Eliezer

Eliezer
Kejujuran Eliezer


__ADS_3

Kembali lagi ke alur mundur yuk guys


Eliezer pun teringat kenangannya bersama sang ayah dan ibu angkatnya sebelum semua tragedi terjadi, mereka hidup sangat bahagia. Hingga akhirnya


Sesampainya mereka di Jakarta, Mr Rafael menelpon salah satu koleganya memberitahu jika mereka sudah sampai bandara dari Inggris, dan ternyata supir suruhannya sudah menunggu mereka di depan.


"Baiklah Mr Joe supir anda sudah datang menjemput kami, terimakasih "


Merekapun akhirnya dibawa ke sebuah rumah cukup mewah yang sengaja Mr Joe sewa untuk mereka tinggal di Jakarta.


Rumah yang cukup megah seperti yang mereka harapkan.


"Bagaimana El apa kamu suka dengan rumah ini?"


Tanya Mr Rafael pada Eliezer.


"Ya ayah, semoga rumah ini membawa keberuntungan untuk kita"


Jawab Eliezer dengan semua harapannya.


El melihat sekitar rumah tersebut, semua nampak rapih bersih namun sepi, diapun kembali menatap buku hitam milik ayahnya itu, dalam hatinya bertarung dengan semua keputusan yang ingin dia sampaikan pada sang ibu.


Keputusan akan kebenaran dirinya?


"Apa harus aku ceritakan kepada mereka tentang siapa diriku yang sebenarnya? Tentang masa laluku yang kelam itu?"


Tanya hati El.


Eli terus berpikir sementara kedua orangtuanya mulai berbenah isi rumah dan kamarnya.


"Ayah, ibu, aku ingin bicara sesuatu pada kalian? Apa kalian mau mendengarkan aku?"


Tanya El pada Bu Maria yang sedang merapikan lemari bajunya.


"Sejak kapan kami tidak mau mendengarkan kamu nak, kamu itu sumber kebahagiaan kami, mana mungkin kami tidak mau mendengarkan kamu, memangnya apa yang ingin kamu bicarakan? Apa kamu ingin pergi ke luar negri? Atau ingin menjadi polisi?"


Jawab Bu Maria dengan penuh kasih sayang padanya, namu mendengar kata polisi yang dengan tidak sengaja ibunya katakan, membuat El semakin mantap untuk mengatakan yang sejujurnya.

__ADS_1


"Tapi untuk kali ini, El harap ibu dan ayah tidak marah padaku karena sudah merahasiakan semua ini?"


Mendengar semua itu, Mr Rafael dan Bu Maria pun terdiam dan saling menatap, apa sebenarnya yang ingin anaknya itu bicarakan, dan mengapa tampangnya terlihat sangat serius.


Bu Maria pun menarik tangan El dan meminta El untuk tenang, karena dia sangat tahu betul jika saat ini El sedang gelisah.


"Bicaralah nak, apa yang mengganggumu saat ini?"


Ucap Bu Maria mengusap bahu El dengan kasih nya.


"Sebenarnya sudah sejak lama El ingin bicarakan ini pada kalian, tapi El terlalu takut untuk membicarakannya, tapi kali ini mungkin dengan kembalinya aku ke tempat asalku tuhan ingin aku bicara jujur pada kalian,


Ibu ayah, maafkan aku, sebenarnya dulu aku mempunyai keluarga tapi..."


"Tapi apa nak? Lalu dimana keluargamu sekarang?"


Tanya Bu Maria panik.


Dengan kekuatan yang berhasil El kumpulkan, akhirnya dia berani mengatakan jika dirinya adalah anak dari seorang jendral.


"Jendral? "


"Jendral yang gugur demi keluarganya, jendral Megantara"


Keduanya terkejut, karena mereka memang mengenal sosok jendral Megantara, meski tidak terlalu dekat, namun mereka tahu jika jendral Megantara tersandung kasus korupsi dan pengedaran obat terlarang yang bekerja sama dengan jaringan mafia waktu itu.


"Maksud kamu? Jendral Megantara yang di vonis mati karena kepemilikan narkoba itu? Betul kah?"


Tanya Bu Maria tidak menyangka jika dirinya ternyata membesarkan seorang anak dari jendral jahat seperti Megantara.


"Semua itu tidak benar Bu, ayahku bukan seorang penjahat, dia justru adalah seorang pahlawan, aku sendiri yang menyaksikan semuanya jika bukan ayah pemilik sebenarnya, melainkan orang lain yang ingin menjebak ayah"


Bu Maria dan Mr Rafael pun dibuat dilema dengan semua yang anak angkat nya itu katakan,


Disatu sisi mereka merasa takut jika darah seorang penjahat mengalir di tubuh El, maka dia akan mengikuti jejak jahat sang ayah.


"Apa ibu dan ayah percaya padaku?"

__ADS_1


Tanya El pada kedua orangtuanya serius.


El pun akhirnya menceritakan semua tragedi tragis yang menimpanya di masa lalu hingga membuat dirinya terpaksa menjadi seorang anak yatim piatu.


"Aku sangat ingat betul wajah para penjahat itu ayah, ingin rasanya saat ini juga El beri mereka pelajaran, tapi El tidak tahu dimana mereka berada saat ini?"


Jawab Eliezer dengan penuh keyakinan,


Melihat tatapan El yang sangat dalam dan penuh dengan kejujuran, Bu Maria dan Mr Rafael pun akhirnya percaya pada El dan coba mendukung anak kesayangannya itu.


"Maafkan kami nak, karena kami sempat meragukan semua yang kamu katakan, tapi kami percaya jika kamu tidak akan pernah berbohong pada kami, dan untuk masalah ayahmu? Apakah dulu tidak ada seorang pun yang mau membantunya keluar dari kasus itu?"


Tanya Mr Rafael yang ikut prihatin dengan semua kisah jendral Megantara.


"Ibuku sudah coba meminta bantuan pada semua pengacara yang mereka kenal, tapi tidak ada seorangpun yang mau membantu ibu, termasuk kawan dekat ayah, mereka menolak menangani kasus ayah dengan alasan masalah terlalu berat dan bukti cukup kuat, ibuku hampir depresi dengan semua itu, namun untunglah kami memiliki paman Beno yang selalu setia pada ayah, dan keluargaku dulu, dia juga yang menyelamatkan aku dari kobaran api yang membakar mereka"


El tidak kuasa melanjutkan ceritanya ketika teringat Beno dan ibunya terbakar hingga tiada rata dengan tanah.


Bu Maria pun memeluk El agar dia merasa lebih tenang dengan semua kenangan yang mengganggu pikirannya.


"Sudah nak, kamu jangan bersedih lagi, ada ibu dan ayah yang akan selalu mendukung kamu, kamu percaya pada ibu kan?"


Ucap Bu Maria membuat Eliezer kembali yakin dengan niat pembalasan dendamnya pada Adiyasa.


"Kamu adalah anak seorang jendral yang kuat, ibu dan ayah yakin kamu mampu melewati ini semua nak"


Lanjut Bu Maria.


Dari sana Eliezer pun bertekad untuk memberi keadilan untuk ayahnya dan membersihkan namanya dari semua tuduhan yang membuatnya gugur,


Tatapan El pun kini dipenuhi bara api dendam yang menyala untuk ayah dan ibunya.


...


Eliezer pun memutuskan masuk diantara jajaran kepolisian setempat guna melancarkan aksinya untuk membalaskan dendam pada jendral Adiyasa dan jajarannya yang terlibat dalam kejahatan pada kelurganya di masa lalu.


Namun meskipun El menjadi seorang polisi, dia juga ikut membantu sang ayah memajukan perusahaan barunya di Indonesia.

__ADS_1


Perusahaan yang Mr Rafael bangun dengan niat memperluas lapangan pekerjaan bagi semua yang berbakat dan membutuhkan.


__ADS_2