
"Apa..!" teriak sang bunda saat mengetahui Calvin anaknya telah memutuskan pertunangan dengan Nur aini secara sepihak..
"Calvin memiliki wanita lain..!!" tampak bu Nurul shock..
"Bu.. ibu harus sabar.." Vivi mencoba menenangkan sang bunda
"Kita dengarkan dulu penjelasan kak Calvin nanti setelah kak Calvin pulang.."
"Ustadzah Nurul.." ustadz Jafar sang ayah Nur aini bersuara
"Kita harus tunda tanggal pernikahan anak-anak kita, vivi sangat betul sekali, ada baiknya kita tunggu sampai Calvin pulang dan menjelaskan semuanya kepada kita.."
bu Nurul nampak sangat terpukul, wanita setengah baya itu tidak menyangka Calvin berbuat seperti itu kepada ibunya sendiri dan juga kepada Nur aini..
"Nur aini.." ucap bu nurul memahami perasaan gadis itu
"Ibu tak tau harus mengatakan apa kepada kamu, namun ibu akan pastikan bahwa Calvin akan menikah dengan Nur aini.."
"bu Nurul.." ucap aini lembut
"Aini sudah menerima apapun keputusannya, aini sudah tidak lagi mengharapkan Calvin.. biarlah Calvin dengan keputusannya, mungkin itu memang yang terbaik buat Calvin.. aini ikut berbahagia.." aini nampak tegar walaupun mata gadis itu terlihat sedikit berkaca-kaca
Bu Nurul sangat tersentuh dengan ucapan gadis itu, betapa mulianya hati Nur aini.. bu Nurul merasa sangat terpukul dengan kejadian ini, bagaimana mungkin wanita sebaik dan secantik Nur aini di sia-siakan oleh Calvin, ini merupakan kali pertama Calvin membantah keinginan ibunya..
Bu Nurul masih terngiang tatkala Calvin memutuskan akan menikah, kala itu sebenarnya Bu nurul tidak menyetujuinya, namun bu Nurul tidak ingin melihat Calvin kecewa dan secara terpaksa merestui pernikahan mereka.. nyatanya setelah menikah Calvin sangat di kecilkan oleh keluarga perempuan karena miskin dan tidak punya apa-apa, Calvin dihina dan tidak dihormati.. bu nurul merasa terpukul, akhirnya jatuh sakit dan harus dirawat dirumah sakit sampai akhirnya di vonis memiliki penyakit kangker
Namun kini harapan bu Nurul terhadap Nur aini bisa membawa Calvin dalam kebahagiaan.. namun Calvin malah memutuskan hubungan pertunangannya dengan Nur aini secara sepihak, kondisi kesehatan bu Nurul kembali drop.. sempat mengalami demam tinggi dirumah namun akhirnya kembali masuk rumah sakit, bu Nurul dirawat di rumah sakit Carolus tempat dimana bu nurul pernah dirawat disana..
"Vivi.. kamu sabar ya.." ucap aini mencoba menenangkan vivi dirumah sakit..
"Kita do'a kan semoga ibu cepat pulih seperti semula.."
__ADS_1
"Aamiin kak aini, terima kasih.."
tak lama berselang, seorang Dokter masuk ke ruangan itu dan memeriksa keadaan bu Nurul, namun Vivi sempat bingung karena Dokter yang memeriksa ibunya adalah Dokter yang memeriksa sewaktu Bu nurul dirawat di bangsal VVIP..
"Nyonya Nurul hari ini akan kami pindahkan keruangan VVIP.." ucap Dokter berbicara kepada aini dan Vivi
"Maaf Dokter, tp.."
"Pihak rumah sakit telah mendapatkan uang jaminan perawatan pasien bernama Nyonya Nurul berupa deposit dari seseorang perempuan yang bernama Vannesa.." kata Dokter memotong ucapan vivi
Vivi tidak tampak terlihat kaget karena gadis itu telah memberitahukan sang kakak melalui kontak darurat yang diberikan Calvin.. vivi menjelaskan kalau ibunya kembali masuk rumah sakit, gadis itu menyimpulkan bahwa kakaknya lah yang telah berbicara dengan Vannesa.. namun bagi aini, wanita itu tampak sekali terkejut, aini sangat paham bahwa ruangan VVIP tidak sembarang orang bisa dirawat disana, karena biayanya yang sangat mahal..
"Baik Dokter.. terima kasih.." ucap vivi sumringah, kemudian sang Dokter meninggalkan ruangan
"Vannesa..!!" ucap aini tidak mengerti
"vivi.. siapa wanita yang bernama Vannesa ini..?" tanya aini kemudian
Aini mengernyitkan kening, gadis itu menyimpan satu pertanyaan dalam hatinya tentang perempuan yang bernama Vannesa ini..
"Maksud vivi.." tanya aini
"Sebenarnya kak Vannesa adalah dewa penolong bagi keluarga kami kak aini.." vivi mulai bercerita kalau ibunya belum lama ini pernah masuk rumah sakit dan dirawat di rumah sakit ini juga..
"Saat itu kak Calvin dan vivi bingung harus mencari biaya rumah sakit yang begitu besar, kak Calvin coba meminjam uang di perusahaan tempat kak Calvin bekerja, namun jauh dari kata cukup.. setelah beberapa hari tiba-tiba kami mendapat berita bahwa ibu telah mendapatkan biaya deposit sebesar Satu Miliyar Rupiah untuk perawatan ibu sampai sembuh.. semua fasilitas dan Dokter specialis di tunjuk untuk merawat ibu, termasuk penempatan ruang VVIP.." tampak sekali raut wajah aini terkejut luar biasa,
"Satu miliyar rupiah..!!" aini merinding
"Tidak sampai disitu kak aini, Vivi pun mendapatkan Beasiswa penuh di sekolah sampai vivi lulus dari sekolah itu, bahkan biaya tunggakan pun terlunaskan.." vivi menghela nafas, sementara aini masih tampak terkejut
"kak Calvin juga demikian, semua hutang perusahaan kak Calvin sudah dilunaskan padahal kak Calvin belum membayar sama sekali.."
__ADS_1
Aini tampak melongo setengah tak percaya
"Siapa yang telah melakukan semua itu, vivi..?" tanya aini penasaran
"Kak Vannesa lah orang yang telah melakukan semua itu kak aini, kak Vannesa adalah dewa penolong bagi keluarga kami.." jawab Vivi
"Vannesa..!!" aini tampak sekali masih dalam kebingungan
"Apa hubungannya Vannesa dengan keluarga vivi..?" tanyanya kemudian
"Awalnya kami tidak tahu ada apa di balik ini semua, akhirnya semua terjawab di saat kakak Calvin berhasil mengetahui nama seorang Vannesa yang tinggal di kota.. kemudian kak Calvin berangkat ke kota menemui kak Vannesa.."
"Lalu apa yang terjadi vivi..?"
"Vannesa ternyata orang yang sangat kaya.. memiliki satu orang anak dan seorang suami yang telah meninggal dunia, kak Calvin ternyata memiliki wajah yang sama persisi dengan wajah almarhum suaminya, bukan hanya mirip tp seolah kak Calvin adalah sebuah reinkarnasi.."
"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi..?" gumam aini
tp terlepas dari itu aini seperti tersadar dan mengetahui bahwa ternyata Vannesa inilah seorang yang telah menjadi penghalang bagi pernikahannya, namun dia tak mengira kalau ternyata Calvin sangat materialistis.. yang dia tau Calvin pemuda yang baik, apa adanya, pemuda yang jujur dan juga bertanggung jawab.
"Kak Calvin bukan tipe orang yang materialistis kak aini.." vivi seperti tau akan isi hati seorang aini, gadis itu masih tampak mendengarkan
"Kak Calvin sangat tidak tega dengan seorang anak yang menganggap kak Calvin adalah papanya.. anak kecil itu masih polos, masih belum mengerti jika papanya sudah meninggal dunia.. betapa anak itu tidak mau berpisah dengan kak Calvin, tangisan anak itu sangat histeris, pelukannya tak mau dilepas, tangannya mencengkram kuat dileher kak Calvin sampai akhirnya tertidur dipelukkan kak Calvin.. anak kecil itu adalah anak kak Vannesa.."
Aini jadi mengerti, gadis itu sangat paham betul tentang Calvin, tentang kasih sayang Calvin, apalagi Calvin sangat menyukai anak kecil dan Calvin adalah tipe orang yang sangat mudah tersentuh..
Aini terlihat murung, kini gadis itu paham kenapa seorang Calvin memutuskan pertunangan ini secara sepihak..
"Maafkan kak Calvin..!?! kak aini..!" sambung vivi yang melihat raut wajah sedih aini..
aini tak menjawab ucapan vivi, gadis itu hanya terlihat mengangguk kecil..
__ADS_1
Seorang aini berpikir, bahwa sudah tidak ada harapan baginya untuk mendapatkan cinta seorang Calvin..