
Robert dan team melongo memandang heran kearah Calvin, sementara Vannesa dan Cobra terlihat lebih santai dan bisa memahami keadaan..
"Maaf Mr. Daniel.. Apakah maksud dari polisi tadi menyebut Mr. Daniel dengan sebutan Mr. Calvin.." tanya penasaran seorang Robert yang kemudian ucapan itu di dengar oleh beberapa staf dan karyawan yang berada di dekat mereka, sebagian masih tampak kebingungan..
Calvin kemudian menepuk bahu Robert, sambil tersenyum tipis namun tetap terlihat bijaksana dan juga bersahaja..
"Baiklah Robert.. Saya dan Vannesa akan mengumumkan sesuatu..!!" Robert dan team beserta sebagian staf dan karyawan masih tampak kebingungan, mereka tak mengerti ada apa sebenarnya ? Apakah berkaitan dengan kasus dan kejadian ini ?
"Mohon perhatian semuanya..!" kini suara Calvin terdengar sampai ke telinga semua staf dan karyawan di lobby utama itu..
"Silakan semuanya masuk ke dalam Aula utama dan ambil posisi masing-masing dengan tertib.. hari ini ada pengumuman yang penting dari Saya dan juga nona Vannesa untuk kita semua.." mereka mendengar pengumuman itu kemudian mengikuti arahan dari orang yang mereka anggap sebagai Mr. Daniel, satu persatu dari mereka memasuki aula utama dengan tertib dan duduk di kursi yang juga telah disiapkan karena semua telah terskenario dengan baik..
"Mari Pak Robert dan team.. kita masuk kedalam" ucap Calvin disaat semua staf dan karyawan sudah masuk ke dalam
Aula utama basecamp building..
Ruangan yang cukup besar dapat menampung semua staf dan karyawan dan bahkan beberapa karyawan yang berasal dari anak perusahaan dan Global Asuransi yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung peristiwa sejarah yang telah terjadi.. Calvin dan Vannesa sengaja membiarkan itu tujuannya agar informasi yang akan mereka sampaikan akan cepat tersebar sampai ke semua perusahaan yang tergabung didalam County Group
__ADS_1
Bermacam spekulasi dari hampir semua staf dan karyawan bermunculan terkait pengumuman yang akan di paparkan oleh seorang Vannesa dan juga orang yang mereka anggap sebagai Mr. Daniel, suasana tampak riuh karena di penuhi oleh hampir semua golongan, baik staf tertinggi sampai karyawan golongan terbawah sekalipun..
Semua tampak terdiam disaat rombongan Calvin memasuki Aula utama, terlihat Calvin dan Vannesa langsung naik keatas panggung kemudian seorang Vannesa langsung menuju mimbar yang telah tersedia dan seorang Calvin yang berdiri disebelahnya, kini mereka berhadapan langsung dengan semua orang.. sementara Robert dan team duduk dibarisan terdepan diantara semua staf dan karyawan..
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.. Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.." Vannesa terlihat sangat tenang..
"Hari ini saya akan menyampaikan langsung kepada kalian semua, terkait berita duka dan juga berita bahagia.. namun sebelum itu izinkan saya untuk menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang sangat tinggi kepada Robert dan team, karena telah berhasil mengungkap tindak korupsi di lingkungan perusahaan ini hanya dalam waktu yang sangat singkat.." semua tampak bertepuk tangan
"Namun ada satu orang lagi yang sangat berperan penting, yang sangat berjasa.. karena tanpa dia, mungkin tindakan yang tidak bermoral dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini tidak akan terungkap, sosok itu adalah.." Vannesa terdiam sesaat namun tetap pada pandangan lurus ke depan
"Dia adalah seorang.. Mr. Calvin.."
Mereka semua sangat fokus mendengarkan nona Vannesa dan tampak penasaran dengan raut wajah penuh kebingungan..
"Sebuah kabar duka yang akan saya sampaikan mungkin akan mengagetkan kita semua, karena kabar duka ini datang dari keluarga saya sendiri, kabar duka yang sangat menyakitkan.." Vannesa menarik nafas panjang kemudian mengeluarkannya secara perlahan, wanita itu terlihat sangat sedih kemudian matanya sudah mulai berkaca-kaca.. hingga membuat orang-orang terbawa suasana, tak lama kemudian Vannesa melanjutkan kembali kalimatnya
"Innalilahi wa innalilahi roji'un.." Vannesa terisak dan mengeluarkan air mata diiringi riuh para staf dan karyawan.. semua tampak merinding dengan wajah setengah bias.. siapa yang telah meninggal dunia..? Vannesa mencoba bersikap tenang,
__ADS_1
"Enam bulan yang lalu saya mendapatkan sebuah kabar yang sangat mengagetkan saya, sebuah kabar yang tak ingin saya terima, kabar yang datang melalui telepon yang menginformasikan bahwa seseorang telah meninggal dunia, saat itu saya sangat shock, sangat terpukul dan seolah tak mampu menghadapi hidup karena sosok yang meninggal itu merupakan sosok yang sangat dekat dengan saya, sosok yang sangat saya sayangi, sosok yang menjadi panutan bagi saya dan kita semua, sosok yang sangat dikenal bagi banyak orang, terutama di lingkungan perusahaan ini.." kembali Vannesa merasakan kepedihan dan meneteskan air mata namun wanita itu terlihat lebih tegar dan membiarkan air mata itu membasahi wajahnya..
"Saat itu saya tak mampu memberitahukan berita duka itu kepada siapapun, saya menyimpannya dalam hati karena sesuatu alasan terkait keluarga dan juga pekerjaan, di samping itu saya tak mampu menghadapi kenyataan, saya lemah.. saya tidak kuat bahwa saya telah kehilangan sosok itu, saya tak mampu.. hingga akhirnya saya berdiri disini dan menyampaikan berita yang sesungguhnya bahwa sosok yang meninggal dunia itu adalah.." kata-katanya sedikit bergetar..
"Sosok itu adalah Mr. Daniel Cardiff.."
"hhaaahhh.."
Suara gemuruh itu tanpa mendapat perintah, suasana menjadi riuh renta, semua tidak percaya.. karena sesungguhnya mereka melihat sosok Mr. Daniel tampak sehat wall afiat berdiri di samping nona Vannesa..
Apa maksud semua ini..? namun mereka tau bahwa nona Vannesa tidak sedang bersandiwara ataupun berusaha untuk berbohong.. mereka menyadari Nona Vannesa sedang mengatakan yang sebenarnya..
Vannesa tak tahan menahan kesedihan, wanita itu tak sanggup melanjutkan kata-katanya, berdirinya terlihat gontai namun Calvin dengan cekatan meraih tubuh itu agar tidak jatuh ke lantai.. seorang Cindy dengan sangat cekatan juga segera naik keatas panggung dengan membawa kursi untuk nona Vannesa duduk.. wanita itu duduk di samping mimbar dengan ditemani oleh secretaris Cindy, sementara seorang Calvin menggantikan Vannesa melanjutkan pemaparannya..
"Baiklah.." ucap Calvin mencoba menetralisir keadaan, Calvin terlihat sangat percaya diri dan seolah-olah sudah terbiasa menghadapi suasana seperti ini, sangat bersahaja..
"Nama saya adalah Calvin Pradikta, saya berasal dari kota batani.. ada sebuah kisah yang akhirnya mempertemukan saya dengan nona Vannesa, disini.. di Basecamp Building..!Mungkin sebagian dari kita ingat, kala itu untuk pertama kalinya saya datang kesini menggunakan taksi dan saya di sambut dengan sebutan Mr. Daniel.."
__ADS_1
Suasana kembali tampak riuh, namun mereka sangat ingat kejadian itu, kejadian yang akhirnya menjadi buah bibir karena tingkah aneh yang di tunjukan oleh seorang Mr. Daniel.. tetapi dengan kenyataan yang mereka lihat sekarang, mereka masih sulit bisa mempercayai, karena sosok itu, sosok yang mereka lihat itu.. sosok yang tidak ada beda sama sekali dengan sosok Mr. Daniel.. namun pada akhirnya mereka menyadari, sosok yang berdiri di podium itu bukan sosok Mr. Daniel, karena sosok Mr. Daniel tidak mungkin ada dalam situasi seperti ini, Mereka berangsur-angsur menyukai sosok Calvin, sosok yang lebih bersahaja..