Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 31


__ADS_3

Vannesa merasakan gairah yang luar biasa dalam usaha pengungkapan mega scandal korupsi ini, namun wanita itu harus profesional dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, langkahnya terlihat sangat percaya diri, aura pemimpin jelas tampak menemani setiap geraknya


"Selamat pagi nona Vannesa.." ucap Cindy dengan senyuman ramahnya


"Selamat pagi Cindy..!" Vannesa tersenyum tipis


"Oh iya Cindy.. kamu siapkan ruangan yang disebelah ruangan saya.. mulai hari ini ruangan itu akan dipakai.." Cindy tampak mengernyitkan keningnya, ruangan itu sebelumnya merupakan ruangan Cindy sebelum dia di minta untuk menjadi sekretarisnya Mr. Daniel.. tentu seorang Cindy akan merasa senang jika ada sekretaris baru untuk Vannesa, dengan begitu pekerjaan cindy akan terasa ringan karena hanya melayani keperluan Mr. Daniel seorang..


"Apakah ada sekretaris baru nona Vannesa..?"


"Tidak Cindy.. sementara ruangan itu hanya akan dipergunakan oleh pak Richard dalam beberapa hari ke depan untuk keperluan penunjang pekerjaan dari Mr. Daniel.." Cindy tampak setengah kecewa


"Baiklah nona Vannesa.."


Cindy tampak segera menelepon bagian kebersihan dan maintenance untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar ruangan itu siap di pergunakan..


Cindy merupakan sekretaris yang cekatan dan handal, karena itulah seorang Cindy diminta langsung oleh Mr. Daniel untuk melayani dua pekerjaan sekaligus, menjadi sekretaris nona Vannesa dan juga Mr. Daniel, tentu saja salery seorang Cindy sangat fantastis karena menjalankan dua pekerjaan sekaligus..


Tak lama berselang Telepon dimeja kerja berdering, gadis manis itu segera mengangkat gagang telepon dan mendekatkannya di telinga


"Cindy.. di ruang tunggu lobby ada pak Richard dan dua orang lagi yang ingin bertemu dengan nona Vannesa..!" suara dari meja informasi memberitahu..


"Baiklah, akan saya sampaikan.." ucap Cindy kemudian meletakkan kembali gagang telepon itu


Vannesa terlihat segera menghampiri Richard dan team setelah di informasikan oleh Cindy.. Vannesa sangat antusias mengingat perusahaan ini telah ternoda oleh orang-orang bejat yang melakukan tindakan tidak bermoral, jika tidak segera mendapat tindakan tepat bukan tidak mungkin perusahaan ini akan jatuh bahkan kolaps dan seorang Vannesa tertimpa kebangkrutan..


"Pak Roland.. anda bisa memakai ruang pantau VVIP lobby sebagai bagian pengawasan, bilamana ada orang-orang yang mencoba membatasi ruang gerak pak Cobra dan pak Richard, anda bisa mengambil sikap atas nama saya.."


Vannesa segera memerintahkan Cindy untuk mengantar pak Roland di ruangan yang dimaksud..


"Baik nona Vannesa.. !" tegas pak Roland yakin


Kemudian Vannesa, Ricard dan Cobra bergegas ke ruangan yang telah di siapkan.. mereka bertiga terlihat sangat bersemangat, dengan specialis dan kemampuan yang di miliki Richard dan Cobra bukan hal yang mustahil, mega scandal korupsi di perusahaan ini akan cepat terbongkar..


"Inilah ruangan anda pak Ricard dan pak Cobra, ruangan ini tadinya adalah ruangan secretaris saya.. semua jaringan perusahaan terkoneksi dengan ruangan ini" Vannesa mendefinisikan detil ruangan ini yang kemudian di sambut sangat antusias oleh kedua orang itu

__ADS_1


"Ini sangat sempurna Nona Vannesa..!" ucap Cobra dengan pancaran optimisnya


"Betul sekali.. peralatan komplit seperti ini dan jaringan yang terkoneksi dengan perusahaan langsung tanpa batas, saya pikir pengungkapan ini tidak membutuhkan waktu lama.." sambut seorang Richard bersemangat


"Baiklah kalau begitu, kita tidak usah membuang waktu, Bapak-bapak bisa langsung bekerja mulai dari sekarang.." Vannesa langsung mempersilakan keduanya untuk siap-siap melancarkan aksinya..


"Siap Nona Vannesa..!" jawab keduanya secara bersamaan


Vannesa meninggalkan mereka berdua diruangan itu.. tampak keduanya langsung mengeluarkan laptop masing-masing dan mengkoneksikan ke jaringan yang telah tersedia.. mereka mulai melancarkan aksi dan terlihat sangat serius dihadapan laptop masing-masing..


Sementara Calvin baru tiba memasuki gedung itu dengan langkah tegap selayaknya seorang pemimpin sejati..


"Selamat pagi Mr. Daniel.." ucap Cindy segera memberi hormat dengan menundukkan setengah badannya..


"Pagi.." Calvin tersenyum tipis


Cindy sangat senang dengan keramahan itu, walaupun gadis itu merasakan keanehan dengan sikap yang tidak pernah ditunjukan oleh seorang Mr. Daniel


"O iya.. Cindy..!" ucap Calvin berbalik badan setelah langkahnya melewati Cindy


"Nanti ada Pak Robert dan team ingin bertemu dengan saya, kamu bisa arahkan mereka langsung keruangan saya.."


"Baik Mr. Daniel.."


Calvin memancarkan aura keramahan kepada secretaris itu kemudian meninggalkannya langsung masuk keruangan, Cindy melanjutkan pekerjaannya dengan perasaan sangat senang karena sikap yang di berikan oleh seorang Calvin, sosok yang dianggapnya sebagai Mr. Daniel..


Telepon kembali berdering di meja kerja itu, Cindy segera meraihnya dan mendekatkan ke telinganya..


"Pak Robert dan kedua rekannya ingin bertemu dengan Mr. Daniel, mereka mengatakan sudah membuat janji.."


suara dari meja informasi memberitahukan


"Baiklah, saya akan segera ke sana.."


Cindy berlari kecil menyambut kedatangan pak Robert dan team dan mengantarkannya langsung ke ruangan Mr. Daniel..

__ADS_1


"Silakan tuan.."


"Terima kasih"


Robert dan team melangkah masuk ke ruangan itu setelah mengetuk dan mendapat perintah untuk masuk..


"Selamat pagi Mr. Daniel.." ucap Robert sambil memberikan hormat dengan menundukkan setengah badannya dan di ikuti oleh ke dua rekannya..


"Selamat pagi Robert,. Viktor.. Gerry.. anda bertiga tidak perlu terlalu formal, santai saja.." ucap Calvin yang membuat ketiga orang itu malah terlihat sedikit canggung, walupun mereka sangat menyukai sikap seperti itu namun mereka sangat tidak bisa memahami dengan perubahan sikap seorang Mr. Daniel yang terkenal dengan ketegasan tingkat Dewa nya


"Silakan duduk.." sambung Calvin


"Apakah agenda kita hari ini Mr. Daniel..?" Robert membuka obrolan setelah ketiganya duduk persis dihadapan Calvin


"Kita tunggu data yang masuk dari Richard dan Cobra untuk seorang Rafael.. menurut Nona Vannesa mereka hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk mengakses dan masuk ke jaringan Rafael dan mengambil beberapa data penting terkait kelakuan bejatnya.."


"Baik Mr. Daniel.."


kemudian mereka terlibat obrolan serius dengan menerapkan beberapa skenario, Calvin sangat piawai dalam mengatur strategi sehingga Robert dan ke dua rekannya terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti maksud dari seorang yang mereka anggap Mr. Daniel itu..


"Ingat.. kita fokus mengumpulkan bukti kemudian menindak tegas dan mendepak orang-orang yang berprilaku bejat ini, selebihnya kita serahkan mereka ke pihak yang berwajib.."


"Baiklah Mr daniel.." ucap Robert


"Kami sudah tidak sabar menantikan saat-saat itu Mr. Daniel.." sambung Gerry bersemangat tinggi


"Betul sekali Mr Daniel, mereka tidak layak berada di perusahaan ini.." Viktor pun merasakan geram


Pintu ruangan itu terdengar suara ketukan kemudian terbuka perlahan di ikuti tatapan semua yang berada di dalam ruangan itu..


"Selamat pagi semua..!!" Vannesa masuk ke ruangan dengan beberapa dokumen ditangannya..


Vannesa langsung menghampiri Calvin dengan tatapan tegang seperti telah mengetahui sesuatu yang terjadi..


"Mas.!!" wanita itu memberikan dokumen dari Richard dan Cobra

__ADS_1


__ADS_2