
Rami sangat terkejut dan takut saat melihat sang ayah sama terlukanya seperti ibunya disini,
"Ayah, ada apa dengan ayah? Kenapa mereka mengikat ayah?"
Tanya bocah kecil yang masih tidak tahu apa-apa itu.
Pak Megan pun sama terkejutnya melihat Rami dalam pangkuan Adiyasa, dengan kamera memperlihatkan jasad Saripah serta istri dan Beno disana yang terluka dan tertembak.
"Adiyasa, apa yang kamu lakukan kepada keluargaku, lepaskan mereka, lepaskan.
Kurang ajar kamu, lepaskan mereka "
Teriak pak Megan dari sebrang video terdengar sangat marah dan cemas saat melihat sang istri tidak berdaya, diapun berteriak pada anaknya, Rami untuk menjauh dari Adiyasa.
"Anakku Rami, pergi dari sana, jangan dekat dengan dia, cepat pergi"
Ujar pak Megan coba memperingatkan anaknya untuk menjauh dari Adiyasa.
Namun Rami hanya terdiam dan menatap sang jendral dengan tatapan yang sangat ketakutan.
Adiyasa pun melemparkan senyum pada Rami, senyum yang membuatnya semakin takut untuk menatapnya.
"Lepaskan aku, lepaskan"
__ADS_1
Kata Rami hendak turun dari pangkuan sang jendral, namun Adiyasa tidak begitu saja melepaskan sang anak dengan mudah, dia jugjiatua mengikat Rami di tiang yang berbeda, namun tanpa siksaan.
Bu Damay yang melihatnya pun terus berteriak untuk melepaskan anaknya.
"Lepaskan anakku kasihani dia, lepaskan aku mohon".
Ucap Bu Damay pada Adiyasa, namun dia tidak memperdulikannya.
"Bisa saja aku melepaskan anakmu, tapi dengan satu syarat, kamu harus mau melakukan apa yang aku minta tadi"
Jawab Adiyasa meminta Bu Damay untuk membujuk sang mantan jendral untuk mengakui barang haram itu.
"Maka aku akan menutup babak ini untuk selamanya"
Lanjutnya.
"Adiyasa aku tidak akan pernah mengampuni kamu"
Teriak pak Megan dengan semua kekuatan yang ada coba berontak.
Pak Adiyasa pun berujar jika pak Megan tidak mempunyai pilihan lain selain menuruti kemauannya.
Pak Adiyasa pun meminta anak buahnya yang berada di kantor polisi untuk memperingati pak Megan untuk segera memilih.
__ADS_1
"Anda hanya mempunyai 2 pilihan pak, mengakui atau nyawa keluargamu tamat"
Ujar salah seorang polisi yang berada di bawah perintah pak Adiyasa.
Pak Megan pun terdiam dengan sejuta rasa kecemasan dan ketakutan akan jalan yang buruk terjadi pada keluarganya.
"Aah . "
Teriak pak Megantara yang mulai kalut.
Polisi yang melihatnya sedikit merasa takut saat melihat pak Megantara marah dan mengamuk, keamanan setempat pun ikut membantu mengamankan pak Megantara agar tidak larut dalam emosinya.
Akhirnya mereka pun melumpuhkan pak Megan dengan semua siksaan mereka.
...
Sementara di rumah, diam-diam ternyata Beno berusaha melepaskan dirinya agar dia bisa menyelamatkan diri dan majikannya itu dengan menyeret serpihan kaca yang berserakan di lantai.
Beno terpaksa membuka sepatunya dan coba membawa sedikit pecahan beling dengan kakinya, hingga akhirnya setelah serpihan kaca itu sudah mendekat, Beno berusaha mengambil dengan sebelah kakinya lagi dan berhasil dia raih dengan tangan yang terikat di belakangnya,
Beno berusaha sekuat tenaga melepaskan ikatan di tangannya tanpa mereka curigai.
Rami pun terus mengalihkan perhatian kedua preman itu dengan memohon untuk di lepaskan.
__ADS_1
"lepaskan saya om, saya ingin ibu"
ucap Rami dengan semua air matanya berhasil memancing kedua preman tersebut mendekatinya.