
El pun mulai menceritakan semua kisah tragedi yang menimpanya di masa lalu.
"saat itu umurku masih 7 tahun hakim yang mulia ..."
Kilas balik semua tragedi El ceritakan dengan sangat detail, saat dimana sang ayah yang dibawa paksa oleh polisi, penyerangan yang terjadi paska sang ayah di penjara serta persembunyian dirinya di balkon rahasia yang ayahnya siapkan untuk mereka disaat yang genting.
"Jika pak hakim tidak percaya semua bisa cek ke rumah jendral Megantara disana ada sebuah balkon kecil yang sengaja ayahku buat untuk bersembunyi dari penyerangan yang tidak di inginkan, meskipun rumah kami sudah terbakar akan ada sisa yang bisa di temukan disana sebagi bukti dari apa yang saya ceritakan kali ini"
Pembelaan Eliezer mengenai ceritanya.
"Saya juga masih ingat dimana jendral Adiyasa mengancam ayah saya dari telpon untuk menyetujui tuduhan yang dia layangkan padanya. Adiyasa mengancam ayah saya jika dia tidak bersedia menyetujui tuduhan itu maka dia akan menghabisi kami semua yaitu ibu, aku paman Beno dan semua asisten yang ada di dalam rumah saya pak hakim"
"Bohong ... Semua itu bohong"
Adiyasa membantah keras dengan berdiri dan menunjuk tangan ke arah El yang sedang bicara.
"Tenang tenang harap tenang "
Hakim meminta Eliezer untuk melanjutkan kembali ceritanya.
Sedangkan Adiyasa mulai kepanasan dengan semua yang El katakan pada hakim, dia merasa cemas namun akalnya juga berjalan dia mencari cara agar hakim tidak percaya dengan semua yang El katakan saat ini.
Adiyasa memberi kode pada pengacaranya agar tidak kalah dari Eliezer.
Sedangkan Eliezer kembali melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
"Setelah mereka menyiksa ibu dan paman Beno mereka juga menyiksa seorang pria tua yang datang ke rumah mengetahui penyiksaan yang dilakukan Adiyasa kepada kami, tapi aku tidak tahu bagaimana nasib pria tua itu semoga dia masih hidup sampai sekarang"
Ujar Eliezer.
"Lalu bagaimana anda bisa menjadi anak angkat dari dr Maria dan Mr Rafael?"
Tanya hakim pada El.
Abram mengangguk tersenyum seolah meminta El untuk melanjutkan kembali ceritanya.
"Setelah paman Beno mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan aku, sekuat tenaga aku berlari ke tengah hutan dan tidak sadarkan diri kemudian dr Maria dan Mr Rafael yang kala itu sedang melakukan penelitian melihat dan langsung menyelamatkan aku yang terluka dan disaat itu pula mereka mengangkat ku sebagai anak mereka hingga akhirnya aku berhasil menjadi seorang perwira berkat kasih sayang dan kerja kerasnya"
Hakim mendengarkan dengan seksama semua kisah tentang El dan mencerna semua kejatahan Adiyasa pada keluarga Megantara.
Darius sang pengacara Adiyasa pun coba membelanya jika semua yang dikatakan El tidak bisa dipercaya.
Ujar Darius mulai menekan kubu Eliezer.
Abram dan El memang tidak memiliki bukti apapun untuk semua bukti ceritanya, mereka pun berpikir harus melakukan apa untuk meyakinkan hakim dan dunia jika semua kisah El memang benar terjadi dan kejahatan Adiyasa memanglah nyata.
"Maaf pak pengacara Darius, apakah bukti video rekaman cctv yang kita saksikan bersama belum cukup menjadi bukti? Dengan jelas di perlihatkan jika di video itu sedang dilakukan transaksi di kediaman pak Adiyasa yang agung" pelayan Abram.
"Tentu tidak saudara Abram, karena disini yang kami minta bukti cerita mengenai kejahatan yang dilakukan jendral Adiyasa pada keluarga pak Megantara bukan tentang transaksi narkoba, untuk video itu bisa saja editan seseorang untuk menjatuhkan klien saya, karena disini saya menemukan ada banyak kejanggalan dalam video tersebut, cobalah lihat keterangan waktu ini"
Jawab Darius dengan telak mengalahkan pembelaan Abram dengan menemukan hasil editan yang dilakukannya pada video Adiyasa.
Abram tidak berpikir jika video editannya itu akan mudah dia ketahui, dia pun mulai cemas jika El akan kalah dalam sidang melawan Adiyasa ini.
__ADS_1
Di balik layar melihat kegigihan yang keras dari Darius yang membela Adiyasa juga mulai dibuat cemas dan pesimis jika El akan menang melawan Adiyasa.
Dalam hati dia berkata
"Sepertinya sekali lagi keadilan tidak akan pernah kembali tegak melawan jendral itu"
Ucap pak Wisnu Adji menghela napas kekecewaannya.
Adiyasa tersenyum menang melihat ekspresi wajah El dan Abram yang mulia tegang karena video editannya berhasil terbongkar.
Darius juga menambahkan jika aku dari pada nama Adiyasa sudah ada yang meretas.
"Lihat lah ini pak hakim, dengan jelas akun penyebar video itu bukanlah pak Adiyasa melainkan hecker yang sengaja ingin menyebar luaskan video palsu itu untuk menjatuhkan jendral saya"
Kata Darius menambah suasana sidang semakin tegang.
El menghela napasnya panjang dia juga berpikir jika sepertinya dia tidak akan pernah menang melawan Adiyasa yang agung.
Melihat suasana sidang semakin tegang sang hakim pun akhirnya memutuskan untuk menunda sidang sampai pukul 11 siang hakim juga meminta kubu El untuk memberi bukti kebenaran cerita El.
***
"Bagaimana ini Abram? Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Tanya Rebecca pada Abram yang khawatir jika keadilan tidak lagi dia dapatkan.
Bisma pun ikut bertanya dan berpikir bukti apa yang bisa dia berikan untuk meyakinkan hakim?
__ADS_1