Eliezer

Eliezer
menjebak Rebecca


__ADS_3

Rebecca melacak keberadaan El disetiap sudut ibu kota, dalam hati Rebecca ingin sekali membantu Eliezer agar hukumannya sedikit ringan dari tuntutan karena dia tahu betul jika El tidak sepenuhnya salah. Sikap El hanya bentuk pembalasan dari ketidakadilan yang dia terima atas kejahatan yang dilakukan Adiyasa.


"Memang benar seorang yang baik hati akan berubah menjadi jahat jika tidak ada keadilan yang dia dapat dari setiap kejahatan yang terjadi padanya, dan itulah yang terjadi pada kamu Eliezer. Ayo temui aku bekerja sama lah El aku mohon!"


Ucap Rebecca berharap bisa segera menemukan El sebelum timnya yang lebih dulu menemukan Eliezer.


Rebecca meminta anak buahnya untuk memantau di setiap toko perbelanjaan atau tempat makan berharap Eliezer ada memesan di tempat tersebut.


"Coba kamu cek setiap restoran atau tempat makan aku yakin pasti dia akan memesan makanan di tempat itu, jangan lupa kamu juga pantau tempat penarikan uang"


Perintah Rebecca pada tim nya.


Dilain tempat Bisma sudah berhasil mendarat di Indonesia berharap bisa bertemu dengan Eliezer/Rami.


Bisma masih tidak menyangka jika ternyata sang adik masih hidup disaat dirinya sudah mulai melupakan masa lalunya.


"Rami, aku datang tunggu Kaka"


Ucap Bisma dalam hati dengan penuh kerinduan.


...


Keberadaan Eliezer kini mulai tercium disaat seorang kurir mengantarkan makanan untuknya. Merasa mengenal nama Eliezer, sang kurir pun menghubungi staf kepolisian yang langsung terhubung dengan Rebecca.


"Kamu tunggu disana, biar saya yang mengantarkan makanan itu ke alamat yang sudah memesan"

__ADS_1


Pinta Rebecca saat sang kurir memberitahunya.


"Baik Bu"


Jawab sang kurir.


Rebecca pun segera menuju tempat yang sudah di tujukan padanya berharap dia bisa segera menemukan Eliezer.


Di rumah, Eliezer sudah menunggu makanannya datang namun siapa sangka ternyata El sudah merencanakan semuanya agar Rebecca bisa datang menemukannya.


Rebecca tiba di depan pintu rumah Eliezer berada.


"Paket"


Dari dalam El meminta sang kurir masuk karena dia sedang tidak bisa di ganggu. Tanpa rasa curiga Rebecca masuk kedalam dan memberikan makanannya pada Eliezer yang sedang berolahraga.


Eliezer yang saat itu sedang mengangkat beban di lengan kanannya terlihat sangat seksi dengan keringat yang mengucur di setiap lekuk tubuhnya.


El nampak erotis dan perkasa dengan otot di tangan dan perutnya yang bidang.


"Maaf mas makanan sudah datang"


Ucap Rebecca kembali sadar dari rasa terpesonanya melihat Eliezer dan coba memanggilnya.


Eliezer pun bangkit dan berjalan menuju Rebecca dengan gagah.

__ADS_1


Namun disaat Eliezer hendak membawa makanan dari tangan Rebecca, tiba-tiba saja dia langsung menodongkan pistol pada Eliezer dan memintanya untuk menyerah.


"Angkat tangan dan menyerah lah"


Ujar Rebecca tegas melumpuhkan Eliezer dengan segenap tenaganya.


El hanya tersenyum melihat ke arah Rebecca yang tegang.


"Sudah aku duga, kamu yang akan datang kesini, ayo tangkaplah aku, sedari tadi aku memang sedang menunggumu"


Ucap Eliezer dengan tenang tanpa rasa takut sedikitpun. Rebecca pun merasa kesal karena dirinya telah di jebak oleh El dalam permainan ini.


"Apa sebenarnya mau mu?"


Tanya Rebecca serius pada El dan mulai melepaskannya.


Eliezer tersenyum dan meminta Rebecca untuk tenang dan duduk terlebih dahulu.


"Duduklah dan tenang saja aku tidak akan melarikan diri, karena sebenarnya aku ingin menyerahkan diriku ke kantor polisi. Tapi setelah aku pikirkan lagi alangkah baiknya jika kamu bisa menangkap aku agar kamu mendapatkan nilai khusus untuk menaikan jabatanmu di kepolisian,"


Jawab Eliezer dengan ekspresi wajah yang datar.


Mendengar semua yang El katakan padanya, dia merasa tidak menyangka jika ternyata El akan menyerahkan diri.


"Ya tapi aku ingin kamu yang menangkap aku bukan orang lain"

__ADS_1


__ADS_2