
Eliezer yang baru saja masuk kedalam kantor tidak sengaja berpapasan dengan pak Andra, namun sikap El yang cuek dan cenderung biasa saja pada atasannya itu membuat pak Andra tidak suka.
"Hei kamu, siapa nama kamu?"
Panggil pak Andra pada Eliezer, namun tidak dia tanggapi karena El tidak mengira jika pak Andra memanggilnya.
Namun salah seorang rekan polisinya coba menghentikan El dan memberitahu padanya jika pak Andra memanggilnya.
"El pak Andra memanggilmu"
Bisik rekan lainnya.
"Pak Andra, dia memanggilku? Ada apa?"
Tanya El membalikkan badannya ke arah pak Andra, El pun menatap pak Andra dan mendekatinya,
Tanpa memberi hormat, El langsung bertanya
"Bapak memanggil saya? Ada yang bisa saya bantu?"
Ucap El dengan wajah yang lurus.
Pak Andra pun melihat nama polisi di hadapannya.
"Eliezer, nama yang cukup bagus"
Ucap pak Andra seraya menatap sinis El dengan tatapan yang tidak suka padanya.
El pun menyadari sikap atasannya itu, diapun coba bersikap tenang dengan melemparkan senyum padanya.
Pak Andra pun menanyakan di bagian mana El ditugaskan, salah satu sipir lain memberitahu pak Andra jika El di tugaskan untuk mengatasi kasus-kasus kriminal yang saat ini sedang terjadi, dia juga menyebutkan jika El termasuk salah satu polisi andalan mereka, karena dia cukup pandai dan cekatan dalam memecahkan masalah.
"Dia juga sangat jujur pak"
Lanjut sipir itu menjelaskan tentang Eliezer.
Mendengar semua kelebihan Eliezer, pak Andra justru merasa cemas dan berhati-hati agar sindikatnya tidak sampai diketahui polisi baru seperti Eliezer, cukup dia dan lima rekan polisi nakal lainnya yang mengetahui dan menjalani bisnis gelapnya.
"Bagus, tingkatkan aku ingin abdi negara seperti itu"
Ucap pak Andra pada Eliezer dengan menepuk bahunya secara spontan dan dengan tatapan yang masih sinis pada El,
Meski di puji dengan semua kelebihannya El masih tetap bersikap rendah dan netral.
__ADS_1
Pak Andra pun akhirnya kembali melanjutkan langkahnya untuk kembali ke ruangannya. Sedangkan El pun begitu, dia kembali pada regu yang sudah menunggunya untuk kembali memikirkan kasus kriminal yang sedang mereka tangani.
Didalam ruangan, pak Andra terus memikirkan Eliezer, entah mengapa perasaannya merasa sangat cemas saat pertama kali menatapnya secara langsung,
"Kenapa saat aku menepuk bahunya, perasaanku merasa terhubung pada masa lalu, tapi masa lalu apa? Apa aku yang terlalu berlebihan memikirkan semua ini? Aku harus melakukan sesuatu, jangan sampai polisi Eliezer betah berlama lama disini, ini bisa bahaya"
Pikir pak Andra tentang El, diapun merasa sangat tidak asing melihat wajah dan tatapannya, tapi siapa?.
Bersama regu timnya yang sedang memecahkan masalah, Eliezer pun juga memikirkan pak Andra, "Aku masih ingat betul bagaimana kamu menyiksa ayahku dengan sadisnya hanya agar dia mau mengakui kesalahan kalian penjahat"
Dalam hati El marah sekali pada pak Andra.
Dan akhirnya dari sekarang, El pun bertekad untuk mencari petunjuk agar bisa membuka kedok semuanya pada publik dan kembali membersihkan nama Jendral Megantara di mata dunia dan masyarakat.
***
Patricia mulai sedikit lebih tenang saat Mr Rafael meng iya kan permintaannya untuk tidak melaporkan semua masalahnya dengan pak Dwiki pada polisi.
"Baiklah nak saya tidak akan melaporkan semua pada polisi, tenanglah"
Ujar Mr Rafael yang mengerti dengan kode yang diberikan Bu Maria.
Mereka pun akhirnya duduk bertiga, Patricia meminta maaf karena tidak sengaja mendengar semua percakapan mereka.
Ucap Patricia pada keduanya membuat mereka terkesan, karena terlihat sekali jika Patricia sebenarnya adalah anak yang sopan, selain cantik, dia juga baik. Namun sayang nasibnya sungguh malang.
Mr Rafael pun coba untuk memalingkan wacana pembicaraan mereka pada pekerjaan selanjutnya.
"Mas dan Mr Joe mau lakukan apa sekarang?"
Mr Rafael pun mengatakan jika sebenarnya meskipun pembangunan perusahaan mereka masih 50% lagi, sudah cukup banyak klien yang ingin bekerjasama dengannya, karena sebagian dari mereka mengenal dan tahu kinerja perusahaan Mr Rafael di luar negri.
Patricia pun memberanikan diri untuk bertanya mengenai karyawan di perusahaannya,
"Kalau boleh saya tahu, apa karyawan di perusahaan baru om sudah penuh?"
Tanya Patricia.
Mr Rafael pun mengatakan jika sebagian karyawan dari Inggris dia bawa kesini untuk membantunya melanjutkan kesuksesan nya disini, sebagian lagi masih tetap bertahan disana.
"Memangnya kenapa kamu bertanya tentang itu nak?"
Tanya Bu Maria pada Patricia.
__ADS_1
Patricia pun mengatakan niatnya untuk melamar di perusahaan Mr Rafael. Karena dia tidak bisa jika harus bergantung seterusnya pada kebaikan keluarga Eliezer.
"Saya Patricia Angela lulusan universitas Indonesia jurusan management, jika dokter dan Mr tidak percaya bisa cek di laman web nya, saat ini saya juga sedang bekerja di sebuah perusahaan ternama sebagai sekretaris namun karena ayah terus mengejar ku, aku tidak bisa melanjutkan pekerjaanku"
Ucap Patricia kembali tertunduk.
Mr Rafael dan Bu Maria pun hanya tersenyum. Bu Maria mengatakan jika dirinya jangan dulu memikirkan soal pekerjaan, karena untuk saat ini dia harus sehat dulu sepenuhnya.
"Tapi dok, saya tidak ingin terus merepotkan keluarga dokter, kalian sudah terlalu baik kepadaku selama ini"
Lanjut Patricia.
Mr Rafael pun setuju dengan saran istrinya itu,
"Untuk soal pekerjaan, kamu tidak usah khawatir kapanpun kamu mau bekerja disana, datanglah tapi untuk saat ini saya lebih setuju dengan istriku"
Jawab Mr Rafael memeluk Bu Maria disampingnya. Patricia pun ikut senang melihat senyum tulus mereka kepadanya.
***
Eliezer pun hendak melaporkan berkas pada pak Andra untuk kasus yang sudah ditutup, namun saat dia hendak masuk keruangan nya dia tidak sengaja mendengar pak Andra sedang berbicara dengan seseorang berpakaian jas sangat rapi.
"Ingat Andra, jika sampai kalian menerima laporan pria asing itu mengenaiku, maka aku tidak akan segan untuk membongkar siapa dirimu yang sebenarnya"
Ucap pria berjas yang terdengar oleh Eliezer dari balik pintu.
Namun dari meja, pak Andra melihat ada bayangan kaki dibalik pintunya, hingga dia meminta pria yang sedang bicara dengannya untuk diam.
"Ada seseorang yang sedang mendengarkan kita, diam"
Ucap pak Andra pelan dengan menyimpan jari telunjuk di bibirnya.
Pak Andra pun meminta pria itu untuk segera pergi dari kantornya.
"Ingat Andra, jangan lupa dengan pesanku"
Pria itupun akhirnya keluar dari ruangan pak Andra dan tidak sengaja melihat dan bertemu dengan Eliezer,
El tidak sempat bertanya siapa dia? Yang jelas pria itu keluar dari ruangan pak Andra dengan wajah yang terlihat sangat marah dan takut.
Dalam hati El pun bertanya siapa pria itu? Ada hubungan apa dia dengan pak Andra?
"Bicara apa mereka? Apa yang akan dia lakukan sekarang ?"
__ADS_1
Tanya hati El sebelum masuk ke ruangan pak Andra.