
Calvin secara tiba-tiba meminta driver sholeh menepi..
"Ada apa Calvin.." tanya seorang Vannesa heran
"Vannesa.. lihat..!!" Calvin menunjuk ke arah sebuah Gedung, Gedung Nusantara tempat dimana pertama kali Vannesa melihat sosok Calvin, disana..! tampak semua karyawan melakukan aksi Demonstrasi.. sangat ramai dengan spanduk-spanduk khas orang berdemonstrasi..
"Bukankah itu Gedung Nusantara, Calvin..?"
"Betul Vannesa.."
"Apa yang telah terjadi..?"
"Aku tidak tahu Vannesa..!" Calvin tiba-tiba ingat beberapa sahabatnya yang masih bekerja disana, kemudian meminta driver sholeh untuk memarkirkan kendaraannya..
Calvin dan Vannesa keluar dari kendaraan secara perlahan karena tak ingin membangunkan Vannia yang sedang tertidur pulas..
Calvin menggandeng tangan Vannesa, meringsek masuk ditengah kerumunan para demonstrasi.. sampai pada barisan paling depan Calvin melihat seorang aldo yang sangat bersemangat meneriakkan yel yel.. Calvin berusaha meneriaki dan memanggil nama aldo
"Aldo.. aldo..!" teriak Calvin diantara kerumunan para karyawan Gedung Nusantara, tak ada respon dari seorang sahabat itu, jelas..! suara seorang Calvin tak bisa menandingi gemuruh para demonstrasi.. akhirnya dengan susah payah, Calvin berhasil mendekati aldo..
"Aldo..!"
"Calvin..!" teriak aldo tak percaya dengan kehadiran sahabatnya itu
"Apa yang terjadi aldo..?"
"Kami sedang menuntut uang pesangon, Calvin.. pemecatan besar-besaran dilakukan secara sepihak oleh management gedung, Gedung Nusantara telah bangkrut Calvin..!! karena pemilik gedung tersandung kasus korupsi di kota dan telah dipenjara.." Calvin berpikir keras, sungguh kasian para karyawan ini walau bagaimana pun mereka pernah menjadi bagian dari kehidupan Calvin..
"Maaf..! siapa pemilik Gedung Nusantara ini..?" tiba-tiba Vannesa bertanya setengah berteriak
"Rafael.." teriak aldo dengan sedikit kebingungan karena baru pertama melihat seorang Vannesa.. tetapi Vannesa dan Calvin kurang mendengar dengan jelas kata-kata aldo..
__ADS_1
"Siapa..?" tanya Calvin berteriak
"Rafael Wicaksono..!" teriak aldo sangat kencang
"Hhhaahhhh..!!"
"Hhaahh..!!"
Teriak Vannesa dan Calvin nyaris secara bersamaan dengan mata melotot, sementara aldo tak menghiraukan reaksi Calvin dan Vannesa, pemuda itu sangat antusias menyuarakan yel yel.. Calvin dan Vannesa sangat kaget mendengar nama itu, Gedung Nusantara ini milik seorang Rafael, orang yang tersandung kasus korupsi di basecamp building, orang yang telah mereka penjarakan karena kelakuan bejatnya..
Vannesa dan Calvin saling menatap serius, mata mereka seolah saling berkata-kata.. sesungguhnya Vannesa mengerti apa yang ada dipikiran seorang Calvin untuk menyelamatkan Gedung Nusantara ini..
Calvin menarik tangan Vannesa, menjauh dari kerumunan dan meninggalkan aldo yang masih tampak bersemangat menyerukan yel yel, mereka kembali menaiki mobil yang terparkir di pelataran kemudian meminta driver soleh untuk melanjutkan sisa perjalanan, sementara Calvin terlihat sangat cemas..
"Vannesa..!" ucap Calvin dengan wajah sedikit tegang
"Bagaimana kalau kita investasikan dana kita untuk menyelamatkan Gedung Nusantara..?"
"Aku setuju Calvin, aku pun memikirkan hal yang sama, bagaimana kalau kita ambil 90 persen saham kepemilikan..?"
"Itu artinya kita membeli gedung itu Vannesa..?"
"Iya Calvin, kita bisa meminta Robert untuk maju sebagai pembeli saham kepemilikan.."
"Apakah kamu yakin Vannesa..?"
"Aku yakin Calvin, dengan begitu kita bisa menyelamatkan para staf dan karyawan.." Vannesa terdengar sangat optimis..
"Baiklah Vannesa, aku mendukung keputusan kamu, aku akan menelepon seorang Robert.."
Calvin tak menyia-nyiakan kesempatan, pemuda itu langsung memberitahukan Robert untuk segera mendaftarkan diri sebagai pembeli saham mayoritas atas kepemilikan Gedung Nusantara.. atas nama County Group, perusahaan yang paling besar dan dipercaya di ibukota, saham mayoritas akan sangat dengan mudah mereka dapatkan
__ADS_1
"hahh..! Rafael..!??!?" robert setengah tak percaya jika Rafael memiliki perusahaan diluar County Group
Namun tidak ada catatan dana yang keluar melalui transaksi elektronik, mustahil untuk nominal sebesar kepemilikan gedung tidak terdeteksi oleh team audit..
"Apakah Rafael telah melakukan money laundry, Mr. Calvin.. ini adalah bukti baru dan hukuman Rafael bisa bertambah berat karena itu.."
"Lakukan saja apa yang saya perintahkan Robert, karena situasinya bisa lebih kacau..!"
"Baiklah Mr. Calvin.. segera akan saya laksanakan.." ucap Robert bersemangat menerima perintah investasi terbesar pertama dari seorang Calvin..
Robert langsung menjalankan perintah itu, Tidak sulit bagi seorang Robert untuk berkomunikasi langsung via telp dengan para petinggi Gedung Nusantara..
Namun ternyata perusahaan itu telah menawarkan sahamnya untuk dibeli para investor baru, tujuannya adalah agar bisa mendapatkan lebih banyak modal dan juga ekuitas dari para investor.
Atas nama Candile County Business Distrik tergabung dalam County Group yang kini CEO tunggal atas nama Calvin Pradikta, namun yang terdaftar masih menggunakan nama besar Mr. Daniel.. karena Calvin dan Vannesa dibawah County Group belum balik nama itu, tentu saja Gedung Nusantara sangat mudah ditangani..
Suasana di pelataran Gedung Nusantara..
Seseorang petinggi Gedung Nusantara keluar menemui para demonstran yang di ikuti oleh beberapa orang penting lainnya, jelas..! senyum merekah di wajah-wajah orang penting itu, karena pencapaian sesuatu..
Dengan menggunakan speaker TOA petinggi itu mengumumkan berita bahagia..
"Mohon tenang semuanya, karena saya akan mengabarkan berita bahagia.." suara petinggi itu sangat jelas terdengar, para demonstran mendengarkan arahan itu kemudian suasana terdengar tampak sepi walaupun masih terdengar teriakan-teriakan ketidakpuasan dari para karyawannya..
"Kami telah mendapatkan investor baru dan kepemilikan dengan penjualan saham sebesar 90 %.. itu artinya semua staf dan karyawan tidak ada yang di berhentikan, tidak ada gelombang PHK..!" teriak petinggi itu yang kemudian disambut dengan suka cita oleh para demonstran..
"Horeeee...!"
suasana riuh kembali menggema..! namun kali ini penuh dengan kegembiraan, ada diantara mereka yang saling berpelukan sebagai ucapan syukur karena terbebas dari ancaman PHK.. terlihat semua petinggi yang berada di pelataran lobby itu saling berjabat tangan penuh dengan kegembiraan, sebenarnya mereka sulit untuk mempercayai.. perusahaan sekelas Gedung Nusantara menjadi perhatian khusus dari perusahaan besar County Group.. namun mereka seolah mengabaikannya, walaupun terlintas di benak mereka, ada hubungan apa sebenarnya orang yang telah memberi perintah itu dengan Gedung Nusantara ini..
Sementara Calvin dan Vannesa sudah sampai dirumah itu, rumah seorang Calvin, rumah yang terlihat sederhana namun bersih dan nyaman.. penuh kehangatan perlakuan seorang ibu terhadap Vannesa, terlebih lagi seorang Vannia kecil yang selalu berada disisi Calvin, gadis kecil yang cantik itu masih terasa asing terhadap lingkungan dan juga tampak asing terhadap orang-orang yang baru dilihatnya..
__ADS_1
Namun sesungguhnya ibu Nurul sangat bahagia atas kehadiran mereka, penantian yang panjang karena ingin sekali memiliki seorang cucu, kini hadir di depan mata.. seorang gadis kecil yang sangat pintar namun juga cantik, yang selalu memanggil Calvin dengan sebutan papa.. betapa kata-kata gadis itu menyentuh hati kecil seorang bu Nurul, wanita setengah baya itu serasa telah memiliki seorang cucu, begitu pun dengan adik Calvin, vivi.. gadis itu seakan-akan memiliki seorang adik, betapa senangnya seorang vivi terhadap Vannia..
Vannia kecil tak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan itu, lingkungan dimana orang-orang nya sangat menyukai Vannia.. sesekali Vannia terlihat saling bercengkrama dengan vivi, tawanya sangat lepas, penuh dengan keceriaan bersenda gurau, gadis kecil itu menyukai seorang vivi.. hingga akhirnya seorang Vannia bisa lepas dari genggaman Calvin dan terlihat akrab dengan vivi sampai bermain ke halaman rumah itu, kegembiraan itu pun terlihat jelas di wajah bu Nurul..