
Semua kini sudah kembali ke ruang sidang, Adiyasa berjalan dengan begitu tenangnya hingga membuat Abram semakin membenci dirinya.
"Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi kali ini wahai jendral"
Ucap hati Abram saat melihat Adiyasa masuk ruang sidang dan duduk di kursi terdakwa.
Sang hakim bertanya pada Abram apakah El sudah sudah sadarkan diri?
"Maaf pak hakim klien saya masih belum sadarkan diri, tapi saya jamin klien saya akan segera hadir ke ruang sidang untuk menjadi saksi untuk semua kejahatan tertuduh"
Jawab Abram dengan sopan pada sang hakim.
Meski hakim ragu akan apa yang Abram katakan padanya tapi dia coba menerima permintaan Abram. Hakim beserta jajarannya sebenernya sudah tahu watak asli dan jahatnya sang jendral Adiyasa, itu sebabnya mereka merasa ragu jika El akan bisa menang dalam melawan Adiyasa kali ini.
Pak Wisnu Adji sekalipun sebenarnya juga sudah mengetahui kejahatan Adiyasa sejak dari jaman dahulu termasuk pada jendral Megantara, namun karena licik dan jahatnya Adiyasa membuat tidak ada satu orangpun yang mau melawan dia termasuk pak Wisnu sendiri, sempat dulu sahabat jendral Megantara bernama Suryo Diningrat membela jendral Megantara dengan melaporkan kejahatan Adiyasa namun naas ancaman Adiyasa memang bukan main-main, semua keluarga Suryo Diningrat termasuk dia sendiri lenyap bah di telan bumi hingga kabarnya belum ada sampai saat ini.
Penguasa atas yang memimpin berjalannya keamanan kepolisian seolah tutup mata dengan kasus hilangnya Suryo dan keluarga karena mereka tahu jika dalang dari semua ini adalah sang penguasa kejahatan Adiyasa.
Namun kali ini pak Wisnu Adji bermain dari belakang membela El berharap semua akan terbongkar dengan dukungan dari media yang semakin canggih dari sebelumnya dengan menarik suara masyakarat akan keadilan untuk Eliezer.
...
Sidang pun di mulai, kali ini giliran pengacara Adiyasa yang berbicara dia mengatakan jika tertuduh tidak memiliki bukti untuk semua kejahatan yang di ceritakan oleh Eliezer,
"Klien saya memang memiliki hubungan dekat dengan mendiang Megantara, bahkan mereka sangat dekat terbukti dengan beberapa foto kebersamaan mereka disini, tidak ada permusuhan atau siasat dari tertuduh untuk menjebak mendiang Megantara".
Ucap sang pengacara dengan memperlihatkan album foto kebersamaanya dengan Megantara di masa silam.
Abram di buat resah dengan semua bukti tersebut, namun keyakinan nya begitu kuat hingga dia tidak terkecoh dengan semua itu.
__ADS_1
"Maaf yang mulia, sebuah foto kebersamaan tidak bisa menjadi bukti kejahatan seseorang, karena banyak sekali kasus yang terjadi dibalik layar bisa kita ambil dari beberapa kasus kedekatan seseorang yang bersahabat, ada banyak kasus disini atau bahkan diluar negri sana, dimana justru orang terdekat lah yang menjadi seorang penjahat pada sahabatnya itu sendiri".
Abram menepis semua yang pengacara Adiyasa katakan pada sang hakim dengan semua pengetahuannya, namun sayang kurangnya bukti yang diberikan Abram membuat semua yang dikatakannya terasa kosong.
Waktu yang dinanti Abram pun tiba jam di tangannya menyala pertanda video yang di unggah Lukman sudah berhasil.
Dengan senyum simpul Abram segera menyalakan layar infokus di ruang sidang agar semua audien melihat dan otomatis video tersebut akan di lihat oleh seantero negri karena sudah berhasil di sebarluaskan oleh Lukman sendiri.
Dan ternyata bukan video pengakuan sang jendral yang Lukman upload, melainkan video CCTV di kediaman jendral Adiyasa dimana transaksi narkoba besar-besaran dirumahnya sedang berlangsung.
1..2..3.. boom
Abram menghitung waktu peledakan boom terjadi dan
Akhirnya semua audien di ruang sidang termasuk Adiyasa sendiri melihat video tersebut, video yang Lukman sebarkan di media sosial.
Terlihat dari layar akun Adiyasa sendiri lah yang meng-upload video tersebut.
Ujar Adiyasa berdiri tegak marah besar melihat video kegiatan transaksi di rumahnya tersebar luas. Hatinya mulai memanas karena dia tahu jika video itu dilihat banyak mata maka dia akan tamat.
Para audien yang menyaksikan berjalannya sidang dibuat terkejut dengan video tersebut, darimana video itu di dapat? dan mengapa bisa menyebar luas?
Jawabannya adalah
Sebenarnya sang OB yang tadi msuk ke ruang Adiyasa adalah Abram yang menyamar sebagai OB, sebagai pengacara dia bergerak cepat untuk membela kliennya terlebih El adalah sahabat terbaiknya selama ini, jauh sebelum semua tragedi terjadi menimpa El, dia pernah diberitahu jika El memiliki rekaman CCTV kegiatan transaksi Adiyasa di rumahnya yang dia simpan itu sebabnya dia menggunakan rekaman itu untuk menjatuhkan Adiyasa dengan mengganti video pengakuannya dengan video transaksi di rumahnya namun Abram sedikit mengedit waktu yang tertera di video tersebut. Saat Abram membersihkan laptop Lukman maka disaat itu pula dia juga mengganti video itu dan terjadilah yang sekarang, video tersebut tersebar luas.
Pengacara Adiyasa ikut berkeringat melihat semua video tersebut, dia coba mengumpulkan kata kata untuk membela Adiyasa.
"Video itu tidak benar pak hakim"
__ADS_1
Ucap pengacara Adiyasa.
Dari belakang seseorang datang mengejutkan semua dengan berkata
"Semua itu adalah kebenaran pak hakim "
Ucap Eliezer yang datang dengan di papah Bisma dan Rebecca.
Pak Wisnu Adji merasa sangat senang dengan hadirnya El kembali di sidangnya. Namun dia msih belum bisa tenang mengingat Adiyasa adalah orang yang sangat licik akan ada cara yang dia lakukan agar kejahatannya tidak terbongkar.
Melihat El datang hakim pun segera memintanya untuk kembali berdiri di tempat saksi.
"Apa kamu kuat berdiri El?"
Tanya Bisma khawatir.
"Aku baik-baik saja ka tenang saja"
Eliezer pun berjalan pelan ke tempatnya Abram membantu El menuju tempat saksi dia berterima kasih pada Abram untuk semuanya.
"Jang berterimakasih padaku kawan ini sudah menjadi tujuan kita dan semuanya"
Jawab Abram tersenyum memberi semangat pada sahabatnya itu.
Sidang kembali dilanjutkan, setelah semua sudah melihat video transaksi di rumah Adiyasa hakim pun meminta El yang memang menjadi seorang justice Collaborator di sidang kali ini untuk menceritakan semua kebenaran yang terjadi.
El terpejam dan mengingat semua tragedi yang menimpanya di masa lalu. Semua kekejaman dan kejahatan Adiyasa terekam jelas di memori ingatannya.
El sangat ingat betul dimana sang ayah meminta El untuk lari dari sebrang telpon padanya saat Adiyasa hendak menyiksa ibunya dulu.
__ADS_1
El juga sangat ingat moment disaat Beno sang ajudan yang rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menyelamatkan dirinya.