukses ya Calvin.. semoga acaranya berjalan dengan lancar.."


"Vannesa..!" potong Calvin cepat


"Aku rindu kebersamaan kita, sayang.." ucap Calvin lembut

__ADS_1


"Aku juga Calvin.. betapa aku rindu dengan kehadiran kamu.."


Calvin mengakhiri panggilan itu penuh dengan kebahagiaan, pemuda itu seperti mendapatkan angin segar, tak peduli walaupun acaranya tidak berjalan lancar sekalipun, Calvin hanya ingin mendengar bahwa Vannesa dan juga Vannia dalam keadaan baik-baik saja..


__ADS_2