Eliezer

Eliezer
Mencari bukti


__ADS_3

Setelah pertemuan antara Bisma dan Eliezer, mereka pun merencanakan sesuatu untuk benar-benar membuat Adiyasa mengakui semua kejahatannya dan membersihkan nama mendiang ayahnya yaitu jendral Megantara.


"Semoga rencana ini berhasil ka?"


Harap Eliezer pada Bisma akan rencananya.


"Aku yakin semua pasti akan berjalan dengan lancar, berdoa lah"


Jawab Bisma dengan penuh keyakinan akan pembalasannya pada Adiyasa yang telah merenggut nyawa kedua orangtuanya.


***


Keesokan harinya tibalah sidang pertama Eliezer, massa bayaran Adiyasa sudah berkerumun mendukung Eliezer untuk di hukum mati karena telah sengaja membunuh anggota polisi dan beberapa orang yang dia culiknya.


"Hukum Eliezer seberat-beratnya "


Teriak salah seorang massa membuat riuh gemuruh di depan pengadilan.


Di tempat lain Eliezer seakan pasrah akan nasib vonis nya nanti, sedangkan Rebecca merasa berat hati karena tidak bisa membantu Rami/Eliezer.


Rebecca datang menemui El sebelum sidang benar-benar di lakukan.


"El... Kenapa kamu tidak lari saja, aku tidak ingin kamu tiada "


Ucap Rebecca padanya membuat El justru tersenyum lucu mendengarnya,


"Seorang polisi wanita yang jujur tidak akan pernah meminta tahanannya untuk melakukan hal bodoh seperti ini Rebecca"


Ujar El padanya.


"Tapi aku memang benar benar tidak ingin kamu tiada El, aku sangat tahu betul vonis apa yang akan di jatuhkan pada kamu nanti, ini mengenai pembunuhan berencana dan hukumannya pun juga tidak main-main kamu bisa saja di vonis mati atau..."


Eliezer mengehentikan Rebecca untuk meneruskan bicaranya, karena dia tahu sendiri hukuman apa yang pantas untuk pembunuh berencana.

__ADS_1


"Sudah hentikan jangan kau teruskan lagi lebih baik kamu bantu ka Bisma dan bawa dia bersamamu jangan sampai Adiyasa tahu jika dia masih hidup, dia bisa saja melenyapkan ka Bisma"


Jawab Eliezer pada Rebecca memintanya untuk menjaga sang kakak.


Rebecca terdiam, apa maksud Eliezer dengan semua permintaannya? Rencana apa yang sedang mereka lakukan?.


Suara gemuruh semakin terdengar riuh kala waktu sudah mulai menunjukan jika pengadilan akan segera di mulai.


"Hukum mati... Hukum mati"


Teriak massa.


Eliezer masih terlihat sangat tenang mendengar kecaman dari kanan dan kiri setiap mulut yang memanggil namanya untuk hukuman dirinya nanti.


Di dalam ruangan persidangan jendral Adiyasa, Dwiki dan pak Gatot sudah duduk manis ingin menyaksikan persidangan Eliezer, mereka berharap hakim akan memutuskan hukuman yang akan memberatkan Eliezer.


Sementara di luar ruangan, Bisma masih berpikir mencari cara untuk menyelamatkan adiknya dan membersihkan nama baik orangtuanya.


Ucapnya sambil berpikir melihat sekelilingnya.


...


Sidang pun akan segera di mulai, Eliezer mulai masuk ruang sidang dengan wajah yang tanpa rasa bersalah.


Semua orang yang ada di ruangan sidang melihat kedatangan Eliezer, tak sedikit orang yang benci padanya melihat dengan tatapannya yang sinis.


Jendral Adiyasa duduk paling depan bersama pak Gatot dan pak Dwiki.


Hakim Wahyu juga ternyata datang dan duduk di kursi belakang, dia sangat berharap jika Eliezer bisa mendapat keringanan.


Sidang pun di mulai dengan masuknya hakim dan jaksa,


El masih terlihat tenang dan ringan namun tatapannya begitu sangat benci saat melihat ke arah Adiyasa.

__ADS_1


Dari kejauhan ingin sekali Rebecca menghabisi Adiyasa sebagi bentuk balas dendamnya karena telah membunuh saudaranya, namun itu hanya akan percuma, Rebecca mengerti dengan niat El, dia juga ingin dunia tahu kejahatan Adiyasa sehingga dia juga akan bisa membantu El membersihkan kembali nama jendral Megantara yang telah gugur, tapi bagimna caranya?


"Aku harus mencari cara agar kejahatannya terbongkar"


Pikir Rebecca mencari ide.


Di tempat lain Bisma sedang mencari bukti untuk meringankan hukuman adiknya nanti dengan mencari video asli rekaman cctv dimana El membunuh semua orang yang dia sekap.


Namun saat dia berjalan menuju tempat kejadian dia melihat seorang wanita hamil sedih berdiri menangis di depan garis polisi tempat Eliezer menculik korbannya.


Karena penasaran Bisma pun menghampiri wanita tersebut dan coba bertanya siapa dia?


"Sedang apa kamu disini? Dan kenapa kamu menangis di depan rumah ini? Apa ada sesuatu yang membuatmu sedih?"


Tanya Bisma membuat wanita itu terkejut.


"Maaf jika aku membuatmu terkejut?"


Lanjut Bisma meminta maaf pada wanita tersebut.


Wanita itu nampak sedang menyeka air matanya yang jatuh, dia coba tenang dan menjawab pertanyaan Bisma.


"Tidak apa, saya hanya teringat akan semua kejadian disini waktu itu"


Jawab nya singkat dan tertunduk.


"Kejadian apa maksud anda?"


"Sebenarnya telah terjadi penculikan dan penyekapan disini yang dilakukan oleh Eliezer, dan aku adalah salah satu diantara mereka "


"Apa ?"


Bisma sangat terkejut mendengar pengakuan sang wanita hamil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2