
Calvin tinggal dirumah itu untuk sementara waktu, pemuda itu menempati ruang kerja Mr. Daniel sebagai tempat untuk tidur, memang design ruang kerja itu memiliki kamar tempat tidur, karena memang ruangannya cukup besar..
Semua pekerja dirumah itu tidak mengetahui akan hal itu.. mereka tidak memiliki kecurigaan sama sekali terhadap Calvin karena mereka menganggap bahwa sosok Calvin merupakan sosok seutuhnya Mr. Daniel..
Namun ada satu hal yang membuat semua pekerja memperhatikan perubahan pada sosok itu, Calvin terlihat sangat rajin, ringan tangannya dalam melakukan pekerjaan rumah dan juga kerap kali berinteraksi dengan semua pekerja, sosok yang mereka anggap Mr. Daniel itu lebih bersahabat, ramah namun juga bersahaja, semua pekerja tampak heran dengan perubahan sikap sosok yang mereka anggap Mr. Daniel, namun mereka menyukai akan hal itu.. sesuatu yang belum pernah mereka lihat dan mereka rasakan terhadap seorang Mr. Daniel..
"Pak karyadi..!" panggil Calvin disaat pemuda itu terlihat mempercantik keindahan taman dan membetulkan setiap lampu-lampu penerangan taman..
"Saya Tuan Daniel.." jawab satpam karyadi dengan penuh hormat dan wajah setengah bias..
"Mulai sekarang tidak perlu memperlakukan saya dengan penuh hormat seperti itu.." ucap Calvin
"Sekarang pak karyadi panggil pak sunyoto dan mbak sherly bantu-bantu saya merapikan ini semua.." kata Calvin sambil menunjuk sekitar taman
"Siap Tuan Daniel.. siap..!"
Minggu pagi ini menjadi minggu pagi spesial bagi semua pekerja di rumah itu.. bagaimana tidak, mereka bisa merasakan sangat hangat dan bersahajanya seorang Mr. Daniel, bekerja bahu membahu dengan mereka, mereka menyambut baik perubahan dalam diri Mr. Daniel.. itu merupakan sesuatu yang positif bagi mereka..
Bahkan seorang Vannia kecil pun seolah-olah ikut membantu walaupun Vannia terlihat sangat asik bermain tanah..
"Vannia.. jangan Vannia, nanti mama marah..!" ucap Suster maria memperingati gadis cantik itu
"Biarkan saja Vannia bermain..! maria.." kata Calvin lembut
"Baik Tuan.."
Awalnya semua pekerja nampak aneh dengan perubahan sikap Mr. Daniel, karena selama ini Mr. Daniel sangat kurang memperhatikan hal-hal semacam ini dan sangat jarang sekali berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka..
namun lama kelamaan hal seperti ini menjadi menyatu dengan mereka dan meraka menganggap itu merupakan hal yang positif.. bisa menurunkan tingkat ketegangan yang terjadi antara pekerja dan bosnya dan seharusnya memang seperti itulah keadaannya..
Vannesa terlihat menuruni tangga di dalam rumah besar itu, wanita cantik itu terlihat sangat anggun dengan setelan Hijab muslimahnya, Vannesa melihat kesana kesini namun dalam rumah besar itu tampak seperti tidak berpenghuni.. Vannesa merasakan hal yang aneh.. kemana semua orang..? kemana bi ina, suster maria, sherly yang biasanya selalu berada di ruang keluarga ini dan juga Vannia..?
Namun setelah wanita itu menatap keluar jendela samping rumahnya disekitar taman, Vannesa sangat terkejut melihat suasana itu..
Terlihat Calvin bersama semua pekerjanya sibuk bahu membahu menata taman yang lumayan luas itu..
bahkan seorang Vannia kecil ada disana..!!
keterkejutan Vannesa bertambah, awalnya Vannesa ingin marah, namun setelah wanita itu melihat keceriaan Vannia kecil berlari kemudian terlihat sesekali diangkat seorang Calvin sambil memutar-mutar tubuh mungil itu.. Vannia tertawa ceria, tawa dan kebahagiaan itu tanpa batas, sangat bahagia dirasakan Vannia, sesuatu yang belum pernah dirasakan Vannia, walaupun tampak baju putih Vannia dipenuhi bercak tanah.. hal itu disambut senyum dan tawa juga oleh semua pekerjanya,
__ADS_1
Sangat terkesan dekat tanpa menghilangkan sikap hormat normal pada setiap pekerjanya terhadap sosok pemuda yang mereka anggap sebagai sosok Mr. Daniel itu..
Vannesa merasakan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang menjadi hidup di rumah ini.. kehampaan yang dirasakan Vannia selama ini terbayarkan oleh seorang Calvin, bahkan wajah semua pekerjanya pun terlihat lebih natural, tidak ada kesan menegangkan seperti yang terlihat sebelumnya jika Mr. Daniel hanya berada dirumah..
sungguh Vannesa merasakan sesuatu yang berbeda.. perasaannya terhadap Calvin bukan karena sosoknya yang menyerupai Mr. Daniel namun karena Calvin mampu memberi warna tersendiri..
Seseorang yang memiliki tingkat kestabilan emosional, sosok yang tumbuh menjadi dirinya sendiri tanpa harus menggunakan image Mr. Daniel dan menunjukannya kepada semua orang..
Calvin adalah Calvin bukanlah seorang Mr. Daniel, Calvin seolah ingin merubah image itu..
pemuda itu tidak terlihat sama sekali mengambil keuntungan dari sosok Mr. Daniel walaupun itu sangat mudah dilakukan Calvin..
Seorang Vannesa melihat itu, melihat ketulusan pemuda itu, melihat kesederhanaan itu, Calvin telah memberikan kesan tersendiri bagi Vannesa
Ada benih yang tumbuh secara liar dalam hati seorang Vannesa, benih kepercayaan dan kebahagiaan yang berjalan secara natural..
benih yang menjadi rasa yang belum pernah Vannesa dapatkan dari mas Daniel..
"Ohh Calvin..!!" ucap Vannesa dalam hatinya
"Apakah ini hikmah di balik meninggalnya mas Daniel..? apakah kamu adalah sosok yang menjadi pengganti mas Daniel..?"
kenang seorang Vannesa sambil melihat hampir setiap hari Calvin memberikan kesan tersendiri baik kepada Vannia atau pun semua pekerja di rumah itu..
Candile county business distrik
Vanesa menceritakan pada Rafael setelah hampir satu minggu dari peristiwa kedatangan Calvin di gedung ini.. Vannesa secara detil ceritakan dari mulai pertama kali melihat Calvin sampai bantuan yang telah Vannesa berikan secara finansial untuk Calvin dan keluarganya..
"Jadi begitulah kisah seorang Calvin pak Rafael.." kata Vannesa menjelaskan semua tentang kehadiran sosok Calvin terhadap Rafael..
"Saya juga sangat tidak menyangka kalau Calvin akan muncul disini, di gedung ini.. hingga sempat membuat semua staf dan karyawan merasakan sesuatu yang aneh dari Calvin, orang yang mereka anggap sebagai Mr. Daniel.."
"Baiklah nona Vannesa.. baiklah, saya sudah mengerti sekarang.." ucap Rafael
"Biarkanlah semua berjalan dengan apa adanya.." sambung Rafael kemudian Vannesa mengangguk kecil menyetujui perkataan dari Rafael..
Ponsel Vannesa berdering, panggilan atas nama Calvin Pradikta..
"Dari Calvin..!"
__ADS_1
"Jawablah panggilan itu.." ujar Rafael, Vannesa meraih ponsel itu dari atas meja.. kemudian mendekatkan ke telinganya
"Maaf Vannesa.. saya harus kembali hari ini, ibu akan segera pulang dari rumah sakit.." ucap Calvin
"Baiklah Calvin.." Vannesa merasakan seperti ada yang hilang
"Setelah semua selesai, bisakah kamu kembali kesini lagi, Calvin..?"
"Vannesa..!" kata Calvin mengerti dengan nada bicara Vannesa
"Saya tidak mungkin hilang begitu saja dari semua ini, saya sadar tentang Vannia.. saya juga tak ingin melihat Vannia menderita karna saya.. mungkin setelah kedatangan saya kita bisa diskusikan kembali, karna saya tidak mungkin berada di rumah ini untuk selamanya.. mohon Vannesa mengerti akan keadaan saya.."
"Baiklah Calvin.." suara Vannesa terdengar sedih
"Saya mengerti, itu sudah saya pikirkan.. sampai jumpa Calvin.. berhati-hatilah dijalan.."
Vannesa mengakhiri panggilan
"Maaf nona Vannesa, maaf Tuan Rafael.." seorang staf menghampiri ruangan Vannesa
"Ada apa..?" tanya Rafael
"Ada dua orang tamu ingin bertemu Mr. Daniel..! sekarang mereka berada di ruang tunggu VIP lobby.."
"Katakan sebentar lagi, saya yang akan menemui mereka.." kata Rafael tegas
"Baik Tuan Rafael..!"
Vannesa terlihat tidak bersemangat, setelah mendapat kabar bahwa Calvin akan pulang, itu artinya Vannesa sepeti akan kehilangan sosok Calvin..
"Nona Vannesa.." ujar Rafael, mengerti keadaan hati Vannesa
"Sejujurnya Calvin bukanlah Mr. Daniel, nona Vannesa harus bisa menghadapi situasi seperti ini, karena cepat atau lambat Calvin akan pergi.."
"Saya merasakan kehilangan pak Rafael.." ucap Vannesa sedih
"Saya mengerti..!! namun nona Vannesa harus terbiasa.." Rafael menghela nafas
"Jika memang ada sesuatu yang nona Vannesa harapkan dari seorang Calvin.. maka bicarakanlah"
__ADS_1
Vannesa mendengar pesan itu masuk ke dalam hati terdalam Vannesa
Sejujurnya Vannesa sudah memikirkan hal itu, karena Vannesa merasakan jatuh cinta terhadap sosok Calvin..