Eliezer

Eliezer
Jangan lapor polisi


__ADS_3

Eliezer pun tiba di kediamannya dengan membawa Patricia kedalam rumahnya, Bu Maria melihat kedatangan anaknya dengan seorang perempuan, dan itu membuatnya sangat khawatir Bu Maria pun segera membuka pintu dan bertanya siapa wanita yang dia bawa ke rumahnya.


"Ada masalah apa nak? Kamu baik-baik saja kan?"


Tanya Bu Maria pada El dengan semua kecemasannya.


El pun meminta sang ibu untuk bicara didalam rumah dan mengajak Patricia.


Setelah mereka semua duduk, El pun menceritakan pada sang ibu jika Patricia mengalami trauma yang cukup berat dengan semua masalahnya, sebagai dokter Bu Maria tentu sigap dan tergugah untuk menolong Patricia, dia juga sangat sedih mendengar semua kisah tentang hidupnya.


"Kasihan sekali kamu nak, kamu tidak usah takut, saya Bu Maria ibunya Eliezer, saya juga dokter di sebuah rumah sakit disini"


Ucap Bu Maria memperkenalkan diri dan memeluk Patricia agar dia merasa lebih aman dan nyaman bersamanya.


Patricia yang diawal merasa takut jika El akan berbuat jahat padanya akhirnya dia membuang rasa khawatirnya itu setelah dia mengetahui jika El memang benar-benar ingin membuatnya lebih aman dan menolongnya.


Akhirnya diapun mulai bersuara


"Terimakasih dokter"


Ucap Patricia pada Bu Maria yang masih memeluknya, Patricia pun melayangkan senyum pada El yang sedang melihatnya.


El pun membalas senyum Patricia dan segera bangkit, karena dia harus segera kembali bertugas, mengingat jam istirahat sepuluh menit lagi akan habis.


El pun pamit pada sang ibu dengan berpesan untuk menjaga Patricia.


"Kamu tenang saja Patricia, ibuku orang yang baik, kamu bisa sering semuanya pada ibuku, luka di tanganmu juga harus segera di obati jika tidak nanti kamu infeksi"


Ujar Eliezer pada Patricia membuatnya terkesan, karena tidak pernah ada seorangpun yang memperhatikan dia selama ini walau hanya sekedar luka kecil di tangannya.


Patricia hanya mengangguk dan tersenyum pada El, kemudian diapun segera pergi dengan mengendarai motor tadi untuk di kembali kan lagi pada karyawan restoran itu.


El masih mengenakan pakaian pelayan tersebut, dia pun melihat jika preman tadi ternyata sudah ada di dalam restoran.


El pun berpikir jika saja tadi dia tidak segera membawa Patricia keluar, mungkin dia sudah tertangkap oleh mereka.


El pun kini teringat akan semua kata-kata Patricia yang membenci dan tidak percaya lagi pada polisi, dia ingin mencari tahu polisi siapa yang pernah coba melecehkan Patricia. "Aku harus tahu siapa polisi itu?"


Pikir El saat masuk kedalam kantor polisi.


Diapun merasa jika semua tidak ada yang berbeda, semua baik baik saja, kalaupun memang benar Patricia hendak di lecehkan oleh salah seorang polisi maka pasti akan ada jejak yang tertinggal sebagai petunjuk.

__ADS_1


"Biar nanti aku tanyakan lagi pada Patricia"


***


Di rumah Eliezer, Patricia masih bersikap diam pada Bu Maria meski dia mulai merasa nyaman, Bu maria pun menyadari sikap diam Patricia hingga akhirnya untuk memecah penghalang diantara keduanya Bu Maria pun mulai mengajak Patricia untuk bicara lebih dekat lagi.


"Sebentar ya, saya ambil obat dulu untuk mengobati luka ditangan kamu"


Ucap Bu Maria.


Patricia hanya mengangguk diam dengan sedikit senyum di bibirnya, dalam hati dia masih belum percaya jika saat ini dia berada bersama orang yang baik, batinnya pun coba bertarung melawan rasa takut dan traumanya agar dia bisa merasa lebih bebas.


Patricia menghela napasnya panjang dengan memejamkan kedua matanya, dari kejauhan Bu Maria tersenyum melihat tingkah Patricia,


"Malang sekali nasib kami nak, gadis secantik kamu seharusnya dijaga dengan baik, tidak seharusnya kamu mendapat perlakukan seperti ini"


Gumam hati Bu Maria saat melihat Patricia terpejam, dia pun akhirnya menghampiri Patricia dengan mengobati luka di tangannya, dan itu membuat Patricia terkejut hingga membuka matanya.


"Dokter, kamu mengejutkan aku"


Ucap Patricia membuka percakapannya, Bu Maria pun hanya tersenyum ke arahnya dengan menjawab jika dirinya tidak ingin mengganggu semedi Patricia.


"Aku hanya tidak ingin mengganggu semedi mu nak, hihi"


Keduanya pun mulai bercanda dan bercerita kesana kemari hingga akhirnya Patricia berhasil membuka dirinya pada Bu Maria, dia pun menceritakan kembali semua kejadian yang menimpanya dan semua ketakutannya.


"Sekarang kamu tidak usah takut lagi ya, kamu aman disini, anggap saja kami seperti keluargamu sendiri"


"Tapi saya tidak mau merepotkan kalian?"


Jawab Patricia.


Tidak lama kemudian saat keduanya asik bercerita, Mr Rafael pulang ke rumah dengan semua kekecewaannya pada sang pak Dwiki.


Mr Rafael nampak lesu saat masuk kedalam rumah, dan itu membuat Bu Maria khawatir.


"Kenapa bapak sudah pulang jam segini, sebentar ya nak suami ibu pulang, kamu istirahat saja disini, oke"


"Baik dok terimakasih"


Patricia pun membaringkan tubuhnya coba untuk beristirahat di kamar tamu rumah mereka, sedangkan Bu Maria menemui sang suami yang nampak lesu,

__ADS_1


"Sudah pulang mas? Kenapa wajah kamu muram?"


Tanya Bu Maria pada Mr Rafael.


Mr Rafael pun akhirnya menceritakan semua yang terjadi di kantor tadi, semua yang terjadi antara dirinya dan pak Dwiki serta Mr Joe. "Aku tidak menyangka jika mereka bisa bekerja sehina itu Maria, hanya demi memperkaya diri mereka berani menghalalkan segala cara hanya demi uang"


Bu Maria pun ikut menyesalkan semua yang terjadi pada suaminya itu, dia pun menanyakan


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?"


Tanya Bu Maria


"Apa kita lapor polisi?"


"Jangan lapor polisi dok, mereka tidak akan menolong kita"


Ucap Patricia dari kejauhan yang ternyata tidak sengaja mendengar semua yang mereka bicarakan tentang masalah Mr Rafael.


Keduanya pun terkejut dengan jawaban Patricia.


"Kita tidak akan pernah mendapat perlindungan dari mereka sekalipun kita memohon padanya, karena mereka juga sama liciknya dengan para koruptor itu dok, percayalah"


Lanjut Patricia.


Bu Maria sangat mengerti betul mengapa Patricia bicara seperti itu, namun tidak dengan Mr Rafael, dia pun bertanya pada istrinya siapa gadis itu?


"Kemari lah nak?"


Bu Maria memanggil Patricia untuk mendekat kepadanya.


Diapun memperkenalkan Patricia pada suaminya.


"Dia Patricia, teman baru El mas"


Ucap Bu Maria memperkenalkan Patricia. Dia juga menjelaskan siapa Patricia sebenarnya.


Mendengar siapa Patricia sebenarnya, Mr Rafael pun sedikit melupakan semua masalahnya dengan pak Dwiki,


"Saya mohon pak, jangan lapor polisi mereka itu jahat mereka hanya ingin uang "


Ucap Patricia, Bu Maria pun memberi kode pada suaminya agar dia mau menjawab iya pada Patricia agar dia tenang.

__ADS_1


"Baiklah saya tidak akan melaporkan dia ke polisi, tapi saat ini saya bingung bagaimana nasib perusahaan kita ma?"


Jawab Mr Rafael yang bingung.


__ADS_2