
"Kita bisa membebaskan dia dan membiarkan dia pergi dengan mobil box kita, kemudian kita celakakan mobilnya hingga akhirnya dia tiada dan permainan pun berakhir, dia sendiri akan tertuduh sebagai pemilik obat terlarang kita. Hahaha"
Ucap pak Andra sekali lagi dengan gelak tawanya mengingat peristiwa yang terjadi pada supir jendral Megantara.
Tanpa mereka sadari ternyata Aditya sedari tadi sudah sadarkan diri dan mendengar semua yang mereka bicarakan mengenai jendral Megantara dan bisnis terlarang yang sudah lama mereka jalani sejak lama.
Aditya sangat terkejut dan tidak percaya jika atasan dan jendral yang dia kagumi ternyata tidak lebih dari seorang penjahat. Dalam hati dia berkata
"Aku benar-benar tidak menyangka ternyata panutan yang selama ini aku hormati adalah seorang penjahat, menyesal aku tidak percaya pada Eliezer, dan apakah ini yang dia maksudkan selama ini? Tapi apa hubungan mereka dengan Eliezer?"
Dengan semua pertanyaan itu dia mulai berpikir untuk melarikan diri tanpa mereka ketahui.
Namun Aditya tidak berdaya karena tangan dan kakinya yang terikat serta mata dan mulutnya yang tertutup membuat dia tidak bisa berbuat apa-apa, hingga saat kakinya sedikit bergerak mereka pun mengetahui dan langsung memukul kepala Aditya hingga tersungkur, sama seperti dulu pak Andra menganiaya jendral Megantara di dalam sel.
Aditya merengek kesakitan namun mereka tidak mengampuninya, mereka terus memukul dan menendang Aditya yang lemah tidak berdaya hingga terluka.
"Cukup. Tinggalkan dia"
Kata pak Andra pada semua anak buahnya kala melihat Aditya sudah tidak bergerak lagi.
Pak Andra pun mulai mendekat untuk melihat keadaan Aditya dengan jelas, pak Andra coba menendang tubuh Aditya yang sudah tidak bergerak itu, kemudian dia memegang tangannya untuk memastikan denyut nadinya masih ada atau tidak.
Pak Andra membuka penutup mata Aditya dan melihat wajahnya yang sudah banyak dengan luka akibat pukulan dan tendangan anak buahnya.
"Sungguh malang nasibmu polisi Aditya, kamu harus berakhir seperti ini padahal kamu masih muda dan belum puas menikmati hidupmu"
__ADS_1
Ucap pak Andra di depan tubuh Aditya dengan wajah tanpa dosa.
"Pindahkan dia ke ruangan itu dan jangan biarkan dia lari"
Perintah pak Andra pada anak buahnya untuk memindahkan Aditya dan mengurungnya.
Selama dalam tahanan Aditya kerap mendapat siksaan demi siksaan oleh para pria bertubuh kekar anak buah pak Andra.
Aditya pun bahkan sudah kehilangan harapan untuk hidup setelah semua rahasia mereka dia ketahui. Dalam kesakitannya dia terus memanggil nama Eliezer.
...
Pasangan pengantin baru akhirnya tiba di Europa El dan Patricia sangat menikmati bulan madu mereka, namun pikiran El masih tertuju pada Aditya.
"Entah kenapa aku selalu teringat Aditya! Entah apa yang terjadi padanya tapi perasaan ku mengatakan jika saat dia sedang membutuhkan aku sayang!"
"Jika kamu ingin kita kembali lagi ke Jakarta kita kembali saja, aku tidak apa kok!"
Jawab Patricia coba mengerti dengan keadaan Eliezer.
"Tapi aku tidak enak denganmu, kita baru satu hari sampai disini aku juga belum sempat membawa kamu keliling Eropa "
"Tidak apa-apa El justru aku akan lebih merasa bersalah jika ragamu bersamaku tapi hatimu ada disana"
El pun memeluk Patricia dengan semua kasih sayangnya.
__ADS_1
"Terimakasih ternyata kamu lebih mengerti aku "
Ucap El mencium kening Patricia. Keduanya pun tersenyum.
...
Malam pun tiba, seperti biasa El selalu membuka buku hitam milik sang ayah yang masih belum berhasil dia pecahkan apa sebenarnya isi dari setiap lembar kertas di buku itu. Eliezer sempat merasa seperti orang gila karena terus melihat kertas kosong di buku tersebut.
Saat ini El hampir putus asa jika dirinya bisa berhasil menemukan bukti kejahatan jendral Adiyasa pada ayahnya.
Kemudian Patricia yang berniat ingin mengerjai El dengan mematikan lampu membuatnya terkejut.
"Loh, kenapa lampunya mati? Astaga "
Ucap El kesal, diapun coba berdiri hendak menyalakan lampunya, namun segera Patricia memeluknya dari belakang dan membuat El terkejut hingga melepas pelukan Patricia dan membuat keduanya jatuh.
"Ah"
Bersamaan dengan itu buku El dan senter Patricia pun jatuh berbarengan, buku hitam El menyender pada tembok hingga lampu senter Patricia berhasil menyinari selembar kertas tersebut.
Betapa terkejut Eliezer saat melihat cahaya lampu senter menyinari buku hitamnya.
Perlahan tulisan sang ayah muncul karena sinar lampu di kegelapan itu menembus bukunya.
"Oh astaga, amazing"
__ADS_1
Ucap El memeluk Patricia yang sama terjatuh dengan dirinya karena bahagia.