Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)

Elegi Reinkarnasi (Asmara Dan Dilema)
Chapter 25


__ADS_3

"Dimana ruang Vannia dirawat..? tanya calvin sedikit canggung namun mengeluarkan ekspresi kecemasan tinggi


"Vannia..? Apakah yang terjadi dengan Vannia..?" Dokter itu terlihat sangat terkejut, dia langsung mengetahui jika nama yang di sebut pemuda itu adalah nama putri Mr. Daniel..


"Kenapa tidak ada yang memberi tahukan saya.." sambungnya sedikit kesal..


Dokter itu segera mengeluarkan ponselnya dan tampak dengan cepat menelpon seseorang..


"Dokter fandy..!" ucap sang Dokter setelah nada tersambung dengan suara sedikit lantang


"Tidak adakah seseorang yang memberitahukan saya jika anak seorang Mr. Daniel dirawat di Rumah sakit ini..?" Dokter fandy merupakan manager pelayanan pasien.. nadanya terdengar menjawab sedikit gugup


"Maaf Tuan Tomlinson.. saya diminta oleh nona Vannesa untuk tidak membesar-besarkan tentang sakitnya Vannia.." jawab Dokter fandy, maklum Rumah Sakit ini sangat akrab dengan keluarga besar Mr. Daniel, Rumah Sakit akan terlihat heboh jika mendapati salah satu keluarga Mr. Daniel di rawat di sini,


Vannesa hanya tak ingin terlihat gaduh..


"Vannia ada di ruang private room VIP.." sambungnya kemudian


Kemudian mereka terlihat berjalan bersama menuju private room VIP tempat dimana Vannia dirawat..


Tampak dari kejauhan dua orang perempuan dan laki-laki sedang berbincang serius membahas sesuatu, Calvin langsung mengenali salah satu sosok disana, seorang perempuan yang mengenakan hijab sangat mempesona dan terlihat sangat cantik.. 'vannesa.. ' lirihnya kemudian Calvin berlari kecil meninggalkan seorang Dokter yang menemaninya..


"Vannesa..!" ucap Calvin setelah tampak cukup dekat, wanita itu menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.. tampak seorang Vannesa langsung mendekati Calvin dan memeluk tubuh itu..


"Calvin.." ucapnya pelan dengan suara terdengar berat namun juga sangat merindukan sosok itu, kemudian Vannesa menatap Calvin penuh dengan perasaan cinta..


"Sepertinya Vannia sangat merindukan kamu, tidur malamnya selalu mengigau memanggil nama papa.." mata Vannesa berkaca-kaca


"Aku pun sangat merindukan kamu Calvin..!" sambung Vannesa, Calvin membalas menatap wanita itu dengan tatapan penuh kasih sayang..

__ADS_1


"Selamat Sore nona Vannesa..!" suara seorang Dokter menyapa Vannesa


"Dr. Louis Tomlinson..! Apa kabar..?" ucap Vannesa setelah melihat wajah pria itu.. Vannesa langsung mengenali wajah itu, dimana dulu Dr. Louis Tomlinson diangkat dan dipercaya oleh Mr. daniel untuk pengelolaan Rumah Sakit ini..


Terbukti seorang Dr. Louis Tomlinson mampu membuat RS ini tampak lebih baik, betapa seorang Mr. Daniel sangat jeli bisa menempatkan seseorang di posisinya..


"Kabar baik nona Vannesa..! maaf.. saya tidak mengetahui jika putri Mr. Daniel di rawat di RS ini


"Jangan dibesar-besarkan Tuan Tomlinson.."


"Baik nona Vannesa..! baik Mr. Daniel..!" hormat Dr. Louis Tomlinson dengan menundukkan setengah badannya ke arah Vannesa dan Calvin..


Calvin masuk ke ruangan itu dengan di ikuti Vannesa dan Dr. Louis Tomlinson, terlihat Vannia sedang tertidur disana dengan kondisi tubuhnya yang masih demam..


"Selamat sore Mr. Daniel.." ucap Dokter fandy dengan menundukkan setengah badannya


"Bagaimana keadaan Vannia..?" ucap Calvin sambil memegang kening gadis kecil yang terbaring disana, terasa hangat di tangan Calvin


"Kondisinya masih demam Mr. Daniel..!" ucap dokter fandy, namun secara tiba-tiba Vannia menyebut nama 'papa..!' dengan mata terpejam, Vannia mengigau..!


'jangan tinggal kan Vannia.. papa, papa..!' rintih gadis kecil itu mengigau


"Vannia sayang..! Vannia, ini papa sayang.." ucap halus Calvin sambil mengelus wajah Vannia, gadis kecil yang cantik itu perlahan membuka mata


"Papa.." ucapnya masih dalam keadaan bingung..


"Iya sayang.. papa disini sama Vannia" sambut Vannesa lembut yang berada di samping Calvin.. gadis kecil itu menatap wajah Calvin, mencoba mengenali wajah itu kemudian matanya terbelalak lebar..


"Paaappaaaa...!" teriak Vannia yang langsung memeluk tubuh Calvin

__ADS_1


"Paapaaa..! papa.." Vannia merintih manja sambil mencengkram kuat rangkulan tangannya di leher Calvin..


Calvin mengangkat dan menggendong tubuh mungil itu, penuh dengan kasih sayang, Calvin seolah sosok yang benar-benar menganggap Vannia putri cantiknya, Vannia merasakan kebahagiaan, gadis kecil itu merasakan kehangatan.. hal ini secara tiba-tiba membuat panas ditubuh Vannia berangsur membaik


"Mas..!" ucap Vannesa pertama kali memanggil Calvin dengan sebutan itu, Vannesa hanya tak ingin orang-orang yang berada di sana menjadi bingung jika Vannesa memanggil pemuda itu dengan sebutan Calvin..


"Vannia sudah membaik.. panasnya sudah turun mas Daniel.."


kemudian Dokter fandy dan Dokter Louis Tomlinson pun melakukan hal yang sama.. memeriksa dan menyentuh kening dan tangan Vannia


"Ini luar biasa Mr. Daniel.." ucap Dr. Louis Tomlinson sedikit tak percaya, sementara dokter fandy Baru mengerti ucapan seorang Vannesa beberapa waktu tadi yang tidak bisa di ukur secara medis dan hanya meminta dirinya melakukan tindakan observasi, 'sungguh kedekatan seorang ibu yang lebih memahami putrinya, medis pun tak mampu menandingi..!' batin seorang dokter fandy


ini merupakan demam kerinduan


"Saya akan membawa Vannia pulang..!" ucap Calvin sambil menggendong erat tubuh gadis kecil itu, betapa sangat senang hati seorang Vannesa melihat keadaan ini.. wanita itu bahkan merasakan sosok Calvin lebih dari sekedar papa bagi Vannia dan untuk dirinya.. Vannesa merangkul manja tangan Calvin sambil berjalan keluar lobby..


"Selamat sore Mr. Daniel.."


"Selamat sore nona Vannesa..!" suara hampir secara bersamaan dari semua suster, staf dan petugas RS memberi hormat sambil menundukkan setengah badan mereka.. Calvin sedikit terkejut, gerakannya menjadi sedikit canggung.. maklum seorang Calvin belum pernah mendapat perlakuan istimewa seperti ini kemudian Calvin hanya tersenyum kecil dan terlihat dapat mengatasi situasi itu..


Hal ini yang tidak di sukai Vannesa, wanita itu tahu betul seisi rumah sakit pasti akan heboh dan gaduh melihat mereka, karena secara histori Rumah Sakit ini sangat identik dengan keluarga Mr. Daniel,


wanita itu tak ingin membuat heboh Rumah Sakit terlebih lagi seorang Calvin pasti akan terlihat canggung, karena Vannesa mengerti, seorang Calvin pasti bingung dengan sikap semua orang terhadap dirinya, namun mereka terus melangkah yang di ikuti Dr. Louis Tomlinson, dr fandy dan beberapa Dokter lainnya yang mengetahui hal itu dan mengekor dibelakang mereka..


Tidak ada sedikit pun terlintas dari pikiran semua suster, staf dan petugas maupun Dokter-dokter di Rumah Sakit itu melihat sikap aneh seperti pertama kali Calvin berada di basecamp building sewaktu pertama kali bertemu dengan Vannesa.. kali ini Calvin betul-betul seolah bisa bersikap selayaknya Mr. Daniel walaupun pemuda itu tampak lebih natural namun seolah tak menghilangkan karakteristik dan kharisma seorang Calvin dari sosok seorang Mr. Daniel


Calvin, Vannia dan Vannesa memasuki kendaraan yang telah menunggu di pelataran lobby Rumah Sakit, semua tampak menundukkan kepalanya saat mobil perlahan berjalan


"Sampai jumpa kembali Mr. daniel..!"

__ADS_1


__ADS_2