Eliezer

Eliezer
Melamar Patricia


__ADS_3

El sangat terkejut sekali dengan semua permintaan kedua orangtuanya untuk menikahi Patricia, karena bagaimana Apun meski dirinya memang mencintai Patricia, dia tidak tahu apakah Patricia juga memiliki perasaan yang sama dengannya?


Namun dengan semua nasihat dan harapan orangtuanya, El pun merasa yakin jika cintanya tidak akan bertepuk sebelah tangan.


Hingga malam pun tiba, Mr Rafael dan Bu Maria sudah sengaja menyiapkan hiasan unik di teras lantai atas untuk niat El melamar Patricia.


Saat itu El sudah siap menunggu Patricia datang, sementara Bu Maria sengaja meminta Patricia yang tidak tahu jika El sedang menunggunya diatas. Bu Maria meminta Patricia untuk mengantarkan makanan malam kesukaan El.


"Tolong ya Patricia, lutut ku rasanya pegal sekali"


"Baik dok, "


Jawab Patricia dengan tersenyum tulus pada Bu Maria. Diapun akhirnya menuju teras atas mangantar makanan untuk El, dan betapa terkejutnya dia saat langkahnya kini berada di teras, Kilauan lampu kuning di setiap sudut teras menghiasai pemandangan matanya, taburan bunga mawar merah di barisan jalan yang akan di lewati Patricia pun menambah warna pemandangannya.


Patricia sangat takjub melihat semua keindahan itu, dia pun menatap lurus ke depan tepat pada Eliezer yang sedang berdiri tidak jauh dari nya,


Eliezer memandang Patricia dengan tatapannya yang lembut sampai menusuk hatinya, perlahan mereka melangkahkan kaki dengan di iringi tiupan angin malam bertabur bintang kecil di langit.


Sampai pada akhirnya langkah keduanya berhenti saat mereka benar-benar sudah saling berhadapan. El terus memandang wajah Patricia yang mempesona, meski berbalut pakaian yang sederhana, Patricia tetap terlihat cantik.


El segera menyambut tangan Patricia dengan tangannya, melihat semua itu Patricia pun tersenyum pada El dan menerima tangannya kemudian berjalan bersama menuju meja makan yang sudah di siapkan.


Dalam hati Patricia bertanya-tanya apa yang akan El lakukan di teras ini? Mengapa semua terlihat sangat indah?


Setelah keduanya duduk, El pun meminta maaf pada Patricia.


"Pasti hatimu bertanya-tanya apa yang sedang terjadi saat ini? Maafkan aku jika kamu merasa tidak nyaman dengan semua ini?"


"Aku sangat menyukai ini El, semuanya indah"


Jawab Patricia seraya melihat sekeliling pemandangan indah di teras.


"Syukurlah jika kamu memang menyukainya"


"Tapi dalam rangka apa kamu membuat semua ini?"


Tanya Patricia penasaran.


El pun dengan lembut menggenggam tangan Patricia dan menatap wajahnya, Patricia sendiri merasa gugup saat El memegang tangannya.


"Sebenarnya sudah lama aku jatuh hati padamu Patricia? Tapi aku terlalu malu untuk mengatakan semua perasaanku padamu, dan aku juga tidak ingin membuat kamu tidak nyaman dan pergi jika kamu tahu tentang perasaanku ini"


Ucap El langsung mengutarakan isi hatinya pada Patricia.

__ADS_1


Patricia sendiri terkejut dengan pengakuan sang polisi tampan itu, karena sebenarnya dia juga memang sudah jatuh hati padanya, namun dia berusaha memendamnya karena dia sadar diri siapa dia? Dan darimana asalnya?


"Tapi .."


Ucap Patricia belum selesai.


"Aku sudah tahu, pasti kamu tidak nyaman dengan perasaanku ini, maafkan aku Patricia"


Jawab El yang mengira jika cintanya tak terbalas. Perlahan dia pun melepaskan genggaman tangannya pada Patricia dan bangkit berdiri dengan memasukan tangannya ke saku celana.


El pun membelakangi Patricia dengan berusaha menenangkan hatinya agar tidak sakit hati saat Patricia menolak cintanya. Namun tiba-tiba saja dari belakang Patricia memeluk El dan mengutarakan perasaan hatinya yang juga mencintai Eliezer sejak pertama bertemu.


"Aku juga mencintaimu El, tapi aku lebih sadar diri siapa aku dan siapa kamu? Aku cukup bersyukur bisa berada di antara keluargamu, aku tidak ingin dikatakan tidak tahu diri dengan semua perasaanku ini padamu"



Ucap Patricia memeluk Eliezer membuatnya terharu dengan semua isi hati Patricia kepadanya.


El pun membalas pelukan Patricia dengan membalikkan tubuhnya hingga keduanya kini saling berpelukan mesra.


Dari pintu Mr Rafael dan Bu Maria meneteskan air mata saat melihat El dan Patricia.


"Mereka sangat so sweet sekali ya mas"


Mr Rafael hanya tersenyum dan memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang. dan berharap yang terbaik untuk Eliezer dan Patricia sekarang.



***


Keesokan paginya saat semua berkumpul untuk sarapan pagi, El pun mengatakan apa yang terjadi kemarin, El menjelaskan jika dirinya sudah melaporkan pak Dwiki dan pak Andra pada komisi anti korupsi yaitu pak Gatot. Mr Rafael sangat terkejut mendengar kabar tersebut.


"Apa? Bagaimana seorang atasan polisi bisa melakukan hal serendah itu El, pasti ini ada yang tidak beres? Apa mungkin mereka mempunyai jaringan lain atau kerjasama dengan orang yang lebih kuat dari pak Andra? Kamu harus hati-hati El tidak mustahil jika sampai mereka tahu kamu melaporkannya justru kami sendiri yang akan mereka serang"


Ucap Mr Rafael mengingatkan Eliezer.


Eliezer pun kini mulai berpikir sama dengan ayahnya,


"Sudah, kita kan baru saja dapat kabar gembira karena sebentar lagi anak kita akan menikah, bagaimana jika hari ini kita lupakan dulu sejenak semua Maslah yang terjadi?"


Usul Bu Maria membuat El dan Patricia tertunduk malu.


Keduanya pun tersenyum satu sama lain. Sedangkan Bu Maria berencana mengajak Patricia untuk piting baju pernikahannya.

__ADS_1


" Apa ini tidak terlalu cepat Bu?".


"Ia dok?"


Ucap kedua calon pengantin kompak.


"Lebih cepat lebih baik"


Jawab Bu Maria simple. Keduanya pun tidak bisa mengelak karena Bu Maria sangat antusias sekali dengan pernikahan anaknya itu.


...


El pun melihat ponsel dan ternyata banyak sekali panggilan tidak terjawab dari Aditya sahabat seperjuangannya itu. Dia heran dan penasaran mengapa Aditya bisa menghubunginya sampai beberapa kali.


"Ini ada yang tidak beres"


Kemudian El pun coba menghubunginya kembali namun tidak aktif.


"Kemana dia? Kenapa dia jadi tidak aktif? Apa yang terjadi sebenarnya?"


Ucap hati Eliezer teringat akan Aditya, karena tidak biasanya dia bersikap seperti ini


***


3 hari kemudian setelah semua yang terjadi akhirnya Eliezer dan Patricia melangsungkan janji suci pernikahan dengan di hadiri rekan kantor dan kawan kawannya, sebagai wali nikah, pak Omar ayah tiri Patricia pun di beri keringanan untuk bisa menghadiri pernikahan putrinya itu.


Dia ikut bahagia melihat anak tirinya menikah dengan pria yang tepat seperti Eliezer.


Dia juga berharap jika anaknya akan bahagia selamanya.


"Ayah ikut bahagia nak, andai ibumu masih ada di dunia ini, dia juga pasti akan merasa lebih bahagia dari ayah karena akhirnya kamu bisa menemukan pria yang tepat untuk membuat hidupmu bahagia"


Ucap Omar ada Patricia.


"Terimakasih ayah"


Jawab Patricia memeluk ayah tirinya itu dengan haru.


Halo kawan semua jangan lupa like vote dan komentar nya ya..


Mampir juga ke karya baru author satu ini ... Terimakasih ❤️❤️❤️❤️


__ADS_1


__ADS_2