Eliezer

Eliezer
Menuju pak Dwiki


__ADS_3

Keesokan harinya, ditemani Patricia dan Mr Rafael, Eliezer coba bertemu dengan pak Dwiki untuk membicarakan kembali perijinan perusahaan sang ayah sebelum pak Dwiki di jemput paksa oleh polisi.


"Semoga semua berjalan dengan lancar ya nak"


Harapan Bu Maria pada Eliezer sambil merapikan dasi kemejanya agar terlihat rapi.


"Semoga Bu"


Jawab El tersenyum padanya, Patricia tidak percaya melihat El dengan seragam kantornya, El terlihat sangat gagah dan tampan sekali menurut Patricia.


"Ayo"


Ucap Eliezer mengajak Patricia dan menarik tangannya dengan lembut, jantung Patricia pun berdegup kencang kala tangan El menggenggam tangannya.


"Jantungku? Kenapa berdegup kencang? Ada apa dengan perasaanku?"


Tanya hati Patricia heran dengan apa yang dia rasakan saat ini, namun kemudian El melepaskan genggaman tangannya saat mereka berada di depan mobil,


"Masuklah kamu duduk di depan bersamaku"


Ucap Eliezer membukakan pintu mobil untuk Patricia masuk.


"Euh, ya terimakasih"


Patricia pun tersadar dan segera masuk dengan memberikan senyum manisnya pada Eliezer, sedangkan Mr Rafael duduk di belakang mereka.


"Oh ya ayah, apa kita langsung pergi ke kantor pak Dwiki atau ke kantor kita dulu?"


Tanya El sebelum melajukan mobilnya.


Mr Rafael pun meminta El untuk langsung menuju pak Dwiki,

__ADS_1


"Tapi apa harus ada janji terlebih dahulu jika mau bertemu dengannya? Kita pasti akan sulit bertemu dengan dia jika tidak mempunyai janji"


El pun mempunyai ide, dia meminta nomor pak Dwiki dari ayahnya dan coba membuat janji bertemu dengannya, dan ternyata El sedang beruntung pak Dwiki mau bertemu dengannya karena dia tidak tahu jika El adalah anak dari Mr Rafael.


Mereka pun akhirnya menuju kantor pak Dwiki, sebelum tiba di kantornya, El coba menghubungi Aditya untuk menanyakan perihal penangkapan paksa pak Dwiki atas laporan ibu dan ayahnya.


"Tapi setahuku pak Andra tidak ada menugaskan aku atau yang lainnya hari ini untuk menangkap seseorang El, kami bertugas seperti biasanya sekarang, aku juga sebentar lagi akan pergi ke daerah Jakarta selatan"


Jawab Aditya akan pertanyaan Eliezer padanya.


"Apa?"


Perasaan Eliezer pun mulai tidak enak, pikirannya melayang pada pak Andra yang mengatakan jika laporan orangtuanya akan segera dia proses, sehingga besok pihak kepolisian bisa segera menangkap pak Dwiki.


"Ada apa ini sebenarnya? Apa mungkin pak Andra membohongiku untuk masalah penangkapan pak Dwiki? Aku harus selidiki ini?"


Pikir El saat mendengar semua yang Aditya katakan padanya.


"Semoga sukses nak?"


Ucap Mr Rafael pada El.


Dengan tangan mengepal dan mengacungkan ke atas Patricia tersenyum memberi semangat pada El berharap semua berjalan dengan lancar, El pun membalas senyum Patricia sebelum dia benar-benar masuk kedalam kantor pak Dwiki.


Dalam hati, Mr Rafael pun merasa ragu jika El bisa membujuk pak Dwiki untuk bekerja dengan jujur, tapi dia coba menepis semua keraguannya itu dengan bercerita pada Patricia jika El pasti bisa merubah semuanya.


"Aku sangat mengenal anakku, meski dia bukan darah dagingku tapi aku yakin jika dia bisa melakukan yang terbaik untuk kita"


Ucap Mr Rafael membuat Patricia terdiam dan berpikir apa maksud Mr Rafael mengatakan jika El bukan darah dagingnya.


"Maksud bapak? Mengapa pak Rafael mengatakan jika El bukan darah daging bapak?"

__ADS_1


Tanya Patricia,


Mr Rafael yang sudah percaya dan yakin jika Patricia adalah wanita yang baik akhirnya menceritakan siapa Eliezer yang sebenarnya pada Patricia.


Patricia sendiri tidak menyangka jika El ternyata adalah anak dari seorang jendral. Meski Patricia tidak mengenal jendral Megantara, namun dia juga sempat tahu di masa kecilnya dulu jika jendral Megantara adalah satu-satunya jendral yang di hukum mati karena kepemilikan barang terlarang dan pencucian uang dengan nilai yang cukup besar.


"Aku tidak menyangka jika ternyata nasib El ternyata lebih menyedihkan dari pada aku"


Seketika Patricia pun mengingat semua nasihat El di malam itu yang mengatakan jika dirinya bukanlah orang yang paling buruk di dunia ini, karena masih banyak orang diluar sana yang bernasib lebih buruk daripada dirinya.


"Mungkin karena itu El mengatakan semua itu padaku"


Setelah mengetahui semua itu, Patricia pun berjanji dalam hatinya jika dia akan selalu ada untuk Eliezer dan akan senantiasa mendukung dan membantunya selagi dia mampu agar El bisa mewujudkan tujuannya untuk memberi keadilan untuk jendral Megantara.


Selang 30 menit setelah El masuk ke dalam kantor pak Dwiki, Mr Rafale melihat El keluar dari kantor itu dengan terburu-buru, El juga memasang wajah yang sangat kesal saat keluar dari sana.


Dalam hati Mr Rafael bertanya apa yang sudah terjadi pada anaknya, mengapa anaknya terlihat sangat marah?


"El sudah keluar pak?"


Ucap Patricia penasaran dengan hasil yang diperoleh El,


El pun tiba di depan pintu dan langsung masuk kedalamnya, terlihat El menarik napasnya dalam saat dia duduk di kursi mobilnya.


"Ada apa El? Bagaimana hasilnya?"


Tanya Mr Rafael pada anak semata wayangnya itu. El pun memandang wajah sang ayah dengan tatapannya yang sayup, dalam hati El bertanya apakah harus aku katakan apa yang sebenarnya terjadi di dalam kantor tadi?


Apa yang sebenarnya terjadi pada El dan pak Dwiki di dalam? mengapa dia keluar dengan wajah yang penuh dengan rasa kecewa?


Simak terus ceritanya ya guys, ayo siapa yang banyak like dan komentarnya, nanti dpt THR dari author 🥰

__ADS_1


__ADS_2