Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 48


__ADS_3

Dina mencoba memahami semua yang tampak sulit untuk dipahami, wanita itu masih tampak terus memandangi kedua foto itu secara bergantian namun tetap tak menemukan perbedaan, tidak bisa diterima dengan akal sehat, bahkan untuk orang kembar sekalipun terlihat jelas beberapa perbedaan, namun ini..! sangat sulit untuk membedakan kedua foto itu


Dina menatap serius wajah Vannesa, wanita itu seperti merasakan sebuah misteri, seketika tubuhnya merasakan merinding kembali..


"Ini tidak mungkin Vannesa..! wajah itu jelas sekali merupakan wajah yang sama.." tampak wajah tegang seorang Dina sangat jelas terlihat..


"Apakah ini sebuah Reinkarnasi, Vannesa..?" tanya Dina dengan suara sedikit bergetar


"Aku pun memikirkan hal yang sama Dina, kamu bisa bayangkan jika berada di posisi aku..!! saat pertama kali aku melihat sosok Calvin di Gedung Nusantara, aku seperti melihat sosok Mr. Daniel.."


Kemudian Vannesa mulai menceritakan dari saat pertama kali melihat sosok Calvin di Gedung Nusantara, hampir tak percaya dengan apa yang telah disaksikan oleh ke dua matanya, Vannesa gemetar, Vannesa merinding.. hampir seluruh tubuhnya tak bisa merasakan apa2, hari itu Vannesa seolah sedang bermimpi bertemu seorang suami yang telah meninggal dunia, sampai akhirnya tersadar bahwa sosok itu bukanlah sosok almarhum suaminya..


Hingga akhirnya seorang Vannesa mendengar kisah seorang Calvin dari curahan hati seorang Allisa, seseorang yang saat itu memiliki permasalahan asmara dengan Calvin hingga berakhirnya hubungan pertunangan mereka..


Dengan perasaan sedih Allisa menceritakan perjalanan getir seorang Calvin dalam menghadapi persoalan finansial ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit, Kemudian Vannesa seperti tergerak hatinya untuk membantu pemuda itu..


"Semua tampak natural Dina, semakin aku mendengar penderitaan Calvin semakin aku merasakan sakit, seolah-olah aku yang mengalami penderitaan itu, aku sadar Dina.. Calvin tidak mengenal aku, Calvin tidak tau tentang aku, dan Calvin bukanlah siapa-siapa bagi aku, namun aku merasakan bahwa Calvin seperti dekat dan berada dalam hatiku, aku tidak mengerti perasaan apa itu, namun aku sangat merasakan bahwa Calvin adalah bagian dari hidup aku, semakin aku mencoba untuk tidak mempedulikan semakin aku merasakan sakit yang sangat luar biasa dalam hatiku..


semua tampak natural Dina, semua berjalan dengan apa adanya.."


Vannesa menceritakan kembali kejadian setelah wanita itu memberikan bantuan secara finansial terhadap Bu Nurul, vivi dan juga Calvin sendiri, Vannesa tidak mengharapkan seorang Calvin mencari tau sosok seseorang yang telah membantu dirinya dan juga keluarganya dalam mengatasi masalah finansial.. Vannesa tidak pernah berfikir bahwa Calvin berusaha dengan keras mencari sosok yang telah menjadi pahlawan bagi dirinya dan juga keluarganya..

__ADS_1


Kemudian secara mengejutkan Calvin sampai di Basecamp Building hingga membuat semua orang berfikir bahwa itu adalah sosok Mr. Daniel, termasuk seorang Vannesa yang nyaris pingsan melihat sosok itu berdiri tepat dihadapannya..


"Di ruangan ini juga Dina, Calvin hampir tak percaya dengan semua yang dia saksikannya terhadap foto-foto ini, karena foto-foto sebelumnya yang terpajang disini adalah foto mas Daniel, aku pun tak percaya Dina.. karena aku berfikir bahwa sosok yang berdiri dihadapan aku saat itu adalah mas Daniel, aku terdiam mematung didepan sosok itu, aku menangis disaat aku sadar bahwa sosok itu bukan sosok mas Daniel.."


Kemudian Vannesa meneteskan air mata disaat menceritakan kehadiran seorang gadis kecil yang secara tiba-tiba masuk keruangan ini kemudian melihat sosok Calvin dan seketika itu juga, gadis kecil itu histeris berteriak dan menangis memeluk tubuh pemuda yang di anggapnya sebagai sosok seorang papa yang telah lama pergi meninggalkannya..


"Aku tak tahan Dina, gadis kecil itu adalah Vannia.. anak aku satu-satunya, seorang anak yang sangat aku sayangi, Vannia adalah segalanya bagi aku, apa yang bisa aku perbuat disaat mengalami situasi seperti itu, aku terhanyut Dina.. kemudian membiarkan semua berjalan seperti apa adanya, karena situasi seperti itu tidak bisa aku kendalikan, aku lemah Dina, aku tak mampu menguasai beban perasaanku saat itu.."


Vannesa berusaha tampak tegar, walaupun tubuhnya merasakan sedikit bergetar di saat mengingat situasi itu, Vannesa akhirnya mengeluarkan semua beban hatinya kepada seorang Dina..


Vannesa menatap seorang Dina penuh dengan perasaan haru, Kemudian mencoba menceritakan kembali kisahnya bersama seorang Calvin yang telah terjalin satu kisah asmara dan juga dilema terhadap sosok Nur aini..


Vannesa tampak sangat terpukul dengan keadaan yang seolah-olah menyalahkan dirinya karena merasa telah merebut seorang Calvin dari tunangannya..


"Apakah aku bersalah Dina..? apakah aku bersalah..?" ucap Vannesa yang tampak meneteskan kembali air matanya


"kini wanita itu terbaring lemah dirumah sakit Dina, karena mencoba mengakhiri hidupnya sendiri disaat dia tahu bahwa Calvin mencintai perempuan lain.. perempuan itu adalah aku Dina.."


Air mata itu seolah tak terbendung, Vannesa merasakan dilema yang sangat luar biasa.. wanita itupun tak ingin perpisahan terjadi terhadap sosok yang telah mengisi ruang kosong dalam hatinya.. sosok yang sangat di cintainya, bukan karena sosok itu mirip almarhum suaminya namun sosok itu jelas telah memberikan ketenangan hatinya dan juga telah memberikan warna dalam kehidupannya, sosok itu telah memberikan cahaya bagi Vannesa dan juga Vannia, wanita itu tak mampu jika harus berpisah terhadap sosok itu..


Vannesa kemudian kembali menceritakan disaat kali pertama Calvin membesuk wanita itu dirumah sakit, betapa pemandangan yang seharusnya tidak disaksikan oleh seorang Vannesa..

__ADS_1


"Wanita itu histeris Dina, dia tidak memperdulikan dirinya sendiri karena sangat mencintai Calvin dengan mencabut semua selang infus dari tubuhnya, kemudian berlari dan memeluk tubuh Calvin, dari sana aku mendengar dan menyaksikan semuanya Dina, aku sangat merasakan sakitnya perasaan wanita itu, sampai akhirnya tubuh itu pingsan tak berdaya di pelukan seorang Calvin.."


Vannesa tampak sangat sedih dan seolah tak sanggup lagi menceritakan kisah asmaranya dengan Calvin..


Sementara seorang Dina sangat memahami apa yang dirasakan sahabatnya itu, kemudian Dina menghampiri Vannesa dan terlihat tangannya mengusap halus pundak Vannesa..


"Yang kuat Vannesa.. serahkan semua pada Allah, mohon petunjuk padaNya, pasti ada hikmah dibalik semua ini.."


"Terima kasih Dina..!" ucap Vannesa yang sedikit merasakan lega karena telah mencurahkan semua isi hatinya


"Percayalah Vannesa..! Tidaklah sebuah pertemuan itu terjerumus pada satu penderitaan, karena yang aku yakini pertemuan kamu dan Calvin adalah sebuah tanda untuk memulai hidup baru juga terhadap putri kecil kamu, Vannia.."


"Benarkah seperti itu, Dina..?"


"Percayalah Vannesa, jangan terlalu terbawa perasaan.."


"Bagaimana dengan seorang Nur aini, Dina..? Aku tak mampu jika harus tidak mempedulikan perasaan yang di alami oleh seorang Nur aini.."


Dina merangkul pundak Vannesa, kemudian membelai lembut tubuh itu..


"Jangan khawatir Vannesa, jika memang Calvin adalah sosok pengganti almarhum suami kamu, aku yakin Allah akan memberikan jalan terbaik untuk mengatasi semua Asmara dan Dilema ini.."

__ADS_1


__ADS_2