Eliezer

Eliezer
Adiyasa menemui Eliezer


__ADS_3

Melihat semua itu Adiyasa, Gatot dan Dwiki sangat terkejut dan takut, mereka saling memandang satu sama lain setelah video live tersebut banyak di lihat semua orang terlebih dalam video tersebut Mila menyebutkan nama kedua menteri yang telah melenyapkan Bu Maria dan Mr Rafael, orangtua angkat Eliezer.


ADEGAN BERPINDAH DUA JAM SEBELUM SIDANG DI MULAI.


Rebecca memaksa ingin bertemu dengan Bisma karena ada sesuatu yang ingin dia katakan padanya mengenai Eliezer.


Bisma yang sedang duduk di luar memikirkan cara untuk melepaskan adiknya dibuat terkejut dengan kedatangan Rebecca.


"Ka Bisma kita harus melakukan sesuatu, kita harus bisa menyelamatkan Eliezer"


"Tapi bagaimana caranya?"


Tanya Bisma yang sama khawatirnya dengan Rebecca.


"Kamu bawa lari saja El dari sini, biar aku yang mencegah semua kerumunan ini, aku akan coba memalingkan semua perhatian mereka El bisa pergi dari sini"


"Serius... Ini bukan ide yang bagus Rebecca kamu akan mengalami masalah besar jika sampai tahu kamu terlibat dalam pelariannya nanti" Bisma.


"Tapi apa lagi yang harus kita lakukan, sidang sebentar lagi akan di mulai tidak ada saksi atau bukti yang bisa meringankan Eliezer dari semua tuduhannya, atau..."


Tiba-tiba saja Rebecca terdiam dan teringat jika di rumah El menyekap dan menculik para korban pasti ada CCTV, dia bisa mencari bukti untuk membela Eliezer.


"Kamu kenapa?..."


Tanya Bisma melihat Rebecca yang terdiam.


Rebecca pun menceritakan apa yang ada di dalam ingatannya pada Bisma dia memintanya untuk pergi ke rumah TKP untuk melihat berharap dia bisa menemukan sedikit bukti untuk membela El, dengan segera Bisma pergi menuju tempat tersebut.


"Jangan lupa bawa ini jam tangan ini ka, disini sudah terpasang kamera kecil dan mikrofon dimana jika Kaka menemukan bukti itu segera nyalakan tombol ini maka akan langsung terhubung dengan ayar di depan sana, aku sudah sengaja menghubungkan jaringan tersebut ke layar itu"

__ADS_1


Ujar Rebecca memberitahu Bisma.


"Pintar juga kamu ya, hihi"


Jawab Bisma tersenyum pada Rebecca.


Keduanya pun saling tersenyum dengan semua doa dan harapan yang terbaik untuk Eliezer.


Setiba Bisma di tempat tersebut Bisma melihat garis polisi menghiasai rumah tersebut, pagar bertuliskan (TIDAK BOLEH MASUK) Terpampang dengan jelas di depan gerbang, Bisma coba mencari cara untuk bisa masuk kedalam tanpa membuat orang di sekitar mencurigainya.


***


Di tempat lain Eliezer yang sedang menunggu waktu untuk sidang di mulai tiba-tiba di temui oleh Adiyasa.


Sipir polisi yang masih berada di bawah naungannya membuka pintu sel agar Adiyasa bisa masuk dan menemui El.


Seakan tidak ada rasa takut akan El sewaktu bisa menyerangnya Adiyasa duduk di samping El dia melihatnya dengan tatapan penuh kebencian.


"Rasanya aku percaya jika kamu adalah anak dari seorang penghianat seperti Megantara "


Tanya Adiyasa dengan nada serius.


"Apa maksudmu?"


El mulai terpancing emosi namun dia masih coba menahan diri.


"Ya aku percaya jika kamu adalah anak dari Megantara seorang jendral penghianat negara"


Lanjut Adiyasa tetap tenang melihat lengan El yang mulai mengepal seolah hendak memukulnya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak salah bicara, justru kamulah penghianat yang sebenarnya"


Jawab El membela nama baik sang ayah dengan semua yang dia tahu.


Mendengar semua itu Adiyasa tersenyum dan menahan tawanya.


Dia mulai bangkit dan berdiri, tatapannya masih ke arah El yang benci dan marah padanya.


"Sebenarnya apa salah ayahku sampai kamu tega melakukan semua kejahatan itu padanya, bahkan kamu mencoreng nama baik nya di hadapan semua?"


Tanya Eliezer ikut bangkit dan berdiri hingga keduanya kini saling berhadapan dengan tangan mengepal ke belakang jendral Adiyasa kembali tersenyum licik pada El.


"Inilah pertanyaan yang aku tunggu sedari dulu?"


Ucap Adiyasa membuat El heran. Keningnya mengerut seorang berpikir apa yang dimaksud dengan ucapan Adiyasa adanya saat ini.


"Ayahmu adalah seorang penghianat, dia telah mengkhianati ku, menghianati persahabatan kita, semua yang ingin aku miliki dia selalu merebutnya dari tanganku, cintaku, jabatan ku semua dia rebut dariku termasuk ibumu (Damayanti), dia tahu jika aku mencintainya dan ingin memilikinya tapi dia dengan sengaja justru merebut dan menikahi Damayanti di belakangku, aku cukup menerima itu mungkin dia memang tidak mencintaiku. Tapi setelah itu dia juga merebut jabatanku, aku yang seharusnya menjadi seorang jendral lebih awal daripada Megantara, penghianat dia memeng seorang penghianat"


Ujar Adiyasa dengan semua luapan kekesalannya pada Megantara di masa lalu.


El sedikit terkejut mendengar semua yang dikatakan Adiyasa mengenai persahabatan ayahnya dengan Adiyasa karena sejak kecil dia memang tahu jika Adiyasa berhubungan dekat dengan ayahnya, tapi dia tidak menyangka jika seandainya Adiyasa sangat membenci ayahnya dan menganggapnya sebagai penghianat.


"Aku tidak akan mempercayai semua yang kamu katakan wahai jendral yang mulia"


Jawab El tidak percaya pada semua yang dikatakan Adiyasa padanya, keyakinan El pada sang ayah tetap kuat jika beliau adalah ayah yang sangat baik dan jauh dari kata penghianat.


...


Adiyasa mulai kesal karena ternyata El tidak percaya dengan semua cerita yang sengaja dia karang untuk memeras emosi Eliezer agar dia tidak akan mengatakan pada hakim jika semua yang terjadi padanya adalah ulah dia.

__ADS_1


__ADS_2