Eliezer

Eliezer
Bisma meyakinkan El


__ADS_3

Tanpa mengatakan jika dia adalah adik dari Beno yaitu tangan kanan jendral Megantara di masa lalu, Rebecca berhasil meyakini komisaris untuk membantunya dalam kasus Eliezer yang sedang dia hadapi saat ini.


Rebecca merasa yakin jika kali ini keadilan akan Eliezer dapatkan kabar itupun dia bagi pada Bisma.


"Astaga ini kabar yang sangat luar biasa Rebecca, kamu sangat pintar sekali "


Ujar Bisma yang juga tidak kalah bahagianya dengan kabar tersebut memeluk Rebecca dengan spontan.


Rebecca yang tersenyum merasa nyaman saat tangan kuat Bisma memeluknya.


...


Setelah berita viral mengenai video pengakuan Mila beredar di jejaring media, pak Gatot dan pak Dwiki ikut di seret ke dalam sel untuk dimintai keterangan dan ternyata satu persatu korban dari mereka datang untuk bersaksi akan kejahatan yang mereka lakukan padanya.


Korbannya pun juga tidak main-main lebih dari 2 ratus orang/perusahaan mengakui kejahatan mereka.


"Saya bersyukur sekali karena akhirnya kejahatan mereka muncul ke permukaan, selama ini kami tidak bisa melaporkan mereka karena mereka selalu mengancam keselamatan anggota keluarga kami"


Ujar pak Budi alah seorang korban pencucian uang yang dilakukan pak Dwiki dan pak gatot.


Dan masih banyak pengakuan lainnya.


Melihat siaran tv yang berlangsung akan tertangkapnya pak Gatot dan pak Dwiki, ingatan El pun langsung menuju kedua orangtua dan istri tercintanya yang belum lama dia nikahi.


"Ibu...


Ayah... Patricia aku sangat merindukan kalian"


Ucapnya dalam hati dengan menitikkan air mata.


Pak komisaris yang melihat El nampak sedih coba bertanya


"Coba katakan yang sebenarnya apakah kejahatan yang di lakukan Adiyasa dengan mereka saling berkaitan?"


Tanya pak Wisnu Adji pada El yang sedang menemuinya untuk berbicara meminta kejujuran Eliezer.


"Saya tidak tahu percis jika Adiyasa juga terlibat dalam kasus ini, tapi yang jelas dulu pak Gatot sempat berbicara padaku jika saya ataupun yang lainnya tidak akan pernah mampu melawan dia, karena penguasa yang sebenarnya tidak akan pernah mengampuniku".


Jawab Eliezer pada pak Wisnu.


Rebecca dan Bisma yang menemani El berharap dia bisa bekerjasama dengannya dalam mengungkap semua keterkaitan kejahatan Adiyasa.

__ADS_1


Eliezer sangat mengerti betul dengan rencana Rebecca kali ini dan memang langkah Rebecca sangat benar saat ini dengan meminta bantuan pak Wisnu Adji.


Bisma melihat El nampak sedih akan kerinduannya pada semua orang yang dia sayangi, dia memeluk adiknya dan mengatakan


"Kamu pasti akan bebas El, aku yakin ?"


Ucap Bisma padanya membuat El kembali teringat akan hasil tes DNA itu.


Dalam hati El berpikir apakah Bisma harus tahu tentang ini?


"Terimakasih ka, semoga "


Jawab El dengan ekspresi wajahnya yang datar.


"Kamu kenapa El? Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini? Kenapa kamu terlihat sangat gelisah?"


Tanya Bisma.


Dengan perasaan yang ragu El pun mengeluarkan sebuah kertas yang dia dapat dari Adiyasa.


Kening Bisma mengerut saat El memberikan kertas itu padanya.


"Apa ini?"


Tanya Bisma


Bisma pun melihat isi dari kertas tersebut dan tidak disangka reaksi Bisma membuat El merasa bingung.


"Hahaha jadi kamu gelisah hanya karena selembar kertas ini?"


Ucap Bisma padanya


"Tapi ka, kertas itu asli aku bisa membedakan mana hasil tes DNA yang dimanipulasi atau tidak? " Eliezer.


"Ya, aku percaya kamu bisa membedakan semua itu, hasil tes ini bisa saja benar, tapi kita tidak tahu yang sebenarnya, bisa saja dia menggunakan barang milik anaknya atau dirinya sendiri? Bisa saja kan? Lagipula aku tidak pernah bertemu dengannya ataupun anak buahnya El, percayalah semua itu adalah rekayasa Adiyasa" Bisma.


"Ini semua pasti rencananya agar kamu tidak berhasil membalaskan dendam mu pada dia? Percayalah semua itu tidak benar? Kamu percaya pada kakakmu ini kan?"


Lanjut Bisma coba meyakinkan El jika semua adalah rencana Adiyasa untuk memeras perasaannya agar tidak berhasil membalaskan dendam pada Adiyasa.


"Ingat Tujuan pertama kamu datang kesini El? Bukankah kamu ingin membalas kejahatannya? Bukankah kamu ingin membersihkan kembali nama ayah kita sang jendral Megantara, ya ayah kita yang sangat baik dan bijaksana"

__ADS_1


El menunduk sedih, kekuatannya yang hilang kini seakan kembali berenergi setelah mendengar nama ayahnya disebut oleh Bisma.


"Tidak hanya untuk ayah kita, saat ini kamu juga harus memberi keadilan untuk kedua orangtua angkat mu dan cintamu yang mereka renggut darimu, buatlah mereka tersenyum bangga padamu di atas sana dengan membuat Adiyasa mendapatkan hukuman yang setimpal"


Bisma menetap El tajam.


El pun memeluk sang kakak dan meminta maaf padanya karena sempat meragukan dirinya hanya karena sebuah kertas dusta yang diberikan Adiyasa padanya.


"Maafkan aku ka, seharusnya aku bisa berpikir jernih saat itu, tidak seharusnya aku menyerah mengalah seperti ini, Kakak benar aku harus kembali bangkit demi mereka, akan ku buat senyum untuk mereka apapun itu"


Jawab El bangkit dan berdiri tegap seolah hendak mempersiapkan diri untuk perangnya melawan Adiyasa.


Rebecca dan pak Wisnu tersenyum bahagia bercampur haru melihat kedua kakak beradik itu mulai bangkit kembali.


"Entah mengapa aku merasa tersentuh melihat mereka"


Kata pak Wisnu pada Rebecca.


"Kedua cahaya penegak keadilan kini mulai bersatu kembali untuk melawan kegelapan"


Rebecca.


***


Di tempat yang lain Adiyasa yang sudah menerima panggilan persidangan besok merasa sangat marah dan kesal hingga tidak ada yang bisa menghentikan kemarahannya itu.


"Sial.... "


Teriak Adiyasa melempar lampion yang ada di ruang kerjanya.


"Aku harus melakukan sesuatu, aku tidak boleh menyerah begitu saja seperti ini? "


Kata Adiyasa menggebrak meja kerja dan mengepalkan kedua jari jemarinya.


Dengan cepat Adiyasa segera menghubungi semua jaringannya untuk mengamankan semua bukti yang akan membuatnya terkena masalah, tidak lupa dia juga menghubungi salah seorang di balik telpon.


"Jika sampai aku terbukti bersalah, aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku"


...


Entah siapa yang dia hubungi namun pembicaraannya terdengar sangat begitu serius, ketakutannya akan diadili seketika memudar, senyum licik penuh kejahatan di bibirnya pun mulai merekah kembali.

__ADS_1


Dengan diiringi gelak tawanya yang khas, Adiyasa kembali bersemangat seperti biasanya


"hahahaha"


__ADS_2