Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 52


__ADS_3

Nilam melirik wajah itu dengan tatapan kosong, kemudian seperti baru tersadar bahwa sosok itu adalah sosok seorang kakak yang sangat dinantikan kehadirannya..


Nilam kembali meneteskan air mata dengan raut wajah meringis seolah menahan sakit yang luar biasa kemudian berusaha menatap lembut wajah sang kakak


"Kakak..! kak Vannesa..!" lirih perih seorang Nilam seperti menahan sesak di dada


"Maafkan kak Vannesa, Nilam..!"


"Ibu..! kak Vannesa..! Ibu, kakak .!!"


"Iya Nilam..! Kuatkan diri kamu.. sesungguhnya keadaan kamu seperti ini membuat kakak bertambah panik, kuat diri kamu Nilam..! kakak percaya keadaan seperti ini bisa kita lewati bersama, Ibu pasti sembuh Nilam.. percayalah..!"


Nilam merasakan sedikit lebih baik, gadis muda itu percaya bahwa sang kakak akan mengusahakan segala usaha untuk kesembuhan sang Ibu, apapun dan berapapun biaya yang diperlukan..


Disela haru biru ketiga saudara itu tampak dua orang dengan jubah Dokter dan raut wajah sedikit tegang menghampiri Vannesa, Nilam dan juga Panji..


"Nona Vannesa.." ucap salah satu Dokter specialis penyakit jantung setelah persis berada dihadapan seorang Vannesa..


Sementara Vannesa memandang sedikit khawatir ke arah kedua dokter itu..


"Ada apa Dokter..?" ucap tanya seorang Vannesa sambil mengernyitkan dahinya..


"Ibu anda telah sadar Nona Vannesa, namun.." Dokter berhenti sejenak kemudian melirik kearah Nilam dan juga Panji, sang Dokter seakan memberikan isyarat untuk berbicara hanya dengan nona Vannesa..


Vannesa sekilas tampak bahagia mendengar kondisi Ibu telah tersadar, tetapi rasa itu sekilas hilang karena raut wajah sang Dokter menunjukan ketegangan, Nilam dan Panji pun ikut merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan oleh Vannesa..


"Namun apa Dokter..?" ucap Vannesa sedikit tegang


"Ada sesuatu yang harus kita bicarakan..?" Vannesa sedikit cemas dengan apa yang akan Dokter itu sampaikan..


"Namun jangan khawatir Nona Vannesa, kami hanya menyampaikan keadaan pasien kemudian perlu persetujuan dari pihak keluarga untuk pengambilan sebuah tindakan medis..!" ucap Dokter itu mencoba menetralisir keadaan


"Baiklah Dokter, silakan..!" ucap Vannesa sangat mengerti dengan isyarat yang di tunjukan oleh sang Dokter kemudian Vannesa terlihat mempersilakan..

__ADS_1


Kemudian kedua Dokter dan Nona Vannesa terlihat berjalan beriringan menuju sebuah ruang yang berada persis di depan ruang ICU..


"Ada yang perlu kami sampaikan tentang kondisi Ibu Nona Vannesa.." ucap seorang Dokter setelah berada di dalam ruangan itu dan mencoba menjelaskan, sementara Vannesa tampak serius mendengarkan..


"Ibu anda terkena tekanan darah tinggi, dari dampak itu kemudian pasien terpapar serangan jantung karena pembuluh darah tidak bisa mengalirkan darahnya yang diperlukan jantung untuk dipompa kembali ke seluruh organ tubuh lainnya.."


Vannesa tampak sangat terkejut, betapa penyakit jantung merupakan penyakit yang menjadi menyebab utama kematian.. kedua kaki seorang Vannesa seolah tak mampu menopang beban tubuhnya, Vannesa bergetar..!


sang Dokter memahami situasi yang dialami oleh wanita muda itu kemudian Dokter menuntun Vannesa untuk duduk di tempat duduk yang tersedia di dalam ruangan itu,


"Keluarga kami tidak memiliki riwayat penyakit jantung Dokter..?" ucap Vannesa sedikit dengan bibir bergetar


"Stres yang menyebabkan meningkatnya risiko seseorang terkena tekanan darah tinggi dan kondisi seperti ini tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan penyakit jantung, Sebab, stres secara langsung dapat meningkatkan denyut jantung dan aliran darah, sehingga menyebabkan pelepasan kolesterol dan trigliserida ke dalam aliran darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.." ucap seorang Dokter persis sama seperti yang telah di sampaikan kepada Panji dan Nilam..


Seketika Vannesa tampak sangat memahami kondisi yang menimpa Nilam setelah mengetahui kondisi sang bunda, namun Vannesa berusaha bersikap tenang walaupun sebenarnya jantungnya sendiri sudah berdetak tidak beraturan..


"Tiga hal penting tentang pembuluh darah yg berhubungan dengan penyakit Jantung, yaitu Pulse Wave Velocity, Dinding Pembuluh Darah Rapuh, dan Sel Lemak (Plak Pembuluh Darah).."


Vannesa tampak lebih serius mendengarkan penjelasan itu, walaupun sesungguhnya Vannesa sangat tidak mengharapkan kondisi sang Ibu terpapar penyakit jantung..


Karena ketika pembuluh darah yang mengarah ke jantung tersumbat karena ada plak-plak yang menyangkut, peredaran darah ke jantung menjadi tidak lancar.."


Sang Dokter mencoba memberikan penjelasan sedetil mungkin mengingat pasien tersebut merupakan pasien dengan kelas VVIP..


"Nona Vannesa..!" ucap seorang Dokter yang satunya memberikan penjelasan tindakan medis


"Kami akan melakukan Operasi bypass jantung (CABG), tindakan itu merupakan tindakan bedah untuk mengatasi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.. Prosedur ini dilakukan dengan cara mencangkok pembuluh darah yang sehat dari bagian tubuh lain ke pembuluh darah jantung yang tersumbat.."


Mata Vannesa terlihat berkaca-kaca, wanita itu nampak sangat menyesal sekali karena merasa telah menjadi penyebab atas semua kondisi yang menimpa sang Ibu, Vannesa berusaha menutup-nutupi berita meninggalnya Mr. Daniel terhadap seorang Ibu, dimana sebenarnya Mr. Daniel merupakan menantu yang sangat di sayangi oleh sang Ibu..


"Dokter..!" ucap Vannesa yang mulai meneteskan air mata


"Apakah tindakan itu akan berhasil..?"

__ADS_1


"Nona Vannesa, kami akan mengupayakan pelayanan dan juga perawatan terbaik dari Rumah Sakit ini.."


Vannesa tampak menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan kemudian berusaha bersikap tenang dengan menghapus air mata dari wajahnya..


"Bismillahirrahmanirrahim.." ucap Vannesa penuh harap atas kelancaran tindakan medis itu dan juga sangat berharap untuk kesembuhan sang Ibu


" Baiklah Dokter, saya setuju di lakukan tindakan operasi.."


"Baiklah nona Vannesa.."


"Terima kasih.."


Setelah persetujuan tindakan operasi itu di berikan oleh nona Vannesa, Dokter bergerak cepat mengambil tindakan medis..


beberapa perawat tampak mendorong tempat tidur Sang bunda untuk segera menuju ruang operasi, Vannesa dan kedua adiknya tak kuasa menahan kesedihan melihat sang bunda sedang berjuang untuk bertahan hidup..


"Ibuu..!! kakak, apa yang telah dikatakan Dokter..? kemana ibu akan dibawa..?" ucap Nilam panik sambil memegangi tangan Vannesa..


"Nilam.. Dokter sedang berusaha memberikan pelayanan terbaiknya buat ibu, Nilam jangan panik..!" jawab Vannesa mengatasi kepanikan tiga saudara itu, walaupun sebenarnya Vannesa sendiri merasakan tekanan batin yang sangat luar biasa..


"Jika Nilam seperti ini, kakak tidak bisa berpikir jernih.. kita percayakan tindakan medis pada team Dokter kemudian kita panjatkan do'a kepada allah untuk kesembuhan Ibu.."


Vannesa dan kedua adiknya itu tak tau lagi harus berbuat apa selain memohon do'a kepada Allah untuk kesembuhan Ibu tercinta..


Kemudian mereka terlihat duduk diruang tunggu khusus VVIP yang memiliki ke empat sudut berdinding kaca bening untuk menunggu selesainya jalan Operasi sambil terus memanjatkan doa-doa demi kelancaran jalannya tindakan Operasi dan yang pastinya untuk kesembuhan terhadap Ibu tercinta..


Tak lama berselang seorang gadis kecil terlihat berjalan dan tampak digandeng oleh seorang selayaknya seorang papa bersama perempuan dengan pakaian suster tampak diantarkan oleh beberapa orang perawat menuju ruang tunggu khusus VVIP..


Vannesa melihat rombongan itu kemudian menyadari bahwa itu adalah Vannia, Calvin dan juga suster maria..


"Vannia..!" ucap Vannesa spontan membuat kedua adiknya itu melihat ke arah yang sama..


Sementara Vannesa tidak menyadari bahwa sosok Calvin akan membuat shock kedua adiknya karena wajah itu.. wajah yang dianggap telah meninggal dunia, wajah dari sosok seorang mas Daniel yang telah membuat seorang Ibu mengalami situasi seperti ini karena wajah itu merupakan wajah kesayangan seorang Ibu dan wajah yang menjadi panutan bagi Nilam dan juga Panji..

__ADS_1


Wajah dari seorang almarhum Mr. Daniel..!


Sesungguhnya Vannesa seperti telah melupakan sosok Mas Daniel karena sesungguhnya sosok Calvin telah menghilangkan image seorang Mr. Daniel, seorang Calvin mampu menjadi diri sendiri dan seolah mampu menghilangkan karakteristik seorang Mr. Daniel sehingga seorang Vannesa lupa bahwa wajah Mr. Calvin adalah wajah Mr. Daniel..


__ADS_2