Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
chapter 7


__ADS_3

Tepat di depan pelataran Gedung Nusantara, disinilah pria itu berada.. Vannesa berdiri dan mengingat sosok pemuda itu persis berdiri disini bersama seorang perempuan setengah baya dan terlibat pembicaraan serius..


Tanpa ragu Vannesa kemudian melangkahkan kakinya memasuki lobby Gedung Nusantara.. tampak melongo, bingung harus kemana, menatap ke kanan dan ke kiri..


kemudian


"Maaf.. mbak, ada yang bisa di bantu..?" seorang security tampak ramah menyapa dari sampingnya


"eehh, yaa.. hhmmm.." Vannesa merasa kaget, sambil melirik arah suara itu lalu terlihat kembali memandangi orang orang yang berada di dalam gedung itu.. diantara orang yang berlalu lalang Vannesa melihat sosok wanita yang dikenalnya, wanita setengah baya yang kemarin terlibat perbincangan serius dengan seorang pemuda, Vannesa ingat betul karena wanita itu terlihat agak gemuk dan tidak terlalu tinggi..


"Itu dia..!!" ujar Vannesa menunjuk


"terima kasih pak security.." sambil berlari kecil Vannesa tanpa pikir panjang langsung menghampiri wanita itu..


"Maaf mbak.." sapa Vannesa dgn berjalan tergesa gesa, wanita itu menghentikan langkahnya dan menunjukan raut wajah penasaran terhadap paras cantik Vannesa


"Ada yang bisa saya bantu mbak..?" sambung wanita setengah baya itu berusaha untuk ramah


"begini mbak.." ujar Vannesa berusaha menjelaskan peristiwa yang dilihatnya kemarin antara wanita itu dengan seorang pemuda, persis di pelataran gedung ini.. wanita itu tampak mengerti maksud Vannesa, kemudian mereka berjalan ke arah tempat duduk yang terdapat di salah satu sisi lobby gedung.. mereka terlihat duduk bersama dan terlibat perbincangan serius..


Nama pemuda itu adalah Calvin dia baru sekitar empat bulan bekerja di gedung ini sebagai karyawan Technical Sipil Engeenering, calvin bertunangan dengan Allisa yang tak lain adalah adik dari wanita setengah baya itu..


dan yang menjadi topik perbincangan kemarin, karena Calvin ternyata pemuda yg sudah memiliki istri namun sedang dalam proses perceraian menurut Calvin mereka bercerai karena orang tua dari keluarga perempuan tidak terima anaknya hidup dibawah tekanan kemiskinan.. calvin merasa terpukul dan mendapat intimidasi dari keluarga istrinya untuk segera menceraikan anak mereka..


"Calvin merupakan pemuda yang jujur, setia dan juga sangat tampan.." lanjut wanita itu menjelaskan


"saya juga merasa sangat kecewa karena calvin mengajukan pinjaman uang sebesar 25 juta rupiah dan saya yakin uang itu dia gunakan untuk keperluan keluarga mantan istrinya.."


Wanita setengah baya itu tidak terima kl adik kandungnya Alissa seolah olah dipermainkan, belum lagi banyak perempuan perempuan lain yang menyukai Calvin, itu jelas karena Calvin memiliki wajah yang sangat tampan.. untungnya Calvin bukanlah kebanyakan laki laki brengsek yang sering gonta ganti pasangan..


sebenarnya dia adalah laki-laki yang baik, dia jujur dan juga setia, namun dia sering terlihat semerawut seperti orang yang memiliki segudang permasalahan..


Calvin pemuda yang sangat rendah hati namun polos, karena kepolosannya itu juga dia sering dimanfaatkan orang lain, wanita itu sangat yakin bahwa uang 25 juta yang dipinjam adalah salah satu bentuk kepolosannya..


cerita wanita setengah baya itu seakan merasa benar dan mengetahui semua tentang Calvin.


Kecantikan dan ke anggunan Vannesa dibaluti busana muslim modern yang membuat wanita setengah baya itu seolah olah terhipnotis dan mengungkapkan semua yang dia tahu tentang Calvin..


"tapi.. maaf..!!" lanjut wanita setengah baya itu seperti tersadar dari hipnotis..


"mbak, siapa yahh..?"


"O iya.. maaf..!!" suasana jadi sedikit canggung


"kita jadi lupa berkenalan.." ujar Vannesa dengan senyuman manisnya


"perkenalkan.. saya Vannesa.." sambil menyodorkan tangan


"Saya Tika.." kata wanita setengah baya itu sambil menjabat tangan Vannesa


kemudian Vannesa menjelaskan bahwa Calvin itu adalah temennya waktu di Sekolah Dasar, Vannesa beralasan.. namun baru bertemu lagi kemarin sedang berbicara dengan mbak tika di sini..

__ADS_1


"oohhhh..!!" kata tika memahami


"hari ini Calvin ambil cuti, selama tiga hari ke depan untuk persidangan perceraian dengan mantan istrinya.."


"baiklah mbak tika, saya ucapkan banyak terima kasih atas keramahan mbak tika.." lanjut Vannesa


"senang berkenalan dengan anda.."


"baiklah.. sama sama.." ujar tika mengakhiri obrolan


Vannesa tampak memikirkan sesuatu sambil berjalan keluar gedung..


"Apakah yg dikatakan wanita itu semuanya benar.."


Vannesa merasa kasihan mendengar keadaan Calvin dengan segudang masalah yang dihadapi.. Vannesa tidak mengenal Calvin, namun Vannesa merasakan sesuatu kedekatan secara emosional dengan Calvin, mungkin karena Calvin memiliki wajah yang sama persis dengan almarhum suaminya..


Vannesa kembali..


melangkah memasuki lobby gedung dan langsung menuju meja informasi..


"Ada yang bisa kami bantu ibu.." salah seorang berdiri kemudian menyapa dengan ramah


"Boleh saya tahu, no telp office management building.." tanya Vannesa tanpa basa basi..


pegawai itu memberikan kartu nama atas nama Gedung Nusantara..


"silakan ibu.." katanya sambil menjelaskan beberapa fasilitas apartment dan juga perkantoran..


"Terimakasih.. Terimakasih.." potong Vannesa, kemudian mengeluarkan handphonenya sambil berjalan keluar..


"oh.. baiklah.." suara dari seberang menjelaskan


"ibu bisa langsung ke bagian admin atau bisa via transfer atas nama rekening Gedung Nusantara.."


"tolong kirimkan no rek nya saja, kemudian sisa hutang yang harus saya lunasi.. ke no telp. ******.." ujar Vannesa lugas dan serius


"Terimakasih.."


Vannesa tidak ragu untuk menolongnya walaupun tidak mengenal Calvin.. jika benar semua yang dikatakan tika maka seorang Vannesa hanya ingin mengurangi masalah yang sedang dihadapi Calvin..


Vannesa merasakan seolah-olah dekat dengan pemuda itu.. Vannesa tidak mengerti perasaan apa yang sebetulnya dia rasakan, sementara Calvin tidak pernah bertemu apalagi mengenal Vannesa..


Vannesa termenung, disaat yang sama suara seorang wanita sangat jelas terdengar memanggil namanya..


"Vannesa..!!" nyaris membuat handphonenya terjatuh


"Dina..!!" spontan Vannesa langsung mengenali wajah itu


"ya ampun Vannesa.. ini beneran kamu,cantik sekali..!!" Vannesa tersipu malu..


dina merupakan sahabat Vannesa sewaktu SMA namun mereka putus kontak sewaktu Vannesa memutuskan untuk bekerja dan tinggal di kota

__ADS_1


"Dina bisa aja, kamu juga cantik.." gemes Vannesa sambil colek tangan dina, mereka terlihat tertawa bareng.. sangat akrab..


"O.. iya Vannesa dari mana.."


"aku dari sini.." jawab Vannesa sambil menunjuk gedung nusantara


"cuma jalan jalan aja.." sambung Vannesa beralasan


"kamu sendiri..??"


"Dina mau makan siang, kebetulan ada restoran favorit dibelakang gedung ini.."


"ya udah.. kl gitu, ayo kita makan siang disini" kebetulan Vannesa juga sudah merasakan lapar


mereka tampak berjalan menelusuri samping gedung, berjalan sambil bersenda gurau.. tak lama kemudian terlihat sebuah bangunan yang tampak klasik, tertera panplet diatasnya Cita Rasa Nusantara..


tampak banyak orang yg lagi makan disana..


"Cukup ramai.." ujar Vannesa,


"sepertinya kita datang terlambat Vannesa.." sesal Dina


"meja favoritku, sudah ditempati orang.."


"tidak apa-apa Dina masih ada tempat yang kosong.." namun Dina tampak terkejut..


"bukankah itu freddy.." Dina coba menyakinkan kembali


"iya.. Vannesa, itu freddy.. ketua kelas yang sangat tergila-gila sama kamu, Vannesa.."


Vannesa melihat ke arah laki-laki itu.. seketika teringat satu sosok, sosok yg suka menggoda para perempuan dikala SMA..


Vannesa mengangguk kecil, kemudian Dina langsung menarik tangan Vannesa menuju ke meja freddy yang tampak duduk seorang diri..


Vannesa tidak menyukai freddy, laki-laki itu memang tampan tapi dia playboy.. suka mempermainkan perasaan perempuan..


"Hai.. bolehkah kita bergabung makan di meja ini.." suara Dina membuat laki-laki itu menoleh


"Dina..!!" freddy sangat kaget, lalu melirik seseorang di samping Dina


"Vannesa..!!" ucapnya terkejut,


"Benarkah ini kalian..!"


"Hai..!!" Vannesa tersenyum kecut


"Ayo.. silakan duduk..!" ramah seorang freddy berdiri dan mempersilakan mereka untuk duduk..


"Kamu sendiri..?" tanya Dina


"Aku menunggu sepupuku, Alissa..!! tapi tidak apa-apa kita gabung saja.."

__ADS_1


Terlihat seorang pelayan menghampiri kemudian mencatat menu makanan yang di pesan..


Tampak mereka mulai membicarakan kenangan semasa SMA, sesekali mereka terlihat tertawa, mulai merasakan kebersamaan dari ketiga alumni itu..


__ADS_2