
El pun pergi dari kediaman jendral Adiyasa dengan perasaan kecewa karena dia tidak mendapatkan apapun yang bisa dia jadikan sebagai petunjuk untuk pembalasannya.
Sementara Adiyasa yang saat itu masih terkesima dengan tatapan El yang sama dengan Rami kecil di mimpinya, masih menarik napas berusaha untuk tenang dan melupakan mimpi buruknya itu,
"Tatapan itu, mengapa sama percis dengan tatapan anaknya Megantara di mimpi tadi?"
Tanya hati Adiyasa yang gelisah.
***
Sesampainya di rumah, El pun sudah mengganti seragam polisinya dengan pakaian biasa karena dia tahu jika Patricia tidak menyukai seorang polisi.
El tiba di rumah tepat pada waktunya, disaat semua makanan sudah tersaji di meja El pun mengetuk pintu dan Bu Maria membukanya,
"Kamu sudah pulang nak?"
Ucap Bu Maria pada El. Bu Maria juga bertanya bagaimana dengan pekerjaannya?
"Semua baik-baik saja dan berjalan dengan lancar Bu"
Jawab El dengan tenangnya, saat El masuk kedalam rumah, diapun mencium wangi makanan yang sangat lezat.
"Wangi makanannya sangat lezat Bu? Ibu masak apa?"
Ucap El bertanya pada ibunya itu.
Dengan senyumnya, Bu Maria hanya mengatakan jika dirinya harus melihat sendiri dia memasak apa untuknya.
Dan saat El masuk, dia melihat Patricia sedang menyajikan makanannya dan tersenyum pada El saat dia datang.
"Ayo, kami sengaja masak spesial hari ini, yang masak juga spesial, ternyata Patricia jago masak juga loh El"
Ucap Bu Maria memuji Patricia,
"Tidak juga dok, "
Jawab Patricia saat mendengar semua pujian Bu Maria untuknya,
El pun mulai berselera saat melihat semua makanan di hadapannya.
"Tapi sepertinya ini semua memang lezat Bu, kamu pintar Patricia"
Ucap El membuat hati Patricia tersanjung.
pipinya pun merah merona karena malu,
"Terimakasih"
Jawabnya tersipu malu, Mr Rafael pun turun dan bergabung dengan semuanya, hingga merekapun berkumpul bersama di meja makan.
__ADS_1
Mereka akhirnya menyantap masakan Patricia dan memujinya, Patricia sampai terharu dengan semua sikap keluarga El yang sangat baik dan terlihat menyayanginya, meski belum genap sehari dia berada di rumah mereka. Dengan semua kekurangan dan masalah dirinya dengan sang ayah, mereka mau membantu melindungi Patricia.
Selesai makan El pun bertanya mengenai proyek sang ayah.
"Oh ya, bagaimana dengan proyek ayah, apa semua berjalan dengan lancar?"
Pertanyaan El membuat Bu Maria dan Mr Rafael terdiam, Patricia pun tidak mau salah langkah dengan mengatakan semua masalah Mr Rafael dengan pak Dwiki,
Bu Maria pun memberi kode pada Patricia untuk tidak mengatakan apapun, dan untunglah Patricia mengerti dengan itu.
"Semua baik-baik saja nak, jangan khawatir, oh dan ya ibu mau kasih tahu kamu jika besok Patricia juga ikut dengan ayahmu bekerja disana?"
Jawab Bu Maria.
El pun terkejut mendengarnya, dalam hati apa benar Patricia bisa bekerja dengan ayahnya, mengingat dirinya juga masih belum kenal lebih jauh dengannya, dia tidak tahu latar belakang Patricia seperti apa?
Mr Rafael pun mengatakan jika Patricia memang bekerja di salah atau perusahaan cukup besar di Jakarta namun karena preman madam Nikita terus mengejarnya diapun tidak bisa fokus bekerja dan banyak tidak masuknya.
Setelah mendengar semua yang ayahnya katakan tentang Patricia, El pun sedikit merasa lebih tenang dan yakin jika Patricia bisa.
...
Malamnya setelah El selesai membersihkan dirinya, dia melihat Patricia sedang duduk sendiri diluar rumahnya, dia nampak sedih melihat bintang di langit malam.
Karena tidak tega melihat Patricia sendirian El pun turun kebawah untuk menemaninya.
Dengan sigap El memakaikan jaketnya pada Patricia dari belakang agar dia tidak kedinginan. Patricia pun terkejut dengan perhatian El padanya.
Ucap El mengejutkannya dengan semua perhatian kecil El.
"Terimakasih El,"
Jawab Patricia kembali memandang langit malam.
El pun bertanya apa yangs Edang dia pikirkan sekarang? Mengapa wajahnya nampak sedih?
"Aku hanya sedang teringat ibuku dan papa, sekarang aku benar-benar sendiri setelah mereka pergi El, aku tidak mempunyai siapa-siapa?"
Tangis Patricia pecah kala mencurahkan semua kesedihannya pada El.
"Kamu jangan menangis, mungkin tuhan sudah memilih kamu sendiri karena kamu adalah wanita yang kuat, kamu mampu dan kamu akan bisa melewati semua ini dengan baik"
Jawab El pada Patricia membuatnya sedikit tenang.
"Tapi terkadang aku merasa tuhan sedang tidak adil padaku El, apa aku salah jika berpikir seperti itu?"
Tanya Patricia menatap wajah Eliezer dengan dalam.
"Tidak, kamu tidak salah hanya saja kamu seharusnya lebih bersyukur karena kamu masih sempat tumbuh besar bersama ibu kamu, mendapat perhatian ibumu, tidak seperti mereka yang sedari kecil ditinggal oleh kedua orangtuanya"
__ADS_1
Jawab El memegang bahu Patricia coba menenangkannya dengan berpikir jika bukan hanya dirinya yang bernasib buruk, melainkan banyak diluar sana yang bernasib lebih buruk dari dirinya.
"Terimakasih El, kamu sudah menyadarkan aku"
Tanpa terasa karena terbawa perasaan, Patricia pun jatuh dalam pelukan sang polisi tampan eliezer.
El pun tidak mampu untuk menepis wajah Patricia yang berada di pelukannya, dia mengusap rambut panjang Patricia dengan lembut agar dia merasa lebih baik.
...
Keesokan harinya, di pagi hari Patricia sudah bersiap dengan seragam kantor yang diberikan Bu Maria padanya, saat semua sedang sarapan pagi, mereka pun dibuat terpana saat melihat Patricia keluar dari kamarnya.
"Kamu cantik sekali nak"
Puji Bu Maria saat Patricia berjalan ke arah mereka, Eliezer pun sampai tidak mengenali Patricia saat memakai seragam khas kantor itu.
Patricia memberikan senyumnya yang manis pada semua hingga terlihatlah keanggunan dia saat melangkah.
"Selamat pagi semuanya ".
El masih belum bisa berpaling dari pandangannya pada Patricia yang cantik dan manis, Mr Rafael pun menyadari sikap anaknya itu, dia tersenyum sendiri melihat tingkah anaknya yang tidak biasa.
"El, El. Patricia menyapa tuh"
Ucap Mr Rafael menepuk pundak El hingga membuatnya tersadar.
"Euh... Ayah kau ..."
Jawab El terpotong karena kini Patricia duduk disamping kursinya.
Patricia pun menyadari jika El terus memperhatikannya hingga diapun tertunduk malu.
Patricia sangat bahagia, dia merasa menemukan keluarga baru yang akan selalu melindunginya setiap waktu.
"Oh ya mah, sepertinya setelah Patricia masuk di kantor kita, kayaknya akan ada banyak karyawan pria yang akan melamar ke kantor kita, hihi"
Ucap Mr Rafael menyindir El.
"Sepertinya sih begitu mas"
Jawab Bu Maria dengan tawanya yang bersahaja.
El dan Patricia pun hanya bisa tersenyum dengan saling menatap satu sama lain.
"Kamu tidak usah sungkan ya nak, bekerja sesuai kemampuan kamu, jika ada hal yang tidak kamu mengerti jangan sungkan untuk bertanya pada Mr Rafael, anggap saja dia seperti ayah kamu sendiri"
Pesan Bu Maria pada Patricia sebelum mereka berangkat ke kantor.
__ADS_1
****