Eliezer

Eliezer
siapa Rebecca


__ADS_3

"Apa sebenarnya mau mu?"


Tanya Rebecca serius pada El dan mulai melepaskannya.


Eliezer tersenyum dan meminta Rebecca untuk tenang dan duduk terlebih dahulu.


"Duduklah dan tenang saja aku tidak akan melarikan diri, karena sebenarnya aku ingin menyerahkan diriku ke kantor polisi. Tapi setelah aku pikirkan lagi alangkah baiknya jika kamu bisa menangkap aku agar kamu mendapatkan nilai khusus untuk menaikan jabatanmu di kepolisian,"


Jawab Eliezer dengan ekspresi wajah yang datar.


Mendengar semua yang El katakan padanya, dia merasa tidak menyangka jika ternyata El akan menyerahkan diri.


"Ya tapi aku ingin kamu yang menangkap aku bukan orang lain"


Jawab El dengan senyum penuh rencananya.


Tanpa basa-basi Rebecca akhirnya menangkap Eliezer dengan mudah karena El memang menyerahkan diri, dia memutuskan semua itu karena sudah tidak mempunyai tujuan hidup,


Dalam hatinya El berpikir untuk apalagi dia bertahan hidup jika semua orang yang dia sayangi sudah pergi meninggalkannya.


Rebecca berkata pada Eliezer


"Apa kamu yakin dengan keputusanmu ini?"


"Ya aku yakin, kenapa kamu masih belum memborgol aku? Apa kamu masih belum percaya padaku? Tenang saja aku tidak akan membohongi polisi baik dan jujur seperti kamu Rebecca, karena aku tahu kamu adalah teladan yang baik untuk anak buah mu"


Ucap Eliezer tentang Rebecca.


Tanpa disangka Rebecca justru memeluk Eliezer dan menangis di pelukannya.


"Maafkan aku Rami? Seharusnya aku memberitahu kamu dari dahulu tentang diriku"


El sangat terkejut mendengar Rebecca memanggil nya dengan nama kecil anak jendral Megantara.


"Mengapa kamu tahu nama kecilku? Siapa kamu?"


Tatapan El serius menatap wajah Rebecca.

__ADS_1


"Karena aku adalah adik dari ka Beno"


Jawab Rebecca dengan penuh air mata.


"Rebecca, jadi kamu ..."


Keduanya saling berpelukan melepas rindu masa kecil.


Yang ternyata Rebecca adalah adik dari Beno sang ajudan jendral Megantara yang telah menyelamatkan hidup Eliezer.


El coba menanyakan kabar keluarganya namun Rebecca nampak terlihat sedih.


"Setelah ka Beno tiada dalam insiden kebakaran itu, kami sangat terkejut dan tidak menyangka jika jendral Megantara bisa melakukan semua itu? Padahal kami tahu ka Beno selalu membanggakan jendral dengan semua kejujurannya bahkan sebelum ka Beno tiada dia sempat berpesan padaku agar aku bisa menjadi seorang polisi wanita yang jujur dan berdedikasi seperti beliau, hingga akhirnya ayah dan ibu meninggal karena tersiksa rindu setiap hari teringat akan ka Beno"


Jawab Rebecca menjelaskan semua yang terjadi pada keluarganya setelah Beno tiada.


Eliezer berempati padanya dia ikut berduka atas apa yang terjadi pada keluarga Beno dan Rebecca.


"Tapi aku sangat bersyukur Ram ternyata kamu masih hidup, tapi bagaimana dengan kabar kakakmu di perbatasan? Ka Bisma apa dia tahu jika kamu masih hidup?"


Tanya Rebecca pada El,


"Dulu aku sempat menghubunginya dengan mengirim pesan tapi sampai saat ini masih belum ada balasan, dan aku mengira mungkin ka Bisma sudah tiada"


Jawab Eliezer.


"Aku turut berduka untuk kamu Rami, tapi apa langkah kamu selanjutnya setelah ini? Apa kamu yakin jika kamu mau menyerahkan diri dalam kasus mu ini? Padahal sudah jelas jenderal Adiyasa lah yang bersalah".


Keduanya kini mulai membahas mengenai rencana ke depan untuk kasus penculikan dan pembunuhan yang di lakukan Eliezer.


...


...


...


"Meski rencana ini sedikit beresiko, tapi aku pasti akan memberi keadilan untuk kamu El"

__ADS_1


Jawab Rebecca mulai memborgol Eliezer dan membawanya ke kantor polisi.


Publik pun mulai kembali di hebohkan dengan penangkapan Eliezer sehingga membuat jendral Adiyasa dan jajarannya yang tersisa bisa tersenyum lega karena akhirnya El akan menerima hukuman atas apa yang telah dilakukan Eliezer pada semua anak buahnya.


"Kamu harus tiada anak kecil, aku bukan lawanmu kamu boleh saja berhasil menghabisi mereka tapi tidak dengan aku, kamu juga bahkan tidak akan pernah bisa bicara apapun setelah ini, karena aku akan membungkam mulutmu untuk selamanya"


Ujar Adiyasa dengan semua niat jahatnya pada Eliezer yang kini sudah mendekam di dalam jeruji besi.


Adiyasa menghabisi salah seorang anak buah Andra yang ada di kantor polisi untuk menghabisi Eliezer.


"Tapi maaf tuan sepertinya aku tidak akan bisa melakukan semua itu?"


Jawab sang polisi yang ketakutan menolak perintah Adiyasa.


"Berani sekali kamu membantah perintahku, kurang ajar ya kamu lihat saja sebentar lagi nyawa anak dan istri kamu yang akan segera aku habisi"


Ancam Adiyasa.


"Tidak tuan, jangan lakukan sesuatu pada mereka, baiklah aku akan melakukan semua perintahmu"


Dengan terpaksa di bawah ancaman Adiyasa polisi itupun menuruti perintahnya.


***


Bisma pun kini telah tiba di tanah air, dengan tubuh tinggi tegap dan berisi dia mencari penginapan di daerah yang tidak jauh dari kantor polisi tempat dimana Eliezer di tahan.


Saat Bisma hendak menuju kantor polisi untuk menemui Eliezer dia tidak sengaja menabrak seorang wanita dan membuatnya nyaris terjatuh.


"Ah..."


Dengan segera Bisma menangkap dan menahan wanita tersebut agar dia tidak terjatuh.


Bisma menatap wajah wanita berseragam polisi yang berada di hadapannya, begitupun sebaliknya wanita berseragam itu juga melihat Bisma dengan sangat tajam.


"Ka Bisma ..."


Panggil wanita membuat Bisma sangat terkejut karena wanita itu mengenalinya.

__ADS_1


Dengan segera wanita tersebut menarik lengan Bisma dan membawanya ke suatu tempat dimana menjadi tujuan Bisma datang ke tanah air.


__ADS_2