Eliezer

Eliezer
Honeymoon


__ADS_3

Meski pernikahan mereka berlangsung sederhana, namun kebahagiaan diantara mereka sungguh luar biasa.



El melihat sekeliling diantara tamu yang datang, matanya mencari keberadaan sahabatnya yaitu Aditya.


"Kemana Aditya sudah beberapa minggu ini dia tidak ada kabarnya? Dan bahkan di hari bahagia ku juga dia sepertinya tidak datang?"


Ucap Eliezer mencari kedatangan Aditya.


"Kamu mencari siapa El?"


Tanya Patricia yang melihat suaminya itu seperti orang kebingungan.


El pun mengatakan jika dirinya sedang mencari Aditya El juga menceritakan jika sudah beberapa minggu ini Aditya memeng memang sangat sulit untuk di hubungi.


"Entah kesibukan apa yang sedang dia lakukan saat ini hingga dia tidak hadir di hari bahagia kita?"


Patricia coba menenangkan Eliezer dengan semua pemikiran positifnya tentang Aditya hingga akhirnya El pun sedikit lebih sadar. Keduanya pun kembali tersenyum pada seluruh tamu yang datang.


"Mungkin saat ini dia memang sedang dalam urusan yang lebih penting, tapi percayalah sebagai sahabat baikmu dia pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kita"


...


Setelah selesai acara pernikahan Mr Rafael dan Bu Maria menghadiahkan dua buah tiket honeymoon untuk Eliezer dan Patricia ke Europa.


"Apa ini tidak berlebihan dok? Europa jauh sekali?"


Ucap Patricia membuat semua tersenyum dengan tingkah konyolnya.


"Kamu tenang saja Patricia ada Eliezer yang akan selalu menemani kamu setiap waktu disana, jadi nikmatilah honeymoon mu itu ya agar kita segera cepat menimbang cucu ya mas, hihi"


Jawab Bu Maria bahagia dengan semua harapannya.


"Tapi bagaimana dengan kalian? Apa tidak sebaiknya ibu dan ayah juga ikut?"


Ajak Eliezer.


Namun Bu Maria dan Mr Rafael menolak, mereka akan menunggu El dan Patricia pulang.


"Ini kan cuma satu pekan saja, jadi kami menunggu saja di rumah, menunggu kabar gembira selanjutnya tentunya. Hihi"


El dan Patricia pun tersenyum melihat kedua orangtua mereka bahagia hingga malam pertama pun tiba sebelum besoknya mereka berangkat menuju Eropa. Keduanya sangat canggung dan mau satu sama lain, namun sebagai suami El pun dengan sendirinya mulai memegang tangan Patricia dan memeluknya.


Dia mengatakan semua cinta dihatinya untuk Patricia.


"Dan semoga setelah cinta kita bersatu kita akan selalu hidup bahagia selamanya "

__ADS_1


Ucap Eliezer pada Petricia dalam pelukannya.



Satu kecupan pun mendarat di bibir Patricia dengan mesranya hingga akhirnya tubuh Patricia berakhir di atas tempat tidur dengan semua yang Eliezer lakukan padanya sebagai suami.


Patricia yang mencintai Eliezer pun begitu menikmati setiap sentuhan suaminya itu.


Dan setelah itu, keduanya pun terlelap setelah semua ritual suami istri yang mereka lakukan semalaman.


***


Keesokan paginya sebelum mereka berangkat menuju Europa El dikejutkan dengan melihat sang ibu yang jatuh pingsan di ruang tengah.


"Astaga ibu, ibu kenapa?"


El berlari segera menuju Bu Maria yang tergeletak.


Bu Maria yang sedikit tersadar hanya menjawab jika dirinya merasa pusing,


"Mungkin ibu hanya kelelahan nak, jangan khawatirkan ibu, pergilah nanti kamu terlambat naik pesawat"


"Tapi bagaimana dengan ibu?"


Tak lama kemudian Mr Rafael pun datang dengan membawa seorang dokter kawan satu profesi Bu Maria, dia segera memeriksanya.


Dr Sri mengatakan jika tidak ada yang di khawatirkan, karena Bu Maria hanya kelelahan saja, dr Sri meminta Mr Rafael untuk menjaga pola makan dan pola istirahat bu Maria Agara kesehatannya visa secepatnya pulih kembali, dia juga memberikan tambahan vitamin untuknya.


"Terima kasih dokter?"


Ucap El berterima kasih.


"Sama Sama semoga lekas sembuh juga untuk dr Maria, kalau begitu saya pamit"


Jawab dr Sri kemudian berlalu pergi dari rumah mereka, sementara itu Bu Maria terus meminta El dan Patricia untuk segera berangkat.


"Tapi ibu benar tidak apa-apakan? "


Tanya El cemas.


Bu Maria meyakinkan keduanya jika dia memang baik-baik saja dengan menggenggam tangan Patricia dan Eliezer hingga akhirnya El bisa berangkat dengan perasan yang tenang.


Keduanya pun akhirnya berangkat menuju bandara.


...


Dan ternyata apa yang di cemaskan oleh Eliezer tentang sahabatnya itu benar, saat ini dia memang sedang dalam bahaya, setelah Eliezer melaporkan pak Dwiki dan pak Andra pada komisi anti korupsi yaitu pak Gatot.

__ADS_1


Pak Andra di paksa berhenti untuk sementara waktu sebelum mereka menemukan jalan keluar dari masalahnya dengan Eliezer yang terus mengawasinya. Dan kesempatan itu pak Andra isi dengan melancarkan transaksi bisnis haramnya untuk mengirim pasokan dengan jalur darat menuju kota-kota lain. Dan disaat itu pula Aditya yang kala itu di perintahkan pak Andra untuk bertugas di jalur Surabaya menemukan sebuah mobil box yang mencurigakan.


Sebuah box bertuliskan seafood itu berhenti di pertengahan jalan karena sebelah kanan bannya bocor sang supir pun coba mengganti bannya secara manual, melihat semua itu, Aditya yang sedang bertugas meminta sang supir untuk menepikan mobil box tersebut agar laju jalan tidak macet.


"Maaf pak bisakah anda tepokan dahulu mobilnya? Sebab ini akan mengganggu pengemudi lainnya"


Ujar Aditya memperingati. Si supir pun langsung menatap Aditya dengan sangat tajam dan menuruti permintaan Aditya untuk menepi.


Setelah menepi dan mengganti ban mobilnya, si supir pun menyimpan ban bekas itu kedalam box dan ternyata dari belakang Aditya melihat sesuatu yang aneh saat supir itu membuka sedikit pintu mobil box nya.


Aditya sangat terkejut saat menyadari jika didalam mobil box bertuliskan seafood itu adalah ribuan kilogram obat terlarang yang hendak di kirim ke Surabaya.


Dengan sigap Aditya pun menodongkan pistolnya pada sang supir untuk menyerah dan angkat tangan, supir tidak kuasa melawan dan menuruti perintah Aditya untung menyerah.


"Apa sebenarnya yang kamu bawa itu?"


Tanya Aditya tegas pada si sopir.


Si sopir tidak menjawab namun


Bugh


Dari belakang seseorang memukul kepala Aditya dengan sangat keras hingga jatuh tidak sadarkan diri.


Aditya pun segera mereka masukan kedalam mobil belakang yang mengawal mobil box tersebut.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka sedangkan si mobil kedua kembali ke markas utama dimana pak Andra dan jendral Adiyasa beroperasi.


Sesampainya disana Aditya diikat di kursi dengan mata dan mulut yang di tutup agar dia tidak bisa melihat dimana dia berada sekarang.


"Mau apakan dia sekarang jendral?"


Tanya pak Andra


"Akan aku pikirkan apa yang akan kita lakukan pada polisi muda ini"


"Tidakkah kita lakukan sesuatu seperti apa yang kita lakukan dulu pada supir jendral Megantara?"


Usul pak Andra cukup masuk diakal dimana mereka akhirnya membicarakan kembali konspirasi yang dilakukan pada jendral Megantara hingga akhirnya dia tertuduh dan di vonis mati.


"Kita bisa membebaskan dia dan membiarkan dia pergi dengan mobil box kita, kemudian kita celakakan mobilnya hingga akhirnya dia tiada dan permainan pun berakhir, dia sendiri akan tertuduh sebagai pemilik obat terlarang kita. Hahaha"


Ucap pak Andra sekali lagi dengan gelak tawanya mengingat peristiwa yang terjadi di masa lalu.


Tanpa mereka sadari ternyata Aditya sedari tadi sudah sadarkan diri dan mendengar semua yang mereka bicarakan mengenai jendral Megantara dan bisnis terlarang yang sudah lama mereka jalani.


Aditya sangat terkejut dan tidak percaya jika atasan dan jendral yang dia kagumi ternyata tidak lebih dari seorang penjahat.

__ADS_1


__ADS_2