
Pak Jaka pria tua yang sempat Beno pinjam motornya untuk melarikan diri datang ke rumah untuk mengambil motornya.
Namun bukannya bertemu dengan Beno atau Bu Damay, pak Jaka justru melihat semua pemandangan yang sangat mengejutkannya.
"Astaga".
Ucap pak Jaka yang melihat semua dan mendengar apa yang Adiyasa bicarakan dengan pak Megantara pun tidak percaya jika saat ini yang sedang di ikat dan dianiaya adalah istri dari jendral Megantara, sosok yang dia kagumi karena kebijaksanaannya.
Pak Jaka pun perlahan keluar dari persembunyiannya berniat ingin melaporkan penganiayaan yang dia lihat ke pihak kepolisian.
Pak Jaka pun menelpon polisi dan memberitahukan semuanya.
"Halo pak dengan kantor polisi, saya ingin melaporkan kejadian yang menimpa istri mantan jendral pak Megantara, saat ini istri dan keluarganya sedang di satroni sekelompok orang jahat dan menganiayanya, Cepat tolong mereka pak, saya sendiri melihatnya"
Lapor pak Jaka dengan suara tua nya.
Sedikit terdiam polisi itu pun akhirnya menjawab dengan bertanya
"Anda siapa? Dan dimana posisi anda berada saat ini?"
Tanya polisi.
Pak Jaka pun dengan sangat gugup karena takut menjawab jika dirinya saat ini berada di luar rumah pak Megan untuk membawa motornya.
"Baiklah kamu akan segera kesana, bapak sembunyi saja dulu disana, jangan sampai mereka melihat bapak"
Jawab pak polisi pada pak Jaka.
"Baik pak, cepat selamatkan mereka"
__ADS_1
Ujar pak Jaka yang khawatir.
Tak selang beberapa lama, ponsel pak Adiyasa pun kembali bergetar salah satu staf kantor polisi yang bekerja sama dengannya memberitahu dia jika ada laporan kejahatan yang terjadi di rumah Bu Damayanti.
"Halo pak, seorang pria bernama pak Jaka menghubungi kami jika di rumah pak Megantara telah terjadi kejahatan, sepertinya dia juga tahu semuanya"
Ucap nya
Mendengar semua itu sontak pak Adiyasa pun sangat marah dan bergegas pergi keluar dengan langkah yang kasar mencari keberadaan pak Jaka.
Semua pun dibuat terdiam melihat sang jendral yang pergi keluar.
"Kau jaga mereka Arman, jangan sampai mereka melarikan diri"
Pesan pak Adiyasa sebelum dirinya pergi.
"Siap bos"
"Jahat kamu Arman jahat"
Ujar Bu Damayanti dengan tatapan yang dalam.
Namun Arman hanya merespon semua petuah kebencian Bu Damay dengan senyum liciknya saja.
Pak Jaka pun menyadari jika seseorang sedang berjalan menuju keluar rumah, diapun segera sembunyi di balik tembok samping berusaha agar tidak ditemukan, hingga akhirnya.
Ponsel pak Jaka berdering, seseorang dari nomor tidak di kenal menghubunginya, diapun menerima panggilan itu dan
Buk
__ADS_1
Dari belakang seseorang memukul bahu pak Jaka dengan sangat keras hingga akhirnya dia jatuh tidak sadarkan diri.
"Kamu mau bermain denganku pak tua?"
Ujar pak Adiyasa saat melihat tubuh pak Jaka tergeletak.
Kemudian kedua anak buahnya Arman pun membawa pak tua itu masuk kedalam rumah dengan tangan yang terikat.
Beno dan Bu Damayanti sangat terkejut melihat pria tua pemilik motor yang dia pinjam itu ada disini dengan keadaan yang menyedihkan.
"Astaga, apa-apa an kalian, dia orang tua tidak sepantasnya kalian memperlakukan dia seperti itu, kurang ajar kalian, lepaskan dia"
Teriak Beno yang tidak kuasa melihat pria tua itu teraniaya seperti dirinya.
Pak Adiyasa pun tertawa keras melihat semua kecemasan di mata Beno dan Bu Damay,
Dia cukup merasa puas dengan semuanya hingga akhirnya Adiyasa kembali meminta kedua preman untuk membawa pak Jaka kedalam mobilnya.
"Ampuni saya tuan, saya tidak akan bicara apapun tentang semua ini?"
Ucap pak Jaka meminta ampun pada pak Adiyasa namun tidak dia gubris sedikitpun.
"Cepat bawa dia"
Sekali lagi pak Adiyasa memerintah kedua premannya untuk membawa pak Jaka kedalam mobilnya.
"Mau dibawa kemana pak tua ini bos?"
Tanya Arman yang tidak tahu dengan rencana bosnya itu.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan Arman, pak Adiyasa pun berlalu meninggalkan tempat itu dengan membawa pak Jaka bersamanya.