
Hari demi hari El lewati dengan penuh kebahagiaan bersama keluarganya dan Patricia, dan seiring berjalannya waktu keduanya pun kini mulai semakin dekat.
Perlahan sedikit demi sedikit El pun berhasil mengumpulkan informasi mengenai jaringan Adiyasa, namun dia masih belum punya cukup bukti untuk menangkap mereka.
Patricia pun berhasil menjadi karyawan terbaik di perusahaan Mr Rafael dengan kinerjanya yang jujur dan pintar, meski ijin perusahaan belum mereka dapatkan setidaknya perlahan mereka sudah mempunyai beberapa klien yang mau bekerja sama dengannya.
Dan sampai saat ini El pun tidak mengetahui jika perusahaan sang ayah masih belum mendapat legalisasi.
Pada suatu hari, El pun sudah tidak ingin menyembunyikan jati dirinya sebagai polisi pada Patricia, hingga akhirnya
"Patricia apa kamu mau ikut denganku, aku ingin menunjukan sesuatu padamu"
Ucap Eliezer pada Patricia.
"Memangnya apa yang ingin kamu tunjukan El?"
Tanya Patricia penasaran.
El tidak bicara sepatah katapun, dia hanya mengajak Patricia ke suatu tempat, dan betapa terkejutnya dia saat El membawanya ke kantor polisi.
"Mengapa kamu membawa aku kesini El? Aku tidak mau kesini? Kamu tahu aku sangat takut tempat ini dan aku sangat benci dengan semua yang ada di dalamnya"
Ucap Patricia menolak ajakan El.
"Ikuti aku sebentar, aku ingin membawamu bertemu dengan seseorang yang mungkin akan membuatmu merubah semua persepsi mu jika polisi itu jahat."
Jawab El Menggenggam tangan Patricia dan perlahan mengajaknya masuk kedalam.
Perasaan Patricia pun tidak karuan, dia sangat ketakutan karena bayangan menyakitkan di masa lalu yang hampir saja di lecehkan oleh seorang polisi kembali terbayang di pikirannya.
Kursi dan meja yang menjadi saksi bisu sekaan memanggil Patricia kala melihatnya, diapun menggenggam tangan El dengan erat kala rasa takut menyeruak di dalam dirinya.
El menyadari hal itu, namun dia berpikir jika ini adalah yang terbaik, dia tidak mau melihat sahabatnya terus terjebak pada ketakutan di masa lalu dan memandang semua polisi itu jahat.
El pun kini berhenti di depan salah satu sel yang membuat Patricia terkejut melihat siapa yang ada didalamnya.
Patricia menangis melihat pria yang ada di dalam jeruji besi itu.
"Ayah"
Pak Omar, ayah tiri nya berhasil El tangkap dan kini mendekam di penjara.
Pak Omar pun mendengar suara anak tirinya itu memanggil namanya.
__ADS_1
"Patricia kau kah itu nak?"
Ucap pak Omar berjalan pelan menuju Patricia yang ada di balik besi, Patricia pun tidak kuasa menahan air matanya, pak Omar yang terlihat babak belur karena di hajar napi lain di dalam sel nya pun meminta maaf pada sang anak tiri karena sudah menjualnya,
"Maafkan ayah nak? Ayah sangat menyesal telah berbuat jahat kepadamu nak?"
Ucap pak Omar meminta maaf dengan penuh penyesalan.
"Ayah, kenapa ayah ada disini? Kenapa wajah ayah berdarah?"
Tanya Patricia yang tidak tega melihat sang ayah tiri babak belur mendekam di penjara. Patricia masih bersikap baik pada pak Omar meski dia sudah jahat kepadanya selama ini, karena ibunya mengajarkan apapun yang terjadi pak Omar tetaplah ayahnya.
Pak Omar pun mengatakan jika dirinya menyerahkan diri setelah semua anak buah madam Nikita terus mengejarnya,
"Mereka terus mengejar ayah karena mereka tidak bisa menemukanmu nak, syukurlah kamu baik-baik saja, ayah akan sangat menyesal sekali jika sesuatu yang buruk terjadi padamu nak, sekali lagi maafkan ayah?"
Ucap pak Omar terus meminta maaf pada Patricia.
Patricia pun memaafkan semua kejahatan ayahnya.
Kemudian El pun mengajak Patricia menuju sel berikutnya,
Dimana seorang polisi yang telah coba melecehkan Patricia berhasil El tangkap.
"Apa kamu masih ingat dengan pria itu?"
"Dia, dia polisi itu El, dia yang mencoba menganiaya aku"
Jawab Patricia mundur menjauhi sel itu. Melihat Patricia sangat ketakutan polisi itu hanya tersenyum jahat ke arah Patricia dan Eliezer, dia sangat dendam pada El karena telah menangkapnya dan membuktikan jika dirinya memanglah seorang polisi yang jahat.
"Kamu jangan takut, semua sudah baik-baik saja"
El coba memeluk Patricia dan menenangkannya. Merekapun kembali keluar, Patricia bertanya pada El apa sebenarnya yang terjadi? Mangap dia membawanya ke kantor polisi? Dan mengapa El bisa tahu ayahnya mendekam dalam penjara?
"Karena aku yang telah melakukan semuanya"
Ucap Eliezer.
*Maksud kamu?"
Patricia kebingungan. El yang tidak mau terus berbohong kepada Patricia akhirnya mengatakan yang sebenarnya jika dia adalah seorang anggota kepolisian.
"Jadi selama ini kamu membohongiku?"
__ADS_1
Jawab Patricia tidak menyangka jika El bisa melakukan semua itu.
"Kamu jangan marah pada Eliezer nak, kami yang memintanya untuk tidak bicara siapa dia sebenarnya sama kamu"
Ucap Bu Maria dari belakang datang ke kantor polisi bersama Mr Rafael.
"Karena saat itu kamu benar-benar sangat syok dan terguncang sekali setelah apa yang telah terjadi padamu, maafkan kami Patricia?"
Lanjut Bu Maria memeluk Patricia seperti anaknya sendiri.
El pun membuka jaketnya dan memperlihatkan seragamnya pada Patricia. Tidak disangka keadaan Patricia yang kini memang sudah membaik justru mengangkat tangan seraya mengucap
"Hormat gerak, hihi"
Ucap Patricia memecah ketegangan diantara mereka. Semua pun tertawa dengan tingkah Patricia yang menggemaskan.
El pun tersenyum pada Patricia dengan senyumnya yang tulus, El juga baru menyadari jika orangtuanya datang ke kantor polisi?
"Ayah dan ibu mengapa datang kesini? Ada masalah apa?"
Tanya Eliezer pada kedua orangtuanya itu.
Mereka pun terdiam sejenak, tatapan keduanya terlihat sangat menghawatirkan.
"Apa ada yang kalian sembunyikan dari El?"
"Sebenarnya begini nak, "
Bu Maria pun menjelaskan masalah ayahnya dengan pak Dwiki yang sampai saat ini dia masih belum memproses legalisasi perusahaannya karena dulu mereka sempat bersitegang mengenai dana yang di lipat oleh pak Dwiki.
"Kami memutuskan untuk melaporkan semua ini pada polisi berharap dia bisa mendapat ganjaran yang setimpal"
Ucap Bu Maria menjelaskan yang sebenarnya.
"Mengapa kalian tidak memberitahuku dari awal, jika aku tahu mungkin sudah dari dulu aku membantu kalian"
Jawab Eliezer yang kecewa karena dia tidak di libatkan dalam Maslah kelurganya.
"Ibu dan ayah tidak ingin mengganggu pencapaian mu nak, tujuanmu demi jendral Megantara masih belum selesai nak, itu sebabnya kami tidak ingin menambah beban kepadamu dengan masalah ini"
Eliezer pun akhirnya mengerti, mereka pun masuk kedalam kantor polisi dan membuat laporan untuk pak Dwiki.
Di dalam kantor pak Andra pun tidak sengaja mendengar dan melihat Eliezer bersama keluarganya yang sedang membuat laporan.
__ADS_1
"Sial, bagaimana ini, ternyata orang yang Dwiki maksud adalah orangtua Eliezer, pantas saja dia bersikeras ingin jalan jujur tanpa ada suap, karena anaknya pun memang sangat jujur dan tegas, apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Pak Andra menggerutu kesal dalam hatinya.